
Hari ini Gavin dan Kayla akan langsung berpindah ke rumah baru hadiah dari masing masing orang tuanya. Ayah Kayla sudah berada di rumah baru Kayla. Sedangkan keluarga Gavin beserta Kayla sedang dalam perjalanan.
Semua perlengkapan Kayla yang di rumah sudah di bereskan oleh pembatu rumah tangganya.
Kini Kayla dan Gavin berada dalam satu mobil milik Gavin. Sedangkan Papah dan bundanya berada di mobil lain yang berada di depan mobil Gavin.
" Kay ". Panggil Gavin kepada Kayla.
" Hemm ". Jawab Kayla dan melirik ke arah Gavin yang sedang mengemudi.
" Cowo yang waktu itu nyulik kamu, itu siapa? ". Tanya Gavin. Sebenarnya Gavin ingin menanyakan hal tersebut waktu itu. Namun, niatnya dia urungkan karena melihat keadaan Kayla yang begitu syok.
" Dia..mantan pacar aku ". Jawab Kayla sambil menunduk. " Awalnya Ayah dan aku saling bertentangan karena hubungan aku dengan Riko. Tapi, ternyata ucapan ayah bener, dia emang bukan orang yang baik ". Lanjut Kayla sambil melihat Gavin.
" Dia hanya mencintai harta aku aja, dia suka main cewek. Bahkan aku hampir kabur dari rumah gara gara dia ". Cerita Kayla.
Gavin hanya mendengarkan cerita Kayla dengan baik, tanpa memotong omongannya terlebih dahulu sebelum dia selesai berbicara.
" Waktu itu, aku lagi hangout sama temen aku, pas di cafe nya, aku liat banget Riko lagi sama cewe mesra mesraan. Padahal sebelumnya dia bilang, dia lagi sakit ". Akupun sadar karena ternyata, omongan orang tua itu bener. Ga akan ada orang tua yang bakalan jerumusin anaknya sendiri.
" Terus kenapa dia terus terusan ngejar kamu sampai berani nyulik kamu ". Kata Gavin sambil bergantian menatap Kayla dan jalan.
" Katanya dia punya gangguan apa gitu ga ngerti, ah ga ngerti juga. Jangan ngomongin dia ". Kata Kayla.
Setelah beberapa menit akhirnya Kayla dan Gavin pun sampai di rumah pemberian orang tuanya.
" Ayahhhh...". Teriak Kayla kepada ayahnya dengan sedikit berlari.
Rumah ini cuman di tinggalin sama dua orang. Menurut aku rumah ini kebesaran, dan terlalu berlebihan.
Kayla memang termasuk orang berada, bahlan ayahnya bisa di sebut orang ternama di kalangan pebisnis. Tapi, Kayla bukan orang yang suka bersombong diri dan memanfaatkan jabatan ayahnya.
" Ayah, rumahnya kebesaran deh ". Kata Kayla.
" Engga Kay. Di dalam nya udah ada perabotan sama sekaligus beberapa art nya, jadi kamu ga bakalan kecapean ngurus rumah sendiri ". Jelas Amel.
" Makasih bun ". Ucap Gavin.
" Ngobrolnya mening sambil duduk di dalam yu ". Ajak Adijaya sambil jalan duluan dan segera di susul oleh yang lain.
" Kay, baju kamu udah di beresin sama Bi Surti langsung kekamar kamu ". Kata Mahendra.
__ADS_1
" Kayla mau liat liat dulu rumahnya ya ". Pamit Kayla kepada keluarga. Gavin pun berinisiatif untuk pergi mengikuti Kayla. " Gavin juga ya ".
Aku pun melihat lihat sekeliling rumah, menurut aku ini nyaman, bahkan sangat nyaman. Aku pergi melihat ke kamar yang akam aku tempati, mungkin bukan hanya aku tapi aku dan Gavin.
Kamar yang bernuansa Putih dengan hiasan di dinding beberapa lukisan dari pelukis ternama. Terdapat kamar mandi yang luas dan satu ruangan yang isinya khusus untuk pakaian dan aksesoris.
Ketika sedang asik melihat lihat, tiba tiba pintu kamar terbuka dan menampilkan sosok Gavin.
