Isekai Online

Isekai Online
Chapter 33 - Old Gang Tea Party


__ADS_3

Diskusi yang sedikit berbobot ini menghasilkan dua keputusan yaitu Movie Video atau Promotion Video dengan potongan cuplikan dari member Queen Order yang memainkan Isekai Online. Permasalahan lain timbul yakni tentang latar suasana pengambilan cuplikan yang dimaksud.


“Untuk itu, sekarang tugas mu sebagai detektif untuk mencari lokasi yang cocok untuk mereka” bagaikan Ratu yang memerintah, sang CEO pun menunjuk Hans untuk mencari tempat yang cocok untuk mengambil cuplikan video.


“Apa aku akan di bayar?” balas Hans.


Balasan yang di ucapkan Hans ini sedikit membuat sang CEO frustasi dan memilih untuk meninggalkan ruangan ini.


“Jadi, itu artinya aku tidak di bayar untuk ini?” tanya Hans.


“Bukan kah kontrak kita sudah sah?” balas Elliot.


“Oh, benar juga.”


Candaan antara Hans dan Elliot terlihat aneh. Bahkan, member Queen Order yang masih ada di ruangan pun menganggap ini adalah percakapan yang serius. Sementara Hans dan Elliot berusaha menahan tawa mereka.


“Kalau begitu, sudah waktunya kita bekerja” Elliot bangkit dari kursinya dan bergegas meninggalkan ruangan. Hans pun mengikuti langkah Elliot hingga saat mereka tiba di luar ruangan, sebuah canda tawa yang tidak terduga terdengar.


Sepanjang perjalanan pulang mereka, canda tawa itu terus terdengar. Bahkan saat tiba di dalam mobil pribadi Elliot, ia masih tertawa sembari memegang perutnya.


“Ini pertama kalinya aku melihat seseorang yang begitu santai di hadapan Ratu Iblis. Darimana datangnya keberanian mu itu sih?”


“Ini bukan pertama kalinya aku mengalami kejadian seperti ini.”


“Kau berbicara seperti seorang profesional.”


“Di sekolah ku sebelumnya, semua masalah datang dari wanita. Kenapa wanita sering kali membuat masalah sih? Aku bahkan sampai bosan jika mengurus masalah tentang wanita.”


“Hmm.. itulah masalah terbesar umat laki-laki. Demi wanita, masalah akan terus terjadi. Berbicara tentang wanita, apa kau membenci wanita?”


“Tidak juga, aku masih normal. Hanya saja, aku lebih memilih untuk bersikap netral.”


“Netral?” tanya Elliot yang sedikit kebingungan.


“Yah, sikap ku terhadap wanita berasal dari sikap mereka. Jika wanita itu memberi rasa hormat, maka aku membalasnya dengan rasa hormat yang setara. Masalah utama wanita di era sekarang adalah sikap mereka.”


“Aku setuju dengan poin terakhir, tapi aku menjunjung tinggi untuk tidak melukai wanita. Maka dari itu, aku lebih memilih untuk disakiti daripada menyakiti wanita.”


“Hey, apa hari minggu kau libur?” tanya Hans.


“Libur, memangnya kenapa?”


“Aku kenal dengan salah satu dokter psikiater yang profesional. Masalah terbesar mu sekarang adalah penyakit masokis mu itu.”


“Hey, apa salahnya?”


“Yah, bagi mu itu bukan masalah sih. Tapi setidaknya tahan sedikit saat di muka publik. Aku sedikit malu jika berjalan di samping mu.”


“Ayolah... itu tidak seburuk itu kok.”


“Itu buruk! Yah, aku tidak berhak untuk mengubah rasa ketertarikan mu sih. Tapi.. yah.. ku harap kau baik-baik saja.”


“Kesampingkan itu, apa kau punya referensi tempat yang sesuai dengan kondisi lagu-lagu Queen Order?”


“Apa yang kau harapkan dari detektif yang belum pernah jalan-jalan?”


“Jadi, apa yang akan kita lakukan?”


“Kita bagi tugas saja, kau masuk ke dalam Forum Isekai Online dan membuat pembahasan mengenai tempat yang menarik. Sementara, aku akan bertanya dengan salah satu NPC yang ku kenal.”


“Ugh, pekerjaan ini semakin berat saja” Elliot semakin mengeluh ketika mobil pribadinya sampai di depan pintu masuk OUTNET.


“Mari kita bekerja, Detektif.”


Elliot dan Hans kini memasuki OUTNET untuk menjalankan tugas mereka.


[...]


Siang hari adalah musuh semua orang. Terutama untuk bisnis yang berkaitan dengan makanan. Nekoya Inn tampak ramai seperti biasanya, namun yang menjadi perbedaan adalah tamu-tamu yang ada di dalamnya.


