
Kayla sedang berada di kamar menonton drama korea, sedangkan Gavin masih di bawah dan belum naik ke atas. Kayla sangat fokus, dan terkadang senyam senyum sendiri menonton drama.
Pintu kamar Kayla terbuka aku pun melihat siapa yang masuk dan menampilkan sosok Gavin yang berjalan dengan tersenyum.
" Kirain aku udah tidur ". Kata Gavin dan duduk di kasur.
" Tadinya sih mau nyobain aja judul drakor yang di saranin Risa, eh ternyata seru yaudah di lanjutin aja ".
" Tapi udah malem, besok aja lanjutin ". Kata Gavin dan menutup laptop Kayla.
" Gavinnnn ". Teriak Kayla dan cemberut.
Cup. " Tidur sayang, harus nurut sama suami ". Kata Gavin setelah mencium bibir Kayla singkat.
Gavin pun berdiri dan menyimpan laptop Kayla di nakas. Kayla juga menuruti Gavin, dia sudah membaringkan tubuhnya.
" Besok kamu ada kuliah? " Tanya Gavin sambil ikut berbaring dan memeluk Kayla.
" Gak ada ". Geleng Kayla dan membalikkan posisinya tidurnya ke arah Gavin.
" Nah kan besok aku gak ada kuliah, aku ikut kamu ya ke kantor ". Kata Kayla.
" Mau ngapain ? ".
" Pasti gak boleh ya, karena takut ketahuan kamu seling.. "
" Jangan mikir kemana mana tidur, good nigth ". Kata Gavin dan mendekap Kayla.
" Perasaan tadi dia yang ngajak ngobrol juga " Batin Kayla.
***
__ADS_1
Jam sudah menunjukan pukul 07.00, Kayla sedang bersiap untuk ikut Gavin ke kantor. Sedangkan Gavin, belum bangun setelah tadi sholat subuh.
Ketika sedang memoleskan make up, Kayla melihat dari cermin Gavin yang sedang terduduk sila di kasur dan mengumpulkan nyawanya.
" Morninggg ". Sapa Kayla.
Gavin masih mengucek ngucek matanya, lalu melihat ke arah Kayla.
" Mau kemana? katanya gak ada kuliah ". Kata Gavin masih dengan posisi duduknya.
" Kan mau ikut kamu, ini udah siang loh kamu cepet mandi ".
" Buru buru amat, orang aku yang punya perusahaannya juga ".
" Sombong amat ".
Mereka pun akhirnya sampai di perusahaan yang sekarang milik Gavin. Ketika turun, banyak orang orang yang tersenyum menyapa kedatangan Gavin. Gavin pun menggandeng tangan Kayla dan berjalan masuk.
Semua pandangan orang orang tertuju kepada mereka berdua. Banyak karyawan perempuan yang melihat iri kepada Kayla yang di gandeng oleh Gavin.
" Sayang ". Panggil Gavin ketika di dalam lift.
" Iya? ".
" Kayaknya ada yang kurang deh ".
" Hah? Masa? kamu ko gak bilang dari tadi sih, tapi kan aku gak suka make up yang menor, menurut aku gak kurang ah ".
__ADS_1
Cup. " Itu yang kurang sayang ".
" Gavin, ini di perusahaan kalo ada orang yang liat gimana ? ".
" Sayang, ini lift cuman ada kita berdua aja ".
Pintu lift pun terbuka, mereka pun berjalan menuju ruangan Gavin. Namun ketika hendak masuk langkah Kayla terhenti karena melihat meja sekretaris di seblah pintu masuk ruangan Gavin.
Sekretaris Gavin bingung dengan tatapan Kayla terhadapnya, dia juga tidak tahu siapa wanita yang di bawa atasannya tersebut.
" Pagi Pak Gavin ". Sapa sekretaris tersebut dengan tersenyum.
Gavin hanya mengangguk dan membawa Kayla masuk. Takut terjadi perang dunia ketiga. Kayla masih memperlihatkan sekretaris itu dengan tajam ketika sedang di tarik oleh Gavin.
Kayla pun duduk di kursi kerja milik Gavin.
" Kamu mau minum apa? ". Tanya Gavin.
" Terserah, eh yang dingin aja deng ".
" Gak boleh masih pagi, kamu juga belum makan ".
" Ngapain nanya kalo gitu ".
Gavin tidak menjawab dia malah mengacak acak rambut Kayla dan menelpon.
" Halo, bawain coklat panas ke ruangan saya ".
Kayla pun kesal namun senang dengan perlakuan Gavin terhadapnya. Kayla melihat lihat ruangan Gavin, dan berhenti di sebuah kaca yang memperlihatkan pemandangan luar yang lumayan bagus.
" Kamu janji ya, gak bakalan nakal sama cewe lain Vin ? ".
__ADS_1
Gavin berjalan mendekati Kayla dan memeluknya dari belakang. " Gak bakalan sayang, aku nakalnya cuma sama kamu aja ".