
Kini hanya ada aku dan juragan Endri di dalam kamar. Dengan sedikit memaksakan diri aku bergerak seperti wanita nakal yang haus belaian,
"Biar aku kasih sedikit kelihaianku memuaskan juragan Endri, juragan jangan hentikan aku ya~" suaraku terdengar manja.
"Aku penasaran seperti apa itu nona~" juragan Endri menuntun tubuhku ke tepi ranjang.
Dengan gerakan nakal aku meminta juragan Endri duduk setelah aku meloloskan celana yang dia kenakan.
Netraku sudah mengincar satu benda diatas meja yang berada di sisi ranjang. Tepat didekat posisi kami saat ini.
Dengan sentuhan pelan aku mengusap benda milik juragan Endri, sengaja aku akan membuat dia berada di puncak gairah.
"Ugh non~ aghh~ baru merasakan sentuhanmu saja aku sudah panas dingn. Teruskan non~" juragan Endri menginginkan tidak sekedar sentuhan.
"Aku tahu juragan, aku akan bantu juragan menikmati sensasi berbeda dari para wanita sebelumnya. Juragan suka seperti ini~ atau begini heum ?" suaraku terus menggoda, gerakan tangan aku buat cepat seirama kemudian aku gerakkan pelan.
Tubuh juragan Endri bereaksi, ya benda berurat itu semakin tegak dan kencang.
Glek~
Aku menelan ludahku dengan kasar, pusaka milik seorang casanova memang berbeda. Tapi jujur saja aku sama sekali tidak tertarik.
"Sambil rebahan juragan, biar makin enak.." aku mendorong tubuh juragan Endri dengan gerakan sensual.
Brukk~
Tubuh juragan Endri patuh , dia berbaring begitu saja. Juragan Endri menatap sayu menuntut sentuhan yang lebih seru.
Tapi..
__ADS_1
Aku terus memainkan benda itu dengan tanganku, netraku berani menatap juragan endri yang merasa termanjakan.
"Enak kan~" ucapku saat memainkan ujung celahnya yang mengeluarkan cairan licin.
"Mantap non~ ugh~" Juragan Endri sampai merem melek menikmati sentuhan ku.
Hingga tanpa sadar,
PRANKK~ BRUGH~
Dengan cepat aku meraih sebuah botol yang masih berisi sisa minuman diatas meja, lalu dengan cepat aku hantamkan tepat di kepala juragan Endri.
ARRGHHH~ !!!
Aku beringsut menjauh dari ranjang setelah sebelumnya aku menggigit benda tegak itu sekeras mungkin.
"Brengsek kamu non, AARRGHH SAKIIT !!" Juragan Endri berteriak ngilu kesakitan.
Melihat juragan Endri kesakitan dan menderita, aku gunakan kesempatan ini untuk kabur. Aku berlari secepatnya mencari jalan keluar dari villa ini.
Para anak buah juragan Endri tadi keluar lewat pintu depan, artinya aku harus cari jalan belakang.
Aku terus berlari menjauh dari villa , aku hanya ingin kabur sejauh mungkin. Jangan sampai mereka menangkapku lagi.
Karena Villa berada seperti di wilayah perbukitan, aku seperti masuk kedalam hutan. Pepohonan rimbun dan aku memilih jalanan turun. Jika lari menanjak aku pasti akan sampai di atas bukit.
Jika aku lari mengikuti jalan turunan aku pasti akan bertemu lembah atau jalan umum.
Huhh~ huhh~ huhh~ nafasku mulai tak beraturan.
__ADS_1
Keringat membasahi tubuhku, aku mengusap bulir peluh yang menetes dari keningku. Sambil terus berlari sesekali kakiku tersandung akar pohon hingga lecet di permukaan kulitku.
Sakit~ tapi harus aku tahan.
Entah sudah berapa lama aku berlari, tubuhku semakin merasa lemas.
Kakiku semakin terasa gemetar hingga sempoyongan, sesekali aku memejamkan mata berfokus hanya mencari jalan keluar dari wilayah ini.
Huhh~ huhh~ huhh~ lagi lagi aku terhenti sejenak untuk meraup oksigen sebanyak mungkin.
Aku menatap sekitar dan yaa, aku yakin di ujung sana pasti ada jalan umum. Aku seperti tengah berada di lokasi penebangan pohon.
Merasa sudah aman, kini aku tidak berlari lagi. Aku melangkahkan kaki sambil berusaha meraup oksigen agar tidak pingsan.
Aku mengulas sebuah senyum saat melihat mesin mesin pekerja penebangan pohon. Aku bersemangat mendekat ke arah mereka , tentu saja untuk meminta bantuan.
Setidaknya mereka bisa menunjukkan jalan keluar dari tempat ini.
Langkah kakiku terlalu bersemangat hingga tanpa aku sadari jika,
Ssreett~
Aku terpeleset hingga jatuh ke lembah turunan . Tubuhku terus berguling tanpa bisa aku kendalikan. Aku ingin berteriak namun sungguh suaraku bagai tercekat di tenggorokan.
Brugh~ dugh~ tubuhku menghantam benda keras entah itu batu atau akar pohon.
Awsshh arrhh~ tolong !!
Akhirnya aku bisa mengeluarkan suara minta tolong namun sayang, nasib lagi lagi tidak berpihak padaku.
__ADS_1
BYUURR~ !!