
" Ris, si Kayla sama Gavin ko belom datang ". Ucap Abidin.
" Masih di jalan keknya ". Balas Risa sambil membaca buku.
" Mereka lengket banget ya, kaya yang udah nikah. Jadi baper kan gue, pengen punya pacar. Awokwok ". Kata Bidin cengengesan.
" Emang mereka udah nikah " Ceplos Risa.
Risa keceplosan telah membuka rahasia Kayla. Padahal Kayla sudah menyuruhnya untuk tidak memberi tahu siapapun.
" Eh...eh, tunangan maksudnya ". Panik Kayla.
" Wah! serius lo Ris ? mereka udh nikah? ". Kaget bidin.
" Jangan teriak teriak somplak! ". Tarik Risa dan menutup mulut Abidin. " Awas aja, kalo sekampus tau itu gara gara lo ".
" Kalo lo sampe bocorin, gue bakaln nyuruh si Gavin buat DO lo, ****** lo bidin ".
" Eh ini cewe mulutnya...euhhh. Mau gue gunting sumpah ". Kata Abidin.
Di tengah tengah perdebatan Risa dan Abidin, datanglah Kayla dan Gavin yang masuk sambil bergandengan.
" Pagi Kayla ". Sapa Risa tersenyum namun sedikit gugup karena takut dia mendengar perdebatannya tadi dengan Abidin.
" Tumben lo, pasti ada apa apa kalo lo udah gini ". Tebak Kayla sambil duduk.
" Vin, tega lo sama gue. Merasa gagal gue jadi sahabat lo ". Abidin mengusap dada. " Lo nikah sama Kayla ga ngundang gue bjir ". Bisik Abidin di telingan Gavin.
Meskipun hanya berbisik namun omongannya dapat di dengar oleh Kayla dan Risa. Kayla dan Risa pun melotot secara bersamaan, Kayla langsung memutarkan matanya kepada Risa. Risa tau arti sorotan mata Kayla. Seolah olah bertanya tanya dan kesal.
" Hehe ". Risa menaikan telunjuk da jari tengahnya membentuk huruf V. " Ga sengaja keseleo Kay lidahnya ".
__ADS_1
" Cuma dia ko Kay, tenang ya tenang ".
" Lemes banget sih mulut lo Ris, kesel gue ". Balas Kayla.
" Idih ngaku ngaku si bidin merasa gagal jadi sahabat gue ? Perasaan kita kenal jga baru bentar deh ". Celetuk Gavin.
" Suka gitu lo sama gue Vin ".
Namun Gina teman Fuji mendengar ucapan Abidin mengenai Kayla, namun terdengar tidak begitu keras.
" Fuji, lo denger engga ? Apa yang mereka ceritain ? ". Tanya Gina kepada Fuji.
Fuji hanya menggelengkan kepalanya saja sembari memainkan ponselnya.
***
" Kay, aku kelapang main basket dulu. Kamu duluan aja ke kantin ". Kata Gavin kepada Kayla yang sedang membereskan buku.
" Gaya gayaan lo Vin main basket, kek bisa aja awokwok ". Kata Risa.
" Berantem aja terossss ". Kata Kayla melerai.
" Udah sana pergi, katanya mau kelapang ". Kata Kayla. " Kalo ada apa apa kabarin ya ". Kata Gavin pergi setelah mengelus rambut Kayla.
Gavin pun pergi kelapangan, sedangkan Kayla dan Risa pergi ke kantin untuk mengisi kekosongan perutnya.
Setelah sampai di kantin Kayla melihat lihat meja yang masih kosong. Mereka menemukan meja yang kosong di tengah tengah. Karena jarang mahasiswa/i yang mau menempati meja di tengah, alasannya karena malu, padahal mah selooo aja.
" Pesen apa lo Kay? biar gue aja yang pesenin. Kalo bayar bagian lo itu ". Kata Risa.
" Gue lagi ". Balas Kayla. " Minum aja deh gue, lagi ga laper ". Lanjut Kayla.
__ADS_1
" Okeee, tapi apa minumannya ?". Tanya Risa. " Serah lo deh yang pengting nyegerin ". Jawab Kayla.
Risa pun berdiri dan berjalan menuju ibu Kantin. Sembari menunggu, Kayla pun mengeluarkan Handphone nya dan melihat lihat sosial media.
Namun, bak di sambar petir tubuh Kayla tiba tiba di hujani oleh kuah baso panas. Kayla pun menjerit kaget sekaligus kepanasan karena kuah panas tersebut.
" Upss, maafff sengaja ". Jutek Fuji berlaga polos.
" S***t, Maksud lo apa hah ? nyiram gue pake kuah ". Marah Kayla.
Kini seiisi kantin sedang terfokus kepada mereka berdua. Risa pun tertegun melihat sahabatnya di siram di depan umum. Entah pikiran dari mana, Risa pun menelpon Gavin untuk segera menyusul ke kantin. Setelah itu Risa pun berlari ke arah Kayla.
" Lo sih Gin, jadi kan baso nya tumpah ". Kata Fuji kepada Gina.
" Yah, maaf Fuji soalnya tadi sengaja jadi tumpah deh ". balas Gina.
" Ini bocah dua ga ada bosennya ya, bingung gue sama lo. Kita kuliah obeg bukan sd lagi mikir ga sih lo ! ". Risa pun kesal karena melihat sahabtnya di permalukan.
" Rasain tuh bngs*d ! ". Risa pun melemparkan minuman yang di pesannya tadi tepat ke arah muka Fuji.
Gavin pun berlari kencang menuju kantin setelah mendengar kabar dari Risa. Ketika sampai Gavin sangat marah, karena melihat Kayla yang basah kuyup dengan kulit merah melepuh.
" Cukup!! ". Teriak Gavin dengan penuh amarah.
Gavin langsung menggendong Kayla ala bridal style dan berniat untuk membawa Kayla segera ke rumah sakit. Tapi, Gavin berhenti sejenak di depan Fuji.
" Mulai sekarang lo berurusan sama gue, tunggu aja nyesel lo bikin dia kaya gini pegang ucapan gue! ". Kata Gavin dengan rahang yang mengeras dan mata elang yang penuh dengan kemarahan. Gavin pun pergi meninggalkan mereka semua.
Gavin pun membawa Kayla masuk ke dalam mobil. Tangan kanan aku melepuh karena air yang di siramkn adalah air panas. Aku hanya menangis mengeluarkan semua kekesalan.
Melihat Kayla yang menangis, Gavin mengurungkan sebentar niatnya menancap gas. Gavin memeluk hangat Kayla, menenangkan istrinya itu. Tangis Kayla semakin pecah ketika Gavin memeluknya.
__ADS_1
" Sakit ? " Tanya Gavin sambil memeluk Kayla. Kayla menganggukkan kepalanya. Gavin melepaskan pelukannya dan mengelap sisa air mata Kayla. Gavin melihat tangan Kayla, dan benar tangan kanan Kayla merah dan melepuh.
" Pake ini " Gavin memakaikan Jaket kepada Kayla. Karena bajunya basah kuyup. " Kita ka rumah sakit ya, kamu tahan dulu ". Kata Gavin dengan sangat lembut.