
“Mungkin kau akan butuh informasi dari orang ini” sembari mengatakan itu, Mile melempar seorang pria paruh baya dihadapan ku.
Tubuhnya penuh dengan ikatan tali tambang yang melilit tubuhnya seperti kepompong ulat hingga ke bagian lehernya dan sehelai kain tipis yang menyumbat mulutnya. Aku tidak bisa berbuat banyak selain melihat tubuhnya berguling ke arah ku.
“James Ragnard, seseorang dari militer Kerajaan Nestrad yang menjabat sebagai ahli strategi pertahanan sipil. Wilayah disekitar sini merupakan bagian dari tanggungjawabnya, jika kau ingin informasi tambahan, maka gunakan informasi di kepala orang itu.”
Mile segera pergi meninggalkan ruangan ini, tempat dimana aku memeriksa rekaman ulang yang ditampilkan oleh Sistem MOCAD.
Will dan Saku pergi ke gedung Guild Master Adventure untuk mencari Quest yang berhubungan dengan anak hilang. Sembari menunggu mereka mendapatkan informasi, aku bersama Kotori membagi tugas mengamati lima jalan kecil yang terhubung ke Nekoya Inn.
Sejauh yang kami amati, tidak ada tanda-tanda kejadian yang mencurigakan. Mengamati rekaman yang terus berulang dan dipercepat membuat ku sedikit terkena Motion Sickness.
Satu pertanyaan kecil bersarang di otak ku.
“Ngomong-ngomong, apa kau tau perbedaan zona waktu Isekai Online dengan dunia kita?”
Pertanyaan yang muncul tiba-tiba ini membuat Kotori mengalihkan pandangannya dari layar kecil pencarian yang terbuka di depannya.
Menanggapi pertanyaan yang keluar dari mulut ku, Kotori mulai mencari beberapa informasi yang tersebar di internet. Jika saja Kotori tidak melakukan ini, aku tidak akan pernah tahu jika Player bisa mengakses internet saat bermain Isekai Online.
Kira-kira apa yang terjadi jika kita mengakses komputer menggunakan remote access di dalam Isekai Online? Seberapa lama perubahan yang terjadi? Kurasa, aku perlu mencobanya sesekali.
“Senpai...”
Memberitahukan hasil temuannya, Kotori membagikan layar panel tipisnya kepada ku. Layar tipis itu memberi ku sebuah file yang berasal dari jurnal teknologi yang menampilkan perbandingan antara waktu normal dengan teknologi Time Speed Clock Advanced (TSCA). Isi di dalam jurnal itu sangat penting mengingat teknologi itu diterapkan oleh beberapa hardware yang mendukung sistem Deep-Dive Virtual Reality (DDVR). Teknologi yang dimaksud dapat dengan mudah membagi waktu dunia nyata menjadi beberapa waktu yang berbeda contohnya seperti 1:1, yang berarti satu hari di dalam sistem setara dengan satu hari di dunia nyata. Isekai Online menerapkan pembagian waktu di tingkat kecil yaitu 1:4 yang berarti empat hari di Isekai Online setara dengan satu hari di dunia nyata.
“Satu hari yang setara dengan empat hari di dalam game, jika kejadian ini terjadi tiga hari yang lalu berarti di tempat kita kejadian itu terjadi beberapa jam yang lalu. Apa ini? Time leap? Time travel? Time skip?” aku sedikit bercanda untuk mengurangi rasa kebosanan ini.
Tiba-tiba saja layar Sistem MOCAD menampilkan kilauan cahaya tipis berwarna putih pada salah satu jalan kecil yang kami amati.
“Senpai!” teriak Kotori.
“Aku juga melihatnya” balas ku.
Aku segera menekan tombol pengulangan dan memperlambat pergerakan layar. Sistem MOCAD ini menampilkan seorang anak kecil yang tiba-tiba saja menghilang ditelan oleh cahaya putih yang tertangkap di sistem rekaman ulang MOCAD.
Aku menyandarkan tubuh ku pada sofa, aku tahu jika dunia ini bukan dunia nyata, tapi..
Bagaimana caranya menemukan seseorang yang tiba-tiba saja menghilang seperti itu?
