Isekai Online

Isekai Online
Chapter 29 - Kontrak Promosi


__ADS_3

Di pinggiran hutan, tampak sekelompok warga tengah memasang sebuah papan peringatan. Papan peringatan itu bertuliskan sebuah larangan untuk memasuki hutan dalam jangka waktu tertentu. Ekspresi cemas dan ketakutan tampak di wajah mereka, beberapa warga bahkan menggantung beberapa boneka anak-anak yang menyeramkan di sekitar pintu masuk hutan.


“Kepala Desa, bagaimana dengan pintu masuk hutan yang lain?” tanya salah satu warga desa.


“Biarkan saja, biasanya Player memasuki tempat itu untuk Quest mencari tanaman. Jika kita menutupnya, kita akan bermasalah dengan Ketua Guild Master Adventure.”


“Bahkan dengan Guild Master Adventure, korban terus bertambah di desa kita. Apa kita tidak bisa melakukan sesuatu?”


“Hanya ini yang bisa kita lakukan, beberapa orang telah dikirim untuk menyelidiki hutan ini tapi itu hanya menambah korban yang terus berjatuhan.”


“Apa dengan memasang papan peringatan ini mampu mengurangi jumlah korban yang berjatuhan?”


“Aku tidak tahu, sebagai Kepala Desa, aku juga ingin masalah ini terselesaikan.”


“Sebenarnya, apa yang sedang terjadi di dalam hutan ini?”


“Aku tidak tahu, yang ku tahu hanyalah...”


Sang Kepala Desa itu memandangi hutan yang ada di depannya. Sebuah aura mengcekam dan mengerikan menembus badan mereka. Badan mereka meresponnya dengan berdirinya buku halus di lehernya.


“Hutan ini perlahan berubah menjadi mengerikan.”


Mereka paham akan hal ini, tidak mungkin mereka tidak menyadarinya. Keperluan hidup mereka ada di dalam hutan itu, dengan perubahan yang terjadi ini mereka semakin pasrah akan keadaan.


Keadaan ini terjadi saat beberapa warga desa pergi berburu memasuki hutan desa. Awalnya, mereka menemukan adanya monster baru yang mendiami hutan mereka. Situasi itu dianggap sebagai migrasi monster yang memasuki wilayah hutan mereka. Hal itu tentu saja menjadi kesenangan tersendiri untuk warga desa, dengan adanya monster baru maka sumber makanan yang di dapat semakin bervariasi. Tapi, perkiraan mereka salah.


Itu adalah sebuah malapetaka baru yang menghantui desa mereka.


Saat pemburu desa kembali masuk ke hutan untuk mencari sarang monster baru, mereka hanya menemukan sisa-sisa tulang yang berserakan. Di samping tulang-tulang itu terdapat jejak kaki dan cakar yang begitu besar. Kejadian itu membuat kehebohan tersendiri atas penemuan mereka. Beberapa warga yang jarang memasuki hutan mulai mengambil tindakan untuk mengambil tulang-tulang itu, tulang monster memang bisa di jual, namun harga mereka bervariasi tergantung dari jenis monster, ukuran, dan bobotnya.


Secara kebetulan, monster baru ini adalah spesies monster yang cukup berharga sehingga harga tulangnya terbilang cukup tinggi. Karena rumor ini, warga desa mulai berlomba-lomba untuk berburu tulang yang tersisa. Di saat itulah malapetaka yang sebenarnya terjadi.


Beberapa warga yang memasuki hutan desa dilaporkan menghilang setelah tiga hari tidak pulang. Kejadian ini dilaporkan ketika salah satu istri korban melaporkan kepada Kepala Desa tentang suami dan anaknya yang tak kunjung pulang setelah memasuki hutan. Laporan itu tidak hanya satu namun sebagian warga desa melaporkan hal yang sama. Untuk itu mereka mengumpulkan beberapa pemburu yang tersisa untuk mencari keberadaan mereka.


Hal yang mengejutkan terjadi. Diantara tulang-tulang monster yang berserakan terdapat pakaian dan perlengkapan warga desa yang tertinggal. Kejadian itu langsung membuat beberapa istri korban menangis histeris seolah tidak percaya dengan apa yang telah terjadi.


Kejadian itu dilaporkan langusng ke Guild Master Adventure. Beberapa penyelidikan kecil dilakukan oleh pihak Guild Master Adventure dan sisa-sisa tulang manusia ditemukan membentuk pilar totem yang berdiri tegak. Proses evakuasi dilakukan dengan merobohkan pilar totem itu namun beberapa monster menjaga area disekitarnya.


Beberapa Player yang tertarik dengan Quest itu pun berdatangan dan berhasil mengambil beberapa tulang manusia untuk di evakuasi.


