Incredible Love

Incredible Love
S E P U L U H


__ADS_3

Sekarang Kayla sedang duduk di kursi kantin sedangkan Gavin sedang memesankan makanan dan minuman kepada pemilik Kantin.


" Kesel banget sumpah sama si Fuji, apa coba maksudnya cari ribut sama gue Arrrgg ". cerocos Kayla. " Kalo aja gue Cristian Ronaldo udah gue smackdownn tuh si Fuji ".


Gavin pun datang dan duduk di sebelah Kayla dengan membawa minuman botol. " Crisjon kali bukan Cristiano ". Kata Gavin sambil membuka tutup botol minuman dan memberikannya kepada Kayla.


" Kamu lagi bukannya belain ". Kesal Kayla lalu meminum minuman yang Gavin berikan.


" Mana hah mana orang yang bikin kesel kamu ? ". Teriak Gavin. " Berani ya, dia bikin kesel macan yang lagi tidur hah, keren ". Lanjut Gavin sambil berdiri.


" Ko bisa ya aku nikah sama orang setengah waras gini (( ". Cemberut Kayla tapi akhirnya tersenyum di akhir kalimat.


" Aku serius Kay!!, woy kalian semua ". Teriak Gavin lebih kencang, dan sekarang semua orang yang di kantin melihat ke arah teriakan Gavin.


" Gavinn eh, duduk! gila ya kamu ". Melotot Kayla namun sambil tertawa dan menarik Gavin untuk duduk.


" Gila juga gapapa, yang penting kamu sayang ". Goda Gavin.


Rasa kesal yang tadi menyelimuti ku hilang begitu saja karena kelakuan Gavin. Aku tertawa melupakan semua masalah yang terjadi.


" Nah gitu dong senyum, jangan cemberut terus ".


" Gavinnnnnnn ". Teriak seseorang kepada Gavin.


Gavin pun menoleh kepada sang pemanggil tersebut. Ternyata yang memanggil namannya adalah Abidin. Abidin pun berjalan ke arah Kayla dan Gavin dengan membawa cup minum di tangannya.


" Itu Abidin ya ". Gavin memastikan, karena dia mahasiswa baru jadi belum banyak teman yang dia ketahui namanya.


" Heem ". Angguk Kayla.


" Eh ada Kayla juga ". tunjuk Abidin kepada Kayla. " Jangan jangan kalian pacaran ya ?". Tebak Abidin.

__ADS_1


" Iya, kami udah tunangan juga ". Santi Gavin.


Aku pun hanya ngangguk lalu menunduk. Berita tersebut pasti akan segera sampai kepada telinga telinga mahasiswa lain. Tidak lama dari ini pasti akan banyak orang yang membicarakn aku dan Gavin.


" Wah Kay, lo tunangan ga ngundang gue kebangetan bjir ".


" Eh, engga gitu Din. Acara itu emang di hadiri cuma keluarga besar aja ". Jelas Kayla.


Di tengah tengah pembicaraan tersebut datang Bi Nina pemilik kantin yang mengantarkan pesanan yang di pesan Gavin tadi.


Karena kedatangan Abidin, Gavin pun memesan 1 porsi lagi untuk Abidin.


***


Mobil mewah Gavin kini sedang melaju dengan kecepatan sedang. Dengan di temani Kayla di samping Gavin.


Derttt..derrrtt...


" Siapa ? ". Tanya Kayla penasaran.


" Gatau, no nya baru ".


" Angkat aja siapa tahu penting ". Kata Kayla.


Akhirnya Gavin mengangkat telfon tersebut.


" Halo ".


" Vin ". kata seseorang di balik telfon, namun suaranya sangat tidak aneh di dengar Gavin, seperti Gavin pernah mendengar suara itu.


". Kamu buka sms aku, by ". Lanjut seseorang tersebut dan mematikan telfon sepihak.

__ADS_1


" Halo! siapa ini ? " Kata Gavin yang mulai kesal. Karena di matikan sepihak Gavin lun mencoba untuk memanggil no tersebut kembali. Namun nihil, no nya tidak bisa di hubungi.


" Kenapa Vin ? ". Tanya Kayla. " Mening ke pinggir dulu, takutnya celaka " Lanjut Kayla mengusulkan.


" Gatau, langsung di matiin sama dia. " Gavin pun menyimpan terlebih dahulu ponselnya dan menghentikan mobilnya terlebih dahulu. Lalu Gavin mencoba untuk melihat sms seperti yang seseorang iti bicarakan.


" Vin, KAMU TEGA !! AKU BAKALAN BALES PERBUATAN KAMU SAMA AKU ". AKU MASIH CINTA SAMA KAMU!!".


Aku melihat Gavin yangvsedang membaca sms tersebut terlihat seperti kaget dan bingung. Aku mencoba untuk melihat isi pesan tersebut namun dengan cepat Gavin mematikan handphone nya.


" Vin, ada apa ?". Tanya aku serius.


" Apa yang kamu sembunyiin dari aku ? ". Lanjut Kayla.


Gavin pun segera membawa tubuh mungil Kayla ke dalam dekapannya. " Kalo ada apa apa kamu harus segera hubungi aku ". Kata Gavin sambil mempererat pelukannya.


Aku pun membalas pelukan Gavin, aku pun masih bingung kenapa setelah membaca pesan dan telfon Gavin menjadi panik seperti ini.


" Kay...." Kaya Gavin sambil melihat mata Kayla serius. " Aku sayang sama kamu ". Lanjut Gavin dan mencium bibir Kayla sayang. Namun, hanya sebuah kecupan singkat.


Aku semakin bingung sekaligus kaget karena Gavin yang tiba tiba menciumnya.


" Kenapa Vin ?". Tanya Kayla sambil melepaskan pelukan Gavin.


Gavin yang di tanya pun terus menerus bungkam. Gavin tidak mau jika Kayla dalam bahaya.


Jengkel karena yang di tanya tetap tidak mau membuka mulut, Kayla pun mencoba membawa Handphone Gavin. Gavin pun dengan cepat menghindarkan hanphonenya dari Kayla.


" Nanti aku kasih tau, tapi engga sekarang ya ". Kata Gavin tersenyum.


" Engg...emmph ". Belum sempat Kayla menyelesaikan kalimatnya, Gavin mencium bibir Kayla kembali. Tapi kali ini bukan hanya kecupan, tapi kini Gavin memcium masuk bibir Kayla.

__ADS_1


Aku hanya terdiam merasakan bibir Gavin, namun entah dorongan dari mana aku lun membalas ciuman Gavin.


__ADS_2