Incredible Love

Incredible Love
T I G A B E L A S


__ADS_3

" A..a...anya?


" Siapa Vin ?". Tanya aku penasaran.


" Hi, aku anya sepupu nya Gavin ". Ucap anya tersenyum.


Anya adalah sepupu yang paling dekat dengan Gavin. Anya sudah menganggap Gavin sebagai kakaknya sendiri. Dia tidak datang di pernikahan Gavin karena sedang berada di Jerman menyelesaikan sekolahnya.


" Anyaaa, apa kabar ". Tanya Gavin senang dan memeluk Anya.


" Bentar deh..." Kata Kayla.


" Kalo sepupu, kenapa tadi Gavin kaget pas liat kamu, terus.." Belum selesai Kayla berbicara, Gavin sudan memotong omongannya.


" Oh, ini pasti Kayla kan ya ". tanya Anya memastikan.


" Aku bener ko sepupu nya , kalo ga percaya bisa tanya sama mamah nya Gavin ". Anya meyakinkan.


" Iya sayang, dia emang bener sepupu aku. Aku kaget karena dia bilangnya pulang akhir tahun ini, tapi udah nongol sekarang ". Kata Gavin menjelaskan.


" Yaudah kalo gitu ngobrolnya di dalem aja yuk ". Ajak Gavin kepada Anya.


" Lah, terus joggingnya gimana, tau gini mah tadi jangan di bangunin. Kesel!! " Batin Kayla. " Sabar Kayla sabar " Kata Kayla mengelus dada.


Mereka pun masuk ke dalam rumah. Di dalam rumah Gavin langsung mengobrol dengan Anya dan mengabaikan Kayla. Kayla pun ikut duduk di samping Gavin.


" Jadi kenapa kamu pulang cepet ? ". Tanya Gavin kepada Anya.


" Oh itu, karena bentar lagi ujian, jadi kita di izinin buat pulang dulu. Nah, pas sampe rumah aku langsung mutusin buat pergi ke sini deh ". Kata Anya.


" Tapi kenapa..."


" Terus balik lagi ke Jerman kapan ? " Kata Gavin memotong Kayla.


Kayla kesal dan masih mencoba untuk sabar terhadap Gavin.


" 3 harian lagi palingan ".


Gavin terus mengobrol dengan Anya seolah olah di rumah ini hanyga ada mereka berdua. Aku pun kesal dan berdiri pergi ke dapur mengambil minum.

__ADS_1


Aku pergi pun Gavin masih tidak menyadari. Aku sengaja menyimpan gelas dengan keras sehingga menghasilkan bunyi. Namun tetap saja, Gavin tidak menghiraukannya.


Kayla terus mencari perhatian Gavin.


" Biiiiiiiii..." Sengaja Kayla berteriak kepada Bi Sum.


" Iya Non sebentar ". Jawab Bi Sum berlari. " Ada apa Non ?". tanya Bi Sum.


Kayla bingung karena tujuan Kayla berteriak kepada Bi Sum hanya untuk meluapkan rasa kesalnya kepada Gavin.


" Bi, Kayla lapar. Buatin sarapan ya ". Suruh Kayla.


" Tapi Non, bibi kan sudah masak itu sudah siap Non ". Tunjuk Bi Sumi ke meja makan. Dan benar di sana sudah ada menu sarapan pagi ini.


" Oh gitu Bi " Aku pun memggaruk kepada tidak gatal dan memikirkan alasan kenapa dia memanggil Bi Sum. " Buatin Kayla Coklat panas aja ya Bi ".


Bi Sumi pun menggangguk dan menyuruh Kayla menunggu sebentar. Kayla pun duduk di kursi dapur menunggu Bi sumi selesai.


" Eh, Vin. Kayla mana ko ga ada ". Tanya Anya.


Gavin pun baru menyadari bahwa istrinya tidak duduk di sampingnya. Gavin melihat Kayla sedang duduk di kursi dapur, dengan kepala yang di tidurkan dengan bantalan tangangannya sendiri.


Gavin pun masuk ke dapur mengambil alih tugas Bi Sumi membuatkan Kayla minuman. Kayla tidak sadar jika Gavin sedang berada di dapur.


Setelah selesai membuat minuman kesukaan Kayla, Gavin menyodorkan kepada Kayla. Dia pun mengelus rambut Kayla sayang.


Kayla pun mengangkat kepalanya dan menemukan sosok Gavin yang sedang tersenyum kepadanya.


" Kenapa ?". Lembut Gavin sambil menglus rambut Kayla.


" Gak! kamu terusin aja ngobrol sama anya ". Kata Kayla sedikit menaikan nada bicaranya. " Kan aku cuma numpang, dunia serasa milik kamu sama anya ". Lanjut Kayla tersenyum dan meminum coklat.


" Aw! " Kayla lupa bahwa itu coklat panas. Kayla malah langsung meminumnya tanpa meniupnya terlebih dahulu. Kayla segera memuntahkan coklat yang di minum nya karena masih panas. Gavin segera mengambil air dingin dan tisu.


" Panas ya, minum dulu ". Kata Gavin dan memberikan segelas air dingin.


" Makanya minum jangan sambil cemburu, jadinya kan gini. Udah tau coklat panas, malah langsung di minum ". Cerocos Gavin.


Aku hanya melirik kepada Gavin sekilas tanpa berbicara dan melanjutkan meminum air dingin.

__ADS_1


Anya melihat keadaan di dapur rusuh pun segera menghampiri mereka.


" Kenapa Kay ". Tanya Anya kepada Kayla.


" Engga ". Geleng Kayla dan tersenyum kepada Anya.


Handphone Anya berdering ada telfon masuk. Anya pun pamit untuk mengangkat telfon


" Masih sakit lidah nya? ". Tanya Gavin.


" Engga ".


" Aku buat salah lagi? " Tanya Gavin kembali sambil menatap mata Kayla.


" Gatau "


" cowo emang ga peka ya "batin Kayla.


" Coba cerita sama aku, kamu kenapa hem ? " Lembut Gavin tidak menyerah.


Anya pun datang dan berpamitan.


" Vin, aku pamit pergi dulu ya. Ada urusan lagi ". Pamit Anya.


" Kay, aku pergi dulu ya. Maaf banget udah buat salah paham, hehe. Dah ".


Kayla pun tersenyum dan mengangguk.


Anya pun pergi dan tinggal Kayla dan Gavin sekarang. Bi Sumi sudah pergi ketika Gavin mengambil alih pekerjaannya.


Kayla berdiri dan berjalan menyusuri tangga menuju kamarnya. Gavin masih bingung dimana letak kesalahannya. Dia pun terus berpikir, dan menyadari kesalahannya. Karena saking senangnya dengan kedatangan Anya, dia melupakan dan mengabaikan istrinya.


Gavin segera menyusul Kayla ke atas untuk meminta maaf. Kayla sedang membaringkan tubuhnya di ranjang sambil memainkan handphonenya. Dengan perlahan Gavin pun mendekati Kayla.


" Maaf ". Tanpa bertele tele Gavin.


Kayla tetap diam dan terus memainkan handphone nya.


Karena tidak mendapat jawaban dari Kayla Gavin pun membalikan tubuh Kayla sehingga menghadap Gavin dan mencium bibir Kayla. Awalnya Kayla terdiam kaget tidak melakukan apapun, tapi akhirnya dia terbawa suasana dan memabalas ciuman Gavin.

__ADS_1


__ADS_2