Incredible Love

Incredible Love
S E M B I L A N


__ADS_3

Gavin sedang menikmati langit malam yang cerah berbintang di balkon kamarnya, dengan di temani segelas susu hangat. Sedangkan Kayla di kamar mandi sedang membersihkan diri.


Ting


" Aku masih cinta kamu Vin ".


Seseorang dengan no tidak di kenal mengirimkan sms kepada Gavin yang berisikan pesan tersebut. Gavin bingung siapa orang yang mengirim pesan, dia pun segera menelpon no tersebut. Namun, no nya tidak aktif. Sepertinya sang pemilik langsung membuang kartu itu.


Gavin terus memikirkan orang yang telah mengirimi pesan. " Apakah dia....".


" Vin ". Panggil Kayla sembari mengeringkan rambutnya dengan handuk.


" Lagi apa, ko kaya yang lagi bingung ? ". tanya Kayla.


" Udah beres Kay, enggak cuma lagi mikirin game ". Alasan Gavin dan berjalan ke arah Kayla.


" Sampe segitunya ".


" Kata Papah, besok kita udah harus ke kampus lagi ". Kata Gavin mengambil handuk Kayla lalu membantu mengeringkan rambut.


Aku hanya ngangguk ngangguk dan duduk. Lalu mengambil hairdriyer. Tapi, lagi lagi Gavin mengambil alih dan mengeringkan rambut Kayla.


" Biar aku aja ". Kata Kayla mencoba mengambil Hairdriyer.


Gavin tidak menggubris omongan aku, malah dia mengambil sisir dan menyisir rambut aku.


" Aku aja, masa udah gede di sisirin ". Kata Kayla membalikkan badan.


Gavin menghela napas, dan membalikam Kayla kembali lalu melanjutkan menyisir rambut Kayla.


Aku seneng sih, tapi aku malu. Tapi aku harus gimana, mau senyum ada cermin.


" Vin, kamu mening tidur aja duluan " Terus Kayla tidak mau diam.


Gavin pun membalikan duduk Kayla lalu,


Cup..


Aku tersentak Kaget karena barusan, Gavin mencium bibir aku. Singkat namun bermakna, azekk. Aku baru tahu bahwa Gavin itu sebenarnya cowok yang agresif, beda dari pertama kali waktu Kayla bertemu, dingin.


" Bawel sih ". Ucap Gavin santai.


Gavin terkekeh melihat Kayla yang tertegun dengan pipinya yang sudah memerah.


Beberapa menit pun berlalu, Gavin dan Kayla sedang berbaring di kasur. Kayla masih mengutak ngatik handphone membuka social medianya. Gavin sudah memejamkan matanya. Dia menahan keras napsunya karena menghargai keputusan Kayla.


Melihat Kayla yang belum juga tertidur dan malah terus bermain handphone. Gavin pun geram, karena malam sudah larut. Dia pun mangambil handphone Kayla.


" Gavin, balikin ". Kesal Kayla.


Sebenarnya Gavin ingin Kayla segera tidur karena bisa bisa Gavin tidak tahan dengan Kayla. Selebih lagi besok mereka harus kuliah, Gavin tidak mau Kayla begadang dan akhirnya kuranh tidur terus sakit.

__ADS_1


" Tidur ". Singkat Gavin dan menyimpan hp Kayla di nakas.


Aku kesal karena Gavin yang mengambil paksa hp aku, padahal lagi seru serunya stalking oppa oppa korea aku. Yang awalnya aku sedang duduk senderan main hp, sekarang aku membaringkan tubuh dengan membelakangi Gavin.


Gavin tau bahwa Kayla sedang kesal.


Peluk....


Jangan....


Peluk....


Jangan...


Peluk...


Kata Gavin sambil menghitung jari tangannya di dalam selimut. Gavin pun menyingkirkan guling yang menjadi tengah antara Kayla dan Gavin. Ketika Gavin ingin memeluk Kayla, tiba tiba Kayla malah berdiri dan pergi ke kamar mandi.


Gavin pun langsung berpura pura tidur, menggeliat mengguling gulingkan tubuhnya.


***


Pagi ini Kayla yang sudah rapih,sedang memasak untuk sarapan Gavin dan Kayla dengan di bantu Bi Sumi. Hari ini Kayla memakai over all dengan rambut di kuncirkan ke atas.


Hari ini Kayla membuat nasi goreng spesial, walaupun hanya nasi goreng. Tapi jangan remehkan nasi goreng spesial buatan Kayla.


