
Lilith dan Arvis berjalan memasuki sebuah ruangan yang tertutup rapat. Ruangan yang mereka masuki adalah sebuah lantai dungeon yang berada di bawah Diamond Doom. Berbeda dengan lapisan dungeon yang berisi ratusan pintu dan ruangan sempit, dungeon ini berisi ruang tahta dengan kursi megah di tengahnya.
[Headquarter of Underground Class Maid]
Di depan kursi tahta yang berdiri tegak, terdapat 98 Maid yang terdaftar dalam Underground Class Maid tengah berlutut menunggu perintah Lilith. Tepat di depan kursi tahta terdapat cermin besar melayang dan menampilkan ruangan khusus yang dimasuki Hans.
“Tidak sopan sekali, kalian mengamati kami sejak awal?” tanya Lilith.
Lilith perlahan duduk di atas kursi tahta dan memberi gerakan tangan kecil untuk membalas hormat bawahannya sedangkan Arvis berdiri di sampingnya.
“Maafkan kami, H-Head Maid. Hanya saja, kami sedikit penasaran dengan Master baru kami. Tidak seperti Master sebelumnya, kali ini kami harus bersumpah setia kepada seorang Player dan kami merasa tidak nyaman dengan perubahan ini. Jadi, untuk menutupi rasa tidak nyaman ini. Kami terpaksa mengintip sedikit” balas salah satu Underground Class Maid.
“Jadi, bagaimana hasilnya? Apa Master yang satu ini sesuai harapan kalian?” tanya Lilith sembari tersenyum.
“I-Ini sedikit di luar ekspetasi kami” seseorang yang menjawab pertanyaan Lilith adalah Demon tua yang menjadi Undead dan dikenal sebagai “Ochimusha” atau “Fallen Warriors”. Demon tua ini memiliki fisik wanita muda dengan warna kulit pucat yang dipenuhi pecahan armor di sekitar seragam Maidnya. Sosok Ochimusha ini bernama Shirayuki, berdasarkan hierarki Underground Class Maid ia menduduki jabatan sebagai pengawas tugas Maid.
“A-Aku tidak menyangka jika Master kita menerima dua kontrak berbeda di saat yang bersamaan. Maksud ku, menanggung beban Upper Class Maid dan Underground Class Maid adalah tanggung jawab yang sangat besar. Bahkan Master kita sebelumnya menyerah dan membatasi pergerakan kita dengan dunia luar” ucap Shirayuki.
“Ya, Upper Class Maid terlalu memandang rendah Underground Class Maid!”
“Betul! Jika saja Master sebelumnya tidak membatasi gerakan kita, sudah pasti kita jauh lebih unggul daripada Upper Class Maid. Dengan umur mereka yang pendek, kita hanya bisa menunggu mereka mati tanpa melakukan perlawanan!”
“Betul sekali! Sekarang waktunya bagi kita untuk melakukan serangan balasan!”
Lilith mendengar keluhan dari bawahannya dan memberi gerakan tangan kecil untuk meredam situasi.
“Situasi telah berubah dan seperti yang kalian lihat, Master baru kita tidak memandang rendah ras kita. Terlebih, Siera telah memberi kontrak kesetiaan Upper Class Maid kepada Master kita. Tugas utama kita saat ini adalah kesetiaan dan pengabdian untuk Master! Kita tidak perlu mengikuti jalan Upper Class Maid yang fokus menjilat Master sebelumnya!” ucap Lilith untuk meredam suasana.
“Setuju!!” Underground Class Maid memiliki satu suara untuk keputusan ini.
“Fufufu.. dan kalian tahu kan apa tugas pertama kita?” lanjut ucapan Lilith dengan senyuman tipis di wajahnya.
“Sesuatu yang tidak mungkin Upper Class Maid miliki!”
“Sesuatu yang membuat Underground Class Maid bersinar di mata Master!”
“Sesuatu yang membuat kita satu langkah di depan Upper Class Maid!”
Sorakan yang dipenuhi semangat itu membuat isi ruangan ini bergetar. Moral Underground Class Maid berada di tingkat tertinggi.
“Kita harus bekerja keras untuk memperbaharui buku-buku ini!” ucapan Lilith terdengar bersemangat dan sebuah portal kecil terbuka lalu mengeluarkan ratusan buku yang berjatuhan di depan kursi tahta.
