
Hari dimana Gavin sudah harus menggantikan ayah nya pun tiba. Hari ini Gavin harus berangkat ke kantor untuk mempelajari seluk beluk kantor papahnya. Soal kuliah nya, Gavin tidak khawatir karena pemilik kampus itu adalah papahnya. Songong amat.
Gavin sudah siap dengan mengenakan jas dan celana senada untuk pergi ke kantor. Tapi Kayla tetap harus masuk kuliah, dia pun sudah siap dengan pakaian nya.
" Gimana penampilan aku ? " Kata Gavin sedang bercermin.
" Cocok banget udah ". Kata Kayla sedikit cemberut.
" Kenapa ko cemberut ?".
" Engga, kamu nanti pas perkenalan jangan senyum. Awas aja senyum ".
" Sayang, kalo aku gak senyum nanti di sangkanya jutek. Kamu tenang aja, nanti aku pake kartu nama di depan saku jas aku, terus tulisannya Aku udah punya istri ".
" Terserah ". Kata Kayla dengan sedikit tersenyum.
" Kamu kan ke kantor, aku di anterin sama supir aja ya ".
" Loh, kenapa? "
" Kalo kamu anterin aku dulu, kalo kamu telat gimana? masa baru juga hari pertama udah telat ".
" Gak bakalan telat deh, aku anterin kamu dulu pokoknya ".
" Ngeyel banget di bilangin juga ".
" Kamu kenapa sih ? suaminya mau nganterin ko gak boleh ".
ya karena aku gak mau anak anak cewe yang di kampus liatin kamu pake jas kayak gini " batin Kayla.
Aku pun pergi berjalan keluar kamar untuk pergi sarapan dan mengabaikan pertanyaan Gavin. Melihat perlakuan Kayla seperti itu Gavin bingung kenapa dia tidak boleh mengantarkannya. Gavin pun segera menyusul langkah Kayla menuju meja makan.
" Sayang tunggu, kenapa aku gak boleh nganterin kamu sih? ". Kata Gavin sambil duduk.
" Pagi Non Kayla, Den Gavin ". Sapa Bik Sumi.
" Pagi juga Bik Sum ". Sapa Kayla.
Sebagai istri yang baik, aku pun mengambil piring Gavin dan mengambilkannya nasi bersama lauk pauk yang sudah Bik Sumi masak. 30 menit berlalu Kayla dan Gavin sudah selesai sarapan.
" Gavin kamu pergin aja ke kantor, gak usah nganterin ".
" Sayang, aku gak nerima penolakan dari kamu. Pokoknya kamu harus berangkat sama aku. Paham? " Tegas Gavin.
__ADS_1
Kayla pun akhirnya menuruti Gavin dan berangkat bersama. Gavin mengantarkan Kayla sampai parkiran kampus.
Gavin keluar dari mobil dan merapikan jas nya. Namun Kayla belum juga keluar dari mobil, Kayla malah melihat ke arah mahasiswi yang sedang berkumpul dan memperlihatkan Gavin.
Kayla pun mengetok ngetok kaca mobil dan menyuruh Gavin untuk masuk kembali kedalam mobil.
" Apasih sayang ? kamu aneh banget tau ".
" Kamu gak liat tuh cewe cewe yang liatin kamu, sembarangan aja liatin cowo orang ".
" Ohh, jadi ini alasan kamu gak mau di anterin sama aku ke kampus? ".
Cup. Cium Gavin sekilas di bibir Kayla.
" Apa ? kenapa? .
" iya, iya jangan marah marah terus dong, dari tadi pagi aku belum di kasih senyuman loh ".
" aku baru tau loh, kalo kamu gampang banget cemburu. Tapi, aku udah nempatin hati aku sejatuh jatuh nya sama kamu ". Kata Gavin sambil menggenggam tangan Kayla.
" Maaf ". Kata Kayla.
" Kenapa minta maaf, gapapa ko. Aku seneng malahan, itu berarti kamu cinta sama aku ".
***
Gavin sudah sampai di kantor papahmya yang akan segera Gavin pimpin. Semua karyawan sudah berkumpul bersama Adijaya. Hari ini Adijaya akan memperkenalkan Gavin kepada seluruh penghuni Kantor.
" Pah, maaf Gavin telat ".
" Oke "
" Assalamualaikum, jadi tujuan saya mengumpulkan kalian semua disini karena saya akan menyampaikan sesuatu yang penting kepada kalian. Mulai sekarang anak saya Gavin Adijaya, akan menjadi CEO perusahaan ini meneruskan saya. Silakan Gavin perkenalkam diri kamu ". Jelas Adijaya.
" Halo semuanya, Saya Gavin Adijaya. Saya berharap dapat bekerja sama dengan kalian semua, berhubung saya masih baru disini, saya sangat memohon untuk bimbingannya, jika saya salah mohon di ingatkan, terima kasih.
Sambutan Gavin pun mendapatkan tepuk tangan dari seluruh karyawan. Mereka pun tersenyum ramah kepada Gavin dan memberikan selamat. Adijaya pun membawa Gavin berkeliling kantor agar Gavin tau seluk beluk kantor yang akan di pimpinnya.
Setelah selesai berkeliling, Mereka pun masuk ke ruangan Adijaya yang sudah menjadi ruangan Gavin.
" Capek juga ya pah ". Kata Gavin sambil duduk bersandar di sofa.
Tokk...tok..tok....
__ADS_1
" Siapa pah? ".
" Paling sekretaris kamu ".
" Masuk ". Kata Adijaya.
" Permisi Pak, mau nganterin minum ".
Gavin hanya mangguk mangguk tanpa tersenyum. Waduh gawat nih, sekretarisnya kalo cewe gini.
Hari pertama Gavin masuk kantor cukup menguras tenaga Gavin. Meskipun keadaan Gavin yang capek, tapi dia tidak lupa untuk menjemput Kayla ke kampus.
Gavin pun mengeluarkan benda pipih berlambangkan apel yang di gigit berwarna blackmate tersebut dan segera menelpon Kayla.
" Halo Vin? "
" Kamu udah beres kuliahnya ? Aku jemput sekarang ya "
" Udah dari tadi sih beresnya, lagian aku udah wa kamu cuman gak di baca baca sama kamu ".
" Beneran? Maaf banget, tadi aku keliling keliling kantor, perkenalan ini itu, dan gak sempet buka handphone. Aku pegang handphone juga nelefon kamu ".
" Iya sayang, gapapa. Aku masih di kampus di temenin sama Risa ".
" Yaudah, aku langsung kesana jemput kamu ya ".
***
Gavin merasa bersalah kepada Kayla. Setelah sampai di kampus, benar saja Kayla sedang duduk sambil menggibas gibaskan tangannya karena kepanasan. Gavin segera turun, berlari kecil menghampiri Kayla. Melihat Gavin yang turun dari mobil, Kayla segera berdiri.
Gavin membawa tubuh mungil Kayla kedekapannya dengan hangat. Kayla pun membalas pelukan Gavin.
" Maaf ". Kata Gavin sambil memeluk Kayla. " Iya Vin, gapapa ".
" Kamu pasti capek, keliatan banget dari wajah kamu ". Kata Kayla melepaskan pelukan.
" Katanya kamu di temenin Risa? mana dia? ".
" Dia pulang duluan, tadi mama nya nelefon nyuruh dia pulang ".
" Maa..."
" Dari pada kamu minta maaf terus, mendingan kita pulang aku gerah banget ".
__ADS_1