Imperfect Wife

Imperfect Wife
BAB 34 DIJADIKAN TARUHAN


__ADS_3

Sepanjang acara berlangsung aku hanya terus berdiri menemani Mas Heri yang masih bermain judi. Permainan dadu dengan taruhan uang jutaan masih berlangsung.


Saat ini Juragan Endri masih jadi pemenang, dan terus menawarkan siapa lagi yang ingin melawan nya.


"Ada lagi yang mau lawan ? Hahaha~" juragan Heri menepuk tumpukan uang miliknya yang semakin menggunung.


Tentu saja para tamu semakin meneteskan liur , rasa ingin mendapatkan semua itu. Tak terkecuali Mas Heri Santoso yang juga berambisi mendapatkan motor serta tumpukan uang yang jika ditaksir nilainya sudah lebih dari sembilan puluh sembilan juta.


Para tamu yang kehabisan uang hanya bisa menatap nanar di area pertaruhan. Sebagian lagi sudah benar benar menyerah dan mulai memilih menikmati spot lain acara.


"Kalau memang gak hoki , mau dipaksa model apa juga tetap gak akan hoki." gumamku pelan menyentil Mas Heri yang terus enggan aku ajak meninggalkan area judi beraura negatif ini.


"Diam Lah jika kamu sendiri gak bisa bawa hoki untuk aku. " suara Mas Heri terdengar arogan .


Kini hanya tersisa lima orang yang bermain main taruhan, setiap pemain memasang taruhan diatas satu juta.


Seorang pemuda pengocok dadu mulai beraksi sembari para pemain meletakkan uang taruhan.


Besar atau kecil~


Mas Heri dan seorang lainnya meletakkan segepok uang terakhir yang dia miliki di bagian slot kecil,


Dua orang lainnya meletakkan uang taruhan di slot besar.


Juragan Endri yang terakhir meletakkan uang taruhan di slot besar, dan..

__ADS_1


Saat dadu di buka ternyata, dadu menunjukkan nilai besar. Secara otomatis dua pemain kalah dan tiga lainnya lanjut.


Mas Heri kesal, raut wajahnya masih tidak terima akan nasibnya barusan.


"Saya ikut sekali lagi juragan." ucap Heri Santoso menatap serius membuat sisa pemain menatap heran ke arahnya.


"Kamu sudah kalah bung, juga tidak memiliki modal lagi kan ? Lalu apa yang akan kamu pertaruhkan hahh !!" ucap salah seorang pemain berwajah congak.


Juragan Endri hanya diam mengamati, entah kenapa aku merasa risih saat menangkap kedua netranya mencuri pandangan ke arahku.


"Kata siapa aku tidak punya modal, aku akan pertaruhkan istriku." suara mas Heri bagai petir menyambar di malam hari.


Dhuar~


"Apa kamu sudah tidak waras mas ??" aku protes sambil mendelik kan mata.


"Tenang lah sayang, aku akan menangkan babak selanjutnya dan mendapatkan kamu lagi. Kamu hanya harus menurut dan patuh. Mengerti !" ucap Mas Heri tak tahu malu.


"Aku bukan taruhan mas. Aku juga gak butuh semua hadiah itu. Aku mau pulang saja, titik !!" Aku membalik badan hendak pergi meninggalkan mas Heri lalu tiba tiba,


Beberapa orang mencegat diriku, mereka lalu membawaku kembali ke tempat arena pertaruhan.


Awshh sakit, lepaskan !!


Sial sekali hidupku, astaga ~

__ADS_1


Aku terpaksa berdiri lagi di arena, beberapa orang berdiri di sampingku,memastikan aku tidak kabur.


"Jika kamu kalah, jangan menyesal sudah memberikan istrimu padaku bung Heri hahaha~" juragan Endri tampak sangat antusias.


Jelas sekali juragan Endri menekankan kalimat nya, seolah aku adalah hadiah utama yang hanya akan jadi milik nya.


"Kali ini aku tidak akan kalah juragan . Aku pasti menang." suara Heri Santoso terdengar dingin penuh ego kemenangan.


Seketika arena pertaruhan menjadi semakin tegang, mereka menyaksikan sebuah momen dimana , seorang pekerja perkebunan mempertaruhkan istrinya kepada juragan Endri sang casanova.


Lihatlah si Heri, begitu bodohnya dia sampai tega mempertaruhkan istri sendiri.


Heri santoso memang bodoh, harusnya dia bersyukur punya istri cantik, daripada buat judi bukankah duitnya bisa dia pakai buat senang senang sama istrinya ?


Astaga, jika aku yang di posisi istri Heri Santoso pasti aku pilih mati saja ketimbang tubuh diicip juragan Endri yang doyan nge we.


Dan masih banyak lagi yang mereka katakan, sayup sayup suara para tamu bisa terdengar olehku.


Aku menatap iba ke arah mereka seakan meminta pertolongan agar jangan sampai dijadikan taruhan. Namun sorot mata yang beradu denganku seakan berkata,


'Tidak ada seorang pun yang berani melawan juragan Endri.'


Pria pengocok dadu mulai beraksi, memicu ketegangan para pemain judi hingga para pengunjung lain.


Mereka semua antusias menunggu hasil perputaran dadu , tatapan mata setiap orang begitu penasaran lantaran baru pertama kali ini ada yang mempertaruhkan pasangan tanpa pikir panjang.

__ADS_1


Aku malu bagai pisang yang dikuliti, kedua netraku mulai berair, pikiran ku pusing dan dadaku terasa sesak.


Apa yang akan terjadi pada nasibku kali ini~


__ADS_2