
Aku berjalan menuju dapur. Disana sedang ada Bi Sumi yang sedang memotong sayuran.
" Non, ada bisa bibi bantu ? ". Tanya Bi Sumi dengan Ramah.
" Engga bi, Kayla mau bantuin bibi masak ". Kata Kayla dan melihat kulkas mencari bahan makanan untuk kedatangan sahabatnya itu.
" Ga apa - apa Non, biar bibi aja yang masak. Non duduk aja, ini udah tugas bibi ". Kata Bi Sumi.
" Gapapa bi ". Jawab Kayla geleng geleng. " Sekalian Kayla belajar masak ". Lanjut Kayla.
Sedangkan Gavin sedang berjalan menuju kursi yang terhubung langsung ke dapur. Gavin ingin menyaksikan Kayla memasak.
" Gavin, kamu mening pergi aja deh. Jangan ganggu sana ". Omel Kayla sambil memotong sayuran yang tadi di potong oleh Bi Sumi. Karena Bi Sumi sedang mengambil bahan makanan.
" Yaudah, aku pergi tapi buatin aku coklat panas ". Kata Gavin tersenyum.
" Bi, tol..".Belum selesai Kayla bicara, omongannya sudah di potong Gavin.
" Aku maunya kamu yang buatin gamau sama bibi ". Santai Gavin.
" Kan aku lagi motong say..Awww ". entah ada syaiton atau teledor tapi, emang aku teledor. Tiba tiba pisau yang sedang aku pakai untuk memotong malah mengiris jari telunjuk aku.
" Kenapa Non ?". tanya Bi Sumi dan melihat Kayla.
Melihat jari Kayla yang berdarah Gavin lun langsung berdiri dan berlari masuk ke dapur.
" Maaf, sakit ya ?". Panik Gavin sambil melihat jari Kayla.
Gavin pun segera mencuci tangan Kayla yang berdarah. Dia membersihkan darah Kayla dengan perlahan agar tidak terlalu perih.
" Pelan - pelan Vin ". Kata Kayla yang memejamkan matanya karena perih.
Setelah beres membersihkan darah Kayla Gavin segera membawa kotak P3K yang ada di lemari. Gavin mengambil betadine, kain kasa dan plester.
" Jangan di pakein betadine Vin sakit, langsung aja pake plester ".Rengek Kayla seperti anak Kecil.
" Harus pake betadine Kay, nanti kalo infeksi gimana, tahan aja ya " Bujuk Gavin.
Gavin telah meneteskan betadine ke jari yang terluka. Perih, itulah yang aku rasakan. Karena luka terkena pisau, meskipun sedikit pasti rasanya perih.
Setelah beres mengobati Kayla, Gavin mengajak Kayla untuk duduk di sofa ruang tengah.
" Kamu sih, ngajak ngobrol terus ". Kata Kayla sambil memanyunkan bibirnya.
__ADS_1
" Iya maaf, sakit ya ? sini aku tiupin ". Gavin pun mengangkat tangan Kayla dan meniupi jari Kayla.
" Percuma di tiul juga kan udah di pake plester " Kata Kayla.
Cup..
Gavin pun mencium luka yang sudah di balut plester.
" Langsung sembuh tuh pasti ". Kata Gavin tersenyum dan masih memegang tangan Kayla.
" Apaan sih ga jelas ". Aku benci dengan pipi ku ini, kenapa harus ada acara merah segala.
" Ciee merah pipinya ". Goda Gavin tertawa.
Akupun berdiri dan hendak pergi meninggalkan Gavin karena kesal. Bukan kesal sih kayanya tapi malu. Namun belum juga melangkah tangannya sudah di cekal.
" Yaudah iya minta maaf ". Kata Gavin sembari menatap Kayla serius.
" Iya ". Singkat Kayla dan melangkah. Taoi langkahnya terhenti kembali karena di tahan Gavin kembali.
" Mau kemana ? ". Tanya Gavin.
" Jongol ! ". Kata Kayla dan berjalan ke Dapur untuk mengambil Handphone.
Setelah mengambil handphone, aku pun keluar untuk menuju taman. Bukan karena kesal kepada Gavin, dia hanya ingin menikmati suasana taman.
