Isekai Online

Isekai Online
Chapter 34 - Private Detective Contractor


__ADS_3

Hans, Mile Sinov, Saintess Vallie Lister, dan Choco Coco Co duduk bersama. Di depan mereka terdapat satu porsi hidangan kecil untuk menemani pesta teh kecil.


Hans menikmati hidangan kecil itu sembari menunggu informasi tambahan. Logika dasar di kepalanya masih memproses sebuah kejadian mengenai tengkorak raksasa yang muncul.


Hans menyadari jika basis Isekai Online adalah Fantasi, namun ini sudah kelewatan jika Class Detective berhadapan dengan kejadian supranatural. Logika umum di kepalanya akan berbenturan, walaupun ia menyelesaikan dua kasus di Isekai Online. Itu masih terhitung dalam tahap normal karena dibantu dengan pengetahuan umum dan sistem khusus.


Tapi, bagaimana dengan tengkorak raksasa?


Hans tidak mengerti seperti apa bentuknya. Logika di kepalanya berbenturan mengenai seberapa besar bentuk yang diperlukan untuk masuk ke dalam kategori “Raksasa”. Kasus ini bisa saja membuka jalan pikirannya tentang seberapa luas Isekai Online.


Informasi yang di dapat saat ini adalah [Forest of Green Fairy] memiliki potensi yang diperlukan untuk membuat cuplikan video. Hans bisa saja mencari lokasi lain, namun rasa penasaran mengurungkan niatnya. Hans bukanlah pemain profesional yang akan tergiur bila mendengar “Event” seperti ini, Hans merupakan tipikal orang yang penasaran mengenai proses kejadian itu terjadi.


“Tengkorak raksasa kah? Itu terdengar aneh sekali. Apa istimewanya?” ucap Hans yang membuka topik pembicaraan.


“Dari catatan kerajaan, tengkorak raksasa merupakan sihir yang sering di pakai untuk menebar terror saat berperang di malam hari. Bentuknya agak sedikit aneh, namun pembuatannya sangat mudah. Seingatku, itu sudah menjadi daftar sihir terlarang di kerajaan ini dan peraturan itu telah berlaku selama 700 tahun. Kenapa sekarang sihir itu kembali?” ucapan yang di lontarkan Mile ini sedikit mengejutkan Saintess Vallie.


“Kau tahu sejarahnya?” tanya Hans.


Saintess Vallie yang mendengarnya pun meletakkan cangkir teh nya dan mulai menanggapinya, “Kejadian yang seperti itu pernah terjadi sebelumnya, sekitar 500 tahun yang lalu sosok tengkorak raksasa di laporkan menghancurkan wilayah bagian timur kerajaan. Sosok tengkorak saat itu adalah mayat ogre raksasa yang masih segar. Dalang di balik kejadian itu telah tertangkap dan di kurung oleh pihak kerajaan. Namun, catatan mengenai pelakunya di rahasiakan oleh pihak kerajaan.”


Mendengar penjelasan singkat dari Saintess Vallie, Hans terpikirkan sebuah pertanyaan besar di kepalanya.


“Mile, teknik Necromancy yang kau katakan sebelumnya. Apa ini saling berkaitan dengan situasi ini?” pertanyaan Hans ini pun memancing perhatian Ketua Guild Master Adventure dan Saintess Vallie.


“Em! Kurasa itu saling berkaitan karena salah satu syarat untuk memanggil tengkorak raksasa adalah mengumpulkan jiwa-jiwa yang telah mati dan itu ada di dalam bidang ilmu Necromancy.”


“Kau sepertinya sangat ahli tentang ini.”


“Tentu saja, inilah alasan kenapa aku di keluarkan dari unit mata-mata kerajaan.”


Balasa dari Mile ini sedikit membuat suasana menjadi berat.


“M-Maaf.. sepertinya itu luka lama yang sangat dalam.”


“Tidak masalah, itu hanya kenangan masa lalu. Lagipula, berkat tuduhan seperti itu. Aku bisa mengembangkan bisnis sampingan ku.”