Dunia yang di isi dengan magic sangat menakutkan.
Aku mengulang kembali kejadian itu dan mendapati hasil yang sama.
“Aku kira salah lihat, ternyata mereka memang menghilang.”
“Senpai, apa mungkin ini bukan penculikan biasa?” tanya Kotori.
“Entah lah, di dunia yang dipenuhi sihir terlalu banyak pertimbangan. Aku tidak tahu jika menculik anak kecil bisa semudah ini” balas ku.
“Apa perlu kita melaporkan ini kepada Onee-chan?”
“Oh, Saku? Aku berharap mereka bisa menemukan informasi yang berguna untuk kita. Informasi kita masih sangat terbatas saat ini, bahkan dengan bantuan jaringan informasi Nekoya Inn, ini masih belum cukup.”
“Apa perlu kita membangunkan kakek ini?” Kotori menunjuk pria paruh baya yang masih terikat di lantai.
“Kurasa kita perlu beberapa informasi kecil dari mulutnya” aku berdiri dan melepas tali yang mengikat badannya.
Tampaknya ia tertidur lelap di dalam ikatan tali ini. Entah apa yang telah terjadi dengan pria paruh baya ini tapi sepertinya ada sesuatu yang terjadi diantara dia dan Mile.
“Kakek.. apa kau bisa bangun sebentar saja?” aku mencoba membangunkan kakek itu dengan menggoyangkan badannya.
Hanya dengkuran kecil yang keluar dari mulutnya, apa dia benar-benar tertidur lelap dengan ikatan seperti itu?
“Kakek...”
“Kakek...!!?”
“Oy, Kek!?”
Aku mencoba mengguncang tubuhnya lebih keras lagi. Tapi tidak ada yang berhasil. Pria paruh baya ini tetap terlelap dalam tidurnya.
Tiba-tiba saja, sebuah pesan masuk datang. Pesan itu datang dari Will yang menemukan beberapa informasi tambahan dari Guild Master Adventure dan mengirim titik koordinat.
Aku segera bergegas pergi dari ruangan ini dan menemui Will di titik lokasi yang ia kirim.
[...]
Saat aku bertemu dengan Will, aku dikejutkan dengan tumpukan kertas-kertas di belakangnya. Disampingnya terdapat Saku yang sedang mengurutkan kertas yang berisi wajah anak-anak. Tempat dimana Will ingin bertemu adalah sebuah ruangan pribadi yang terletak di dalam Guild Master Adventure.
“Jadi, apa ini?” tanya ku sembari menunjuk kumpulan kertas dibelakang Will.
Will tersenyum tipis setelah mendengar pertanyaan ku, aku bisa merasakan rasa puas dibalik senyumannya. Itu seperti sesuatu yang ia dapatkan setelah melewati rintangan dengan susah payah.
“Apa kau ingat saat mengirim ku untuk mencari sesuatu di Guild Master Adventure mengenai Quest pencarian anak hilang?”
“Tentu saja” jawab ku.
“Well.. aku sedikit berimprovisasi tentang itu, jadi bukan hanya Guild Master Adventure yang kami datangi melainkan beberapa pos prajurit kerajaan yang menerima laporan tentang menghilangnya anak kecil di wilayah mereka. Dan hasil dari pengumpulan informasi itu adalah...”
“Segudang Quest yang menumpuk seperti ini?” aku memandangi kertas-kertas yang menumpuk dibelakang Will. Dari tumpukan nya saja, itu terlihat seperti ratusan ribu eksemplar atau lebih.
“Ya, seperti itulah. Kurasa ini bukan penculikan sederhana karena prajurit kerajaan juga ada yang menjadi korban saat mencari anak-anak. Mereka tiba-tiba saja menghilang tanpa keterangan!”
“Oh, tidak.. satu kasus lagi menumpuk setelah kasus lainnya.”
“Bukankah ini kesukaan mu, Hans?”
“Sejak kapan aku terobsesi dengan hal merepotkan seperti itu? Boleh kulihat laporannya?”
“Tentu saja, Detective.”
Aku segera membaca kertas laporan yang Will kumpulkan.
“Dan.. apa yang sedang dilakukan Saku?” tanya ku.