Dengan adanya insiden ini, Kepala Desa mengeluarkan aturan lisan untuk tidak memasuki hutan sampai batas waktu yang belum bisa ditentukan. Kejadian ini pun masih saja di langgar dengan adanya beberapa istri korban yang nekat memasuki hutan untuk mencari suaminya.


Karena tindakan nekat itu, jumlah korban semakin bertambah dan itu merepotkan beberapa penduduk untuk memasang aturan resmi dengan papan peringatan.


Di sisi lain, kejadian ini mengundang topik hangat di Forum Isekai Online. Sebuah rumor mengenai legenda urban dan easter egg mengenai hantu yang berkeliaran di sekitar hutan pinggiran Kerajaan Nestrad. Beberapa Player pun berlomba-lomba kembali ke Kerajaan Nestrad untuk mencari hantu yang di maksud. Hal ini diperkuat dengan cerita mistis yang mulai berkembang di Forum. Sebuah cerita klasik mengenai Player yang meninggal saat bermain game dan arwahnya terjebak di dalam game.


Sebuah game fantasi yang tiba-tiba menjadi game horror.


“Secara teknis, itu tidak mungkin terjadi kan” ucap Hans.


Saat ini, Hans bersama Elliot tengah berbincang santai sembari menikmati sarapan pagi mereka di ruang kelas. Sembari memakan roti yang masih hangat, Hans membaca satu per satu komentar yang ditinggalkan di dalam Forum Isekai Online.


“Kau pikir orang-orang ini akan berhenti begitu saja?” tanya Elliot.


“Selama mereka tidak menyesatkan dengan melakukan penipuan yang melibatkan uang, itu bukanlah masalah. Orang bodoh yang membodohi orang lain cukup menarik bagi ku.”


“Yah, bukan itu masalahnya, Hans.”


“Lalu apa masalahnya?”


Elliot tiba-tiba mengeluarkan kertas tipis yang berisi kontrak perjanjian antara Queen Order dan Developer Isekai Online. Sebuah perjanjian untuk menggunakan jasa grup idol untuk mempromosikan Isekai Online dan saling berbagi keuntungan.


“Biar ku tebak, kau ingin aku masuk ke dalam Isekai Online dan membantu mu menyelesaikan beberapa Quest?”


“Tepat sekali! Sudah lama aku tidak memiliki kesempatan bermain game dan inilah saat yang tepat untuk bermain game dengan dalih pekerjaan sebagai manajer mereka!”


Bukankah kau hanya ingin lari dari kenyataan” balas Hans sembari menikmati kopi hangatnya.


“Sebagian itu sih... tapi ini kan pekerjaan. Jadi.. itu tidak salah dong!” Elliot pun menikmati kopi hangat yang dibawa Hans.


“Darimana kau dapat roti ini? porsi dan rasanya sangat pas di lidah ku.”


“Nah, itu hanya sebuah toko kecil di dekat rumah ku.”


“Benarkah? Tapi ini enak loh. Tidak biasanya aku memakan roti dengan citarasa unik di dalamnya. Roti isi ayam pedas, kenapa ada orang yang kepikiran dengan rasa semacam itu?”


“Oh, itu.. sebenarnya itu adalah ide ku.”


“Citarasa ini adalah ide mu. Selera mu sedikit unik juga ternyata.”


“Kesampingkan itu, memangnya aku dibayar berapa untuk ikut dalam ini?” Hans menunjuk lembar kontrak perjanjian.


“Bagaimana dengan 10% dari pendapatan total?”

__ADS_1


“10%? Er.. melihat status grup idol mu. Itu terlalu banyak.. bagaimana dengan 4% saja?”


“...”


“...”


“Kau tahu, biasanya orang-orang akan mencoba mencari penawaran tertinggi untuk hasil kerjasama. Tapi kau sebaliknya? Ternyata kau bisa jadi aneh juga” ucap Elliot.


“Yah, kau juga sama anehnya dengan ku. Kita memiliki dua orang juara dunia Isekai Online disini dan kau memilih diri ku?”


“Justru karena mereka juara dunia tarifnya sangat mahal.”


“Benarkah? Bahkan kemarin aku bermain bersama mereka secara gratis.”


“HUH? Kau?!!” Elliot tiba-tiba menatap tajam Hans.


“Kasus apa yang terjadi?” tanya Elliot penuh rasa penasaran.


“Bukan kasus yang rumit, hanya mencari anak-anak yang terculik saja” balas Hans.


“Penculikan?”


“Yah, semacam itu. Tapi, yang aneh dari kasus itu adalah beberapa indikasi keterlibatan ras Demon ada di dalamnya dan beberapa Player terlibat dalam kejahatan itu.”


