
Suasana hari ini cukup cerah dan udara terasa sejuk di kulit, aku masih berada di sebuah rumah sakit. Entah sudah berapa lama aku disini, aku tidak ingat apapun.
Hanya ingat jika namaku adalah Kumala Dewi, kata perawat yang menolong ku waktu itu, tidak ada kartu identitas yang aku bawa.
Perawat bernama Ina sudah seperti teman bagiku, dia bilang aku tiba di rumah sakit dalam kondisi tidak sadarkan diri usai tenggelam di anak sungai dan di temukan oleh para pekerja penebang hutan.
Mereka membawaku ke rumah sakit kota, kondisiku kala itu terlalu lemah . Bahkan kemungkinan untuk bertahap hidup hanya 30 % .
Banyak luka di sekujur tubuhku, kondisi vital ku juga tidak merespon dengan baik. Aku sempat koma selama dua Minggu.
Hingga pada hari itu aku membuka mata dan tersadar, aku bangun tanpa mengingat apapun.
Para tim medis banyak bertanya tentang ku , untuk melengkapi data diri pasien. Namun sayangnya aku tidak ingat apapun. Aku hanya ingat namaku Kumala Dewi.
Saat ini sudah beberapa minggu berlalu, aku memohon agar diijinkan tinggal di rumah sakit ini karena aku tidak punya tujuan, sanak keluarga saja aku tidak ingat punya atau tidak.
Mereka mengijinkan aku tinggal, sekalian terus mengobservasi kondisi kesehatan ku. Aku tidak serta merta diam saja , merasa jika aku sudah berhutang budi setiap hari aku membantu perawat menyiapkan keperluan mereka.
Sedikit demi sedikit aku belajar hingga sekarang ini aku membantu di bagian pantry rumah sakit. Aku bertugas menyiapkan minuman setiap pergantian shift.
Aku merasakan hidupku baik baik saja, aku tidak terlalu memusingkan siapa aku di masa lalu. Toh selama disini juga tidak ada satu orang pun yang berkunjung mengatakan mereka adalah saudaraku atau kerabat ku.
Apa aku hanya hidup sebatang kara ?
__ADS_1
Cuaca sedang bagus dan aku sudah selesai membantu menyiapkan minuman untuk para staff yang masuk shift siang.
Aku sedang duduk di sebuah bangku di taman belakang rumah sakit. Semilir angin terasa sejuk ditambah posisiku duduk di bangku bawa pohon yang rindang.
Aku memejamkan mata menikmati terpaan angin hingga tak sengaja aku melihat sesuatu di dalam pikiran ku.
Sekelebat sebuah bayangan mengusik , otakku seketika merasa sakit bagai di tusuk tusuk.
Awssh sakit ~ aku meringis kesakitan seorang diri.
Aku meremas kepalaku sampai menunduk memejamkan mata, sakit sekali Tuhan !!
Aku tidak kuasa menolak saat bayangan itu terus mengusik pikiran ku. Sesosok pria yang tersenyum ramah sambil mengulurkan tangan sambil berkata, "Istriku.."
Tidaakk !!!
Memang aku yang ingin duduk menyendiri setelah lelah bekerja , eh justru mendapat serangan ingatan yang menakutkan.
Eh tunggu dulu..
Jika sosok itu berkata aku ini istrinya, berarti dia adalah suamiku mungkin.
Tapi kenapa aku tidak mengenalinya dan justru takut padanya ?
__ADS_1
Apa iya sebelum nya aku sudah menikah ?
Tapi kenapa aku tidak ingat siapa suamiku ?
Aarrhhh.. Pikiran ini membuat kepalaku semakin terasa berat.
Pusing sekali..
Aku memutuskan untuk beranjak pergi meninggalkan taman rumah sakit. Aku harus segera kembali ke kamar Karena hari sudah semakin sore.
Aku harus membersihkan diri dan bersiap untuk kunjungan dokter malam ini.
Aku melangkahkan kakiku lebih lebar karena ingin segera sampai ke kamar, sambil masih menahan sedikit pusing aku terus berjalan melewati lorong rumah sakit yang memiliki aroma khas.
Aku terus berjalan hingga terdengar suara seseorang memanggil namaku dari kejauhan.
"Kumala Dewi !!"
Langkah ku terhenti, sejenak aku berpikir apakah itu suara orang asli atau hanya sekedar suara di dalam pikiran ku ?
Aku ingin kembali melangkah namun lagi lagi suara itu terdengar semakin jelas dan lantang menyeru namaku,
"Kumala Dewi !!"
__ADS_1
Aku terpaksa berhenti lagi dan memastikan ke arah sumber suara.
Ternyata itu adalah...