Mungkin Kayla marah. Pikir Gavin, dia pun berinisiatif untuk membuatkan Kayla coklat panas sebagai ganti tadi dia yang menyruh Kayla.
" Ada apa Den ?". Tanya Bi Sumi yang belum beres memasak.
" Engga bi, lanjutin aja ". Kata Gavin sambil membuat Coklat panas.
Setelah beberapa menit membuat coklat panas ala Gavin, dia pun membawa dua gelas coklat panas ke bangku taman tempat Kayla duduk sekarang.
Gavin melihat Kayla sedang memejamkan mata dengan kaki di ayun ayunkan di bawah kursi.
Sepertinya taman ini akan menjadi tempat favorit aku di rumah ini. Tiba tiba ada seseorang yang menyodorkan Gelas, aku pun menerima gelas tersebut dan melihat seseorang yang memeberikan gelas berisikan coklat tersebut.
" Gavin ". Kaget Kayla. " Ah aku lupa banget buatin kamu coklat Vin, maaf ". Lanjut Kayla meminta maaf.
" Hmmm ". Manyun Gavin. " Aku yang minta maaf Kay " Lanjut Gavin lalu duduk di samping Kayla.
" Luka ini ". Gavin memegang tangan Kayla. " Gara gara aku ". Sambung Gavin.
__ADS_1
" Haha, luka ini bukan karena kamu nyuruh buatin coklat, ini aku yang teledor ". Kata Kayla lalu menyeruput coklat.
Gavin pun gemas dengan istrinya, dia pun mengelus pucuk kepala Kayla. Kayla pun menyenderkan kepalanya ke bahu kekar Gavin.
Beberapa menit sudah berlalu mereka pun masih dengan posisi yang sama,berbagi cerita dan tertawa bersama.
Tiba tiba datang sebuah mobil berwarna hitam. Aku sudah bisa menebak siapa orang yang membawa mobil tersebut. Ya, dia Risa.
Aku berdiri mendatangi Risa.
" Risaaaa ". Teriak Kayla dengan melambai kan tangan lalu berlari untuk menyambut sahabtnya.
" Dont touch me please ! ". Kata Risa sembari.
" Yaudah, pulang aja sana bawa mobil lo ". Kesal Kayla sambil menendang ban mobil milik Risa.
" Becanda Kay ". Kata Risa sambil memeluk sahabatnya.
" Gileeee, rumah lo udah megah gede lagi Kay ". Kata Risa sambil berjalan masuk beriringan dengan Kayla.
" Gavin mana Kay ". Lanjut Risa menanyakan.
" Itu ". Tunjuk Kayla ke arah taman tempat Gavin duduk. " Gavinn ". Panggil Kayla kepada Gavin.
Gavin berjalan menuju Risa dan Kayla.
" Kirain siapa yang datang, eh ternyata toa mesjid. Kalo mau benerin pipa salaj rumah mba maaf " Becanda Gavin kepada Risa.
" Jadi maksud lo, gue tukang toa mesjid yang mau benerin pipa hah? ". Kesal Risa.
" Wa..wa..wahhhhh, Kay suami lo ngeselin sumpah. Kalo aja bukan suami lo udah gue bikin perkedel.
" Udah udah, mening masuk aja yu Ris, Bi Sumi udah masakin buat lo ". Ajak Kayla.
" Katanya lo yang mau masak ". Jawab Risa santai.
" Kan Bi Sumi belajar masak dari gue ". kata Kayla.
Keadaan di meja makan begitu hening, hanyabada suara sendokndan garpu yang saling bersentuhan. Aku dan Risa memang cerewet, tapi kami di ajarkan untuk jangan banyak bicara ketika sedang makan.
Setelah selesai makan Gavin pamit untuk pergi membersihkan diri. Aku pun mengajak Risa mengobrol di ruang utama. Aku menceritakan semua yang telah aku alami waktu itu, hingga hubungan ku dengan Gavin sekarang.
" Cieee, pantesan aja keliatannya bahagiaaa banget " Risa pun turut bahagia mendengar kissh hubungan aku dan Gavin. " Kalo Gavin nyakitin lo, po jangan sungkan panggil aja gue". lanjut Kayla.
__ADS_1