Imperfect Wife

Imperfect Wife
BAB 30 TERKEKANG DI PERANTAUAN


__ADS_3

Saat ini aku tengah berada di salah satu kursi penumpang pesawat yang akan tinggal landas beberapa menit lagi.


Mas Heri niat sekali sampai memborgol tangan kananku dengan tangan kirinya, saat melewati petugas yang memeriksa tiket dan barang bawaan kami, Mas Heri mengatakan jika kami ini sedang melakukan sebuah tantangan dari teman karena kalah dalam sebuah permainan.


Awalnya petugas tampak heran namun setelah dijelaskan mereka pun turut memahami. Alasan kenapa aku hanya diam padahal bisa saja aku berontak berteriak minta tolong adalah,


Karena Mas Heri mengancam akan mencari keberadaan Rasya dan Arsya supaya bisa ikut serta dalam pelarian ini.


Otakku berpikir ,jangan sampai Rasya dan Arsya kembali bertemu ayah mereka. Aku yakin mereka lebih aman jika bersama mas Pras.


Lagipula aku sendiri tidak yakin, kehidupan seperti apa yang harus aku jalani di perantauan nanti. Aku tidak ingin kedua putraku yang belum mengerti apa apa harus dipaksa merasakan hidup yang hanya menyengsarakan masa depan mereka.


'Aku titip anak anakku Mas, aku yakin meskipun kita lost kontak dan jarak memisahkan tapi kamu mengerti apa yang aku rasakan saat ini, cuma kamu harapan terakhir ku untuk anak anak . Mas Adam Prasetyo ~' aku terus bergumam di dalam hati berharap Mas Pras bisa merasakan apa yang aku rasakan saat ini.


Benar saja,


Hari hari berlalu dan Adam Prasetyo tidak lepas tanggung jawab terhadap Rasya dan Arsya. Adam Prasetyo mempekerjakan pengawal khusus untuk menjaga dua putra Kumala Dewi, serta pengasuh yang akan membantu aktivitas sehari hari mereka ketika di apartemen dan juga di sekolah.


Anak anak tetap beraktivitas seperti biasa, hanya saja mereka terus menanyakan keberadaan sang ibu yang tak kunjung kembali.


Adam Prasetyo sendiri saat ini tengah disibukkan dengan pekerjaan yang menyita waktu. Seorang detektif bahkan sampai diutus langsung untuk mencari jejak Kumala Dewi.


" Laporan terakhir menyatakan jika nona Kumala Dewi meninggalkan ibu kota menggunakan pesawat komersil bersama seorang pria. Saya berhasil melacak daftar nama penumpang dan kebetulan nona Kumala Dewi memesan tiket dengan satu orang yang diduga kuat adalah suaminya. Apa yang harus kita lakukan sekarang tuan Adam ?" ucap sang detektif kala melapor di ruangan Adam Prasetyo.


"Sesuatu yang rumit sedang terjadi dan aku tidak mau gegabah. Terus lakukan pencarian, telusuri setiap wilayah kemungkinan Kumala Dewi berada saat ini. Dan ya, laporkan secara khusus tentang pria itu." Adam Prasetyo menginginkan anak buahnya agar terus melacak dan mengawasi keberadaan sang kekasih bersama suaminya.


Pembicaraan keduanya tidak leluasa lantaran beberapa detik yang lalu Retno masuk ke dalam ruangan Adam Prasetyo.


"Kita lanjutkan nanti, pergilah." ucap Adam Prasetyo mengijinkan anak buah nya meninggalkan ruangan.


"Baik tuan, permisi~" ucap sang anak buah melanggar pergi.


Dengan dalih membawakan bekal untuk makan siang, Retno bersikukuh ingin menikmati makan bersama sang suami atas keinginan si jabang bayi.


"Lain kali jangan lewati batasanmu Retno, aku belum menerima kamu. Mengerti !" ucap Adam Prasetyo tegas sambil duduk di sebuah sofa.