Sebuah kereta kuda dengan ornamen Kuil Dewi Relena dan kereta kuda yang berhias lambang Guild Master Adventure. Kedua kereta itu terparkir bersamaan di samping pintu masuk Nekoya Inn dan mengundang berbagai macam pertanyaan tentang tamu spesial Nekoya Inn.


Saintess Vallie Lister dan Ketua Guild Master Advenure yang bernama Choco Coco Co ada di dalam ruangan yang sama. Mereka mengelilingi Mile Sinov yang tengah memanjakan cucunya.


Hubungan keduanya sangat dekat, sampai-sampai Mile Sinov menghiraukan dua sosok penting di depannya.


“Um.. N-Nenek? Bagaimana dengan mereka?” tanya cucu Mile.


“Apanya?” balas Mile sembari mengelus pipi cucunya.


Situasi itu pun sedikit terganggu ketika ada ketukan pintu yang terdengar.


“Nyonya, ada seseorang yang ingin bertemu dengan anda.”


“Lagi?” jawab Mile.

__ADS_1


“Kenapa hari ini kita sibuk kedatangan tamu-tamu penting yang tidak memiliki janji sebelumnya?” tanya Mile sembari melirik Saintess Vallie dan Ketua Guild Master Adventure.


“Untuk yang satu ini seorang Player, Nyonya.”


“Player? Ini menarik.. tidak ada Player yang ku kenal selain empat Player sebelumnya.”


Pintu ruangan terbuka dan menampilkan Hans yang masuk tiba-tiba, “Well, jika kau sedang sibuk. Aku bisa kembali di lain waktu.”


“Oh, kau ternyata. Silahkan masuk! Ada apa kau mengujungi ku? Oh, tentang itu? aku sudah mengirim berkasnya ke rumah mu dan sepertinya kau masih belum mengunjungi rumah baru mu” Mile berdiri lalu mendekati pintu masuk untuk menyambut Hans.


“Sebenarnya, ini hanyalah masalah yang kecil. Apa kau punya daftar wisata yang cocok?”


“Huh? Kau ingin berwisata? Ini pertama kalinya aku mendengar Player ingin berwisata.”


“Yah, ini untuk kepentingan yang tidak biasa. Oh, apa aku sedikit menggangu waktu mu?” ucap Hans sembari melirik orang-orang yang ada di hadapan Mile.


“Guest177013?” ucap Saintess Vallie.


“Saintess Vallie?” balas Hans sembari menatap Saintess Vallie.


“Kalian saling mengenal?” tanya Mile yang penasaran dengan hubungan mereka berdua.


“Yah, dia orang pertama yang menyewa jasa ku.”


“Tentang Quest pertama mu itu?” lanjut pertanyaan Mile.


“Tepat sekali” balas singkat Hans.


“Silahkan duduk, kau ingin mendengar keluhan mereka kan?” ucap Mile sembari menunjuk tempat duduk yang kosong.


“Aku tidak tahu mengenai apa yang sedang terjadi. Tapi, jika Saintess Vallie ada di sini berarti dia butuh informasi dari mu kan? Apa tidak apa-apa jika aku ikut mendengarnya?” tanya Hans untuk memastikan.


“Saat ini, kita hanya sedang bersantai-santai saja. Tidak ada pembahasan penting di sini. Ah! Tolong bawa satu set teh lagi untuk tamu baru kita” ucap Mile sembari memerintah pelayan di balik pintu ruangan.


“Siap, Nyonya” balas pelayan Nekoya Inn.


“Silahkan duduk.. emm.. Guest?” Mile sedikit ragu-ragu untuk mengucap nama resmi Hans.


“Jika itu sedikit aneh, kau bisa menggunakan nama asli ku.”


“Kalau begitu, silahkan Tuan Hans” ucap Mile sembari mempersilahkan Hans untuk duduk.


Hans berjalan menuju tempat duduk yang kosong, hanya ada satu tempat duduk yang kosong saat itu. Di ruangan ini, Saintess Vallie dan Ketua Guild Master Adventure duduk bersebelahan sementara di depan mereka adalah cucu Mile yang duduk terdiam memandangi Hans.


Pertanyaan Hans ini memancing rasa penasaran Ketua Guild Master Adventure.


“Em! Terimakasih telah menyelamatkan kami semua. Etto.. Onii-san?”


“Bagaimana dengan teman-teman mu?” lanjut pertanyaan Hans.


“Mereka kembali dengan selamat, hanya saja.. orang tua mereka sangat terkejut melihat kondisi mereka.”


