
Sebuah kejadian yang menghebohkan terjadi di depan pintu masuk Nekoya Inn. Dua buah kereta kuda yang terisi gadis-gadis menarik perhatian NPC yang berlalu-lalang. Diantara kereta kuda itu, sosok misterius memasuki Nekoya Inn dan keluar bersama dengan sosok yang di kenal sebagian NPC.
Sosok itu adalah Mile Sinov yang bergerak cepat mengamati gadis-gadis yang ada di dalam kereta kuda. Beberapa pasukan kerajaan mengamati dari kejauhan, seolah ingin melihat situasi yang sedang terjadi di sini.
Tiba-tiba saja, Mile Sinov menarik seorang gadis dari dalam kereta kuda itu dan membawanya masuk ke Nekoya Inn. Setelah itu, beberapa gadis pelayan Nekoya Inn mulai keluar dan membantu beberapa gadis-gadis yang tersisa memasuki Nekoya Inn.
Sebuah pertanyaan besar muncul dari NPC yang meyaksikan kejadian ini. Tatapan mereka seolah mempertanyakan “Apa yang telah terjadi?”. Tidak jarang beberapa NPC sengaja memasuki Nekoya Inn dan memesan beberapa makanan untuk melihat keadaan.
Sementara itu, jauh di dalam Nekoya Inn, di ruang utama milik Mile Sinov, terdapat tiga orang yang duduk saling berhadapan. Mereka adalah Hans, Mile, dan sosok gadis yang mengaku sebagai cucu dari Mile Soniv. Entah kenapa, Mile terlihat begitu ragu saat melihat sosok itu.
“Rambut pendek seperti laki-laki, telinga dan ekor berwarna hitam, sihir bertiper Fire, mata berwarna hitam, dan kapasitas sihir yang besar. Bagaimana cara kita menguji semua itu?” tanya Hans.
Mile tertunduk terdiam mendengar pertanyaan Hans. Dia sendiri masih memandangi gadis itu dengan tatapan tajam, seolah dia tidak percaya apa yang di bawa Hans.
“N-Nenek?” gadis itu sedikit ketakutan saat mengatakannya. Selain telinga dan ekornya yang berwarna hitam, ciri-ciri lain yang ada di tubuhnya perlu di buktikan.
“Aku tidak ingin percaya tentang ini, tapi kenapa kau tumbuh menjadi gadis remaja begitu cepat?” ucap Mile.
“Well, aku ingin tahu tentang itu juga. Sebenarnya, apa yang telah terjadi kepada kalian?” imbuh Hans yang menatap tajam gadis itu.
Pertanyaan yang datang secara tiba-tiba itu membuat gadis itu panik. Walaupun tubuhnya memiliki ukuran yang tampak dewasa, namun otaknya sama seperti anak kecil yang kebingungan untuk menjawab pertanyaan.
“Jika ini terbukti benar, berarti gadis-gadis yang tersisa itu adalah anak-anak lain yang entah kenapa berubah menjadi gadis remaja. Ah! Aku jadi teringat tentang ini!” Hans mengeluarkan kamera dari dalam inventorinya dan peta lokasi yang telah dicurinya dari tempat kejadian perkara.
“Apa itu?” tanya Mile yang penasaran dengan benda ditangan Hans.
“Di tempat itu, aku menemukan sebuah peta yang menampilkan lokasi Kerajaan Nestrad. Lihat ini, beberapa tempat yang telah ditandai ini merupakan lingkaran sihir teleportasi yang telah disebar dan melihat dari persebarannya itu ditujukan pada jalur yang sering dilewati anak-anak. Selain itu, saat aku berada di dalam lokasi tempat mereka diculik, beberapa peralatan aneh yang berdiri di sana sangat mencurigakan. Well, melihat keadaan cucu mu yang seperti ini. Entah kenapa, aku bisa mengerti untuk apa alat itu berdiri di sana.”
Hans memberi Mile sebuah peta yang ditemukannya, peta yang berisi titik persebaran lingkaran sihir teleportasi itu menarik minat di mata Mile. Sepertinya, dia menemukan manfaat informasi ini untuk kepentingannya. Hans tidak mempermasalahkannya, selama kontrak perjanjian antara dirinya dan Nekoya Inn berlangsung, berbagi informasi seperti ini bukanlah masalah besar baginya yang seorang Player.
“Kau tidak perlu menghafalnya, aku memberikannya pada mu secara gratis. Well, anggap saja ini sebagai bagian dari kerjasama kita kedepannya” ucap Hans.
“Oh, ini sedikit membuat ku penasaran, bukankah ras kalian bisa menetukan seseorang dari bau di badannya?” tanya Hans.
