Incredible Love

Incredible Love
D E L A P A N B E L A S


__ADS_3

Setelah melihat keadaan Kayla dan mengobrol becanda gurau. Risa dan Abidin pun berpamitan untuk pulang karena hari sudah mulai larut.


" Vin, Kay gue sama Risa pulang dulu ya ".


" Cepet sehat lagi ya Kay ". Kata Risa dan memeluk Kayla.


" Jagain ya Vin sahabat gue ". Kata Risa.


Setelah mengucapkan kalimat itu, Risa dan Abidin pun masuk kedalam mobil dan mulau melajukan mobilnya.


Tiba tiba aku teringat kepada Ayah. Aku terasa sangat merindukannya dan sudah lama juga tidak bertemu ayah.


" Vin ".


" Iya ? ". Sekarang posisi mereka sudah saling berhadapan.


" Aku kangen sama ayah, anterin aku ya ".


" Tapi kamu lagi sakit kan Kay, udah hampir malam juga. Besok aku anterin kamu ".


" Aku mau sekarang Vin. Ayo ". Rengek Kayla.


Gavin pun akhirnya menuruti kemauan istrinya. Mereka masuk terlebih dahulu, untuk membawa jaket dan kunci mobil.


Setelah siap, Gavin dan Kayla pun pergi ke rumah orang tua Kayla sekaligus mertua Gavin.


" Sayang..". Panggil Gavin dan menggenggam tangan Kayla.


" Hem ? ".


" Kenapa ? Sakit lagi tangannya ? ". Tanya Gavin khawatir karena melihat Kayla yang memandan lurus jalanan sambil melamun.


" Gatau, perasaan aku ga enak aja Vin ". Kata Kayla menatap Gavin. " Aku pengen segera ketemu ayah ".


Setengah jam sudah, kini Gavin dan Kayla sudah sampai ke kediaman Mahendra. Kayla segera masuk dengan sedikit berlari dan meninggalkan Gavin di belakang.


" Hati hati Kay ".


" Iya sayang ".


Bahagianya aku setelah masuk ke dalam, aku melihat ayah sedang duduk menonton tv sembari menikmati teh. Aku langsung berlari memeluk ayah.


" Ayah, Kayla kangen ".

__ADS_1


Gavin pun datang dan bersalaman kepada mertuanya.


" Gimana keadaan ayah? sehat kan? ".


" Alhamdulilah seperti yang kamu lihat, ayah sehat ".


" Kenapa tangan kamu ? ". Tanya Mahendra khawatir.


" Tadi Kayla....". Ketika akan memberi tahu ayah, omongan Gavin malah di potong.


" Ini garagara masak yah di dapur, kena air panas ". Potong Kayla.


Mereka bertiga pun mengobrol dan menumpahkan rasa rindu Kayla terhadap Ayahnya.


Malam ini, Kayla dan Gavin menginap di rumah Mahendra. Karena hari yang semakin malam dan keadaan Kayla yang masih sakit tidak memungkinkan untuk pulang.


Kayla dan Gavin sedang berada di kamar Kayla yang lama. Kamar nya masih sama seperti dulu dan masih terawat.


Sehabis mandi, Kayla mencoba untuk mengganti perban di tangannya. Ia membuka perlahan perban nya lalu mengoleskan salep agar cepat mengering.


Ketika sedang mengoles salep, datanglah Gavin dengan memakai kaos putih polos dan celana pendek dengan handuk untuk mengeringkan rambut di kepalanya.


Melihat Kayla sedang mengolesi tangannya salep, Gavin menghampiri nya sembari mengeringkan rambut. Gavin duduk di samping Kayla.


" Beres". Kata Gavin tersenyum.


" Makasih, Cup ". Cium Kayla di bibir Gavin.


Gavin tersenyum lalu melanjutkan mengeringkan rambutnya. Melihat itu Kayla segera mengambil handuk tersebut lalu mengeringkan rambut Gavin dengan sebelah tangan. Setelah beres Kayla berdiri dan membaw sisir.


Kayla menyisir rambut Gavin, tapi dia mencoba untuk mengotak ngatik rambut Gavin. .


" Sayang kenapa rambut aku di rubah rubah ". Protes Gavin.


" Ko bisa ya? ". Kata Kayla bertanya tanya.


" Kenapa ?".


" Di gimana gimanain tetep ganteng " Kata Kayla sambil tertawa receh.


" Yaiyalah, jarang loh cowo model kaya gini ".


" Narsis banget sampe mau nyium ".

__ADS_1


Cup. Tuh udah di kasih kata Gavin.


Kring...kring...


Ketika sedang becanda dengan Kayla Handphone Gavin pun berdering tanda panggilan masuk. Gavin pun melihat panggilan tersebut lalu menjawabnya.


" Vin, kamu Kayla celaka ko ga ngabrin bunda ".


" Kayla udah ga kenala kepana ko bun, ini lagi sama Kayla "


" Sini.. bisik Kayla meminta telfon Gavin. Dengan senang hati Gavin pun memberikan panggilan dari bundanya kepada Kayla.


" Assalmualaikum bun ". Salam Kayla sembari duduk


Gavin pun membaringkan tubuhnya di atas pangkuan Kayla dengan posisi muka yang menghadap ke perut Kayla lalu memeluknya.


Kayla pun membiarkan Gavin dengan posisi tersebut.


" Waalaikumsalam Kay? kamu gak kenapa kenapa kan Kay ?.


" Enggak bun, Kayla baik aja ".


Gavin pun mengarahkan tangan Kayla menuju kepalanya. Tahu maksud Gavin, aku langsung mengelus rambut Gavin sayang.


" Jangan bohong sama bunda Kay, bunda tadi denger dari Abdidin katanya kulit kamu melepuh ".


" Iya sih bun, tapi udah di obatin. Jadi bunda ga usah khawatir ".


" Kalo Gavin ga bener jagain kamu, bilang sama bunda. Biar bunda marahin ".


" Hahaha, iya bun ".


" Yaudah syukur kalo gitu. Bunda tutup dulu ya, kamu cepet tidur ".


" Iya bun, assalamualaikum ".


" Waalaikumsalam ".


Kayla kira Gavin tertidur, ternyata dia belum tertidur. Gavin hanya memejamkan mata karena merasa nyaman dengan posisi memeluk istrinya tersebut.


" Aku bersyukur deh Vin, bunda sayang sama aku. Aku jadi bisa ngerasain hangatnya kasih sayang ibu ". Kata Kayla lirih.


" Ibu kamu disana juga pasti sayang sama kamu. Aku yakin ".

__ADS_1


__ADS_2