
Sedikit flash back usai kejadian malam kaburnya Kumala Dewi.
"Toloong !!!" juragan Endri terus berteriak memanggil anak buahnya namun sayang, tidak seorang pun datang hingga dua jam dari waktu yang diperintahkan bos .
Juragan Endri meraung kesakitan, susah payah dia membenarkan celana panjang yang terlepas tadi, alih alih merasakan nikmat justru kepala bagian bawahnya mendapatkan siksaan karena digigit sangat kuat oleh wanita itu.
Rasa ngilu yang tak tertahan, juragan Endri lebih meresapi sakitnya pusaka yang dilukai ketimbang darah yang mengucur melewati kening.
Juragan Endri terus memanggil anak buah sambil berteriak, "Toloong !! Brengsek kemarilah !!! Apa kalian tidak mendengar, aarrgghh !!!"
Sedangkan para anak buah yang disuruh menunggu agak jauh dari villa, justru tengah bersenda gurau sambil menikmati minuman hangat serta aneka makanan di sebuah warung angkringan.
Suara teriakan juragan Endri tidak terdeteksi oleh mereka.
"2 jam masih lama, bagaimana kalau main kartu dulu ?" ajak salah satu pria yang disetujui oleh pria lainnya.
Anak buah juragan Endri menghabiskan sisa waktu dua jam dengan bermain kartu.
Setelah waktu yang diperintahkan selesai, salah satu pria menyeletuk, "Juragan pasti sudah puas *** *** sama wanita itu. Ayo kita balik sekarang."
Ajakan yang di ekori anak buah lainnya.
Begitu tiba di Villa, seorang pria yang merupakan tangan kanan juragan Endri tampak melangkah kan kakinya masuk.
Sedangkan belasan anak buah lainnya kembali berjaga di luar dan sekitar Villa.
Pria yang merupakan tangan kanan juragan Endri itu tampak menyisir lantai bawah, dia tidak berani naik ke lantai atas mengingat ruangan diatas pastilah sedang digunakan juragan Endri untuk bermain dengan wanitanya.
"Aarrhh, tolong !!" suara juragan Endri sayup terdengar lemah .
"Apa juragan begitu menikmati pelayanan wanita itu sampai meraung menderita~" si tangan kanan justru mengulas senyum .
Baru sekali ini tuannya meraung seolah mengalami penderitaan, padahal situasi nya pasti lagi *** *** kan.
"Toloong, Ali !!!" suara juragan Endri menyebut nama si tangan kanan.
Merasa namanya disebut, Ali si tangan kanan juragan Endri pun gegas naik ke lantai atas. Ali harus memastikan apa gerangan yang sedang terjadi sampai tuannya memanggil pilu.
"Juragan !! Astaga juragan terluka, " Ali segera membantu Juragan Endri .
"Kemana saja kamu dasar bodoh, sampai lelah aku berteriak minta tolong. Kalian semua gak berguna !" ucap juragan Endri sambil menahan sakit di tubuhnya.
__ADS_1
"Maaf juragan, bukankah tadi juragan sendiri yang memerintah kan kami agar menjauh dari villa sampai dua jam ke depan ? Jadi kami~"
"Ahhh sudah sudah, sekarang bawa aku ke rumah sakit. Perintahkan sisa anak buah mengejar wanita sialan itu !"
"Baik juragan."
Ali menelpon bantuan , sejenak kemudian memerintahkan sisa anak buah di luar Villa untuk mengejar Kumala Dewi yang berhasil kabur lewat pintu belakang.
Berhari hari Juragan Endri di rawat di rumah sakit setempat, hingga pada hari ketiga kondisinya jauh lebih baik.
"Bawa Heri Susanto menghadap aku sekarang." ucap dingin juragan Endri.
Betapa juragan Endri merasa kecewa berat saat dokter mengatakan kondisi alat vital nya yang tidak baik baik saja.
Gigitan Kumala Dewi tempo hari membuat pusaka itu mengalami luka di bagian luar dan juga sedikit trauma di bagian dalam.
Dokter menganjurkan agar juragan Endri tidak melakukan aktivitas ranjang sampai kondisi alat vitalnya pulih, dan perkiraan akan butuh waktu berbulan bulan.
"Sial, gara gara wanita itu sekarang aku harus puasa nge we." Juragan endri bergumam sendiri sambil menatap pusakanya yang tertidur lemah tak berdaya.
Juragan Endri memang aneh, disaat seharusnya dia mengkhawatirkan luka di bagian kepala yang harus dijahit, dirinya justru mengkhawatirkan aktivitas ranjangnya.
Dasar casanova sejati~
"Ampun juragan, ampuni aku . Aku sama sekali tidak tahu dimana istriku berada. Sejak malam itu aku tidak bertemu dengannya lagi juragan, ampun~" Heri Susanto bersujud memohon belas kasih juragan Endri.