“Memang benar kami bisa mengenali seseorang dari bau badannya, namun perubahan ras kami mempengaruhi bau di badannya. Walaupun gadis ini adalah cucu ku, tapi bau di badannya sangat berbeda. Sesuatu telah berubah di dalam dirinya.”
“Kenapa kau tidak menanyakan sebuah pertanyaan tentang diri mu? Bukankah kau menghabiskan waktu mu lebih banyak dengan cucu mu?”
“Itu memang benar, darimana aku harus memulainya?”
“Mau aku saja yang menayakannya?” goda Hans.
“Silahkan saja...” balas Mile.
“Baiklah gadis kecil, jika benar dia adalah nenek mu, berapa umurnya?” mendengar pertanyaan Hans ini, sebuah kerutan otot kecil muncul di kepala Mile.
“U-uhh.. Em.. Etto.. 357 tahun?” balas gadis itu.
“Saat berada di ruangan ini, biasanya nenek mu ini duduk di kursi yang mana?”
“D-Di kursi yang Onii-chan duduki.”
“Saat makan siang, dia lebih memilih makan bersama atau makan sendirian?”
“N-Nenek lebih suka menikmati makanannya sendirian.”
“Well, yang terakhir.. apa nenek mu ini tipe yang tidak peduli dengan pakaiannya?”
“E-Eh? N-Nenek selalu peduli dengan pakaiannya.”
“Well, dia cucu mu” ucap Hans.
“Darimana kau tahu? Dan kenapa bisa begitu?” balas Mile dengan nada sedikit marah.
“Dengan usia yang tidak lagi muda, rambut rontok menjadi hal mudah yang bisa disadari, mereka bisa menyerang setiap ras yang memiliki rambut, untuk kasus mu ini. Ditempat ku duduk, beberapa rambut mu yang rontok dapat dengan mudah dirasakan, melihat panjangnya yang cukup pendek, kurasa ini adalah bulu rambut di ekor mu. Kau bisa mengukurnya sendiri jika tidak percaya” ucap Hans sembari mengambil sisa-sisa rambut yang menempel di kursi.
Mile terdiam dan menutupi mukanya. Rona merah di wajanya sedikit terlihat dari balik sela-sela tangannya.
“Melihat peralatan makan mu yang masih tertinggal disini, kau lebih suka makan sendirian, dan itu sama seperti apa yang dikatakan cucu mu ini. Yah, ruang kerja mu ini sangat berbahaya jika bisa dimasuki orang lain. Jadi, itu membenarkan apa yang dikatakan cucu mu ini. Walaupun alasannya adalah menjaga kerahasiaan ruangan ini.”
“Dan untuk yang terakhir, entah kenapa setiap orang tua memiliki hobi yang sama untuk mengisi waktu luang. Beberapa hobi itu adalah membuat pakaian sederhana dan sepertinya kau sangat suka membuat cucu mu pakaian baru. Setidaknya, kau masih berusaha mengikuti perkembangan selera anak muda” setelah mengatakan itu, Hans mengambil sebuah buku yang berisi sketsa kasar pakaian anak-anak yang terselip di balik meja.
Mile masih terdiam malu dan menutupi wajahnya.
“Tidak perlu malu untuk mengakuinya, ini hal yang mudah dilakukan atau kau ingin melakukan tes DNA agar lebih akurat?”
Mendengar istilah yang terdengar asing, Mile bangkit dari rasa malunya dan menatap Hans.
“Tes DNA?” telinga kucingnya bergerak menandakan rasa penasaran di dalam dirinya bangun.
“Itu hanya tes kecil untuk mengetahui apakah dia masih satu garis keturunan mu atau tidak. Normalnya, beberapa bagian tubuh diperlukan tapi bukankah rambut di tubuh mu saja sudah menandakan dia ini cucu mu? Seharusnya, yang kau cemaskan ini adalah...” Hans memandang tubuh gadis itu.
Mendengar Hans yang tiba-tiba terdiam. Mile segera menatap cucunya itu.
“Well, yang ku takutkan adalah efek samping dari tubuh barunya” lanjut Hans.
__ADS_1
“Apa maksudnya?”
“Ini sama seperti kita membeli ikan yang hidup di air tawar lalu menaruhnya di air asin. Perbedaan yang terjadi tiba-tiba itu membuat tubuh ikan itu terkejut, bisa saja dia mati, atau bertahan hidup dengan beradaptasi di lingkungan barunya itu. Sesuatu yang sama seperti itu.”
