Imperfect Wife

Imperfect Wife
BAB 27 MENGHILANG


__ADS_3

Adam Prasetyo meninggalkan perusahaan saat waktu menunjukkan lewat pukul 18.00 waktu setempat bersama kedua anak dari Kumala Dewi, mereka mampir disebuah toko roti terkemuka yang searah dengan lokasi apartemen.


"Kita beli dulu kue kesukaan ibu kalian, setelah dapat baru kalian pilih kue yang kalian inginkan. Ingat ya anak anak, tidak boleh gaduh." ucap Adam Prasetyo berwibawa.


"Baik om, kami mengerti. Ayo dek kita pilih kue buat ibu biar cepet sembuh sakitnya." Rasya menggandeng Arsya menuju ke sebuah rak berisi jejeran kue bakery aneka rupa.


Sementara itu Adam Prasetyo terus mencoba menghubungi ponsel Kumala Dewi tetapi hasilnya masih sama, Nihil tak diangkat.


'Kenapa kamu merajuk seperti ini sayang, bikin gemes aja . Awas nanti dirumah, gak akan aku lepasin kamu.' gumam Adam Prasetyo yang menyunggingkan senyum usai menyimpan ponsel kembali ke dalam saku celana.


Beberapa menit berlalu, Adam Prasetyo sudah mendapatkan kue yang dipilihkan Rasya dan Arsya untuk ibu mereka. Kini kedua bocah itu tengah sibuk memilih aneka kue manis yang mereka inginkan.


Adam Prasetyo menunggu dengan sabar, dengan tetap mengawasi kedua jagoan itu dari sebuah kursi di dekat jendela.


"Om , sudah ini~" ucap Rasya kala menunjukkan nampan berisi aneka kue pilihan.


"Itu aja ? Yakin ? " tanya Adam Prasetyo bertanya meyakinkan.


"Yakin om. Arsya ingin segera pulang, kangen ibuk~" timpal Arsya .


"Yaudah kita bayar dulu, ayo." Adam Prasetyo mengajak kedua jagoan itu untuk antri membayar belanjaan.


Usai membayar semuanya, mereka melangkahkan kaki keluar dari toko roti. Sang asisten tetap siaga menunggui tuannya di dalam mobil yang terparkir di depan toko.

__ADS_1


Begitu semua sudah masuk ke dalam mobil,


"Kita langsung kembali ke apartemenku Roy." Titah Adam Prasetyo kepada sang asisten Roy.


Asisten Roymengangguk hormat dan siap mengemudikan mobil ke arah tempat tinggal sang tuan.


Tidak ada perasaan aneh atau firasat apapun, semua berjalan normal, wajar dan baik baik saja. Seolah tidak ada kejadian buruk hari ini.


Setibanya di apartemen,


"Kamu langsung balik aja Roy, bye." Ucap tuan Adam kala keluar dari mobilnya.


"Baik tuan, saya akan jemput besok pagi seperti biasa." kata asisten Roy yang pamit melajukan mobilnya.


Rasya dan Arsya membawa masing masing paper bag berisi aneka kue. Tidak sabar langkah kecil mereka ingin segera mengejutkan sang ibu yang sedang sakit.


"Nanti kalau kita kasih kue ini, ibu pasti akan langsung sembuh ya kan , kak ?" ucap Arsya polos.


"Iya, ibu kan paling suka kue ini. Nanti ibu pasti langsung sehat dan besok bisa bantu kita siap siap ke sekolah lagi dek." jawab Rasya tak kalah polos, dua bocah itu sedang semangat semangat nya belajar di sekolah.


"Kalian memang anak anak yang pintar dan sayang sekali sama ibu Kumala Dewi." Adam Prasetyo mengusap lembut pucuk kepala dua calon anak tirinya bergantian.


Ceklek~ suara pintu apartemen terbuka begitu saja.

__ADS_1


Suasana apartemen tampak sepi. Adam Prasetyo menduga jika Kumala Dewi pasti sedang berada di dalam kamar.


"Pasti ibu Kumala Dewi ada di dalam kamar, ayo kita lihat." ajak Adam Prasetyo kepada Rasya dan Arsya.


Dugaan mereka salah, begitu pintu kamar terbuka tidak nampak pergerakan dari orang yang mereka cari.


"Lhoh, kok gak ada ? Ibuu !!" seru Arsya dan Rasya bersamaan memanggil sang ibu.


"Kemana ya.." gumam Adam prasetyo yang ikut mencari .


"Kok ibu gak ada sih om ? Kemana ibu om ? Ibuu !!" lagi lagi Rasya berseru.


Netra kecilnya memindai ke setiap sudut ruangan berharap sang ibu bersembunyi di salah satunya.


Deg~ deg~


Deg~ deg~ deg~


Jantung Adam prasetyo berdegup lebih kencang. Tiba tiba pikirannya kalut khawatir memikirkan kemungkinan kemana Kumala Dewi pergi.


'Tadi siang dia bilang ingin pulang duluan, lalu kenapa dia tidak ada di rumah ? Apa yang terjadi sebenarnya..'


Belum selesai Adam Prasetyo bergelut dengan pikirannya, tiba tiba terdengar suara tangis anak kecil merengek,

__ADS_1


"Ibuu !! Ibu dimana huwaaa~"


__ADS_2