Heri tidak mau di salahkan apalagi disuruh tanggung jawab atas kondisi yang menimpa juragannya.
"BOHONG !! Kalian pasti sudah sekongkol kan !! Dasar brengsek kamu Heri !!" juragan Endri marah lantaran merasa ditipu.
"Sumpah demi nyawa ku juragan, aku sama sekali tidak tahu dimana wanita itu~ ampuni aku juragan~"
Heri terus bersujud memohon pengampunan juragan Endri.
"Kamu harus ganti rugi semula Heri !! Tidak ada yang bisa lolos jika berurusan denganku."
"Ampun juragan~"
Juragan Endri menuntut ganti rugi terhadap Heri Santoso. Dengan sengaja juragan Endri menarik semua harta benda yang dimiliki Heri Susanto selama bekerja di perkebunan kelapa sawit miliknya.
Heri dibuang begitu saja tanpa serupiah pun . Hidup Heri terkatung katung sejak saat itu seperti tidak ada tujuan hidup.
__ADS_1
Merasa sudah tidak ada harapan bertahan hidup di Kalimantan, Heri Santoso harus menemukan cara agar bisa kembali pulang ke jawa.
Dengan langkah gontai Heri Santoso pergi menemui salah seorang teman untuk meminjam uang. Heri berjanji akan segera mengembalikan begitu dirinya tiba di Jawa.
"Bukannya aku tidak mau membantu bung, tapi 10 juta itu tidak sedikit. "ucap teman Heri yang bernama Agus.
"Aku butuh buat ongkos balik ke Jawa bung, di sana aku masih ada uang tabungan 20 juta, nanti aku langsung kembalikan punyamu begitu aku berhasil menginjakkan kaki di Jawa."
"10 juta tidak ada, kalau mau ini aku ada 3 juta. Kurasa lebih dari cukup untuk ongkos pulang naik kapal."
"3 juta masih kurang bung, aku butuh 10 juta."
Gagal mendapatkan kesepakatan, Heri Susanto hanya berhasil mendapatkan pinjaman 3 juta dari temannya.
Dari satu teman Heri pergi menemui teman lainnya, bujukan yang sama dan dengan hasil yang sama.
Ada lebih dari sepuluh orang yang Heri temui , dan dirinya berhasil mengumpulkan uang tunai senilai 12 juta rupiah.
Setelah mendapatkan uang tersebut, Heri Santoso mulai mencari keberadaan sang istri. Biar bagaimanapun dia merasa harus membawa Kumala Dewi pulang ke Jawa bersama.
Berhari hari waktu yang di gunakan Heri Santoso melacak kemungkinan keberadaan Kumala Dewi. Dirinya harus berpacu dengan anak buah juragan Endri.
"Jangan sampai anak buah juragan Endri menemukan Kumala Dewi. Aku harus membawa Kumala Dewi pulang ke Jawa. Setidaknya di Jawa nanti aku bisa manfaatkan istriku buat cari uang." pikiran Heri Susanto dipenuhi bagaimana cara mendapatkan uang yang banyak dan instan setelah meninggalkan Kalimantan.
Heri Susanto mendapati informasi jika Kumala Dewi berada di salah satu Rumah sakit milik pemerintah di kota S.
Tentu saja Heri Santoso memang sengaja menyebarkan berita kehilangan sang istri melalui foto yang ditempel di beberapa lokasi.
Usai mendapatkan berita tersebut, Heri Santoso segera meluncur ke lokasi Rumah sakit yang dimaksud dan benar saja , di Rumah sakit itu Heri menemukan seorang pasien bernama Kumala Dewi.
Pihak rumah sakit meminta bukti jika yang datang adalah benar dari pihak keluarganya pasien.
Heri Santoso menunjukkan sebuah foto pernikahan yang terselip di dompetnya. Pihak rumah sakit akhir nya mengijinkan Heri Santoso menemui pasien bernama Kumala Dewi.
Dengan langkah pasti Heri Santoso mencari kamar tempat Kumala Dewi di rawat. Tentu saja Heri Santo merasa sangat percaya diri karena sebelum pihak rumah sakit sudah menceritakan kondisi Kumala Dewi yang hilang ingatan.
Pasien hanya mengingat jika namanya Kumala Dewi, selain dari itu ingatan pasien belum pulih.
Baru saja menginjakkan kaki di lorong kamar tempat Kumala Dewi di rawat, Heri Santoso melihat sosok yang selama beberapa hari ini dia cari.
'Bukankah itu~'gumam Heri santoso memastikan pandangannya.
__ADS_1
Setelah yakin jika wanita itu adalah sang istri dengan lantang Heri Santoso berseru memanggil nama sang istri,
"Kumala Dewi !!"