Imperfect Wife

Imperfect Wife
BAB 32 BEGITU PUTIH NAN MULUS


__ADS_3

Situasi pekerjaan di perkebunan sedang bagus, panen melimpah dan juragan Endri menjanjikan bonus tambahan untuk setiap pekerja tak terkecuali Heri santoso.


"Kalian semua datang nanti malam, aku adakan pesta di lapangan . Ajak teman kencan karena malam ini akan panjang, oke !!" seru juragan Endri yang di respon sorakan para pekerja.


"BAIK JURAGAN !!" seru mereka semua yang berjumlah puluhan orang.


Mereka semua sepaham sepemikiran jika juragan Endri memang terkenal royal dan paling suka main wanita. Seorang casanova sejati yang selalu berganti ganti wanita sesuka hati. Namun dibalik sifat Casanova nya itu Endri adalah pria yang bekerja keras dan sulit di jatuhkan. Terbukti dari lahan perkebunan yang berhasil dia miliki dari beberapa saingan yang masih jauh di bawahnya.


Juragan Endri sangat suka menghambur hamburkan uang, ibarat air sungai yang mengalir begitu juga simpanan kekayaan yang tidak akan cepat habis meski Beberapa turunan.


Siapapun wanita yang diinginkan juragan Endri pasti akan dia dapatkan bagaimana pun caranya Dengan uang yang dia miliki, semua persoalan bisa diselesaikan dengan mudah.


Saat ini Heri Santoso sedang berjalan bersama para pekerja lainnya, mereka melangkahkan kaki meninggalkan lokasi untuk kembali ke mess.


"Juragan Endri memang baik ya bro, dia tadi bilang malam ini akan panjang. Semoga aku bisa bercinta dengan salah satu wanita yang di bawa juragan Endri nanti." ucap Jono, salah satu pekerja perkebunan yang masih berusia 20 tahunan.


"Aku udah icip semuanya, tapi nanti malam sepertinya aku sama istriku aja. Dia juga cantik , jauh lebih cantik malah." ucap Heri Santoso yang kemudian mulai membanggakan sang istri.

__ADS_1


Membawa pasangan hanya untuk formalitas, pesta yang diadakan juragan Endri tetap tidak jauh dari yang namanya miras, judi dan wanita seksi.


"Mengajak Kumala Dewi ke acara yang diselenggarakan juragan Endri pasti akan membawa kesan tersendiri." Gumam Heri Santoso dalam hati.


Kumala Dewi yang memiliki tubuh terawat sangat jauh berbeda jika dibandingkan dengan para wanita yang bekerja sebagai pemuas ranjang para pekerja perkebunan selama ini.


Heri Santoso yakin, malam ini dia dan sang istri akan menarik perhatian orang orang yang hadir.


Setibanya di mess,


Hari masih menunjuk waktu senja menjelang malam, Heri santoso masuk ke dalam mess dengan suasana hati yang bagus.


Sekilas dia melihat secangkir kopi masih mengepul panas di meja ruang tengah, tandanya sang istri berada di rumah.


'Tidak mungkin kan , dia pergi saat suaminya pulang bekerja ? Kumala Dewi sayangku !!" kembali Heri Santoso menyeru melangkahkan kaki menelusuri setiap sudut mess.


Bermenit-menit mencari keberadaan sang istri namun nihil. Di kamar tidak ada, dapur serta halaman belakang juga tidak ada.

__ADS_1


'Kemana dia~' gumam Heri santoso yang kemudian tertegun akan sesuatu di hadapannya.


Saat ini Heri Santoso berdiri sambil menenteng tangan di pinggang, memindai bagian belakang rumah dan satu satunya tempat yang belum dia cari.


Kumala Dewi tampak keluar dari kamar mandi yang letaknya memang terpisah di bagian luar mess, hanya berbalut handuk yang menutup sampai batas paha.


Kumala Dewi seperti nya tidak ngeh saat sang suami memanggil manggil namanya , mandi air dingin terasa begitu segar hingga Kumala Dewi sampai sampai tidak memperhatikan Heri Santoso yang menatap lapar ke arahnya.


'Begitu putih nan mulus,' Heri susanto sampai kesulitan menelan ludah sendiri.


Glek~


Tatap mata Heri yang awalnya tegang hampir marah, kini mulai berubah menjadi tatapan penuh damba hingga tanpa sadar mengikuti diam diam di belakang sang istri.


Greb~


Kumala Dewi yang ingin segera masuk ke dalam kamar hendak ganti baju pun terkejut.

__ADS_1


"Sayang~kamu cantik banget. Tubuhmu~ bikin aku ingin~" suara Heri santoso terdengar serak berat sembari mengeratkan dekapan ke tubuh belakang sang istri.


Degh~


__ADS_2