
Ketika akan berjalan mengejar Kayla, Handphone Gavin yang berada di meja berdering. Gavin melihat terlebih dahulu handphonenya. Gavin tidak tahu siapa yang menelfon karena no baru, dia pun segera mengangkat panggilan tersebut
" Halo ? Siapa ini? " to the point Gavin.
" Akhirnya yang angkat pak Gavin, tadi saya sudah menelfon bapak, memberi tahu bahwa berkas yang bapak minta sudah saya kirim lewat email. Tapi tadi malah pembantu bapa yang angkat ".
" Pembantu? ".
" Iya, pak. Saya belum beres bicara dia nutup telfon begitu aja ".
Pasti yang mengangkat telfon Gavin tadi adalah Kayla. Karena enggak mungkin kalo Bi Sumi, mana berani dia. Itu juga kayaknya yang buat marah.
" Oke makasih ". Kata Gavin menutup panggilan lalu pergi menyusul Kayla ke rooftop.
Kayla sedang berdiri menengadahkan kepala nya melihat langit malam.
" Sayang ". Kata Gavin sambil memeluk istrinya dari belakang.
" Hem ? ". Singkat Kayla.
" Indah banget malam ini ya ".
Kayla pun membalikkan badan mengahadap Gavin. Lalu dia memukul mukul dada Gavin. Namun yang di pukul hanya diam sambil sedikit tertawa.
" Gavin, kesel aku sama kamu. Kenapa kamu pilih sekretarisnya cewe hah?! Dapet nomor kamu dari siapa? ohhhhh aku tau, kamu pasti yang ngasih ya ".
" Engga sayang, dia kan asalnya sekretaris papah aku. Aku gak ngasih no aku sama dia sayang, sumpah ".
__ADS_1
" Masa aku di katain Bibi sama tuh sekeretaris! Kamu gak cerita ya kalo kamu udh nikah? Kenapa emang? malu punya istri kaya aku? .
" Yalloh sayang, kamu kenapa ngomong kayangitu ? Yuadah, maafin sekretaris aku ya, dia kan gatau kalo istri aku yang ngangkat ".
" Oh gitu, sekarang udh belain sekretarisnya di banding istrinya ".
" Sayang enggak gitu, dengerin aku. Aku cuma cintanya sama kamu. Masalah di panggil bibi, dia kan emang gak tau kalo kamu itu istri aku, jadi udah dong jangan marah marah kayak gini ". Kata Gavin sambil mengelus wajah Kayla.
" Y ".
Kayla pergi ke kamarnya dan meninggalkan Gavin sendiri di rooftop.Di kamar Kayla langsung menarik selimut sampai sebahu dan membelakangi Gavin.
Gavin masuk kamar, melihat Kayla yang seperti itu, Gavin tidak menyerah untuk kembali membuat Kayla tersenyum.
Gavin pun membaringkan tubuhnya di sebelah Kayla, Gavin pura pura tidur dan mengabaikan Kayla di sebalhnya.
" Kamu nyuekin aku ? ".
" Cewe apasih maunya? Di cuekin salah, perhatian salah, udh minta maaf juga masih salah ".
" Ih kamu mah udah ah, males ". Kata Kayla lalu berbaring kembali membelakangi Gavin.
Namun Gavin, masih diam mengabaikan Kayla. Dalam hati, Gavin terbahak bahak melihat kelakuan Kayla.
" Yaudah, aku tidur ". Kata Gavin sambil menahan tawa.
Kayla tidak bersuara lagi, yang Gavin lihat bahu Kayla sedikit bergetar. Apa mungkin Kayla nangis ? . Gavin pun duduk dan melihat istrinya.
__ADS_1
" Sayang? ". Gavin membalikann badan Kayla. Kayla pun duduk.
" Sayang masa nangis? Atuh jangan nangis maafin aku ". Kata Gavin dan membawa tubuh mungil Kayla kedalam pelukannya.
" Da kamunya gitu sama aku, udah tau lagi kesel aku teh, malah di cuekin ".
Sebenarnya Kedua ayah mereka asalnya asli dari bandung dan asli sunda. Setelah lulus mereka pun saling berpisah dan di pertemukan kembali di jakarta.
" Aku cueken kamu niatnya aku becanda aja, eh kamunya malah nangis ".
" Maafin aku ya, sekarang mending kita ke bawah. Kita makan, kamu belum makan malem kan ". Kayla pun mengangguk sambil sedikit memanyunkan bibirnya dengan manja.
" Kita atau aku yang belum makan ?".
" Aku juga laper sih, ngadepin kamu yang manja kayak gini ". Kata Gavin sambil mencubit pipi Kayla.
" Tapi gapapa, aku suka ".
" Makasiiihhh ". Kata Kayla dan memeluk suaminya.
Mereka pun akhirnya turun dan makan malam. Jangan lupakan Bik Sumi yang malunya segede gunung kepada Kayla.
" Eh, non Kayla, maafin bibi tadi ya Mwhehe ".
" Iya bi, santai aja. Padahal sekalian aja siramin jangan di cipratin ".
" Tadisih mau gitu non, tapi keburu sadar ".
__ADS_1