Hans yang menyadari kata-kata itu pun berusaha mencari topik lain.


“Jika yang dikatakan Mile itu benar, harusnya ada beberapa laporan kejadian aneh yang masuk ke Guild Master Adventure kan? Dan kau belum menjawabnya.”


“Laporan? Ah! Memang benar ada beberapa laporan yang masuk sebelum laporan tengkorak raksasa. Jika tidak salah, beberapa koloni hewan baru di temukan di hutan mereka.”


“Hewan baru? Apa kalian tidak mendata jadwal migrasi hewan?”


“Kenapa kami harus melakukannya? Kami telah menyiapkan Quest harian untuk memonitor keadaan hutan. Jika ada keanehan, kami pasti akan mengetahuinya.”


“Dan.. keanehan itu harusnya ada di catatan laporan Quest kan?” ucapan Hans ini membuat Ketua Guild Master Adventure tersadar akan beberapa laporan yang ia hiraukan sebelumnya.


“Aku rasa, aku perlu meninjau kembali laporan Quest itu” gumam Ketua Guild Master Adventure.


“Ini menarik sekali, Tuan Hans. Apa kau akan segera menyelidikinya?” tanya Mile.


Mendengar Mile bertanya seperti itu, insting Hans yang mendeteksi masalah mulai bekerja.


“Jangan bilang jika rumah ku itu..”


“Ya, benar Tuan Hans. Halaman belakang rumah mu adalah bagian dari [Forest of Green Fairy].”


Mendengar pengakuan dari Mile, Hans lalu menatap tajam Mile.


“Mile Sinov” Hans tiba-tiba memanggil nama lengkap Mile.


“P-Percayalah Tuan Hans, aku tidak tahu jika di tanah itu sedang ada masalah. Ini bukan berarti aku memberi rumah di wilayah yang bermasalah. Jika rumah itu bermasalah, seharusnya maid-maid ku yang menjaganya melaporkan sesuatu kepada ku.”


“Maid?” lanjut Hans.


“R-Rumah itu terletak di atas pertambangan kan? Dan maid-maid itu adalah pekerja ahli untuk memproses hasil tambang. Em, apa aku harus memecat mereka?”


“Apa aku bisa mempercayai mereka?”


“Kurasa bisa, hanya saja.. Tuan Hans perlu melakukan pendekatan spesial dengan mereka.”


“Pendekatan spesial?”


Tuan Hans, Maid yang setia tidak lahir begitu saja. Tuan Hans perlu mendidik ulang mereka untuk membuat pondasi dasar kesetiaan mereka. Mereka memang ahli, namun jika Tuan mereka tidak sesuai ekspetasi mereka. Aku tidak tahu apa yang akan mereka lakukan.”


“Mile, apa kau punya dendam pribadi terhadap ku?”


“B-Bukan seperti itu, Tuan Hans. I-Ini hanyalah.. apa itu namanya? Kemungkinan terburuknya.. kurasa” ucapan Mile pada bagian terakhir itu sedikit membuat Hans tidak nyaman.

__ADS_1


“Pada akhirnya, aku harus berhati-hati di rumah ku sendiri?”


Ucapan Hans ini sedikit menusuk hati Mile, “Ugh, M-Maaf.. tapi! Mereka bukan gadis-gadis seperti itu. Aku bisa menjamin mereka akan setia kepada mu. Uh.. atau tidak? Ah! Sial! Kenapa aku juga kepikiran dengan kejadian ini!”


“Tuan Hans, bagaimana jika kita menemui gadis-gadis itu? aku sedikit khawatir sekarang!”


Mile pun bangkit dari kursinya dan memanggil beberapa pelayan untuk keperluan mendesaknya. Dengan sigap dan cepat, mereka bergegas mempersiapkan kereta kuda untuk berpergian.


“Ekhem! Guest177013. Jika kau tidak keberatan, bagaimana jika kau membawa beberapa Priestess kami untuk berjaga-jaga?” Saintess Vallie tiba-tiba memasuki pembicaraan mereka.