Mendengar penjelasan Hans, Mile berdiri dan memeluk cucunya. Sebuah perasaan haru yang ia pendam kini tercurahkan, walaupun dia terlihat tidak mempercayai sepenuhnya perkataan Hans, tapi kemungkinan seperti itu bisa saja terjadi dan itu menghantui pikirannya.
Mereka berdua saling berpelukan dan tetesan air mata terlihat.
“Oh, Yulianna...”
“Nenek...”
Pemandangan yang mengharukan ini membuat Hans merasa tidak nyaman untuk menganggunya. Tapi, situasi yang mendesak sedang terjadi saat ini.
“Well, aku mengerti kalian sedang mencoba memahami perasaan satu sama lain. Tapi bagaimana dengan gadis-gadis yang lain? Eh, maksud ku anak-anak yang berubah menjadi gadis-gadis?”
“Ah, beberapa bawahan ku sedang mengurus mereka” Mile kembali ke dirinya semula.
“Yulianna, beristirahatlah.. sebaiknya kau biasakan tubuh baru mu itu.”
“Em...!”
Agak aneh bagi Hans melihat seorang gadis bertingkah layaknya anak-anak. Otaknya sedikit menyangkal jika dia masihlah anak-anak dengan ukuran tubuh seperti itu.
Gadis bernama Yulianna itu meninggalkan ruangan ini. Setelah dipastikan Yulianna pergi, Mile membuka topik pembicaraan yang serius.
“Di mana kau mendapatkan benda seperti ini?” Mile membuka peta lokasi yang menunjukkan perangkap teleportasi.
“Ini terdengar sangat tidak masuk akal, tapi gadis-gadis itu ditemukan di sebuah dungeon bernama Deep-Forest of Death. Teman-teman ku yang aku tidak yakin masih bisa disebut teman atau tidak, mereka meninggalkan ku demi menjelajahi dungeon itu. Mungkin kau bisa mencari informasi dungeon itu dari beberapa Player, bukankah itu keahlian mu?”
“Ah, aku hampir lupa dengan teman-teman mu yang itu.”
“Sebenarnya, aku tidak berguna masuk ke party mereka, untuk itu..” Hans membuka panel party yang sedang aktif dan menekan pilihan meninggalkan party.
[Apakah anda ingin meninggalkan party? YES/NO]
Hans menekan opsi pilihan YES, dan status partisipasi di dalam party menghilang.
Mile tiba-tiba berdiri dan berjalan menuju meja kerjanya. Di meja itu terdapat sebuah kertas yang tergulung cukup tebal dan meraihnya. Mile lalu kembali duduk berhadapan dengan Hans.
“Kurasa.. ini cukup sebagai pembayaran mu untuk menemukan cucu ku.” Mile memberikan gulungan kertas itu.
Hans yang menerimanya langsung membuka gulungan itu dan membaca isinya.
“Itu bukanlah tanah biasa, bangunan dan tanah di dalamnya menyimpan aset berharga yang mampu menutupi kerugian Nekoya Inn jika bangkrut.”
“Bukankah ini setara dengan simpanan jangka panjang? Apa kau yakin memberikannya kepada ku?”
“Harga cucu ku tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan Nekoya Inn.”
“Aku mengerti bangunan rumah ini hanyalah bangunan pengalih perhatian, tapi di bagian bawahnya terdapat lubang penggalian berlian yang masih belum tereksplorasi.”
“I-Ini terlalu berlebihan bagiku, sebenarnya beberapa Koin Emas sudah cukup untuk membayarnya.”
“...”
“...”
“...”
“...”
Mile terdiam, dari tatapannya ia menunggu Hans untuk menyetujui pembayarannya.
“A-Ah! Baiklah.. aku terima ini sebagai pembayaran atas kasus cucu mu itu.”
Mendengar jawaban Hans, Mile tersenyum lega. Baginya, memberikan Hans tempat tinggal memiliki sekecil itu bukanlah masalah besar. Jika saja ada kasus, rumor, atau informasi yang menarik, Mile bisa saja pergi ke tempat Hans untuk menjualnya.
Sebuah panel tipis bermunculan di depan Hans. Panel-panel itu muncul dan saling bertumpuk di penglihatan Hans.
[Detective Book Case telah di update! 1 Case Closed!]
[Special Quest – Princess of Nekoya Inn (Case Closed)!]
[Class Detective Special Effect Active!]
[Selamat! Anda telah naik level 30 menjadi level 60! Sekarang anda bisa mengambil kelas khusus di Guild Master Adventure!]