Setelah selesai menyiapkan nasi goreng ke piring, Kayla membuat coklat panas. Tidak lama dari itu, Gavin turun dan sudah rapih memakai kaus putih yang di balut kemeja kemeja biru garis garis putih, dan celana berwarna coklat.


" Morning too ". Jawab Kayla dengan tersenyum lalu menyerut coklat panasnya


Cup...


Aku di buat Gavin tertegun kembali dengan perlakuannya yang mampu membuat aku tersipu malu sekaligus bahagia.


" Manis ". Kata Gavin santai, lalu duduk di meja makan.


" Gavinnnnnn ". Kesal Kayla.


Bi Sumi pun hanya tersenyum melihat kelakuan pasangan baru itu.


" Morning kiss sekalian sama ngelapin coklat di bibir kamu ".


Aku pun meloto kepada Gavin, karena malu. Di sana masih ada Bi Sumi yang melihat kelakuan Gavin kepada aku. Gavin pun melayangkan suapan pertamanya.


" Enak ".


" Ga ada orang yang bilang ga enak setelah ngerasain nasi goreng buatan aku ". Sombong Kayla sambil menaikan naikkan alisnya.


Gavin hanya tersenyum lalu melanjutkan sarapannya. Setelah selesai sarapan Gavin dan Kayla pun berangkat ke kampus bersama.


30 menit berlalu, mereka pun sampai di Palm University, kampus mereka. Hari ini mood aku sedang sangat baik, entah kenapa mungkin karena Gavin memberinya morning kiss atau apa,whehe.

__ADS_1


" Kayyyy ". Teriak Risa berlari dengan melambai lambaikan tangan.


Aku pun ikut melambaikan tangan kepada Risa.


" Ekhemmm.. aduh batuk, ekhemmm. Saya mencium aroma aroma pasangan baru yang sedang berbahagia ". Kata Risa sambil memeragakan seperti Roy Kiyoshi.


" Pagi, toa mesjiddddd ". Sapa Gavin.


" Pagi juga, bayi dakocan ". Balas Risa.


" Yuk Kay ". Ajak Risa kepada Kayla.


Mereka pun pergi bersama masuk ke kelas. Namun, ketika masuk kelas Fuji tiba tiba mengangkat kakinya sengaja agar Kayla terjatuh.


Tapi untungnya Gavin cepat menyadari hal tersebut, dan menangkap Kayla agar tidak terjatuh.


" Fujii, lo ngapain mau buat Kayla jatuh hah ?". teriak Risa.


" Ups , ga sengaja sorry ya ".


" Lagian sih kecentilan ". lanjut Fuji.


" Ada masalah apa lo sama gue ". Kesal Kayla.


" Mau berantem ? ayooo sini ". Kata Risa sambil loncat mukul mukul seolah olah akan melakukan pertandingan.


" Udah Kay, ayo ". Ajak Gavin melerai dan membawa Kayla duduk.


" Tapii..".


" Duduk ". Paksa Gavin.


" Wah Kay, si baso mercon keterlaluan banget. Kalo aja Gavin ga tengahin udah gue tendang ke laut ". Cerocos Risa.


Tidak lama dari kejadian tersebut, Dosen pun berjalan masuk dengan membawa beberapa buku pelajaran Kimia.


" Pagi anak anak ". Sapa Dosen.


"PAGIIIII ". Jawab semua murid.


" Pak tapi kita kan bukan lagi anak anak " Kata abidin. " Jadi ganti dong Pak, jadi Pagi calon penghuni surgaa..". Lanjut Abidin.


" Kamu ya Bidin, pagi pagi udah buat darah tinggi saya naik ". balas Pa Ahmad sambil membenarkan kacamatanya.


" Kelakuan kamu ga pernah berubah! pusing saya harus gimana lagi ". Lanjut Pak Ahmad.


" Pak, saran saya kalo pusing mening berobat aja dulu, kami siap ko kalo harus jamkos evertime Pak. " Kata Abidin


Abidin memang mahasiswa yang cukup humoris dan ceria, namun dia selalu seperti itu becandanya selalu kelewatan. Hanya dia yang berani becandain Pak Ahmad di kelas ini. Karena Pa Ahmad bisa di bilang dosen yang cukup killer di kampus ini.


Kayla dan Risa yang awanya kesal pun menjadi sedikit terhibur dengan kelakuan Abidin.

__ADS_1


__ADS_2