
Ketika aku pulang ke rumah dengan di bopong Gavin, dua keluarga sudah berkumpul mencemaskan aku. Keluarga Gavin sedang berada di mansion mewah milik keluarga Kayla. Aku masih syok dan sangat lemah karena kejadian yang menimpanya hari ini.
" Kayla akhirnya kamu pulang juga, kamu di apain? mana yang luka ? ". panik Amel ibunya Gavin.
Mahendra segera memeluk anak semata wayangnya itu. Dia teramat khawatir kepada Kayla. Karena hanya dialah sekarang satu satunya orang yang Mahendra punya.
" Ayah...". Ketika ayah memeluk aku dengan hangat, tangis aku pecah kembali.
" Apa perlu kita ke rumah sakit ? ". Tanya ayahnya sambil melihat keadaan anaknya.
Aku pun geleng geleng, aku hanya butuh istirahat dan menenangkan diri.
" Maaf om, karena Gavin ga bisa jagain Kayla " . Ucap Gavin dengan menunduk. Gavin merasa bahwa dirinya telah gagal menjaga Kayla dengan baik.
Mahendra pun hanya geleng geleng " kamu ga salah Gavin, ini karena hanya berandal itu yang sudah seharusnya saya jebloskan ke penjara dari dulu ".
Ketika perjalan pulang, Gavin sudah menceritakan kejadian yang menimpa Kayla kepada Ayahnya, Om mahendra. Riko pun sudah di serahkan kepada pihak yang berwajib karena sebelum pulang Gavin menelpon polisi terlebih dahulu.
" Kay, ayo duduk dulu ". Ajak Gavin dan membawa Kayla duduk di kursi.
Kejadian kali ini sungguh membuat Mahendra sangat khawatir sekaligus marah, karena hampir saja anaknya ini terluka.
" Kay, Gavin, melihat kejadian hari ini. Kami sudah memutuskan bahwa besok kalian tidak akan bertunangan ". Ucap adijaya papahnya Gavin.
Aku tersentak karena penuturan Om adijaya barusan. Namun, Kayla belum berniat untuk menjawab.
Gavin sama kagetnya dengan Kayla. Tapi, Gavin berbeda dengan Kayla yang hanya diam.
" Loh, Pah kenapa ? Apa karena aku ga bisa jagain Kayla ? ". Kata Gavin dengan nada yang sedikit naik.
" Gavin, kamu tenang dulu. Papah kamu belum selesai bicara ". Ucap Amel.
" Besok kalian akan langsung Kami nikahkan ". jelas Mahendra tanpa bertele tele.
Bak di sambar petir, aku sangat kaget karena tiba tiba ayahnya mengambil keputusan tanpa bertanya kepada anaknya terlebih dahulu.
" Ayah? ". tanya Kayla.
Gavin tertegun tidak bergeming karena sama kagetnya.
" Karena melihat kekhawatiran Gavin terhadap kamu, dia menjaga dan menyelatkan kamu hingga kamu bisa pulang dengan selamat. Ayah semakin yakin bahwa dia akan selalu menjaga dan menyayangi kamu Kay ". Panjang Ayahnya.
__ADS_1
" Jadi, kalian besok tidak akan bertunangan tapi kalian akan menikah ". Lanjut Adijaya.
" Mending, kamu antar Kayla ke kamarnya dulu, kasian Kayla ". Suruh Amel kepada anaknya.
" Iya bun". Gavin pun segera membopong kembali Kayla menuju kamarnya.
Gavin membukakan pintu kamar Kayla dan membawanya Masuk. Gavin membaringkan Kayla dengan perlahan lalu menyelimutinya.
" Makasih..tapi..". Ucap aku karena ingin menanyakan sesuatu hal.
Gavin yang berdiri pun duduk di tepi ranjang Kayla.
" Kenapa ? ada yang sakit ? " Tanya Gavin khawatir.
" Engga, cuman besok..". Gugup Kayla.
" Kamu setuju ? ". Lanjut Kayla.
" Oh.. Aku gapapa, atau mungkin kamu yang belum siap ? kalo emang bener, aku bakalan turun terus ngomong sama papah ". Usul Gavin.
Aku memang belum sepenuhnya mencintai Gavin. Namun, sekarang aku yakin Gavin adalah laki laki yang baik. Jika aku di tanya siap tidak menikah, pasti jawabannya tidak. Karena siapa wanita yang siap di nikahkan secara dadakan.
