Incredible Love

Incredible Love
SATU


__ADS_3

" Ayah rasa umur ayah ini udah ngga lama lagi "


Aku udah nangis karena melihat ayah aku sendiri sedang berbaring lemah tak berdaya di atas belangkar rumah sakit.


" ayah ga boleh kaya gini...hikss hiksss, ayah harus kuat " kata Kayla.


" Permintaan terakhir ayah, kamu mau ya menikah dengan calon yang ayah pilihkan "


Ekspresi ayah membuat aku semakin menangis terisak. Aku tidak mau di jodohkan aku hanya mau menikah dengan orang yang aku cinta bukan karena terpaksa.


" Iya ayah, aku bakalan nikah tapi ayah harus sehat itu juga permintaan Kayla yah "


" Ayah adalah satu satunya bagian hidup aku yah, aku ngga punya siapa siapa lagi selain ayah. " Tangis Kayla.


Ayahnya mempunyai sakit jantung yang sudah cukup kronis. Sudah berbagai cara dan tempat yang mereka kunjungi untuk pengobatan ayahnya.


" Aku bakalan janji bakal nikah sama dia tapi ayah harus sehat dulu aku mohon "


Ketika Kayla sedang terisak tangis, datang seorang Suami istri dan anak laki lakinya yang seumuran Kayla.


" Ndra kamu harus cepet sembuh, sehat lagi kasian Kayla " ucap Adi.


Dia Om Adi sahabat ayah dari kecil ang anaknya akan di jodohkan dengan aku. Ganteng sih anaknya tapi gatau gimana kelkuannua, sifatnya dan masih banyak lagi yang belum aku ketahui. Yang aku ketahui cuman namanya, dia ada Gavin Adijaya.


" Kayla kamu harus isi dulu tenaga, dari tadi kamu nangis terus " ucap Amel istrinya Om Adijaya.


" Bener, biar om sama tanten aja yang jagain sekarang, kamu meningan makan dulu sama bersih bersih " kata Om Adijaya.


" Biar Gavin yang antar kamu pulang, om janji bakal jagain Ayah kamu disini " lanjut Om Adijaya.


Iya sih penampilan aku saat ini menang acak acakan. Rambut berantakan, mata bengkak karena seharian menangis.


Laki laki yang di sebut namnya Gavin itu hanya diam tidak mengatakan apapun. Dia hanya memperhatikan seluruh ruangan ini dan laki laki paruh baya yang sedang berbaring.


" Kayla ngga mau pulang tan, kayla disini aja jagain Ayah ". Aku ngga mau pulang karena mau menjaga Ayah engga peduli aku selapar apa da seberantakan apa.

__ADS_1


" Yaudah kita jagain Ayah kamu bareng bareng, tapi kamu harus makan dulu. " ucap Tanten Amel.


" Gavin kamu antar Kayla makan " lanjut Tante Amel.


Gavin yang di sebut namanya hanya mengangguk mengiyakan perintah ibunya.


" Iya Tan " jawan Kayla.


" Yaudah ayo " Kata Gavin.


Ganteng sih Gavin, cuman kayanya dingin banget. Aku tau alasan kenapa Gavin dingin, ya pasti karena dia juga terpaksa setuju di jodohkan.


***


" Mahendra kamu harus sehat " ucap Adi.


" Katanya kamu mau melihat anak kita menikah " lanjut Amel.


Mahendra dan Adijaya adalah sahabat dari kecil. Ketika Sma, mereka berjanji akan menikahkan anaknya jika mereka punya anak satu pasang. Namun, karena sudah takdir msreka mempunyai anak satu pasang. anak adi laki laki yaitu Gavin Adijaya Pratama dan anak Mahendra peremphan yaitu Kayla Mahendra Putri.


" Lohh ko, kamu bangun ndra " ucap Adi.


" hahhaha apaan orang aku ngga sakit alhamdulilah sehat walapiattttt " ucap mahendra.


" Hahhh? terusss ? " Kaget Amel.


" Aku cuman pura pura biar Kayla itu setuju dengan perjodohan kita " ucap Mahendra.


" Parahh sihh kasian Kayla dia nangis terus terusan, ga gini caranya hen. gimana kalo bener kamu serangan jantung coba. " kata Adi geleng geleng.


" Alhamdulilah saat ini penyakit jantung aku baik baik aja, ini juga demi kebaikan Kayla sih. Aku percaya sama anak kamu di, dia pasti bakalan bahagian Kayla. " ucap Mahendra tenang.


***


Tidak ada yang memulai percakapan antara Kayla dan Gavin. Mereka saling bungkam menutup mulut. Karena suasana hati Kayla yang sedang tidak baik, dan Gavin yang emang tidak tahu harus mulai dari mana.

__ADS_1


" duduk, biar aku yang pesen " ucap Gavin.


Aku hanya mengangguk dan berjalan menuju meja kosong. Keliataannya cowo itu baik sih, ganteng juga tapi kalo emang aku engga cinta sama dia gimana mau nikah. Ga kebayang gimana nanti nasib pernikahan aku.


Sekitar 5 menitan Gavin sudah mendapatkan pesanannya dan berjalan menuju meja Kayla.


" Makan " ucap Gavin


Ini cowo ganteng sih tapi ngomong irit banget. Ga kebayang dia bakalan sanggup apa engga ngadepin aku yang cerewet pecicilan.


" Ihh ko bubur nya pake bawang goreng sama seledri sih, aku engga mau. Lagian pesen ko bubur yang sakit itu ayah aku bukan aku. "


Aku menggeserkan mangkok yang berisikan Bubur tersebut dan menyilangkan tangan kesal.


Gavin geleng geleng karena kelakuan Kayla yang seperti anak kecil. Namun, dia mencoba bersabar dan berdiri tanpa bicara apapun dam mengganti pesenan tersebut.


Aku sedikir tersentak ketika melihat Gavin yang langsung pergi mengganti pesanannya. Aku kira dia akan marah, tapi ternyata malah sebaliknya.


Gavin pun kembali dengan membawa piring yang berisikan pasta dan menyodorkan kepada Kayla.


" Kalo salah lagi mening pesen sendiri aja " singkat Gavin sambil memalingkan wajahnya.


" Makasih " kata Kayla sambil mengambil garpu.


Sudah lama sejak aku di jodohin, aku mau menanyakan sesuatu hal kepada Gavin.


" Oh iya, kenapa mau di jodohin ? " tanya Kayla sambil mengunyah Pasta.


" Engga mau bikin Orang tua kecewa dan nurutin apa kata mereka " jawab Gavin tenang.


" Kamu sendiri ? kenapa nolak? " tanya balik Gavin.


" Karena aku cuma mau nikah sama orang yang sayang dan saling mencintai " jawab Kayla.


" dan aku udah engga nolak sekaramg, karena aku juga engga mau bikin ayah aku kecewa. Aku mau dia hidup lebih lama dan bahagia " lanjut Kayla.

__ADS_1


__ADS_2