Imperfect Wife

Imperfect Wife
BAB 33 TERTARIK ISTRI ORANG


__ADS_3

Degh~


Seketika tubuhku merinding takut saat Mas Heri memeluk dari belakang. Posisi saat ini dia menghimpit tubuhku pada dinding dekat pintu kamar.


"Apa yang kamu lakukan Mas Heri ?!!" aku berusaha melepaskan diri namun gagal.


"Apa yang aku lakukan ? Tentu saja aku ingin menikmati tubuh istriku. Layani aku sayang~" ucap Mas Heri yang terdengar lirih tepat di daun telingaku.


Jangan mendusel padaku aarrgghh~


Belum sempat aku menjawab mau atau tidak, tiba tiba saja Mas Heri sudah menarik handuk yang melilit tubuhku lalu melempar begitu saja.


Aku tersentak merasakan hawa dingin merasuk ke tubuh polos ku.


Tidak sampai di situ, Mas Heri juga mengunci pergerakan kedua tanganku hingga tidak ada yang bisa aku lakukan selain menerima dengan terpaksa situasi ini.


"Mas , Jangan lakukan. Aku tidak mau mas~" aku terus menolak saat mas Heri ingin memainkan tubuhku dari belakang.


Air mataku lolos begitu saja, aku tidak mau melayani dengan keterpaksaan. Hiks~ jangan~


"Kamu hanya harus patuh sayang, melawan suami itu dosa. Mengerti kan ?" suara Mas Heri terdengar berat dan sorot matanya berkabut gairah.


"Biar bagaimanapun aku adalah suami mu, patuhilah aku atau aku akan berbuat kasar padamu~" ucap Mas Heri yang mulai menciumi kulitku.


Satu tangan Mas Heri mengunci dua pergelangan tanganku di diatas kepala, satu tangan lainnya meremas memainkan gundukan kenyal ku bergantian.


"Awsshh sakit mas, jangan~" aku merasa ngilu saat tangan Mas Heri yang terasa kasar memainkan ujung pu ting ku lalu memutar dan meremas kuat.


"Sintal dan kencang, kamu memang pe la cur sejati sayang ugh~" Mas Heri menjilati leher jenjangku sambil kembali meremas kedua gundukan kenyalku bergantian.


Sentuhan Mas Heri terasa sedikit kasar dan terburu buru. Aku sama sekali tidak menikmati situasi ini, aku terus berontak agar Mas Heri kesal.


Tapi sayangnya, Mas Heri seakan tidak terusik dengan perlawanan ku. Dirinya terlanjur berkabut gairah, sial !!


Ya, lebih baik aku dipukul dan diperlakukan layaknya babu ketimbang harus dipaksa melayani nafsu bejat nya. Dalam diriku terus menolak melayani, meski dia suami tapi itu hanya sebatas diatas kertas.


Kenyataan nya aku sudah menganggap dia mati sejak bertahun tahun yang lalu.


Aagghh~

__ADS_1


Jiwaku terus memberontak namun nyatanya tidak seimbang dengan reaksi tubuhku yang mulai terpancing.


"Aku mohon, jangan mas hiks~" aku menangis sesegukan tapi Mas Heri seakan tuli dan terus me rang sang tubuhku untuk melayani nya.


Mati matian aku menahan diri agar tidak men de sah saat satu kaki mas Heri menggeser posisi kedua kakiku hingga terbuka lebih lebar. Sambil sengaja dia memainkan bagian intiku dari belakang.


Kasar sekali hiks ~


Dan apa yang Mas Heri lakukan saat ini adalah,


"Akhh mas , jangan aku mohon. Jangan lakukan itu mas !!" Aku menolak saat milik mas Heri berusaha menekan milik ku setelah sebelumnya menggesek liang basahku melewati bongkahan pan tat ku yang sintal.


Plak~ satu tamparan keras mendarat di satu bo kong ku membuat aku meringis ngilu.


"Menurut lah pe la cur !! Bukankah kamu sudah terbiasa melakukan ini huhh !! " nada bicara Mas Heri terdengar bercampur marah.


Apa Mas Heri tidak terima jika aku telah tidur dengan pria lain ?? Memangnya Mas Heri juga setia ? Apa iya dia tidak pernah tidur dengan wanita lain selama ini ??


Tidak mungkin kan,


Saat pikiranku kalut akan hal hal yang buruk, tiba tiba saja,


"akhh !!! Sakit !!!"