\=-\=-\=-\=-\=-\=-\=-\=-\=-\=-
Special Quest – Princess of Nekoya Inn (Case Closed)
Mile Sinov pemilik Nekoya Inn dan penyedia layanan jaringan informasi memiliki satu masalah yang sedang dihadapi. Cucu yang sangat dekat dengannya tiba-tiba saja menghilang saat perjalann pulang dari sekolah bersama teman-temannya. Tidak ada saksi mata dalam kejadian itu. Berdasarkan informasi yang diketahui, cucunya telah menghilang selama tiga hari. Terdapat laporan yang masuk ke prajurit kerajaan tentang hilangnya anak-anak.
Main Objektif:
__ADS_1
[1] Temukan petunjuk bukti penculikan!
[+] 1 Evidence: MOCAD-system
[2] Temukan korban!
[+] Korban ditemukan: 32/32
[3] Selamatkan korban!
[+] Korban selamat: 32/32
Opsional:
[1] Tangkap pelaku!
[+] Pelaku tertangkap: -7/7
[2] Bunuh pelaku!
[+] Pelaku terbunuh \= 7/7
[3] Bersihkan barang bukti!
[+] Main Object: 3/3
Tingkat Kesulitan: [Tidak Pasti]
Rekomendasi Level: [Tidak Pasti]
Hadiah: License of Canary Hills
Time Limit: [Tidak Pasti]
\=-\=-\=-\=-\=-\=-\=-\=-\=-\=-
Hans sedikit mengerti kenapa Mile memberinya sertifikat kepemilikan bangunan dan tanah. Berkat skill lain yang aktif, seharusnya hadiah yang diterimanya digandakan menjadi seratus kali lipat dan jika dia mendapat kepemilikan penggalian berlian, ada berapa banyak berlian di dalamnya?
Melihat jumlah yang banyak ini, Hans sedikit ragu untuk menerimanya. Walaupun ini sebuah game, namun pembayaran atas Quest kali ini sangat besar. Ini menjadi keuntungan yang tidak ia bayangkan sebelumnya.
“Dengan kondisi seperti ini, apa aku bisa menghancurkan harga pasar Isekai Online?”
“Huh?”
Gumam Hans itu pun terdengar oleh Mile.
“Ah, tidak apa-apa. Ngomong-ngomong.. aku ingin kau mencarikan ku sebuah informasi mengenai monster dan seseorang” ucap Hans.
“Apakah ini menjadi bisnis pertama kita?” goda Mile.
“Ya, ini akan menjadi bisnis pertama kita. Aku mencari seorang bangsawan bernama Barknelyn, dilihat dari status bangswannya dia seorang Viscount dari Kerajaan Nestrad. Pernah mendengar namanya?”
“Viscount Barknelyn? Aku mengenalnya, dia adalah pelanggan setia yang sering menggunakan jasa informasi Nekoya Inn.”
“Ah, jika kau mengenalnya, aku ingin informasi tentangnya.”
“Memangnya ada apa dengan Viscount Barknelyn ini?”
“Kau tidak mengetahuinya?” tanya Hans.
“Hmm??” Mile hanya memiringkan kepalanya.
“Dia terlibat pada insiden ini dan secara tidak sengaja, cucu mu masuk ke dalam salah satu skenarionya.”
“HAH?!” Mile terkejut akan fakta baru ini dan tiba-tiba saja aura di ruangan ini berubah menjadi panas.
Hans merasakan sesuatu yang buruk akan terjadi, untuk itu ia berdiri dan mencoba pergi dari tempat ini secepatnya.
“Well, aku ingin informasi mendetail tentang Viscount Barknelyn ini. Aku yakin kau akan menemukan sesuatu yang detail tentang dirinya” sembari mengatakan itu, Hans berjalan pergi mendekati pintu keluar.
“Ah! Jika kau sudah mendapatkan informasinya. Tolong kirim beberapa orang ke tempat baru ku.”
Mile hanya mengangguk, ekor dibelakangnya tampak berdiri dan tatapannya diliputi api amarah.
Hans tersenyum saat melihatnya dan beranjak pergi.
“Oh, satu hal lagi, Mile!” ucap Hans.
Mile hanya meliriknya namun telinganya bersiap mendengarkan.
“Selamat berburu!” ucap Hans sembari menutup pintu keluar.
Dengan adanya kejadian dan informasi ini, Nekoya Inn menerapkan aturan baru dalam kebijakan jual-beli informasinya. Setiap pelanggan yang datang dan melakukan transaksi yang melibatkan informasi, seluruh informasi tentang dirinya akan dikumpulkan sehingga kejadian pisau bermata dua ini bisa diantisipasi.
[...]
__ADS_1