“Player? Ini pertama kalinya aku mendengar Player ikut dalam kejahatan yang terjadi di sebuah game. Apa mereka melakukan penipuan atau semacanya?”


“Tidak, bukan itu. Mereka di sewa oleh beberapa NPC untuk melakukan hal-hal yang dirasa cukup merepotkan bagi mereka.”


“Memangnya apa yang mereka lakukan?”


“Oh, itu hanyalah pekerjaan kecil memasang perangkap sihir teleportasi yang ditanam di beberapa jalanan di ibukota Kerajaan Nestrad. Yah, aku telah memberi mereka informasi tentang lokasi jebakan-jebakan itu, mungkin saja mereka membersihkannya atau menutup akses jalan yang terhubung.”


“Apa ada korban dari kejadian itu?”


“Sepertinya ada, tapi aku tidak menemukannya. Lagipula, penculikan ini sedikit membuatku tertarik untuk memperdalamnya terlebih mereka tampaknya bukan hanya seorang korban penculikan melainkan korban uji coba oleh seseorang.”


“Korban uji coba?” Elliot kini mulai fokus pada perkataan Hans.


“Pernah kah terpikirkan oleh mu tentang anak kecil yang tiba-tiba berubah menjadi seorang gadis remaja dalam waktu beberapa hari setelah mereka di culik?”


“Sebuah kejadian aneh bagi ku, tapi kenapa itu bisa terjadi?”


“Yah, itulah yang masih belum bisa ku cari tahu penyebabnya.”


“Tidak banyak, hanya sebuah rumah dan perabotan di dalamnya.”


“Itu hadiah yang cukup lumayan. Kau bisa menggunakan bangunan itu sebagai titik save poin untuk login respawn mu. Biasanya Player akan respawn di Kuil Altar atau Guild Master Adventure, namun dengan membeli bangunan kau bisa respawn di dalamnya.”


Nah, aku belum sempat melihat bangunan itu.”


“Memangnya, dimana bangunan itu?”


“Di lihat dari posisinya, tampaknya itu terletak di sebuah desa.”


“Apa kau ingin membeli beberapa furnitur tambahan? Aku tahu Player yang cocok untuk pekerjaan itu.”


“Biar ku pikirkan nanti, keuangan ku di Isekai Online semakin buruk dengan kerakusan rasa penasaran ku.”


“Memangnya, apa yang telah kau lakukan?”


“Tidak terlalu penting sih, hanya membelanjakan 60 Koin Emas untuk membeli obat-obatan.”


Tiba-tiba, Elliot tersedak. Ia menarik nafasnya untuk memperbaiki rasa sesak di dadanya.


“ITU UANG YANG SANGAT BANYAK!” ucap Elliot yang tiba-tiba meneriaki Hans.


“Benarkah??”


“Tentu saja lah! Darimana kau bisa mendapat Koin Emas sebanyak itu? apa kau merampasnya dari Player lain dengan melakukan Player Killing?”


“Jika aku melakukan itu, bukankah aku seharusnya masuk ke dalam daftar Player Wanted?”


“Benar juga sih, harusnya kau sudah masuk ke dalam daftar Player Wanted. Memangnya obat apa yang kau beli sih? Kau bahkan tidak bertarung menggunakan Class itu kan?”


“Bukan obat-obatan spesial sih, itu hanyalah obat dengan zat psikoaktif di dalamnya.”


“Psikoaktif??”


“Yah, secara singkatnya itu hanyalah obat untuk mengacaukan pikiran seseorang sehingga informasi yang ada di kepala orang itu bisa di dapatkan.”


“Terdengar seperti serum kejujuran bagi ku.”


“Yah, cara kerjanya mirip sih. Tapi itu bukan serum kejujuran. Yang kupakai saat itu hanyalah obas pereda rasa sakit untuk melahirkan dengan dosis yang cukup untuk membuat seseorang aktif berbicara.”

__ADS_1


“Kenapa kau punya peralatan seperti itu sih?”


“Jangan tanya aku.”


Tiba-tiba saja, pintu ruang kelas terbuka. Seorang gadis yang memiliki rambut panjang berwarna hitam memasuki ruang kelas.


“Eh, Manajer?” ucap gadis itu.


“Oh, Okita.. kebetulan sekali. Mau ikut sarapan bersama kami?” ucap Elliot sembari menawarkan roti yang dibawa Hans.


“Tidak, terimakasih atas tawarannya.”


“Kalau begitu, mau kopi?”


“Walaupun dia mau, tapi kita tidak memiliki gelas yang cukup” tiba-tiba saja Hans masuk dalam pembicaraan mereka.


“Eng??” tatapan Okita bertemu dengan Hans.