Yah, itu hal yang wajar. Mana mungkin mereka tidak terkejut saat melihat anaknya tumbuh menjadi seorang gadis dalam waktu semalam. Ngomong-ngomong, berapa umur kalian?”


“Etto.. saat ini usia ku mendekati tujuh tahun.”


“Mile! Tetap awasi cucu mu ini! Aku tidak ingin mencarinya jika hilang lagi” canda Hans.


“Mana mungkin aku membiarkan gadis tujuh tahun pergi sendirian! Aku juga khawatiran sekarang!”


Mendengar balasan Mile, cucunya menjadi murung dan kembali teringat tentang kejadian saat dirinya di culik. Hans yang menyadari perubahan ini pun mengalihkan pembicaraanya ke arah lain.


“Ngomong-ngomong, bagaimana dengan kabar mereka. Saintess Vallie?” tanya Hans.


“Mereka?” balas Saintess Vallie yang kebingungan.


“Viona Nala dan Viera Nala, apa mereka masih bertengkar?”


“Mereka selalu saja bertengkar, justru sangat aneh jika satu hari tidak mendengar pertengkaran mereka.”


“Terdengar sangat cocok dengan sifat mereka.”


“Guest177013, jika ini terdengar terlalu lancang. Boleh aku bertanya sesuatu?” tanya Saintess Vallie yang tiba-tiba serius.


“Tentang penculikan anak-anak yang ditemukan menjadi gadis dewasa?” balas Hans.


Saintess Vallie mengangguk, ekor mata Hans menangkap pergerakan kecil dari gadis Elf yang duduk di sebelah Saintess Vallie.


“Bukankah sudah ada laporannya? Seharusnya Mile memiliki informasi ini, dia yang menyewa jasa ku untuk mencari cucunya. Walaupun prosesnya sedikit rumit untuk dijelaskan. Tapi seharusnya gadis Elf ini mengetahuinya kan?” tatapan Hans kini menatap gadis Elf disamping Saintess Vallie.


Telinga runcingnya bergerak saat mendengar pertanyaan Hans. Namun, dia tidak mengerti maksud dari pertanyaan Hans.


“Apa maksudnya?” tanya gadis Elf itu.


“Seorang teman ku yang memiliki ras Elf mengatakan jika dia merasakan energi sihir yang aktif saat siang hari. Apa kau tidak merasakannya?”

__ADS_1


“...”


Gadis itu terdiam. Hans menyadari jika gadis ini tidak mengerti apa yang ia bicarakan untuk itu ia menatap Mile untuk menanyakan satu hal.


“Mile, kau tidak menyerahkan bukti itu?”


“Tuan Hans, jika aku menyerahkan bukti itu. Kepanikan massal akan terjadi dan untuk alasan yang sama, kami menutup lingkaran sihir teleportasi yang tersebar dengan pihak tertentu.”


“Pihak tertentu kah.. dari jaringan Nekoya Inn juga kan?”


“Uguh!” Mile terdiam saat Hans menebaknya dengan tepat.


“Setidaknya beritahu mereka tentang apa yang terjadi sebenarnya. Siapa tahu mereka memiliki informasi tambahan yang berguna.”


“Ugh~ kenapa aku harus berurusan dengan pihak Kuil dan Guild Master Adventurer?” balas Mile sembari mengambil peta yang berisi titik lokasi perangkap sihir teleportasi.


Mile segera melebarkan peta tersebut dan menampilkan isinya. Tatapan Saintess Vallie dan gadis Elf itu pun terfokus pada peta itu.


“M-Mile? Kenapa kau menyembunyikan ini?” ucap Saintess Vallie yang terkejut saat melihat peta itu.


“Lihat kan? Bahkan Saintess Vallie terkejut saat melihatnya?” ucap Mile yang membuktikan kata-katanya.


Hans mengamati gadis Elf di depannya, dia sama terkejutnya dengan Saintess Vallie tapi tanpa suara.


“Melihat kau sama terkejutnya dengan Saintess Vallie, kau tidak menyadari adanya perangkap sihir teleportasi ini? aku tidak tahu siapa dirimu tapi.. seseorang yang mengunjungi Mile di ruangan pribadinya dan duduk bersebelahan dengan Saintess Vallie, kau pasti bukan gadis Elf biasa” ucap Hans sembari menatap tajam gadis Elf di depannya.


“Choco Coco Co, walaupun namanya terkenal aneh di kalangan Player tapi dia adalah Ketua dari Guild Master Adventure. Seperti yang Tuan Hans katakan, dia bukan gadis Elf biasa” ucap Mile yang kembali duduk di samping Hans dan memangku cucunya.


