
" ambil jurusan apa " basa basi Kayla.
Bingung sih aku yang biasanya cerewet kalopun itu yang nyupir Pak Arman tetep aja cerewet. Tapi kali ini aku diam seribu bahasa.
" Kamu ambil jurusana apa ?" Tanya balik Gavin.
Wah kedengerannya aneh sih aku kamu sama dia. Engga aneh sih belum terbiasa aja kayanya.
" Kimia " jawab Kayla.
Gavin ngangguk ngangguk.
" Ok aku juga bakalan masuk jurusan Kimia dan bakalan sekelas sama kamu " Kata Gavin.
" Apaan ya engga bisa kaya gitu lah, kita gabisa nentuin mau sekelas sama siapa siapanya " jawab Kayla sedikit kesal.
" Terserah dong, orang kampusnya juga punya papah "
" Idih si Usman sombong banget " jawab Kayla sambil menyilangkan kedua tangannya.
" Nama udh bagus malah di katain Usman emang sih resiko punya tunangan petasan rombeng kaya gini " kata Gavin.
" Apaa?! petasan rombeng astaga dragon " kesal Kayla.
" Kamu emang ga pernah berubah ya dari kecil selalu cerewet ga bisa diem " ucap Gavin sesekali melirik Kayla.
Jujur sih aku kurang inget Gavin waktu kecil mukanya gimana. Tapi yang pasti aku inget pernah ketemu sama Gavin waktu kecil dulu.
Kesel sih masa cewe cantik kaya gini aing di katain Petasan. Jarang ngomong sekali nya ngomong nyelekit.
***
Mereka telah sampai di Palm University. Gavin pun memarkirkan mobilnya dan keluar bersama Kayla.
Gavin dan Kayla berhasil mencuri perhatian Mahasiswi maupun mahasiswa. Banyak dari mereka yang membicarakan Gavin dan Kayla.
" wah si kayla sama cowo ganteng noh "
" yalloh itu orang apa malaikat ko bening banget "
" kerenan juga gue sih sama tuh cowo"
" Kayla cocokan sama gue daripada sama dia mah "
" siapa tuh "
Kesel sih sama mereka, tapi mau gimana lagi. Ini baru dateng bareng udah kaya gini gimana kalo mereka tau aku nikah sama ini cowo.
Aku tersentak kaget karena tiba tiba Gavin menggandeng tangan aku dan berjalan melewati mereka yang sedang membicarakan kami.
__ADS_1
" Apa apaan sih lepasin ngga " kesal Kayla.
Aku bukanya nolak sih tapi jantung ini kayanya mau copot deh. Mentalku brikdens karena Gavin yang tiba tiba gandeng ini tangan.
" Diem aja " jawab Gavin.
" Eh bentar tapi kelas nya sebelah mana ?" Gavin berhenti dan membalikan badan hingga sekarang mereka berhadap hadapan tanpa melepaskan tangannya dari tangan Kayla.
" Katanya di suruh diem " kata Kayla polos.
Gavin geleng geleng dengan kelakuan Kayla. Namun cuman karena kelakuan Kayla yang seperti anak kecil tersebut bibir Gavin terangkat membentuk huruf U.
" Ya engga gitu juga maksud aku, yaudah jalan aja nanti kalo salah bilang "mengacak acak rambut Kayla.
" Ih gavin nanti kusut rambutnya " kata Kayla.
Mungkin kali ini pipi aku udah merah kaya kepiting rebus. Kenapa juga harus blushing coba, ko ini jantung juga dugem terus di dalem.
" Kamu harus nemuin dulu dosen ga bisa langsung masuk kelas ih ogeb " kaya Kayla.
" Sabarrr Gavin sabarrrr, yalloh masa Gavin di katain obeg. Padahal Gavin ini pinter banget yalloh " kata Gavin dengan kedua tangan di angkat seperti orang berdoa.
Tanpa sadar pun aku tertawa melihat kelukuan Gavin. Ternyata Gavin tidak sependiam dan sedingin yang aku pikir. Ternyata dia cukup humoris.