Adam Prasetyo tidak suka saat wanita rubah itu bersikap seolah dirinya adalah nyonya besar , cih norak~


"Aku hanya membawakan bekal makan siang untuk kamu mas , lagian ini keinginannya si jabang bayi . Dia ingin menunggui ayahnya makan masakanku." ucap Retno percaya diri.


"Itu bukan benihku dan aku tidak pernah anggap lagi kamu sebagai istri. Makan saja sendiri !!" jawab ketus Adam Prasetyo yang kemudian memilih untuk meninggalkan Retno sendirian di ruangan nya.

__ADS_1


Adam Prasetyo pergi ke atas gedung kantor untuk menyendiri, pikiran nya sudah lelah kala dihadapkan dengan berbagai proyek kerja sama.


Belum lagi masalah kehamilan Retno yang berhasil membuat nyonya Amalia memaksa dirinya bertanggung jawab , minimal sampai bayi itu lahir dan bisa dilakukan tes dna.


Adam Prasetyo yakin sejuta persen itu bukan benih nya, maka dia membuat kesepakatan dengan sang ibu agar tidak terus mengintimidasi.


Adam Prasetyo memejamkan mata sambil menengadah ke atas langit, merasakan semilir angin ditengah cuaca yang panas.


'Kumala Dewi, apa yang sebenarnya terjadi dengan kamu ? Apakah benar kamu lebih memilih meninggalkan aku dan kembali rujuk dengan suamimu ? Lalu kenapa kamu tinggalkan anak anak denganku ? Apa yang terjadi~' gumam Adam Prasetyo di dalam hatinya yang tengah diselimuti perasaan gundah gulana.


Berhari hari melewati malam tanpa ditemani sang kekasih hati membuat dirinya kesepian. Ada rasa rindu yang begitu besar dan menginginkan Kumala Dewi bisa kembali secepatnya.


"Aku bahkan belum sempat menjelaskan kesalah pahaman kita sayang, apa kamu pergi karena marah ? Bukankah waktu itu aku sudah bilang akan jelaskan setibanya di apartemen, Sayang aku kangen~" rasa rindu yang menggebu membuat Adam Prasetyo larut dalam lamunan bayang masa lalu.


Belasan tahun yang lalu saat dirinya menjalin hubungan asmara tanpa sepengetahuan orang tua. Seorang adik kelas yang berhasil mencuri hatinya dalam cinta pada pandangan pertama sampai mereka jadian .


Getaran halus itu terus mengusik memanjakan alam bawah sadar Adam Prasetyo, hingga tanpa sadar dirinya tertidur sambil duduk bersandar di salah satu sudut atap gedung perusahaan nya.


Sedangkan Retno yang ditinggal sendirian di ruangan sang suami tampak mendengus kesal. Berkali kali dirinya menelpon Adam Prasetyo namun selalu gagal tersambung.


Bekal makanan yang dia bawa tidak tersentuh secuil pun , "Kalau bukan demi harta, mana sudi aku setiap hari mengemis perhatian mas Adam, huhh dia semakin menyebalkan dan sulit di gapai."


Begitu tersambung dalam panggilan seluler,


"Sibuk gak bebs, aku kesitu sekarang ya. Aku bawain makan siang nih, " ucap Retno dalam panggilan suara .


"Kebetulan bebs, aku lagi di rumah nih. Aku gak enak badan, kangen kamu. Aku tunggu di apartemen ya bebs~" jawab seorang diujung sambungan.


"Lima belas menit lagi aku sampai, see you bebs~" ucap Retno mengakhiri panggilan.


Kemudian Retno tampak membereskan bekal makan siang buatannya dan bersiap meninggalkan kantor Adam Prasetyo.


Karena tidak diperbolehkan membawa mobil sendiri oleh ibu mertua, Retno memilih untuk menggunakan fasilitas taksi online.


