Incredible Love

Incredible Love
D U A P U L U H


__ADS_3

Ketika mobil Gavin sampai di tempat parkir Kampus, sudah ada Risa dan Abidin yang sedang duduk di kursi. Gavin dan Kayla pun keluar dari mobil dan berjalan mengahmpiri mereka.


" Morning ". Sapa Kayla" Haiii Vin, Kay ". Sapa balik Abidin.


" Kenapa belum pada masuk ? ". Tanya Gavin.


" Entaran aja ah, mending di sini dulu ngadem. Kalo pas masuk nanti langsung beda hawanya ". Jawab Abidin.


" Kay, tau ga ada mahasiswa baru lagi ". Kata Risa.


" Masa? ".


" Iya Kay, bener. Mahasiswa yang lain juga lagi pada rame ngomongin ".


" Ohh gitu ".


" Kalian gak pegel berdiri terus ? ". Celetuk Abidin.


Ketika mereka sedang mengobrol, terlihat Fuji dan Gina yang baru datang. Namun Fujid dan Gina malah berjalan ke arah kursi yang di duduki Kayla dan teman temannya.


" Mau apa lo ? " Tegas Gavin berdiri.


" Uwey ngegas banget, selow aja kali ". Ucap Gina songong.


" Pantesan aja ya, pas kita masuk udah ada bau cabe banget ". Celetuk Fuji.


" Taunya disini cabe nya ".


" Nyari gara gara nih anak jin pagi pagi gini ". Kata Risa.


" Lo ngatain Kayla Cabe hah! " Bentak Gavin.


Gavin melangkah mendekat ke arah mereka berdua, namun di cegah oleh Kayla. Lebih baik diam jika itu menyelesaikan masalah.


" Udah Vin ".


Langkah Gavin terhenti karena di halangi Kayla. Tapi, kini Risa yang berdiri dengan tangan berada di pianggangnya.


" Gak tau malu nih anak ".


" Udah Ris, duduk ".

__ADS_1


" DIAMMMM!! ". Semua orang kaget karena teriakan Abidin.


" Bubar bubar berisik banget!. Masih pagi juga, ayo pergi ".


Namun Gavin, Kayla dan Risa masih melongo dengan kelakuan sahabatnya itu, Fuji dan Gina pun sama melongonua. Sedangkan Abidin sudah berjalan masuk. Merasa tidak ada yang mengikutinya, Abidin melihat ke belakang ke arah ketiga sahabatnya dan berteriak kembali.


" BUBAR WOY! GAK DENGER APA KATA GUE?! ".


Kayla pun berdiri dan manarik tangan Gavin dan Risa untuk segera pergi meninggalkan Fuji dan Gina.


Mereka pun akhirnya telah selesai mengikuti kelas hari ini. Gavin dan Kayla sedang berjalan bergandengan menuju parkiran tempat dimana mobil Gavin parkir.


Hari ini mereka memutuskan untuk pulang ke rumah mereka. Tapi mereka akan pulang terlebih dahulu ke rumah ayah Kayla, untuk berpamitan.


***


" Mas, mending kamu suruh Gavin untuk belajar ngurus perusahaan dari sekarang deh. Aku khawatir, kamu kecapean terus, sampe sekarang harus di bawa ke rumah sakit gini ". Kata Amel khawatir.


Ketika sedang membaca berkas berkas penting, kepala Adijaya pusing. Karena sakit yang terus menerus, Adijaya pingsan tak sadarkan diri. Sekretaris nya pun segera mengambil tindakan membawa Adijaya ke rumah sakit dan mengabari Amel istrinya.


" Aku juga berpikir begitu, aku akan mulai menyuruh Gavin terjun di perusahaan kita. Meskipun dia masih kuliah, tapi aku yakin dia pasti bisa mengatasi keduanya ". Ucap Adijaya.


Dertt...Derrtt....


Di perjalan Handphone Gavin berdering dan menampilkan panggilan dari sang bunda. Gavin pun menelikan terlebih dahulu mobilnya, dan mengangkat panggilan tersebut.


" Halo Bun, Assalamualaikum ".


" Waalaikumsalam, Vin kamu ke rumah sakit medika sekarang ya ".


" Loh, kenapa ke rumah sakit? siapa yang sakit bun ".


Kayla hanya setia mendengarkan di samping Gavin.


" Tadi papah kamu pingsan di kantor, kamu segera kesini. Bunda tutup dulu ya, assalmualaikum ".


" Iya Bun, waalaikumsalam ".


" Ada apa Vin? ". Tanya Kayla.


" Papah masuk rumah sakit, boleh engga kita kesana dulu ".

__ADS_1


Kayla pun memutar badan mengarah kepada Gavin, dan menempatkan tangannya di kedua pipi Gavin.


" Sayang, papah kamu itu sekarang papah aku juga. Keluarga kamu keluarga aku juga. Kita langsung berangkat aja, kamu ga usah tanya dulu sama aku ".


Gavin menganguk dan tersenyum manis kepada Kayla. Gavin pun segera mengemudikan kembali mobilnya untuk pergi ke rumah sakit. Hanya butuh 30 menit untuk bisa sampai ke rumah sakit. Gavin segera mengahampiri resepsionis untuk menanyakan kamar papahnya.


" Vin, kamu tenang. Papah kamu pasti baik baik aja ".


" Iya sayang, aku khawatir banget sama papa ".


Setelah resepsionis memberi tahu kan alamat kamarnya, Gavin segera berjalan ke kamar tersebut.


" Assalamualaikum ". Ucap Gavin sambil membuka pintu dengan Kayla yang di belakangnya.


" Waalaikumsalam ".


Kayla langsung mencium tangan mertuanya tersebut. Sedangkan Gavin langsung melihat keadaan papa nya yangs edang berbaring di blangkar rumahsakit.


" Kamu udah dateng Vin ? ". Adijaya mencoba untuk bangun dari tidurnya.


" Papah kenapa bisa kaya gini? ". Tanya Gavin khawatir.


" Kata dokter papa kecapean, dan udah harus ngurangin kerjaan papah ".


" Vin, Papah udah semakin tua. Kesehatan papa juga udah gak seperti dulu waktu muda. Jadi kamu harus segera terusin perusahaan papah ".


" Tapi pah, Kuliah Gavin gimana? "


" Bunda tau, kamu pasti bakal sulit ngelakuin itu. Tapi bunda yakin kamu pasti bisa membagi waktu Vin ".


" Kalo bukan kamu mau siapa lagi Vin ". Kata Adijaya.


Kayla menyadari kebingungan Gavin, Kayla pun menepuk nepuk pundak Gavin untuk bisa mengurangi kebingungannya.


" Gimana Vin? ".


" Iya Bun, Gavin bersedia ".


" Alhamdulillah ". Ucap Adijaya dan Amel.


" Setelah papa sembuh, kamu ikut papa ke kantor ".

__ADS_1


__ADS_2