“Oh, dia hanya mengurutkan lokasi kejadian berdasarkan tanggal laporan kehilangan.”
“Kau tahu, Will. Terkadang kalian bisa diandalkan jika memiliki satu tujuan yang jelas.”
“Eh? Apa barusan itu pujian?”
“Tapi, saat ini kita berurusan dengan sesuatu yang merepotkan dan tolong bawa Saku kesini. Oh! Satu hal lagi.. tolong simpan semua laporan Quest itu karena ada beberapa informasi yang perlu kalian tahu.”
Setelah mengatakan itu, aku kembali membaca laporan menghilangnya beberapa prajurit yang terjadi di setiap tempat. Tidak ada keterangan khusus mengenai hilangnya mereka, laporan itu hanya berisi daftar pencarian prajurit yang dilaporkan menghilang tanpa keterangan.
Semakin aku membaca laporan itu, beberapa fakta kecil terungkap dan memberi petunjuk jelas tentang apa yang terjadi pada mereka.
Beberapa prajurit ditemukan dalam kondisi yang memprihatinkan seperti tubuh yang lemah, mata merah kering yang terbuka, raut muka pucat yang dipenuhi kerutan, ketakutan berlebih akan ruangan gelap, reaksi histeris saat bertemu wanita, tubuh yang kurus seperti tulang yang menempel di kulitnya, dan pembusukan organ dalam mereka yang terjadi secara acak. Tidak jarang beberapa diantaranya memilih untuk mengakhiri hidup mereka sendiri dengan menghantam kepala mereka pada sisi kayu tempat tidur, saat mendapat perawatan medis.
Laporan lanjutan mengatakan sumber sihir mereka ditemukan rusak. Kondisi itu menyebabkan tingkah laku mereka yang aneh dan sulit diprediksi. Kondisi itu diperparah ketika ditemukan indikasi sumber sihir mereka yang dicuri secara paksa. Dugaan sementara dari insiden ini adalah adanya penyihir hitam yang sedang melakukan praktik sihir terlarang untuk meningkatkan kekuatannya.
Sayangnya, tidak ada laporan lebih lanjut mengenai kondisi korban.
Aku seketika merasakan aura buruk yang menghujani tubuhku.
__ADS_1
Sebuah colekan kecil menyentuh pundak ku.
“Senpai, semua telah berkumpul.”
“Eh? Siapa?” mendengar kalimat itu, aku melihat ada beberapa Player yang bertambah di hadapanku. Aku tahu siapa mereka!
“Mereka lagi?” Player yang ada di hadapanku adalah anggota Guild milik Will dan Saku yang pergi meninggalkan mereka.
Will yang merasa dikhianati mulai menceramahi satu per satu anggota Guild miliknya.
Aku segera menghampiri Will.
“Will..!” mendengar aku memanggil dirinya, Will datang kepada ku.
“Kenapa, Hans?”
“Persiapkan mereka.”
“Eh? Apanya?” Will sedikit memiringkan kata-katanya.
Aku segera mengakses Sistem MOCAD dan membesarkan panel peta lokasi siaran langsung yang berpusat di lima titik jalan kecil. Melihat Sistem MOCAD yang tiba-tiba muncul dihadapan mereka, rasa penasaran muncul dihadapan mereka.
Aku menunjukkan rekaman tentang kejadian yang ditemukan.
Setelah melihat rekaman ini, seharusnya aku tidak perlu menjelaskannya lagi bukan?
“Seperti yang kalian lihat, Ketua Guild kalian ditugaskan untuk mencari anak-anak ini. Sebagai member Guild yang baik, seharusnya kalian membantu Ketua Guild kalian, bukan?” aku sedikit menekan kata-kata ku.
“Tugas kalian sangat sederhana, tutup jalan masuk di lima titik lokasi ini dan jangan biarkan siapapun melewatinya. Sangat mudah, bukan?” aku tersenyum memandangi mereka. Aku bisa mendengar beberapa diantaranya menelan ludah mereka.
Entah kenapa, sepertinya hierarki kepemimpinan mereka jatuh ke tanganku.
“Apa ada pertanyaan?”