“Berjaga-jaga? Dari tengkorak raksasa atau kemungkinan terburuk dari gadis-gadis yang Mile bicarakan?”


“Keduanya!” balas Saintess Vallie dengan nada tinggi.


“M-Maaf jika itu terdengar menyeramkan. Tapi, bukan berarti gadis-gadis itu berbahaya. Mungkin saja sifat alami mereka semasa menjadi adventurer masih membekas.”


“Mereka mantan adventurer? Kenapa rumah ku menjadi medan perang sih?” lanjut Hans.


“Sudah ku bilang, mereka belum tentu gadis-gadis yang seperti itu!”


“Tapi, kemungkinan terburuknya itu kan?”


“Uguh! I-Itu.. aku tidak bisa membatahnya.”


Tiba-tiba, suara ketukan pintu terdengar di susul dengan suara pekikan kuda.


“Tuan Hans, bagaimana jika kita melihat sedikit rumah baru itu? untuk memastikan jika anak-anak itu tidak mengabaikan tugas-tugas mereka” sembari mengatakan itu, Mile memasukkan beberapa pisau kecil ke dalam kimono hitamnya.


Hans yang menyadari itu pun hanya terdiam dan mengikuti Mile dari belakang.


Sebelum Hans meninggalkan ruangan, ia menatap Ketua Guild Master Adventure.


“Well, jika kau ingin menyewa jasa ku. Kau bisa mengunjungi rumah ku” ucap Hans sebelum meninggalkan ruangan ini.


Di dalam ruangan ini tersisa Saintess Vallie dan Ketua Guild Master Adventure. Mereka saling menatap satu sama lain dan menahan rasa canggung ketika di tinggal pergi oleh tuan rumah.


“Permisi, Saintess Vallie. Boleh aku bertanya sesuatu?” keheningan itu di pecah oleh Coco.


“Tentang Player itu?” seolah mengerti akar permasalahan yang ada di kepala Coco. Saintess Vallie menebaknya dan tepat sasaran.


Coco pun menganggukan kepalanya, “Berkat pembicaraan tadi, aku bisa mengerti sebagian kecil tentang dirinya. Tapi..”


Ucapan Saintess Vallie pun menjawab pertanyaan Coco. Saintess Vallie tidak menjawabnya, ia mengambil secangkir teh dan menikmatinya dalam beberapa tegukan.


Setelah ia selesai menikmatinya, ia pun meletakkan kembali cangkit tehnya dan menjawab pertanyaan Coco, “Sejauh yang ku tahu, dia adalah Player yang bisa di andalkan dan di percaya. Itu datang dari salah satu Priestess kami yang diberi wahyu oleh Dewi kami.”


“Dewi Relena?”


“Oh, ini mengingatkan ku. Kenapa kau sudah jarang mengunjungi kuil? Coco?”


“Akhir-akhir ini kami sedang sibuk dengan sesuatu.”


“Guild Master Adventure selalu sibuk kan? Jika kalian tidak sibuk, berarti ada yang salah dengan dunia ini.”


“Uhm, maaf jika kami jarang mengunjungi kuil.”


“Tidak usah meminta maaf, aku tidak memaksa mu. Hanya saja, datanglah sesekali untuk bertamu atau membicarakan satu atau dua hal sebelum aku sibuk pergi ke tempat lain.”


“Saintess Vallie akan bepergian?” tanya Coco.


“Yah.. aku mungkin ke tempat itu untuk bersantai sembari menunggu bibit baru yang mampu mengemban tugas Saintess. Menjadi tua di ras manusia melelahkan tau, tidak seperti kalian ras Elf yang tua sekalipun masih memiliki tenaga anak muda.”


“Ahahaha... maaf jika kami seperti ini.”


“Tenang saja, itu bukan salah kalian. Lagipula, memiliki umur panjang pun memiliki tanggung jawab tersendiri. Seperti diri mu yang menjabat sebagai Ketua Guild Master Adventurer hingga generasi ke-5.”


“...”


“Tugas mu pasti lebih berat akhir-akhir ini, terutama tentang kekacauan yang bisa kau rasakan namun tak menampakkan wujudnya.”


