
Pukul 4 subuh, Kayla sudah bangun dan membersihkan diri lalu mengambil wudhu untuk melaksanakan sholat subuh. Setelah beres berwudhu Kayla membangunkan Gavin untuk sholat berjamaah.
" Vin, bangun ". Coba Kayla sambil menggoyang goyangkan tubuh Gavin perlahan.
" Bangun, udah adzan ".
" Oh, iya sayang ". Kata Gavin sambil mengucek ngucek mata dan mengumpulkan tenaga.
Sembari menunggu Gavin di kamar mandi, Kayla mengenakan terlebih dahulu mukena lalu menyiapkan sejadah dan baju untuk Gavin.
Setelah beberapa menit Gavin pun keluar dari kamar mandi. Setelah Gavin siap, mereka langsung melaksanakan sholat subuh berjamaah.
" Vin, baju kamu buat ke kampus udah aku siapin ". Gavin pun tersenyum dan mengangguk.
Gavin pun segera berganti pakaian untuk pergi ke kampus. Sedangkan Kayla sedang memoles tipis wajahnya dengan make up.
Ketika sedang bercermin, Gavin keluar dari ruang ganti pakaian. Melihat Gavin belum mengancingkan kemeja, Kayla segera berdiri dan membantu Gavin mengancingkan kemejanya.
" Ohh, jadi kamu nyiapin baju ini biar serasi sama kamu ". Goda Gavin sambil sedikit tertawa.
" Kenapa emangnya? Ga suka sama baju yang aku pilihin? ".
" Engga gitu, malahan aku seneng banget ". Kata Gavin sambil memeluk pinggang ramping istrinya mesra.
" Vin, kamu gak ada yang lupa ? ". Tanya Kayla sambil membalas memeluk Gavin.
" Hmm, engga deh. Apa emangnya ? "
" Oh gitu, yaudah sih kalo lupa gapapa ".
" Cup, Aku gak bakalan lupa sama yang itu " Cium Gavin di bibir Kayla lalu tersenyum.
" Cup, yaudah itu kembaliannya ". Balas Kayla mencium balik Gavin.
__ADS_1
" Istri siapa sih ini, ko cantik banget". Kata Gavin mencubit pipi Kayla gemas.
Tok..tok...tok..
Tiba tiba ada seseorang yang mengetuk pintu kamar Kayla. Kayla pun melepaskan tangannya dari pinggang Gavin dan berjalan untuk membukakan pintu.
" Pagi Non " Sapa pembantu rumah Kayla dengan ramah.
" Non, sarapan sudah siap. Bapak juga sudah menunggu di bawah ".
" Iya bi makasih, sebentar lagi aku sama Gavin ke bawah ".
Pembantu rumah pun turun kembali. Kayla berjalan kembali mengahampiri Gavin yang sedang menyisir rambutnya dan memakai parfum.
" Vin, Ayah udah nungguin di bawah ".
" Ayo, aku juga udah beres ".
Mereka berduapun segera turun ke bawah untuk sarapan.
" Pagi juga ayah ". Sapa Gavin tidak kalah cerianya dari Kayla.
" Pagiii" .
" Pagi pagi gini udah pada rapih, mau pergi ? ".
" Iya ayah, kita mau ke kampus ". Jawab Gavin.
Kayla pun berdiri untuk mengambilkan nasi dan lauk pauk untuk Gavin lalu Ayahnya.
" Anak ayah udah gede ternyata ".
" Apaan sih ayah, kan emang udah gede ".
__ADS_1
" Gimana Vin? Kayla sekarang ? ".
" Gitu aja, Manja sih dikit. Tapi gapapa yah, aku suka ".
Sedangkan Kayla yang di bicarakan hanya tersenyum malu malu, sambil memberikan piring kepada ayahnya.
Mereka pun, sarapan dengan tenang. Hanya ada bunyi sendok dan garpu yang saling bersentuhan.
" Berangkat sekarang ? ".
" Iya, ayo. Aku mau ke perpustakaan dulu soalnya ".
Kayla dan Gavin pun berangkat menuju kampus, tidak lupa mereka pun berpamitan kepada sang ayah. Namun di perjalanan, mereka terjebak oleh kemacetan.
" Tiap hari macet terus ". Kata Gavin bermonolog.
" Yaudah sih sabar aja ".
" Mending main tebak tebakkan aja yak " Ajak Gavin.
" Boleh ".
" Tinta, tinta apa yang gak pernah luntur ? "
" Tinta permanen lah ".
" Salah ".
" Tinta ku padamu ". lanjut Gavin, sambil tertawa.
Sedangkan Kayla masih melongo mencoba mencernah perkataan Gavin. Setelah sekian detik, tawa Kayla pun pecah. Kayla tertawa terbahak bahak.
" Apaan sih garing banget tau ".
__ADS_1
" Gapapa, yang penting kamu ketawa ". Sambil tertawa terbahak bahak.
" Receh banget, humor aku anjlok cuman gegara ini ".