
“Apa maksud ucapan anda, Lady Elona?! Ini sangat gila! Jangan main-main di persidangan!”
Yang Mulia Raja Valcke berseru dengan geram. Namun, Elona tetap dengan tenang menanggapinya.
“Saya sedang tidak bercanda, Yang Mulia. Karena hanya mereka yang berasal dari dunia lain lah, yang bisa mengetahui bila pipa gas pembuangan di pabrik saya dilubangi lalu disulut dengan api maka akan terbakar. Karena pengetahuan semacam itu belum ada di dunia ini!”
Suara-suara mulai menyahut dari sana-sini begitu Elona memberikan pernyataan. Jelas mereka tidak akan percaya pada hal yang baru saja gadis itu katakan.
“Tenang! Semuanya tenang! Sidang tidak akan dilanjutkan bila semuanya belum tenang!” Raja Valcke memukulkan palunya dua kali, membuat ruangan kembali senyap.
“Baiklah, tapi saya perlu bukti atau kesaksian.” ucap sang raja sembari menggaruk pelipisnya. “Apa anda bisa membuktikan kalau Lady Kiara berasal dari dunia lain?”
“Aku punya saksi.” ucap Elona, lalu pandangan matanya tertuju pada Louis Vandyke di deretan kursi audiens. “Saya ingin meminta Louis Vandyke sebagai saksi.”
“Baiklah. Louis Vandyke, silakan maju ke podium saksi.”
Louis jelas tidak menyangka dengan apa yang baru saja dikatakan oleh Elona. Bahkan ketika namanya dipanggil oleh sang raja, dia hanya bisa menurut tanpa berkata apapun. Sudah jelas, hati dan pikirannya masih sangat terkejut menerima semua ini.
“Lady Elona Locke, ada yang ingin anda tanyakan pada Tuan Louis Vandyke tentang kesaksiannya?” raja bertanya pada Elona.
“Baiklah. Louis, kamu ingat, saat kita berjalan-jalan bersama di Kota Armelin? Saat itu, Kiara datang menemuimu.”
“Benar, aku mengingat kejadian itu.”
“Apa kamu ingat, apa yang Kiara katakan saat mendengar kamu sudah menolaknya?” tanya Elona lagi.
Louis menerawang, berusaha mengingat-ingat, tetapi nihil hasilnya. Dia pun menggeleng, “Maaf, aku tidak ingat…”
“Kiara mengatakan seperti ini ‘Ini tidak sesuai dengan alur ceritanya!’”
Louis langsung terperanjat begitu Elona mengatakan kalimat itu. “Ah, iya, benar. Kiara memang berkata seperti itu! Tapi aku tidak mengerti maksudnya!”
“Akan kujelaskan maksud dari kalimat itu sekarang.”
__ADS_1
Elona memejamkan matanya sejenak, sebelum ia siap untuk melanjutkan membuat pernyataan yang akan membuat geger semua orang. Kemudian, Elona membuka matanya, lalu menarik nafas dan menghembuskannya perlahan.
“Apa yang terjadi di dunia ini, sejak pertemuan Kiara dan Louis di sekolah, sebenarnya adalah bagian dari sebuah buku cerita di dunia lain.”
“Apa?! Jangan bercanda, Lady Locke!” Yang Mulia Raja Valcke berteriak, hal yang sudah dapat diduga oleh Elona.
“Saya sama sekali tidak bercanda! Kerajaan ini dan orang-orang di dalamnya, adalah apa yang tertulis di buku cerita yang kami sebut sebagai webtoon, yang berjudul ‘Cerita Hati’.”
Elona melirik sejenak ke arah podium tempat Kiara berdiri. Wajahnya begitu pucat pasi melihat Elona berani membeberkan rahasia yang seharusnya hanya mereka berdua lah yang mengetahuinya.
Tetapi, Elona tidak cukup peduli, dan terus melanjutkan, “Di dalam cerita tersebut, Kiara Perez adalah si protagonis wanita. Louis Vandyke adalah tokoh protagonis pria. Kemudian saya, Elona Locke, adalah tokoh antagonis wanita.
Kisah singkatnya adalah seperti ini. Louis Vandyke sama sekali tidak mencintai tunangannya bernama Elona Locke. Di saat yang sama, Louis bertemu dengan Kiara Perez yang begitu mirip dengan mendiang ibunya. Berbagai aral rintangan menguji cinta mereka berdua, sampai akhirnya mereka bisa bersatu dan Elona Locke berakhir di tiang gantungan.