" Kay, ada yang mau aku omongin sama kamu ". kata Gavin sambil berjalan
" Apa Vin ?". Ucap Kayla santai sembari melihat lihat lukisan.
" Aku rasa aku udah mulai cinta sama kamu Kay ". Kata Gavin sambil memeluk Kayla dari belakang.
Aku kaget karena tiba tiba Gavin memeluk aku dari belakang. " Jantung tolong sahabatan tung, kenapa pake dagdig nya kenceng banget ". Batin Kayla.
" Vin, sebenernya semenjak aku nerima perjodohan waktu itu, aku udah mutusin buat menerima kamu dan membuka hati ". Jawab Kayla.
" Entah kapan rasa ini muncul Kay, padahal awalnya jujur ya aku engga suka sama kamu ". Ucap Gavin sambil mempererat pelukannya. " Kita mulai semua dari awal, Aku dan Kamu ". Lanjut Gavin sepenuh hati.
Aku senang karena kini pernikahanku akhirnya bisa menjadi lebih baik dan ada kemajuan. Aku pun membalikan badan dan memeluk Gavin suamiku.
Gavin lamgsung membalas pelukan Kayla dengan penuh kehangatan dan mencium kening Kayla.
***
Aku dan Gavin pun pergi ke depan untuk mengantarkan Ayah, bunda dan papah yang akan segera pulang.
" Ayah, pulang dulu, kamu baik baik ya ". Kata Ayah sambil memeluk putrinya.
" Papa sama bunda juga pamit dulu ya " Pamit Adijaya dan Amel.
Kini hanya tersisa aku dan Gavin dan beberapa art rumah. Ada beberapa art yang bunda siapkan, tulang kebun, untuk masak, bersih bersih rumah dan dua orang satpam.
Ketika hendak masuk rumah, tiba tiba telfon aku berdering.
Derrrrtt....dertt...derrrrt.
" Kamu duluan aja ". Suruh Kayla kepada Gavin.
" Kaylaaaaaaaa, lo pindah ko ga ngabarin gue ". Teriak Risa marah marah.
__ADS_1
" Berisikkkk Sa, kalo kuping gue budeg garagara lo gimana ". kata Kayla.
Aku kira Gavin sudah pergi masuk ke dalam. Tapi ternyata, dia masih berdiri dan sekarang memeluk aku dari belakang sambil mendengarkan percakapan aku dan Risa.
Aku pun menjauhkan telfon dari telinga terlebih dahulu.
" Gavin, diem ". ucap Kayla.
Gavin hanya tersenyum dan malah memdaratkan dagunya di bahu Kayla dengan nyaman.
" Terusin aja ". Kata Gavin yang memejamkan mata sembari tersenyum.
" Halooo.. Kayyy ". Teriak Risa.
" Kaylaaaaaaaaa..". Teriak Risa lebih keras.
Kayla pun menerima telfon dengan posisi yang sedang di peluk Gavin.
" Iya Ris, maaf maaf ". Kata Kayla.
" Yeh lo, tau ah kesel gue ". Omel Risa.
" Yaudah iya maaf Ris, mening sini deh lo nanti gue masakin ". Bujuk Kayla.
Gavin pun sesekali membuka mata untuk melihat istrinya, Gavin penasaran apakah benar Kayla bisa masak.
" Emang bisa masak ?". Tanya Gavin masih dengan memeluk Kayla.
" Pantesan gue di kacangin, lagi sama suaminya ternyata ". Cerocos Risa.
" Marah aja terus, sampe upin ipin lulus. Lo ke rumah deh ya nanti gue kasih tau alamatnya, jangan marah marah terus ". Jawab Kayla tidak mau kalah.
" Ah gamau gue, males ketemu lo ". Kata Risa.
" Alamatnya udah gue kirim ". Kata Kayla. Sesekali aku tersenyum karena perlakuan Gavin terhadap aku. Tapi untung saja Gavin tidak melihat.
" Otw ". Singkat Risa dan menutup panggilan.
" -_- ".
Aku pun tertawa karena kelakuan Risa, sahabat satunya itu. Aku melepaskan tangan Gavin dan berbalik mengarah kepada Gavin.
__ADS_1
Aku berjalan masuk melewati Gavin. Setelah melewati Gavin, Aku pun tersenyum karena perlakuan Gavin yang manis terhadapnya.