Imperfect Wife

Imperfect Wife
BAB 36 RENCANA UNTUK KABUR


__ADS_3

Sudah berhari hari berlalu,


Juragan Endri mengurungku disebuah rumah kecil mirip villa , di salah satu daerah pinggiran ibu kota Kalimantan bagian selatan.


Alasanku berhasil saat juragan Endri ingin memper kosa aku di malam pertaruhan . Sama seperti Mas Heri yang di sore sebelumnya ingin menjamah tubuhku namun gagal, Lantaran aku sedang datang bulan.


"Aku akan kembali setelah kamu bersih nona, dan pada saat itu tiba aku pastikan kamu akan terus meraung di bawah Kungkungan aku. Hahaha~" gelak tawa selalu mengiringi setiap kalimat yang diucapkan Juragan Endri kala itu.


Dan aku pun waktu itu hanya diam, tidak menjawab anggukan atau gelengan. Juragan Endri yang jengah pun akhirnya pergi begitu saja, meninggalkan aku sendirian dengan penjagaan ketat anak buahnya.


Fyuh~ Malam itu aku benar benar merasa lega, bisa selamat dari ancaman pemaksaan juragan Endri.


Aku bisa sedikit bernafas lega sejak saat itu. Meski dalam pengawasan dan hanya dianggap barang taruhan, juragan Endri tetap memanusiakan diriku.


Aku diperlakukan dengan layak, meski terkurung di dalam sebuah kamar. Suasana villa sendiri terbilang begitu sejuk, udara dingin layaknya di wilayah perbukitan.


Setiap kali aku membuka jendela dan menghirup udara segar, mata para pengawal di luar sana tampak mengawasi ku.


Tampak beberapa penjaga siaga di luar rumah, mereka hanya berfokus untuk menjagaku.


Huft~ mereka sangat ketat mengawasi.


Aku tidak bisa terus seperti ini, aku harus bisa membebaskan diri. Jika aku berhasil bebas pun aku tidak mau kembali ke tempat Mas Heri.


Aku akan menyusun sebuah rencana pelarian, ya aku yakin bisa keluar dari pelosok ini dan kembali bertemu anak anakku.


Rasya.. Arsya.. Tunggu ibu ya nak. Kita pasti akan bertemu lagi secepatnya, ibu janji.


Seharian ini aku hanya mondar mandir di dalam kamar, berkali kali aku gagal membujuk para pengawal yang berjaga di depan pintu agar mengijinkan aku keluar sebentar dengan alasan , bosan di kamar atau ingin ke kamar mandi.


Seperti nya mereka tahu jika aku hanya berkilah, huft~


Apa yang harus aku lakukan sekarang ~


Aku menatap jauh menerawang ke luar jendela, jantung ku berdebar semakin kencang kala mendengar suara mobil memasuki pelataran villa.


Itu pasti juragan Endri.

__ADS_1


Dia bilang akan datang setelah aku bersih , tapi nyatanya dia setiap hari mampir untuk memastikan langsung kondisiku.


Hari ini adalah hari ke empat,


Aku harus berpura pura baik dan luluh, ya aku akan mencari celah. Biar bagaimanapun aku tidak mau disentuh juragan Endri yang pleyboy.


Ceklek~ suara pintu kamar terbuka dari luar.


Aku bisa merasakan aura seorang juragan Endri yang kharismatik. Aroma minyak wangi yang semerbak mengiringi langkah panjangnya memasuki ruangan.


Aku terduduk di sebuah kursi dekat jendela, juragan Endri tampak tersenyum begitu menawan. Sungguh perlente sekali dandanan pria casanova itu.


"Juragan Endri, kamu sudah datang. Apa kamu membawakan makanan kesukaan ku lagi ?" aku berucap ramah.


Pura pura lunak adalah caraku agar bisa mengulur waktu.


"Aku tidak sempat mampir ke pasar non, apa kamu sungguh menginginkan makanan itu heum ?" tanya juragan Endri padaku.


"Jika aku makan itu saat datang bulan, maka aku tidak akan sakit perut dan cepat bersih juragan. Bukankah juragan sendiri yang bilang ingin segera menikmati tubuhku ?"


