
Mereka berdua, Gavin dan Kayla kini sedang berada di rumah sakit, tepatnya di dokter kulit. Di perjalanan, Kayla berubah pikiran dan membujuk Gavin untuk tidak melanjutkan membawa nya ke rumah sakit. Tapi, Gavin tetap keukeh membawa nya ke Rs.
Kayla sedang berada di ruang pemeriksaan, Gavin masih setia terus menemani Kayla di dalam, namun hanya terhalang oleh kain penutup antara ruang pemeriksaan dengan meja dokter.
Srekkk....srekkkkk
Suara tirai terbuka membuat Gavin langsung berdiri. Kayla keluar dengan tangan yang di balut oleh perban di tangan kanannya.
" Gimana Dok ? ". Tanya Gavin kepada dokter.
" Luka nya tidak terlalu parah, dalam beberapa hari juga akan sembuh, jangan lupa salep nya juga di olesin ya ". Kata Dokter.
***
" Kalian ini bukan lagi anak kecil ! apa ga malu kalian bertengkar di depan umum seperti itu ? " Marah Pak Ahmad.
Risa, Fuji dan Gina sedang berada di ruangan Pak Ahmad, karena insiden di kantin.
"Dia yang mulai pak ! ". Kata Risa.
" Orang lo yang mulai heh ". Kata Fuji tidak mau kalah. " Iya pak dia yang mulai saya saksinya ". Tambah Gina.
" Yaiya lo bela dia, orang lo kan pengikut nya ".
__ADS_1
Mereka bertiga saling bertatapan dengan mata yang tajam tak mau kalahnya.
" DIAM!!! ". Teriak Pak Ahmad sambil menggebrak meja. " Kalian saya hukum membersihkan seluruh toilet hari ini ! jika tidak kalian akan saya skors satu bulan titik ". Tegas Pak Ahmad.
***
Kayla dan Gavin sedang berada di Restoran untuk mengisi perutnya. Karena Kayla pasti lapar setelah baku hantam dan nangis karena tadi. Jadi Gavin berpikir untuk pergi makan terlebih dahulu.
" Kita makan dulu ya ". Ajak Gavin.
Aku mengangguk mengiyakan, setelah mendapat jawaban Gavin turun dari mobil dan berlari kecil ke kursi penumpang samping yang di duduki Kayla. " Makasih ".
" Tas nya biar aku yang bawa aja ". Kat Gavin sembari mengambil alih tas selempang Kayla.
" Cantik loh kamu Vin ". Kata Kayla tertawa.
" Ember, eike di gimana gimanain cantik sama ganteng ". Kata Gavin sambil menirukan gaya lekong.
Aku pun tertawa terbahak bahak melihat kelakuan Gavin.
" Nah kan cantik kalo senyum ". Kata Gavin mengelus pucuk kepala Kayla.
Mereka pun berjalan masuk ke dalam. Setelah mendapatkan kursi yang kosong Gavin memanggail pelayan dan memesan makanan.
__ADS_1
Setelah beberapa menit datanglah pelayan dengan membawa dua porsi steak dengan minumannya.
Kayla bingung bagaimana ia harus makan steak di hadapannya. Karema tangannya kini sedang di balut perban. Gavin pura pura tidak peka kepada Kayla dan membiarkan terlebih dahulu Kayla.
" Vin ". Panggil Kayla.
" Hmm ? ". Jawab Gavin sambil menyuapkan makanannya.
" Potongin ". Rengek Kayla dan memanyunkan bibirnya.
" Istrinya siapa sih ko gemes banget ". Cubit Gavin ke pipi Kayla. " Aku tadi mau motongin sih, cuman mau liat dulu kamu kebingungan ". Lanjut Gavin.
Aku hanya menjawab dengan menatap Gavin kesal cemberut. Setelah beres memotong daging, Gavin memberikan piring dengan isi daging yang sudah terpotong kecil kecil kepada Kayla.
" Suapin...." Kata Kayla manja. Gavin terkekeh melihat kelakuan Kayla. Gavin pun menusukkan daging dan menyuapi Kayla sambil tersenyum.
" Makasih sayang ". Kata Kayla tersenyum manis sambil mengunyah makanan.
" Apa? coba sekali lagi deh ". Goda Gavin kepada Kayla dengan mendekatkan telinganya kepada Kayla.
" GAVIN JELEK " Jawab Kayla tepat di samping telinga Gavin.
Mereka pun menyelesaikan makannya dengan penuh tawa canda.
__ADS_1