Benar saja , sekitar lima belas menit kemudian sebuah mobil berlogo taksi online berhenti di pelataran sebuah gedung apartemen di daerah pinggiran ibu kota.


Retno melangkah masuk ke dalam gedung dengan penuh percaya diri, dirinya sudah hafal betul kemana tujuannya.


Setibanya di lantai yang dia tuju, Retno melangkah masuk begitu saja ke dalam sebuah unit apartemen tempat seseorang yang ingin dia kunjungi.


"Tepat waktu seperti biasa bebs, kemarilah." ucap seorang pria muda yang hanya mengenakan celana boxer sambil tiduran nonton tivi .

__ADS_1


"Astaga, setidaknya bersihkan tempat ini dong bebs. Jorok sekali kamu tuh !" ucap Retno sedikit kesal lantaran pria brondong nya tidak menjaga kebersihan apartemen miliknya.


"Panggil cleaning servis aja bebs, tapi sebelum itu~" pria brondong bercelana boxer itu mulai menggelayuti Retno begitu manja.


Mereka berdua duduk disebuah sofa di dalam kamar , dan meletakkan bekal makan siang untuk di makan bersama.


"Tahan dulu bebs, habiskan dulu makanan ini." Retno menahan pria brondong yang ingin menciumi dirinya.


"Aku kangen mommy~ " pria brondong itu lebih memilih untuk mendusel menggoda Retno yang notabene lebih tua beberapa tahun darinya.


Pria brondong simpanan Retno selama satu tahun terakhir, pria muda yang berhasil membuat dirinya mengalihkan perhatian dari suami dan memilih merengkuh kebahagiaan sesat hingga benih itu tumbuh di dalam rahimnya.


Alih alih meminta pertanggung jawaban si brondong, Retno justru memanfaatkan kejadian itu untuk kembali mengikat Adam Prasetyo.


Setidaknya harta keluarga Adam Prasetyo lebih dari cukup untuk hidup senang bersama kekasih brondong nya.


"Ahh hentikan dulu bebs~ Nakal sekali kamu ih~" Retno mende sah pelan saat pria brondong nya itu menciumi leher hingga bagian dada sambil mengusap perutnya yang mulai terasa menonjol.


"Hampir seminggu aku nunggu, gak tahan buat makan kamu aja mom~" ucap si pria brondong menggoda.


Awshh~ satu gigitan tepat di bagian dada , membuat Retno tidak fokus menikmati makan siang buatannya.


"Gak sabaran banget sih, gemes deh." Retno mencubit hidung pria berondong nya tapi tidak juga berniat untuk menghentikan kelakuan nya.


"Mommy makan gih, biar anak kita tumbuh sehat. Aku juga mau makan, makan ini mom~" jemari tangan Pria brondong itu bergerak mengusap kaki Retno.


Dengan keisengan nya,pria muda itu mengelus sampai ke pangkal paha dan memposisikan dirinya berjongkok di bawah sofa.


Retno sampai menggigit bibirnya sendiri saat jemari tangan sang kekasih menyingkap ce la na dalamnya ke samping lalu.


"Sshhh ahh~" satu de sa han Retno lolos begitu saja, sebisa mungkin dia mengunyah makanan dengan cepat agar bisa menikmati sepenuhnya permainan pria muda nya.


Sedikit membuat lebar kedua kaki sang sugar mommy, pria muda itu mencelupkan dua jari keluar masuk dengan pelan ke dalam liang basah Retno yang licin.


Bukan sekedar tusukan namun pria muda itu juga memainkan mulut dan lidahnya untuk mengobrak abrik milik sang mommy.


Slurrp~ slurrp~ slurrp~


Suara kenikmatan bercampur basah nan licin, membuat nafas Retno naik turun menggebu hingga.


"Oh sial bebs, kamu bikin aku hor ny ahh~" Retno menyandarkan tubuhnya pada sofa sembari mengusap kepala pria yang tengah memakan liang nya.

__ADS_1


__ADS_2