Tapi itu adalah bagian dari rencanaku, jadi aku harus serius agar berhasil.


"Gemas sekali, kamu mirip kucing non. " juragan Endri menoel hidungku , dia gemas sekali padaku.


Juragan Endri duduk di hadapanku, dengan tatapan khasnya yang menawan. Sorot matanya bagai menelanjangi aku yang kini tengah menahan malu melangkah mendekatinya.


"Juragan wangi~ tubuh juragan juga bagus. Tegap, gagah, sempurna dan Hhmm~" aku sengaja mengusap kancing kemeja yang dipakai juragan Endri.


Jemari lentik ku mengukir satu per satu kancing mulai dari yang paling atas hingga ke bawah.


"Ugh nona, kamu jangan menggodaku. Aku harus menahan diri sampai kamu bersih." Juragan Endri mengusap pucuk kepalaku sambil tersenyum menawan.


"Aku bisa bermain sebentar tapi juragan harus janji satu hal. Bawa aku pergi dari villa ini . Di sini kalau malam terlalu dingin dan aku hanya sendirian, aku butuh kehangatan juragan~"


"Hahaha ~ aku tahu . Tidak ada seorang pun yang bisa menolak pesonaku."


"Jadi , juragan mau kan bawa aku pergi dari villa ini ? Apa juragan tidak takut jika nanti malam ada yang masuk ke dalam kamarku, lalu menyentuh tubuhku yang milik juragan heum ?"

__ADS_1


Tentu saja aku bermaksud mengintimidasi juragan Endri .


"Anak buahku tidak akan berani non, nyawa mereka ada di tanganku. Jika ada yang berani menyentuhmu maka aku akan bunuh dia."


"Juragan Endri mudah berkata seperti itu, tapi apa juragan tahu jika mereka selalu menatap lapar ke arahku ? Bagaimana jika juragan Endri keduluan mereka ? Juragan Endri rela aku dijamah anak buah juragan ? Juragan mau dapat sisa anak buah ?"


Aku terus merajuk manja, pokoknya aku harus berhasil menjalankan rencanaku.


Rahang juragan Endri mengeras kala membayangkan setiap ucapanku. Sejenak kemudian dia menggeleng tegas dan berkata,


"Tidak.. Tidak.. hal itu tidak boleh terjadi. Kamu adalah milikku, dan milikku tidak boleh disentuh pria lain termasuk suamimu Heri Santoso hahaha~ Baiklah aku akan ajak kamu pergi dari villa ini. Aku masih punya rumah di kota." Juragan Endri mengusap wajahku dengan lembut.


Sekujur tubuhku terasa merinding, bukannya suka tapi jijik.


"Apa juragan Endri ingin merasakan permainan ku, satu kali saja heum ?" aku berucap lirih sengaja agak menggoda sambil tanganku mengusap sesuatu yang terasa menonjol di bawah sana.


"Ugh non~ jangan memulai jika tidak mau menyelesaikan~"


Ya, sorot mata juragan Endri mulai sayu, dia sudah terang sang.


"Aku pandai menikmati lolipop tapi, aku mau tidak ada orang lain di sekitar kita juragan. Perintahkan anak buah juragan untuk menyingkir dari villa ini, supaya mereka tidak mupeng saat mendengar de sa han ku nanti~"


Aku mundur dua langkah, sontak juragan Endri bagai kerbau yang di colok hidungnya.


Dia begitu menginginkan hal itu, dan aku harus berhasil melumpuhkannya hari ini juga.


"Kamu nakal juga ternyata non, baiklah." juragan Endri tampak berdiri lalu tergesa keluar dari kamar ku.


Sayup sayup aku mampu mendengar saat Juragan Endri memerintahkan seluruh anak buahnya yang berjaga di Villa untuk menyingkir selama beberapa jam ke depan.


"Jangan ada yang berani berada di sekitar villa sampai dua jam ke depan. Aku tidak ingin di ganggu saat sedang bersama wanitaku, mengerti !!"


"BAIK JURAGAN."


Aku tidak salah dengar. Ya mereka semua akhirnya pergi dari villa ini.


Yess~ aku akan lebih mudah kabur jika tidak ada orang.

__ADS_1


__ADS_2