Mendengar ucapan dari Saintess Vallie, Coco tiba-tiba terkejut.


“Ya, aku juga merasakannya Coco. Akhir-akhir ini terdapat sumber sihir misterius yang bermunculan dan saat mendengar cerita mu, tampaknya itu berada di sekitar [Forest of Green Fairy]. Beruntungnya, kau bertemu dengan salah satu detektif terhebat. Dia pasti bisa menyelesaikan masalah ini dan.. kau sudah mendengarnya kan? Dia bahkan menemukan cucu Mile yang berubah menjadi gadis dewasa.”


“Detektif? Ini pertama kali aku mendengarnya. Memangnya apa itu?”


“Berdasarkan penjelasan dari Priestess kami, detektif adalah pekerjaan dari seseorang untuk melakukan penyelidikan terhadap suatu masalah atau kejahatan. Untuk suatu alasan khusus, sepertinya Priestess kami yang ini sangat tergila-gila oleh Guest177013. Dia sekarang memiliki kebiasaan aneh untuk mengoleksi artikel mengenai kasus aneh yang dipecahkan oleh Guest177013.”


“Erm, Saintess Vallie. Boleh ku tahu bagaimana untuk menyewa jasanya?”

__ADS_1


“Dia sudah bilang kan sebelumnya? Kau harus menemuinya dan ku sarankan kau membawa beberapa petunjuk kecil untuknya. Dalam kasus ini, kau perlu membawa laporan mengenai Quest yang terjadi di sekitar wilayah [Forest of Green Fairy].”


“Um! Terimakasih atas sarannya” menutup pembicaraan ini. Coco segera menghabiskan secangkir tehnya dan bergegas kembali ke gedung Guild Master Adventure. Ia memerintahkan beberapa bawahannya untuk mengumpulkan berkas-berkas laporan Quest yang terjadi di sekitar wilayah [Forest of Green Fairy].


[...]


“Gedung Diamond Doom, nomor 222, Kerajaan Nestrad. Selain titik koordinatnya yang strategis ternyata tempatnya nyaman juga.” Dari kejauhan, Hans melihat rumah barunya yang berdiri megah di lapisi pemandangan hutan dan danau.


Walaupun di sebut rumah, namun ukuran dan penampilannya tampak seperti bangunan mansion bangsawan yang menjulang tinggi. Terdapat dua jalur terpisah untuk menuju rumah itu, jalur pertama dengan melewati jembatan yang membelah danau dan jalur kedua melewati pinggiran hutan.


Di tengah danau itu terdapat gundukan tanah kecil yang membentuk seperti pulau dan bangunan kecil yang hancur di kelilingi tanaman liar.


“Mile, apa itu?” dari dalam kereta kuda. Hans menunjuk bangunan hancur yang menarik perhatiannya.


“Ah, itu? itu hanya bekas dari Kuil Dewi Relena yang sudah di tinggalkan.”


“Ada kuil di tengah-tengah danau?”


“Dahulu.. ini adalah wilayah yang kering dan padat penduduk sebelum salah satu penyihir yang sedang magang melakukan kesalahan. Dia secara tidak sengaja mengubah aliran sungai Kerajaan Nestrad dan secara kebetulan aliran sungai itu melewati wilayah ini. Jika kau menyelam, kau bisa menemukan sisa-sisa bangunan dari pemukiman penduduk sebelumnya. Dan Kuil ini.. karena bangunan ini ada di ujung wilayah tertingginya maka Kuil ini selamat hingga Kuil Dewi Relena yang baru di bangun ke Ibukota Kerajaan Nestrad.”


“Tempat bersejarah kah.. lumayan juga.”


Kereta kuda mereka sampai di depan gerbang pintu masuk. Beberapa maid yang sedang bertugas pun bergegas masuk dan menyampaikan berita tentang adanya tamu yang datang. Mile dan Hans turun dari kereta kuda dan memasuki pintu depan.


Saat pintu depan di buka, beberapa maid membentuk barisan dan menyambut kedatangan mereka.