Menyadari tatapan mata itu, Hans tidak memalingkan wajahnya, melainkan menahan lirikan matanya untuk tidak menatap langsung Okita. Okita kini berjalan mendekat Hans dan Elliot.


“Manajer, apa itu?” ternyata tatapan Okita terpaku pada kontrak perjanjian yang terletak diantara mereka berdua.


“Ini? hanyalah kontrak kecil yang baru saja disetujui oleh Dewi Kegelapan kita. Tampaknya, dia melihat potensi besar dari kerjasama ini.”


“Kerjasama dengan Isekai Online? Adik ku memainkan ini sih. Tapi aku tidak yakin apa bisa melakukannya. Bukankah itu game yang dipenuhi kekerasan di dalamnya?”


Elliot dan Hans saling bertatapan. Melihat reaksi datar Okita yang begitu skeptis mengenai Isekai Online sedikit menimbulkan keraguan untuk menjelaskan rinciannya. Sejauh pengalaman Hans, Isekai Online memang memiliki rating yang sangat kasar dengan unsur kekerasan, seksualitas, pemandangan menjijikan, dan kejadian tidak masuk akal yang sulit digambarkan dengan kata-kata.


“I-Itu ada benarnya, tapi kita tidak melakukan hal seperti itu.”


“Eng? Apa itu benar? Aku sedikit takut dengan kekerasan. Apa itu bisa di hindari?”


“Tenang saja, lagipula Hans selama ini bermain Isekai Online tanpa melakukan kekerasan.”


“Huh?” tiba-tiba saja Hans memotong kalimat Elliot dengan ucapannya itu. Tatapan matanya bertemu dengan tatapan Elliot, dilihat dari kondisinya, tatapan itu mengucapkan, “Ikuti saja alur ku!”


“Sejauh ini aku memang tidak melakukan kekerasan sih, Cuma...” Hans menyangahi kalimat Elliot.


“Cuma.. aku mendapat Quest yang menjauhkan ku dari kekerasan.” Lanjut Hans.


“Etto.. Hans juga memainkan Isekai Online?” tanya Okita.


“Aku sedikit memainkannya akhir-akhir ini” balas Hans.


“Hemm.. lebih baik jangan kecanduan dengan game yang merusak seperti itu.”


“Ahahaha.. aku tidak kecanduan sih” Hans menatap balik Elliot. Kini tatapan matanya mengatakan, “Apa yang salah dengan dia?” dan tatapan Elliot menjawab, “Dia selalu bertengkar dengan adiknya.”


“Manajer, apa aku bisa menolak pekerjaan ini?”


“Eh? Kenapa kau menolaknya?”


“Aku hanya...” tiba-tiba Okita menjadi terdiam dan menundukkan kepalanya. Hans menyadari keanehan yang terjadi dengan tiba-tiba ini.


“Bagaimana dengan memecahkan mister yang sedang terjadi?” ucap Hans.


“Misteri?” tanya Okita yang kembali normal.


Hans mengeluarkan ponselnya dan memberikannya pada Okita.


“Terdapat misteri kecil yang berkembang akhir-akhir ini di Forum Isekai Online. Yah, itu hanyalah akal-akalan dari Player untuk menciptakan misteri baru. Tapi, apa kau mau berburu hantu?”


“H-Hantu?” saat ini, mata Okita sedikit ketakutan dan penasaran.


“Rumornya ada seorang Player yang mati saat bermain game dan arwah Player itu masih terjebak di dalam game. Lihat saja pembahasan di Forum itu” Okita dengan ragu-ragu membaca komentar mengenai rumor yang dikatakan Hans.


“I-Ini menarik... bisa kirim link nya ke kontak ku.”


“Boleh saja, gunakan saja ponsel ku.”


Elliot yang sedikit peka dengan perubahan ini pun berdiri dan berpamitan, “Ekhem! Kurasa sebentar lagi akan ramai. Jadi aku akan kembali mempersiapkan pekerjaan selanjutnya. Dan.. Hans! Semoga kau bisa selamat dari hujatan penggemar Okita.”


Hans yang memahami arti dari perkataan itu seketika tersenyum, “Hanya penggemar? Apa istimewanya?”


Elliot dan Hans tertawa kecil.


“Hans...” Okita mengembalikan ponsel milik Hans. Di aplikasi pesannya terdapat kontak Okita yang baru saja ditambahkan.


“Setidaknya, aku memiliki nomor pribadinya. Mereka bisa apa?”


“Yah, jika ini disiarkan, aku tidak tahu apa yang akan terjadi. Lebih baik kita menghindarinya daripada mengambil resiko berbahaya dari terjangan penggemar.”


“Hoou.. keputusan yang bijak” balas Hans.

__ADS_1


[...]


__ADS_2