
" Kay, gimana keadaan lo? masih di rumah sakit ? gue ke sana ya nyusul ". Khawatir Risa.
" Gue gak papa Ris, udah di rumah juga ". Balas Kayla di sebrang telfon.
" Sumpah Kay cape banget gue, Pak Ahmad ngasih hukuman ga berkelas banget. Masa gue di suruh bersihin semua toilet ". Cerocos Risa.
" Makasih ya Ris, lo udah belain gue. Lo emang the best deh Ris ".
" Harus bangga sih lo punya sahabat kaya gue ".
Ketika sedang mengobrol dengan Risa lewat telfon, Gavin berjalan turun menyusuri tangga. Pandangan mereka bertemu, Gavin pun melemparkan senyuman manisnya.
" Telfonan sama siapa? ". Tanya Gavin sambil berjalan.
" Sama Risa ".
Cup..
Setelah mencium bibir Kayla, Gavin duduk di samping Kayla.
" Ris, udah dulu ya. Lanjut nanti ".Kata Kayla dan mematikan telfon.
" Kenapa di matiin, lanjut aja padahal gapapa ". Kata Gavin dan menyalakan tv. " Enggak kenapa kenapa ". Geleng Kayla lalu menyenderkan kepalanya di bahu Gavin.
" Makasih ".
" Buat?? ". Tanya Gavin. " Segalanya...". Balas Kayla.
" Tapi aku tetap akan balas perlakuan Fuji terhadap kamu, aku bakalan keluarin dia dari kampus". Kata Gavin sedikit emosi. " Vin...jangan lagian aku juga ga kenapa kenapa, kita lupain aja ". Kata Kayla menenangkan.
" Kamu bilang apa!? kamu gak kenapa napa? " Kata Gavin sedikit membentak Kayla lalu geleng geleng. " Ini apa Kay? kamu luka, tangan kamu melepuh. Ini yang ga kenapa kenapa? ".
" Kamu bentak aku Vin? ". Gavin tidak sengaja, dia hanya kesal karena perbuatan Fuji terhadap Kayla, namun Kayla masih baik terhadapnya.
Gavin segera meminta maaf kepada Kayla karena membentak Kayla. Padahal Gavin tidak ada niat sedikit pun membentak Kayla.
" Engga, bukan gitu sayang ". Kata Gavin menggenggam tangan Kayla dan melihat kedua bola mata Kayla. " Aku gamau kamu luka Kay, aku khawatir. Tolong ngertiin aku ".
__ADS_1
" Aku ngerti, tapi yaudah toh ini juga udah terjadi. Aku gamau masalahnya berkepanjangan " Balas Kayla menatap balik Gavin. " Jadi udah ya, aku beneran gapapa kan udah ada kamu sekarang ".
" Tapi Kay..." Mendengar kata tapi dari Gavin, Kayla kesal karena Gavin keras kepala. Aku pun berdiri bergegas pergi meninggalkan Gavin.
" Kemana Kay? ".
Aku tidak menjawab pertanyaan Gavin, dan langsung pergi menuju taman.
***
" Apa din? " Tanya Gavin singkat.
" Gue sama Risa rumah lo nih. Gue di gerbang ". Kata Abidin. " Terus? ". Kata Gavin.
" Ya bukain lah gerbangnya mang gendang ". Kata Abidin. " Kan ada satpam mang tahuuu ".
" Iya sih ada, tadinya mau bikin apa tuh kejutan nah itu kejutan ".
" Kalo kejutan, gue nya ga usah di kasih tahu, lieur! ".
" Gak ko Vin, malah gue bawa buah buahan buat Kayla ". Gavin bingung dengan jawaban Abidin.
Malang sekali Gavin, mempunyai sahabat seperti Abidin. Telmi nya ga ketulungan.
" Vin ko diem sih lo, yaudah gue ke mang satpam aja. Bye ". Kata Abidin.
Abidin pun menutup telfon sepihak. Tidak lama dari itu, terdengar suara mobil masuk. Dan pasti itu adalah Abidin dan Risa. Gavin pun keluar untuk melihat Abidin.
" Mana Kayla Vin? " To the poin Risa.
" Taman belakang ".
" Abidin sehat ga sih Ris? ".
" Dia mah emang udah setres dari lahir ". Kata Risa.
" Abidin anak baik harus sabar " Kata Bidin seolah olah polos.
__ADS_1
Mereka pun masuk ke dalam rumah dan menemui Kayla di taman belakang yang sedang terduduk dan mengayunkan kakinya.
" Kaylaaaa....". Teriak Risa sambil berlari dan memeluk Kayla. Kayla pun menerima pelukan Risa.
" Sakit ya Kay? ". Tanya Risa sambil memegang tangan Kayla.
" Enggak B aja ". Kata Kayla tersenyum. " Gaya gayaan bilang B aja jujur aja kalee ".
" Bi, tolong siapin minum sama cemilannya ya, yang bawa biar Gavin aja ". Kata Gavin kepada Bi Sumi.
Setelah makanan dan minuman yang Bi Sumi sediakan siap, Gavin segera membawa nya ke taman, tempat berkumpul sahabat dan istrinya.
Gavin pun menyimpan makanan dan minuman di meja. Namun dari tatapan Kayla, sepertinya dia masih kesal dengan Gavin.
Tidak mau melihat Kayla kesal kepadanya, Gavin membawa Kayla secara tiba tiba tanpa menghiraukan Risa dan Abidin yang sedang memperhatikan.
Gavin membawa Kayla masuk ke dalam kamar tamu terlebih dahulu.
" Apa sih Vin, Sakit tangan aku ". Rengek Kayla.
" Kamu kenapa sih ? Kesel gara gara tadi ? Aku cuma mau kamu gak terluka lagi Kay.
" Aku ngerti tapi ga gitu caranya Vin ". Kata Kayla hendak pergi namun di cekal kembali oleh Gavin.
" Oke Kay, kalo itu mau kamu. Aku minta maaf ".
Setelah mendengar kata maaf dari Gavin, Kayla pun berbalik lalu menganggukkan kepalanya.
Aku merasa lega karena Gavin, tidak akan mengeluarkan Fuji dan Gina dari kampus.
" Tapi dengan satu syarat ". Kata Gavin.
Aku menaikkan alis karena kalimat Gavin. " Apa? ".
Gavin malah memanyunkan bibirnya sambil tersenyum. Aku sudah tau apa yang Gavin maksud.
Cup..
__ADS_1
Setelah mencium Gavin, Kayla langsung pergi berlari keluar.