“Jika ini tersebar, entah kepanikan apa yang terjadi. Benar kan, Coco-chan?” Mile menggoda Ketua Guild Master Adventure yang masih kebingungan dengan situasinya.


Coco yang masih terdiam memproses keadaan pun teringat tentang artikel koran yang ia baca.


“Jadi begitu, Player ini yang menyelesaikan kasus unik ini?” ucap Coco sembari menatap Mile.


Mile hanya menghiraukan tatapan Coco dan lebih memilih menenangkan cucunya dari trauma kecilnya.


“Master Hans. Boleh aku bertanya sesuatu?” tiba-tiba Coco bertanya kepada Hans.


“Eng?” Hans merespon dengan menatap balik Coco.


“Saintess Vallie dan Mile Soniv pernah menyewa jasa mu kan? Bagaimana jika aku menyewa jasa mu untuk menyelidiki sebuah kasus yang membingunkan?”


“Kasus? Saat ini aku sedang mencari tempat yang cocok untuk berwisata dan itu sangat mendesak.”


“Bagaimana jika tempat itu cocok untuk berwisata namun saat ini ada tengkorak raksasa yang menghuni tempat itu?”


“Tengkorak raksasa?”


Perbincangan antara Ketua Guild Master Adventure dan Hans menarik telinga orang-orang di sekitarnya. Bahkan cucu Mile yang sedikit penasaran pun mendengarkan perbincangan mereka.


“Dan.. tempat apa itu?” tanya Hans yang penasaran.


“Forest of Green Fairy, terletak di hutan yang berbatasan langsung dengan Kerajaan Nestrad. Terdapat laporan dari warga desa sekitar yang melaporkan adanya kejadian aneh di hutan mereka. Karena jaraknya yang lumayan jauh dari Ibukota Kerajaan Nestrad, kami sedikit kesulitan untuk mengirim Player yang bisa menyelidiki hutan itu. Kita memang baru saja bertemu dan ini mungkin sedikit lancang, tapi bisakah aku menyewa jasa mu untuk menyelidiki wilayah Forest of Green Fairy?”


“Kau baru saja bilang ada tengkorak raksasa kan?”


“I-Itu adalah laporan yang di buat dari kesaksian warga desa yang tiba-tiba datang ke Guild Master Adventure. Kesaksian yang lebih dari sepuluh orang itu pun memaksa kami untuk membuat Quest darurat untuk berburu tengkorak raksasa yang di laporkan warga. Padahal kami tidak tahu kepastiaannya, jadi kami butuh seseorang yang bisa menyelidikinya.”


“Forest of Green Fairy ini, apa ada sesuatu yang menarik di dalamnya?”


“Itu adalah hutan yang di isi dengan peri-peri hijau yang tersebar di sekitar hutan. Peri itu membangun kuil kecil yang menjadi habitat tanaman langka berdasarkan musim. Dengan munculnya laporan seperti ini, aku tidak tahu dengan keadaan peri-peri hijau itu. Yang pasti, sebelum kemunculan tengkorak raksasa itu. Beberapa warga menemukan hal-hal aneh di dalam hutan.”


Hans masih berusaha untuk tetap fokus mendengar cerita ini. Logika di kepalanya masih tetap berjalan untuk memproses informasi yang tidak biasa ini.


“Apa ada laporan yang ditujukan ke Guild Master Adventure mengenai kondisi sebelum tengkorak raksasa itu muncul?”


“Ada beberapa laporan yang masuk dan kami telah meresponnya.”


“Ekhem! Jika kalian ingin membahasnya. Kenapa tidak pindah ke ruangan sebelah?” ucap Mile yang tiba-tiba memotong pembicaraan.


“Ah, maaf.. aku hanya terbawa suasana” ucap Coco yang merasa bersalah.


“Tidak masalah untuk membahas pekerjaan di sini. Tapi, tengkorak raksasa? Itu bukan kah bagian dari teknik Necromancy? Jika kalian ingin membahas topik yang sensitif, ku sarankan untuk berpindah ruangan” balas Mile yang berusaha meluruskan situasi.


“Boleh ku pinjam ruangan di sebelah?” tanya Coco.


“Tentu saja, ikuti aku!”


Mile bangkit dari kursinya dan berjalan menuju ruangan sebelah. Namun, saat dia memandu Hans dan Coco menuju ruangan di sebelahnya. Saintess Vallie ikut berdiri dan mengikuti mereka dari belakang.


Saat mereka tiba di ruangan sebelah, mereka duduk di kursi masing-masing dan tidak berbeda jauh dari posisi duduk sebelumnya.


“Well, jika seperti ini. kenapa kita repot-repot pindah ruangan?” ucap Hans.


[...]

__ADS_1


__ADS_2