Karena saya tahu kalau Elona Locke akan berakhir seperti itu, maka saya memutuskan pertunangan dengan Louis Vandyke terlebih dahulu supaya dia bisa bersama dengan Kiara. Kemudian, saya pergi ke Armelin untuk mengasingkan diri sekaligus membangun kota tersebut. Karena saya tahu jalan ceritanya, maka saya keluar dari alur cerita yang sebenarnya!”
“Tunggu sebentar!!”
Kali ini, Louis yang memotong perkataan Elona, sebelum sang raja melakukannya. Wajahnya begitu terperangah. “Kamu bilang ‘kamu tahu’? Elona, apa kamu juga…?”
“Jadi… semua yang dilakukan Kiara padaku selama ini… semua tindakannya yang mengusir kesedihanku… yang dilakukannya begitu mirip dengan apa yang dilakukan ibuku… semua itu, berdasarkan skenario cerita?”
Louis menatap ngeri pada Kiara, karena merasa telah dibohongi selama ini. Melihat lelaki yang dicintainya menatap dirinya seperti itu, Kiara langsung berteriak histeris.
“Tidak!! Itu semua bohong! Louis, kumohon, jangan percaya padanya! Aku mencintaimu dengan tulus!”
“Yang Mulia Raja, izinkan saya untuk memanggil satu saksi lagi ke ruangan ini.” Elona meminta izin pada sang raja di tengah kegaduhan itu.
“Dipersilakan.”
“Saya ingin memanggil pendeta Grand Magus untuk memberikan kesaksian.”
Semua audiens langsung terdengar heboh, ketika orang paling suci nomor satu di negeri sampai dihadirkan ke persidangan ini. Sang pendeta Grand Magus, yang telah dibawa Stefan dari kuilnya, datang memasuki ruangan dengan jubah panjang serba putih dan tudung kepala putih transparan. Grand Magus dipercaya sebagai sosok pilihan dewa yang dapat menyucikan suatu area, bahkan melihat aura dari orang lain di sekitarnya.
__ADS_1
“Pendeta Grand Magus, maafkan saya yang memanggil anda tiba-tiba sebagai saksi.” ucap Elona Locke.
“Tidak masalah.” suara seorang wanita yang begitu lembut dan keibuan terdengar.
Elona Locke pun kembali membuka suara, “Apakah anda merasakan, kalau ada yang berbeda dari diri saya dan Kiara Perez yang ada di hadapan anda ini?”
Sang Grand Magus menatap Elona dan Kiara secara bergantian, lalu pandangannya dialihkan pada dewan pengadilan yang tak jauh dari tempatnya berdiri. Si pendeta memejamkan matanya sejenak.
“Yang Mulia Raja. Biasanya, ketika saya melihat seseorang, dari diri mereka akan terpancar suatu mana yang berpendar-pendar. Dan rata-rata, semua warga kota di negeri ini… ah tidak, semua orang di dunia ini yang pernah saya temui, memiliki jumlah mana yang serupa.
Tetapi… berbeda dengan kedua orang di hadapan saya ini. Kedua ladies ini memancarkan aura yang tidak biasa, yang begitu kuat. Dan hal ini tidak pernah saya temui di dunia ini.
Bila diibaratkan di sebuah ruangan gelap, seseorang dari dunia ini cahaya mananya hanya seperti sebuah lilin. Tetapi, cahaya milik salah satu dari kedua ladies ini saja, sudah seperti ratusan lilin dikumpulkan jadi satu. Sangat menyilaukan…”
Begitu Grand Magus selesai memberikan kesaksiannya, keributan pun terjadi kembali.
“Dunia lain?? Apa ini mimpi??
“Tidak, aku juga mendengarnya dengan jelas! Bahkan Grand Magus saja bersaksi begtiu!”
Suara-suara dari audiens memenuhi ruangan, sebelum akhirnya ditenangkan kembali oleh sang raja.
“Lady Kiara Perez, apa anda ingin membuat pembelaan mengenai hal itu?”
Kiara jelas tidak dapat berkutik ketika pendeta paling suci sudah memberikan kesaksian terberat. Seorang pendeta tidak mungkin berbohong pada masyarakat, apalagi Grand Magus. Kiara hanya bisa terdiam saat ditanya oleh sang raja.
“Belum ada pengakuan dari Lady Kiara Perez mengenai hal ini.” ucap Raja Valcke.
Elona menggelengkan kepalanya. “Ada, Yang Mulia. Dan saya bisa menghadirkan satu lagi saksi untuk hal itu.”
“Baiklah, panggilkan saksinya ke ruangan ini segera.”
*****
__ADS_1
...\=\= original writing by @author.ryby \=\=...
...\=\= cover art by @fuheechi_ \=\=...