" Aku juga tau harus ke ruang dosen tapi kan gatau dimana ruangannya nyaiiii " lanjut Gavin.
" Becanda ni anak, itu sama sama aja oon. " jawab Gavin.
" okeoke kamu tinggal lurus nanti belok kanan nah udah itu " kata Kayla sambil nunjukin arah.
" ke Ruang dosen??? " tanya lagi Gavin.
" engga sih iu toilet sebenernya "cengengesan Kayla.
" Serius Kayla Mahendra, bisa bisa aku tendang juga ke kutub utara " kata Gavin kesal.
" iya bener itu ngga bohong " jawab Kayla dan mengangkat tangnya yang membentuk huruf V.
" Yaudah sana masuk kelas " suruh Gavin.
" Iya siap bos " kata Kayla sambil Hormat.
Gavin hanya tersenyum melihat kelakuan Kayla. Gavin pun berjalan ke arah ruangan dosen yang sudah tadi Kayla arahkan.
***
" Ris, tau engga cowo yang di jodohin sama gue sekampus sama kita " kata Kayla kepada Risa.
" Ya bagus dong jadi lo bisa ngawasin dia " balas Risa tenang.
__ADS_1
" Dia juga ngambil jurusan sama terus mau sekelas sama gue " cemberut Kayla.
" Gatau juga kali, siapa tau bukan di kelas kita " kata Risa.
" Ih kalo gitumah gue juga gabakalan panik, dia anaknya yang punya kampus Risa dia maksa sama dosennya " kata Kayla dan menundukan kepala di meja.
Terdengar suara sepatu seseorang yang sedang berjalan semakin mendekat ke arah kelas Risa.
" Pagi anak anakkkk " sapa Pak Ahmad Dosennya.
" Pagi pakkkkkkk" jawab Semua.
" Pagi ini kalian akan kedatangan Mahasiswa baru di kelas ini, tapi jangan di godain yak, dia udah ada yang punya katanya,hahaha " ucap Pa ahmad Garing.
Aku sudah bisa menebak, pasti itu adalah Gavin.
" Silakan kamu boleh masuk " Pak Ahmad mempersilakan.
Gavin pun berjalan menuju Pak Ahmad dan berdiri si sampingnya.
Ciwi ciwi yang ngantuk langsung fress yang males langsung semangat.
" Gila sih Kay, kalo gue yang di jodohin sama model kek begitu bakalan langsung mau " Kata Risa sambil melongo.
" Inimah manusia langka kay " lanjut Risa.
" oke silakan perkenalkan diri kamu "kata Pak Ahmad.
" Halo semua, perkenalkan nama aku Gavin Adijaya Pratama. Semoga aku bisa berteman baik dengan kalian semua, sekian " Semua yang di kelas bertepuk tangan setelah Gavin memperkenalkan diri.
" Ada yang mau di tanyakan? "Pak Ahmad.
" Kalo engga ada, Gavin silakan kamu duduk cari kursi yang kosong. Kita akan mulai pembelajaran hari ini. " lanjut Pak Ahmad.
Gavin melihat kursi yang Kayla duduki masih ada satu kursi kosong. Dia pun berjalan ke arahnya dan duduk di sebelah Kayla.
" Haii.." sapa Gavin
Aku bingung kenapa bisa bisanya dia manfaatin papahnya buat maksa Pak Ahmad. Aku hanya mangguk mangguk.
" Halo, kenalin Aku Risa sahabatnya Kayla. Aku juga udah tau ko besok kalian bakalan tun..." belum beres Risa ngomong Kayla langsung menutup mulut Risa.
" Lo kalo ngomong jangan kenceng kenceng kalo orang orang tau gimana "omel Kayla kepada Risa.
Alasan aku tidak ingin mereka tahu karena, aku takut mereka akan membuli dan memojokan aku karena manikah dengan alasan di jodohkan.
" Ya maafff Kay reflekk gue " kata Risa.
" Ohh oke salam kenal ya " ucap Gavin.
__ADS_1