Imperfect Wife

Imperfect Wife
BAB 29 KESEMPATAN KEDUA


__ADS_3

Berada di dalam satu ruangan dengan orang yang kita benci sungguh sangat sesak rasanya. Mas Heri sudah tidur terlelap di sisi ranjang sampingku.


Sedangkan aku sendiri ? Aku melawan rasa kantuk, saat ini aku mencoba melepaskan diri. Mas Heri tadi sengaja memborgol pergelangan tanganku pada salah satu tiang ranjang .


'Demi kenyamanan bersama~' begitu tadi katanya.


Nyaman apaan ?? Aku justru merasa sesak dan ingin menangis saja. Aku mencoba membuka borgol menggunakan jepit rambut yang masih menempel di kepalaku.


Ekspektasi ku pasti akan sama seperti di film film, dengan mudah borgol akan terbuka dan aku bisa bebas melarikan diri.


Sayangnya..


Realita memang kerap tak sesuai dengan ekspektasi, sudah bermenit menit berlalu tapi aku masih belum berhasil membuka borgol.


Rasa ingin sekali menangis berteriak minta tolong , tapi apa daya jika Mas Heri sendiri yang bilang jika penginapan ini tidak ada penghuni lain selain kami.


Licik sekali mas Heri memang, dia tidak membawa barang barang ku serta. Seperti nya tas berisi dompet, ponsel dan kartu penting lainnya tertinggal di dalam mobil .

__ADS_1


Huft~ aku mendengus kesal.


Menghirup oksigen yang sama membuat dadaku sesak. Aku melirik tajam ke arah tempat Mas Heri tidur dengan lelap.


'Sampai kapanpun aku gak akan mau balik lagi sama kamu mas.' gumamku pelan.


Lelah aku mencoba melepaskan borgol hingga tanpa sadar aku mulai memejamkan mata yang semakin terasa berat. Aku masih tetap dengan kedua tanganku berpegangan pada tiang ranjang.


Beberapa jam berlalu,


Sinar matahari mulai menyingsing naik ke atas singgasana semesta, sorot sinar menyusup melalui celah jendela penginapan tempat Kumala Dewi dan suaminya menginap malam ini .


Sudah sejak sepuluh menit yang lalu Heri Susanto terbangun dan langsung berkutat dengan ponselnya. Saat ini Heri Santoso tengah tersambung dalam panggilan seluler bersama seseorang.


"Aku mau cash saja, biar uangnya bisa langsung aku pakai. Aku tunggu di dekat bandara satu jam lagi. Pokoknya Siapkan uang tunainya dan mobil mercedes bens mewah keluaran terbaru akan jadi milikmu. Bye~"


Panggilan berakhir ~

__ADS_1


Tampak Heri Susanto telah selesai melakukan panggilan seluler dengan seseorang yang berminat membeli mobil milik Kumala Dewi.


'Lumayan duitnya bisa buat tambahan~' gumam Heri Susanto yang tersenyum menyeringai seperti baru menang lotre.


Kemudian Heri Susanto memilih untuk bersiap siap ke bandara.


Heri Susanto berhasil menjual mobil mewah milik sang istri, beserta ponsel serta barang barang Kumala Dewi yang tertinggal di dalam mobil.


Heri Susanto hanya mengambil sisa uang tunai di dompet dan juga kartu identitas untuk pembelian tiket pesawat.


Melihat sang istri yang tertidur lemah di sisi ranjang, sesaat membuat Heri Santoso trenyuh hingga tanpa sadar menyentuh mengukir wajah Kumala Dewi yang jelas semakin cantik.


Tubuh Kumala Dewi yang sekarang memang mirip artis , karena modal perawatan setiap bulan belasan juta dan rutin dilakukan.


Semua berkat Sari, Heri Santoso yang sebelumnya memang sudah tidak peduli akan keluarga yang dia tinggal di perantauan, secara perlahan mulai tertarik menginginkan kembali Kumala Dewi, berawal dari setiap foto dan video yang Sari kirimkan , serta caption yang mengatakan jika Kumala Dewi sukses menjadi wanita malam dengan bayaran tinggi.


Rasa tidak rela jika tubuh sang istri di jamah pria lain membuat Heri Santoso memantapkan niat kembali ke Jawa. Ijin cuti yang diberikan juragan Perkebunan hanya sepuluh hari, dan ini sudah masuk hari ke delapan.

__ADS_1


Heri Santoso berencana memperbaiki hubungan nya dengan Kumala Dewi Setelah tiba di mess perkebunan nanti. Pelan pelan Heri Santoso bertekad akan meluluhkan lagi hati sang istri, karena biar bagaimanapun juga hubungan mereka masih belum cerai.


Masih ada kesempatan untuk memperbaiki semuanya bukan~


__ADS_2