" Engga usah Vin, gapapa aku gamau Ayah kecewa, aku mau nyenengin hati ayah ". Ucap Kayla dengan sisa sisa tenaganya.
" Syukur kalo gitu, kamu istirahat aja tidur yang nyenyak ". Ucal Gavin dengan halus sambil menaikan selimut Kayla.
***
Tepat pukul 10.00 status Kayla sudah berubah menjadi seorang Istri. Gavin sudah mengucapkan sumpah dan janji di hadapan penghulu dan ayah Kayla, bahkan berjanji juga di hadapan sang kuasa.
" Ayah, makasih karena udah sayangin Kayla dan ngurusin Kayla ". Tangis Kayla.
" Kamu udah gede, udah jadi istri sekarang. Jangan manja lagi, jangan nangis nanti make up kamu luntur ".
" Papah, bunda, makasih dan Gavin minta maaf karena belum bisa bahagiain papah sama bunda ". sungkem Gavin.
" Kalian sudah menjadi suami istri, harus saling melengkapi satu sama lain saling menyayangi " jawab Amel.
Acara akad sudah selesai, acara selanjutnya adalah resepsi yang di hadari oleh kerabat dan keluarga terdekat. Kini, Gavin dan Kayla sudah resmi menjadi sepasang Suami Istri.
Gedung yang luas nan megah itu sudah di penuhi oleh keluarga keluarga dari kedua belah pihak, dan beberapa teman yang di undang khusus oleh Gavin dan Kayla.
__ADS_1
Kayla sedang berganti baju dengan di bantu oleh beberapa orang. Kayla tadinya memakai kebaya putih yang sangat indah untuk acara akad. Sekarang ia sedang berganti dengan gaun yang menjuntai panjang tidak kalah indahnya.
Kali ini status aku adalah seoarang istri dari Gavin Adijaya Pratama. Aku semang karena melihat senyum Ayah yang sangat bahagia karena pernikahan aku ini.
Acara resepsi sedang berlangsung kini Gavin sudah mengenakan Jas berwarna merah muda cerah dan kemeja putih tidak lupa dengan dasi kupu kupunya dengan celana yang senada dengan Jas.
Sedangkan Kayla yang memakai gaun yang cantik nan indah, dengan warna senada. Aura kecantikan Kayla memancar seolah olah dia adalah wanita paling bersinar dan cantik sekarang.
Mereka sedang melakukan pemotretan yang di arahkan oleh photographer terkenal. Jujur, Gavin mengakui bahwa Kayla sangatlah cantik. Pandangannya tidak pernah lepas dari Kayla.
" Kay, aku gamau bohong kamu cantik ". Jujur Gavin sambil menatap Kayla.
Kayla hanya membalas ucapan Gavin sengan senyuman manisnya.
" Maaf, agak majuan dikit ". Ucap photographer itu kepada Gavin.
Setelah pemotrean selesai, kini Kayla dan Gavin sedang duduk berdua di kursi pengantin menyaksikan tamu yang berlalu lalang. Sesekali mereka berdua berdiri untuk menerima tamu yang mengucapkam selamat dan ingin berfoto.
Baru saja Kayla akan duduk, sahabat dekat nya datang dan melambaikan tangan.
" Kaylaaaaaa, akhirnya lo nikah juga. Ga nyangka gue lo nikah cepet, ninggalin gue ". Kata Risa sambil memeluk sahabatnya.
" Iya Ris, perasaan baru kemarin deh gue di lahirin ". jawab Kayla dan melepaskan pelukan sahabatnya.
Risa manggut manggut lalu memberi selamat kepada Gavin.
" Awas aja nyakitin sahabat gue ini ". Ancam Kayla dengan melotot kepada Gavin.
" Kemarin aja pas ketemu sopan, eh sekarang nunjukin taringnya ". Geleng geleng Gavin.
" Ini momen yang paling bersejarah Kay kita harus foto foto " cerewet Risa.
" Eh kalo nanti bikin album gue iklas ko Kay kalo foto gue di jadiin sampulnya " semangat Risa.
" Ih, jangan sampe yalloh " Kata Gavin.
Semua acara sudah terselesaikan. Kayla mengambil nafas panjang untuk sekedar melepaskan lelahnya hari ini.
" Uh, cape banget sumpah ". Rengek Kayla lalu duduk masih di kursi pengantin bersama Gavin.
" Ternyata keluarga kita kalo di satuin banyak banget " kata Gavin dan menyusul duduk di samping Kayla.
__ADS_1