Aku tidak melihat adanya seseorang yang mengangkat tangannya.
“Kurasa, kalian sudah paham tentang tugas berjaga kalian” aku melirik Will yang ada di depanku.
“Oke, semuanya bergerak sekarang!” perintah Will.
[...]
Saat kami tiba di lokasi salah satu menghilangnya anak-anak itu, kami hanya mendapati sebuah jalan kecil yang sepi. Beberapa sisa makanan dan sampah yang membusuk terlihat jelas di depan kami.
“Apa ini wilayah kumuh?” tanya Will.
“Tidak juga, ini terlihat seperti pintu belakang rumah-rumah NPC untuk membuang sampah sementara mereka. Apa kau tidak melakukan hal yang semacam ini?”
“Kenapa aku harus melakukan hal seperti itu?”
“...”
Aku tidak bisa berkata-kata lagi, dunia kami sangat berbeda ternyata. Logika yang kita miliki juga berbeda, berdasarkan sudut pandang ku ini adalah tempat yang wajar untuk membuang sisa-sisa makanan disini. Aku juga terbiasa melakukan ini, menumpuk sisa sampah sementara lalu membuangnya di tempat pembuangan sampah terdekat.
Tapi untuk seseorang seperti Will dan gaya hidup berbeda, hal semacam ini terlalu asing baginya. Setidaknya aku tahu, dia tidak pernah melakukan hal ini sebelumnya.
“Jadi, apa yang kita lakukan disini?” Will memandangi ku.
“Tidak ada sesuatu yang khusus, kita hanya mengamati tempat kejadian” balas ku.
Sejujurnya, menghilangnya anak itu yang terjadi secara tiba-tiba membuat ku tertarik untuk mempelajari sihirnya.
Menculik seseorang tanpa perlu menyekapnya, itu adalah inovasi penculikan yang luar biasa! Walaupun caranya salah tapi itu ide yang sangat revolusioner! Siapa pun yang menciptakan inovasi itu, aku sangat menghargai kemampuannya.
Aku dan Will menyusuri jalanan yang ada dihadapan kami.
Sejauh yang kami telusuri, jalanan ini terlihat seperti jalan normal pada umumnya.
“Menurutmu, apa yang terjadi dengan anak-anak itu?” ditengah penelusuran kami, Will menanyakan hal ini.
“Aku tidak tahu, terlalu banyak kemungkinan yang terjadi” jawab ku.
“Maksud mu?”
“Will, apa kau tahu.. manusia cenderung akan memanfaatkan apa pun yang dimilikinya. Banyak potensi yang bisa dikembangkan saat menculik anak kecil seperti ini. Di dunia yang memiliki sihir seperti ini, aku tidak bisa menyimpulkan banyak hal tapi ada beberapa yang ku takutkan seperti..” aku menghentikan kata-kata ku.
“Adanya sesuatu yang besar sedang terjadi disini, aku melihat laporan yang kalian kumpulkan. Korban yang kita temukan saat ini terbagi menjadi dua yaitu anak-anak yang diculik dan prajurit kerajaan yang ditemukan dalam kondisi memprihatinkan” lanjut ku.
“Kejadian aneh seperti ini bukankah sangat wajar ada disini?”
“Wajar? mungkin saja. Tapi jika itu saling berhubungan satu sama lain.. apa itu masih disebut sebuah kewajaran?”
“Apa maksud mu, Hans?”
“Entah lah, Will. Aku merasa jika kasus ini akan berdampak besar. Oh, boleh aku bertanya sesuatu?”
“Apa itu?”
“Jika kau berhadapan dengan seseorang atau NPC dengan Level jauh di atas mu, apa kau bisa menang melawannya?”
“Kau sedang bercanda bukan?”
“Well, setidaknya.. aku bisa bergantung pada mu jika waktunya telah tiba.”
“Hey! Jangan seenak menyerahkan tugas mu ke teman mu ini!”
Candaan kecil ditengah situasi serius ini membuat kami sedikit melupakan tujuan awal kami. Aku dan Will telah tiba disalah satu lokasi tempat menghilangnya anak-anak itu. Sesuatu telah terjadi disini, apa pun itu.. setidaknya itu bisa menjadi barang bukti.