Beberapa jam kemudian..


Suasana lapangan dekat mess sudah ramai akan para pekerja yang berdatangan. Ada yang mengajak keluarga, ada yang sendirian, ada juga yang mengajak pasangan.


Suasana pesta rakyat untuk para pekerja ini berkonsep bebas di alam terbuka. Segala hidangan yang jarang mereka jumpai tersedia.


Apa yang disiapkan boleh dimakan sepuasnya.


Juragan Endri memang tidak tanggung tanggung menyiapkan segala sesuatunya.


Di bagian barat lapangan terdapat Meja panjang berjejer berisi aneka makanan lezat.


Di sisi lain terdapat jejeran aneka minuman mulai dari jus, soda hingga minuman beralkohol.


Para pekerja yang membawa keluarga tampak menikmati hidangan yang tersaji dengan hangat.

__ADS_1


Apalagi Juragan Endri juga menyewa generator untuk semalam ini, jadi suasana lapangan terasa begitu meriah dengan lampu warna warni yang terang benderang.


Alunan musik mengiringi nuansa malam ini, ditambah lagi semua tamu bebas jika ingin berkaraoke.


Sebuah perjamuan yang memanjakan bagi setiap mereka yang mengajak keluarga dan pasangan.


Sedangkan sebagian tamu yang tidak membawa pasangan lebih memilih berkumpul di salah satu meja besar bersama juragan Endri .


Saat ini mereka sedang melakukan permainan dengan taruhan uang dan hadiah yang menggiurkan.


Juragan Endri menyiapkan sebuah sepeda motor baru, bagi siapa saja yang berhasil memenangkan judi kali ini.


"Selain dapat uang taruhan, pemenang juga bakal dapat motor ini. Tapi ingat, taruhan tidak boleh di bawah 1 juta. Siapa yang ingin melawanku, ayo~ hahaha~" suara gelak tawa juragan Endri tersirat keangkuhan.


Sebagian tamu ikut bermain, sisanya hanya jadi penonton atau asik menikmati suasana pesta.


Heri Susanto yang tiba dengan menggandeng sang istri tampak terus tersenyum, langkah kakinya begitu mantap menyapa setiap tamu yang berpas pasan dengan nya.


Kumala Dewi sendiri hanya terdiam ,sesekali membalas sapaan orang sambil tersenyum simpul.


"Kita gabung di meja juragan saja, ayo sayang~" Heri Susanto menarik lengan sang istri agar mensejajari langkahnya.


Pasangan suami istri yang tampak begitu kontras, Kumala dewi yang cantik bertubuh spek artis ibu kota berjalan dengan Heri Santoso yang penampilannya sedikit mirip preman dengan bulu halus disekitar rahang yang belum di cukur.


"Bagai langit dan bumi bung." celetuk Juragan Endri saat Heri Santoso hendak memperkenalkan sang istri.


"Iya juragan, inilah alasan saya meminta ijin cuti tempo hari. Gak rela rasanya kalau istri di Jawa sendirian. Takut diambil orang juragan." senyum Heri santoso tampak antusias memamerkan sang istri.


'Boleh juga istrinya Heri Santoso ini~' gumam Juragan Endri dalam hati sambil tersenyum menawan ke arah Kumala Dewi.


Usai perkenalan, Heri Santoso tampak bergabung dengan tamu lain mengikuti taruhan yang saat ini tengah berlangsung.


"Duitmu banyak juga ya bung Heri, gak sayang tuh hilang sia sia ?hahaha~" ucap salah satu tamu yang merasa yakin jika Heri Santoso pasti akan kalah.


"Demi dapat motor, gak apalah. Yang penting bisa ajak istriku jalan jalan pakai motor baru nanti hahaha~" suara Heri Santoso terlalu percaya diri.


Bayangan menang taruhan selain dapat motor juga balik modal membuat Heri Santoso terlalu yakin bakal memenangkan taruhan kali ini.


Sedangkan sejak tadi, diam diam juragan Endri terus melirik memperhatikan Kumala Dewi yang tampak bersanding di sebelah suaminya,

__ADS_1


'Cantik tapi dengan raut muka tak bahagia. Apa Heri Santoso tidak memperlakukan kamu dengan baik, cantik ?' juragan Endri bertanya kepada Kumala Dewi lewat tatapan mata yang kebetulan saling bertemu sepersekian detik.


__ADS_2