Incredible Love

Incredible Love
D U A


__ADS_3

Sekarang aku sedang mengemas barang barang ayah. Karena hari ini ayah sudah boleh pulang dan di rawat di rumah.


" Tuan, mobil sudah siap " Pa Arman memberi tahu. Dia adalah supir pribadi kami, yang sudah kami anggap seperti keluarga. Pa arman sudah menjadi supir pribadi kamu semenjak aku dari Smp hingga sekarang aku kuliah dia masih setia menjadi supir pribadi kami.


" Oh iya pak, maaf ini tolong bawain " kata Kayla memberikan tas yang sudah di paking tadi.


" Siap Non " jawab Pa Arman.


Ketika di perjalanan pulang aku memikirkan tentang perjodohan. Aku yakin ayah akan segera menikahkan aku dengan anaknya om Adi.


" Kay, kemarin ayah udah ngobrol waktu di rumah sakit sama Om adijaya dan Tante Amel, kami sepakat kamu aka bertunangan dengan Gavin lusa " kata Ayah.


Aku kaget karena menurut aku acaranya terlalu cepat sedangkan aku belum bamyak mengenal Gavin. Aku hanya mengangguk karena jika aku menolak, aku takut ayah akan drop dan masuk Rs lagi.


" tapi..aku kan belum kenal deket sama Gavin yah " Kata Kayla.


" Sebenarnya kamu sudah mengenalnya waktu kecil. Namun gavin pindah ketika dia TK ke London karena harus ikut ayahnya " jelas Ayah.


" Tapi yah...."


" Engga ada tapi tapi Kayla "


***


Parah sih masa aku harus tunangan lusa sama cowo yang engga aku kenal deket. Mau kabur ga mungkin, mau nolak juga ga bisa.


" Risaaa lo ke rumah gue dong " ketik Kayla kepada Risa.


Risa adalah teman sekaligus sahabat dekat Kayla. Mereka selalu berbagi keluh kesah satu sama lain. Risa sering menginap di rumah Kayla jika orang tuanya sedang pergi dinas keluar negri.


" mau apa? males ah gue Kay, lagi rebahan. " balas Risa.


" Gue mau nyerita cepet sini penting banget " ketik Kayla.


Risa dan aku selalu terbuka dan saling jujur. Aku dan Risa berteman mulai dari bangku Sd, kami memiliki satu kesamaan yaitu sama sama cerewet.


" Apaan sih ? di telefon aja ga bisa emang? "balas Risa.

__ADS_1


" Engga bisa upil, harus ngomong langsung " ngegas Kayla.


Akhirnya Risa pun mengiyakan untuk datang ke rumah Kayla. Hanya butuh 30 menit untuk Risa sampai ke Rumah Kayla.


Seperti biasa Risa akan langsung berlari ke arah kamar Kayla setelah memberi salam kepada Ayah Kayla.


" Kaylaaaaaaa" teriak Risa.


" Berisik marsitoh, gue ga budeg kali gausah teriak teriak, kebiasaan lu mah kalo masuk ga ngetok dulu pintu " cerocos Kayla.


" Sensk amat Kay, biasa juga gini gue " jawab Risa.


" What happen aya naon Kay " lanjut Risa.


" Gue bakalan tunangan lusa " kata Kayla.


" Wanjayyyyy, cowo juga ga punya masa mau tunangan becanda lo Kay " kaget Risa.


Aku memilih memberi tahu Risa tentang perjodohan ini, karena aku buruh seseorang untuk ngelampiasin rasa kesal karena di paksa menikah.


" Zaman siti nurbaya ternyata keulang lagi yak Kay, tapi cowonya gimana? ganteng? keren? baik ga? "cerocosnRisa.


" Nah itu masalah nya, gue ga kenal sama tuh cowo. Tapi kalo mukanya sih ganteng udah cuman itu aja yang gue tau selebihnya gatau gue. Gila kan masa gue gatau gimana kelakuan calon suami gue, gimana kalo dia tukang selingkuh, fackboy. Tau ah pusing gue " kesal Kayla.


" Iya sih kalo gue jadi lo juga bakal kesel terus bakalam nolak kalo di jodohin sama cowo yang ga kita kenal, tapi apa boleh buat kalo itu demi kebaikan orang tua kita. Gue yakin sih Ayah lo gabakalan mungkin salah milih orang. Dia pasti yang terbaik buat lo dan masa depan lo percaya sama gue " panjang kali lebar Risa.


Risa memang cerewet tapi dia juga sangat bijak dalam menghadapi masalah. Itulah yang aku sukai dari Risa, meskipun dia pecicilan namun dia bijak.


" Tumben pikiran lo bener Ris " ucap Kayla.


" Apaan, orang gue emang gini. Bijak terus gue mah pinter cantik lagi. Heran gue gada cowo yang deketin gue " kata Risa sambil tiduran di kasur Kayla.


" Lo bukannya gada yang deketin, tapi lo nya aja yang pemilih " jawab Kayla dan menyusul membaringkan tubuhnya di kasur.


***


Berhubung Gavin baru saja pindah dari London ke Indonesia hari ini adalah hari pertama dia kuliah di universitas yang sama dengan Kayla.

__ADS_1


Papahnya menyuruh Gavin untuk berangkat bareng demgan Kayla, sekalian pendekatan dan saling mengenal. Kata ayahnya, Gavin pun hanya menuruti perintah Papahnya.


Gavin pun turun menyusuri satu dmei satu tangga dengan menggunakan kemeja berwarna Biru cerah dan celana cream kotak kotak. Mobil mewah Gavin melaju menembus jalanan jakarta dengan kecepatan sedang.


Sebenarnya Gavin juga tidak mau di jodohkan, tapi papahnya mengancam jika dia tidak mau semua fasilitas akan di cabut dan tidak di anggal lagi anak.


Kejam?? emang.


Papah Gavin memang tegas apalagi mengenai kebaikan anak semata wayangnya ini. Dia akan tegas bahkan berani melakukan apapun demi anaknya.


Hanya membutuhkan waktu 25 menit untuk Gavin sampai ke kediaman keluarga Mahendra.


Setelah samapi di gerbang, seorang laki laki paruh baya yang mengenakan seragam Satpam itu berjalan ke arah Gavin.


" Maaf siapa ya ? " tanya Pak Dedi kepada Gavin dengan ramah.


" Saya mau jemput Kayla Pak " jawab Gavin tidak kalah ramahnya.


" Ohh kalau begitu tunggu sebentar saya bukain gerbangnya " ucap Pak Dedi dan membuka gerbang.


" Ayah Kayla di anter supir aja ya, gausah sama Gavin " rengek Kayla kepada Ayahnya.


" Kayla kamu besok tunangan sama dia jadi kamu harus lebih dekat sama dia, ga ada penolakan kamu tetel harus beramgkat sama Gavin " tegas Ayahnya.


Tidak lama kemudian terdengar seseorang yang mengetuk pintu.


tokkkk...tokkk...tokkk..


" Nahh, pasti itu Gavin "kata Ayah dan berjalan membukakan pintu.


Dari kemarin malam aku membujuk ayah agar aku tidak berangkat dengan Gavin. Namun ayahnya terus bersikeras agar aku berangkat dengan Gavin dan menolak permintaan anaknya untuk pergi dengan supir.


" Assalamualaikum Om " Salam Gavin kepada Mahendra.


" Ehh Gavin udah sampai, masuk aja Kayla udah siap ko "


Gavin pun masuk seperti apa hang di perintahkan oleh Om mahendra.

__ADS_1


__ADS_2