“Well, kita telah tiba disini. Sepi sekali tampaknya” ucap Will.
“Berdasarkan rekaman Sistem MOCAD, seharusnya mereka menghilang tepat dihadapan kita tapi rasanya hanya ada hamparan tanah dan debu disini.”
“Apa kau yakin sistem milik Class Detective mu itu akurat?”
“Will, kita mengunjungi lokasi ini setelah melihat rekaman itu. Lagipula ini waktunya kita menghitung mundur. Mau kuberi kehormatan untuk menghitung mundur dari sepuluh hingga satu?”
“Untuk apa?”
“Sepuluh...”
“Hey, Hans...”
“Sembilan...”
“Oy, tunggu! Biarkan aku ikut!”
“Delapan..”
“T-Tujuh!!”
“Enam...”
“Lima!!”
“Empat...”
__ADS_1
“Tiga!!”
“Dua...”
“Satu! Oke! Sekarang apa?” tanya Will.
Tepat setelah hitungan ke satu, sebuah lonceng yang berbunyi keras terdengar. Dentuman lonceng itu berbaur dengan munculnya sebuah lingkaran sihir berwarna hitam tepat dihadapan kami. Dari lingkaran itu, sebuah mainan berbentuk bola berwarna merah menarik perhatian ku.
“Will.. panggil Saku kesini sekarang.”
“Kau tidak perlu memanggilku, Hans!” tiba-tiba saja Saku berada dibelakang ku.
“Kau sudah ada disini?” tanya ku.
“Bukankah kau baru saja ingin memanggil ku? Aku tiba-tiba merasakan adanya sihir besar yang aktif, jadi aku bergegas mencarinya dan mendapati kalian disini.”
“Kau bisa merasakannya?”
“Ras Elf sangat sensitif dengan pergeseran sihir yang terjadi disekitar mereka. Karena itu kami sudah terbiasa merasakan sensasi menggelitik dari sihir yang aktif.”
“Apa kau tahu sihir apa ini?”
“Biar aku melihatnya...” Saku melangkah kan kakinya lebih dekat. Telinganya sedikit berkedut dan matanya memancarkan cahaya seolah mengamati lingkaran sihir dihadapan kami.
“Oh, ini Teleport Magic” ucap Saku.
Sebuah benang merah tipis telah masuk ke dalam otak ku.
Aku segera menggunakan Sistem MOCAD dan mengamati area sekitar. Dari kejauhan, terdapat beberapa anak-anak yang keluar dari Akademi Arcadia. Itu menjelaskan sebuah hipotesis baru di dalam kepala ku.
“Pantas saja mereka mudah dijebak dengan trik kecil seperti ini” aku bergumam kecil dan kembali memperhatikan Sistem MOCAD lalu mengaktifkan filter pendeteksi sihirnya. Panel kecil yang ada di hadapanku mengatakan adanya sejumlah titik sihir yang aktif.
“Sangat pandai..” aku tersenyum tipis setelah mengetahui informasi tambahan ini.
Siapa yang akan menyangka jika kasus kecil dari NPC ini memiliki operasi yang begitu besar. Menyebarkan Teleport Magic di seluruh jalanan yang biasa dilalui oleh anak-anak, siapa yang bisa menduganya?
“Saku, bagaimana cara menggunakan Teleport Magic ini?”
“Sangat mudah! Kita hanya mengaktifkan skill magic dan merapal kata-kata yang muncul lalu melewatinya.”
Apa itu? rasanya sangat ambigu sekali.
“Jadi, kita hanya perlu berdiri diatasnya lalu berpindah tempat?” aku mencoba memahami perkataan Saku.
“Iya.. jika itu sihir perapalan maka kau perlu merapal mantra yang muncul di hadapanmu.”
Kotori yang memahami kebingungan ku, berjalan ke arah ku dan berbisik mengenai bagaimana cara sihir bekerja untuk Player.
Singkatnya, Player yang memiliki sihir perapalan diharuskan mengucapkan kata-kata rapalan yang muncul dilayar mereka dan Teleport Magic merupakan salah satu dari sihir perapalan.