“Selamat Datang, Master!” suara itu terdengar seirama.


“Terdengar menjanjikan” komentar Hans.


“Selamat datang, Master! Kami sudah menunggu kedatangan Master dari beberapa hari yang lalu. Mantan Master kami tiba-tiba membuang kami hanya untuk menjadi bahan pembayaran atas cucunya. Aku harap, Master baru kami memiliki hati nurani yang bersih.”


Ini pertama kalinya Hans mendengar ucapan yang menyakitkan dari seorang maid. Tampilan luarnya tampak seperti gadis periang, namun ucapannya sangat menyakitkan.


Hans melirik Mile yang memegang dadanya, ia seperti di serang oleh ratusan anak panah yang menghantam tubuhnya.


“S-Siera, bukankah kita sudah membahasnya? Kau bahkan setuju untuk berganti Master!” bantah Mile yang bangkit dari menahan rasa sakitnya.


“Master, sepertinya kita harus meminta bantuan dari Priestess untuk membersihkan tempat ini. Sepertinya ada suara-suara aneh di sekitar sini, kami tidak ingin membuat Master merasa tidak nyaman dan meninggalkan kami seperti Master sebelumnya.”


“Si-Siera.. H-Hey.. aku ada di sini. Jangan hiraukan aku!”


“Master, kami telah mempersiapkan beberapa ruangan yang kemungkinan cocok untuk Master. Tapi akan lebih baik jika Master yang menilainya. Silahkan ikuti kami..” menghiraukan kehadiran Mile, beberapa maid yang berbaris pun beranjak pergi meninggalkan Mile dan menarik lengan Hans untuk melihat-lihat isi ruangan.


“Ah! Master.. sebelum Master tinggal di sini. Boleh kami sedikit egois?” saat di tengah koridor, beberapa maid menghentikan langkahnya dan memandang Hans.


Hans yang tidak tahu apa-apa pun sedikit kebingungan.


“Boleh kami meminta kontrak untuk bekerja seumur hidup menggunakan Seal Contract?”


“Well, jika kalian tidak keberatan. Kita bisa melakukannya. Tapi, apa kalian yakin?” tanya Hans.


Mereka hanya mengangguk dan melanjutkan perjalanan mereka menuju ruang utama. Saat ruang utama di buka, terdapat sebuah perlengkapan kerja dan dekorasi yang terasa nyaman. Ruangan itu cocok untuk melakukan pekerjaan yang bersifat analisis laporan atau sekedar bersantai.


Ruangan ini mengingatkan akan kenangan lama Hans saat masih aktif menjadi Dewan Keamanan Siswa. Ia kembali teringat saat susunan ruangan ini mirip sekali dengan ruangan pribadinya yang dulu.


“Aku mendengar dari Master sebelumnya jika Master baru kami sedikit unik dengan pekerjaanya, jadi.. kami sedikit menyingkirkan beberapa barang tak penting dan menyisakan ruang yang cukup untuk pekerjaan Master kami yang baru. Bagaimana?”


“Well, tidak buruk juga. Ini sangat terasa nyaman. Kalian benar-benar melakukan pekerjaan yang baik.”


“Terimakasih, Master.”


“Oh, ngomong-ngomong apa kalian merasakan kejadian aneh di sini?”


“Kejadian aneh?”


“Seperti tengkorak raksasa atau semacamnya?”


“...” sang maid pun terdiam. Dia memberi sinyal kecil ke maid lain dan kembali menatap Hans.


“Master, ini mungkin terdengar aneh tapi kami telah menangkap beberapa tengkorak hidup dan mengurungnya di basement bawah tanah.”


“Ah! Setelah Quest normal.. sekarang muncul Quest abnormal?” gumam Hans kecil.


Hans terdiam dan mulai mempersiapkan mentalnya untuk menghadapi kasus yang terjadi di luar akal sehat manusia.


“Haruskah ku sebut diri ku sebagai Private Detective Contractor. Jika Quest dari Client aneh-aneh seperti ini?” lanjut gumam Hans.


[...]

__ADS_1


__ADS_2