Aku sedikit mengerti dengan sudut pandang Saku sekarang. Tapi karena ini adalah Teleport Magic yang memiliki umpan diatasnya, kita hanya perlu masuk saja kan?
“Kalau begitu, Will silahkan melangkah...” ucap ku.
“Heh? Kenapa harus aku?”
“Kau ingin penjelasan secara umum atau khusus?”
“Aku ingin penjelasan khusus!”
“Penjelasan khusus mu, Teleport Magic ini akan membawa mu ke tempat penculik itu. Kau masuk ke dalam! Selamatkan semua anak-anak yang ada disitu! Mengalahkan beberapa penjaga! Dan jika situasi aman.. kau bisa mengirim pesan kepada ku lalu aku akan ikut masuk.”
“Kenapa terdengar begitu mudah yah?”
“Karena itu sangat mudah, bukan?”
“Kurasa itu tidak mungkin, karena Teleport Magic ini adalah tipe sekali pakai” tambah Kotori.
Kerja bagus Kotori, sekarang ada informasi tambahan mengenai Teleport Magic ini.
“Kalau begitu, bagaimana jika kita masuk bersama-sama? Kita sudah tahu ada sekelompok anak kecil yang terjebak masuk ke Teleport Magic dan menghilang bersamaan bukan? Yang berarti kita bisa masuk secara berkelompok juga” saran Saku.
“Ide yang bagus!” Will mendukung saran Saku.
“...”
Saku dan Will menatap ku, mereka seperti menunggu persetujuan ku.
“Tunggu, aku akan bersiap-siap dulu” jawab ku.
Mendengar jawaban ku, Will pergi menemui bawahannya untuk menjaga lokasi sekitar.
Aku mengeluarkan kamera dari dalam inventori dan mengambil barang bukti lingkaran sihir yang berada di depanku.
[Magic Evidence ditemukan! +1 Evidence!]
[Detective Book Case telah di update! 1 Evidence tercatat!]
Melihat diri ku yang tiba-tiba mengeluarkan kamera membuat mata Saku bersinar-sinar.
“Apa yang baru saja kau lakukan? Darimana kau dapat benda seperti itu?” tanpa pandang bulu, Saku menerkam ku dengan pertanyaan.
“Aku hanya mengumpulkan beberapa bukti untuk kasus ini, apa kau lupa dengan Class ku?”
“Oh.. ah.. aku mengerti sekarang” balas Saku dengan nada yang tenang.
“Ah, Hans.. apa kau akan berada dibelakang kami? Jika tidak salah Class mu itu Non-Combat Class kan?” tanya Saku.
“Yah, itu ide yang bagus. Setidaknya aku bisa menghemat beberapa peluru.”
“Peluru?” Saku kebingungan setelah mendengar jawaban ku.
Sebagai perlindungan diri, aku mengeluarkan Gross-17 dari dalam invetori ku. Aku menarik keluar magazine nya dan melihat beberapa peluru masih tersisa didalamnya.
“Em.. Hans? Darimana kau dapat senjata seperti itu?” Saku bertanya kepada ku.
Aku meletakkan jari telunjuk ke mulut ku sebagai pertanda untuk diam.
Akan sangat merepotkan jika Will mengetahui senjata ini.
“Oh.. hahaha..ha.. aku mengerti..”
Saku yang menyadari akan seberapa berisik Will setelah mengetahui senjata ini lebih memilih untuk menutup mulutnya.
Aku segera memasukkan pistol ke dalam sela-sela pakaian ku dan bersiap-siap memasuki Teleport Magic.
“Well.. sudah waktunya kita masuk ke sarang yang entah punya siapa ini kan?” ucap Will yang kembali setelah berbicara dengan bawahannya.
Aku berdiri di samping lingkaran sihir itu.
Saku, Will, dan Kotori mengikuti ku. Kami bersama-sama melangkah masuk ke dalam jangkauan Teleport Magic. Dalam sekejap, lingkaran sihir yang berwarna hitam itu tampak seperti menyala dan pandangan ku seketika dilahap oleh warna putih yang menyilaukan.
Tiba-tiba, aroma busuk menyengat masuk ke dalam hidung ku.
[...]
__ADS_1