“Underground Class Maid mendapat perintah resmi untuk menerjemahkan buku-buku ini ke dalam bahasa manusia. Beruntungnya, bahasa yang tertulis di dalamnya adalah bahasa Demon dan penulis buku-buku ini ada di antara kita!”
“H-Head Maid. Bukankah ini?!” Shirayuki tampak terkejut setelah melihat buku-buku yang dikeluarkan Lilith berjatuhan.
“Kau tahu tentang buku-buku ini, Shirayuki?” tanya Lilith.
“A-Aku pernah melihat ini di perpustakaan kerajaan kita sebelumnya. Bukankah ini salah satu buku terlarang mengenai penciptaan Undead berdasarkan posisi rasi bintang?”
“Oh, kau sepertinya mengetahui isi buku ini. Apa perlu ku perkenalkan pembuatnya?”
“H-Head Maid?” Shirayuki tampak kebingungan dengan perkataan Lilith.
“Arvis! Bukan kah ini salah satu buku buatan mu? Jika tidak salah ini adalah buku yang membawa malapetaka di kerajaan manusia kan?” ucap Lilith sembari melirik Arvis yang berdiri di sampingnya.
“Head Maid, tolong jangan ungkit masa lalu ku yang kelam itu. Memang benar aku penulisnya tapi untuk malapetaka yang satu itu. Bisa dibilang bukan aku pelakunya! Aku hanya iseng memberi buku ini kepada manusia dan hal yang seperti itu terjadi. Bukan kah Head Maid sendiri yang memberi ijin untuk melakukan uji coba teori pembuatan Undead kepada manusia untuk mengetahui efeknya?” balas Arvis.
“K-Kejadian yang seperti itu pernah terjadi?” tanya Shirayuki dengan nada yang bergetar.
“Ingatan ku sedikit kasar tentang pertistiwa itu, jika ingatan ku benar maka buku ini ditulis berdasarkan teori jiwa manusia sebagai katalis sihir kan?” Lilith memandangi Arvis dan bertanya dengan nada serius.
__ADS_1
“Teori itu?” beberapa Underground Class Maid bertanya-tanya tentang topik yang dibawa Lilith.
“Teori Jiwa Manusia dan Katalis Kerangka Manusia sebagai Basis Monster Skeleton” ucap Arvis.
“Ah! Aku ingat sekarang! Jika tidak salah kita menggunakan anak-anak manusia yang mati di medan perang sebagai katalis pembuatan monster skeleton sebagai pekerja tambang kan?” ucapan Lilith ini terdengar santai dan menarik perhatian Underground Class Maid.
“Head Maid, perlu di ingat. Mereka bukanlah anak-anak. Dalam umur manusia, usia 20 tahun ke atas bukanlah anak-anak” balas Arvis.
“Eh? Tapi mereka tampak polos di medan perang dengan gerakan seperti itu?”
“Head Maid, siapa pun pasti akan ketakutan jika melihat monster di medan perang. Terlebih, kita menciptakan monster di luar perhitungan dengan Demon Ancient Rune. Sebuah monster raksasa yang tercipta secara tidak sengaja dan berhasil menghancurkan satu kerajaan manusia di masa lalu.”
“Dan sekarang.. ada seseorang yang menggunakan Demon Ancient Rune dan menciptakan monster yang sama. Pertanyaannya adalah.. siapa orang ini?” pertanyaan Lilith ini menciptakan kegaduhan kecil diantara Underground Class Maid.
“Melihat karya ku digunakan oleh orang lain terlebih penggunaan Demon Ancient Rune yang tidak efektif, rasanya aku ingin menghancurkan orang ini” Arvis menggenggam tangannya dan mencoba menahan amarahnya.
“Berbicara tentang karya mu, apa hubungannya antara jiwa manusia dan monster skeleton menggunakan Demon Ancient Rune?” tanya Lilith kepada Arvis.
“Head Maid, kau pasti tidak membaca penuh buku ku dan laporan yang ku tulis kan?”
“Eh? Aku membacanya kok. Hanya sebagian kecil sih, terutama di bagian yang paling menarik. Jika tidak salah, tubuh seseorang yang telah mati masih memiliki energi jiwa yang tertinggal di dalam tubuhnya kan? Dan teknik penciptaan undead skeleton memerlukan energi jiwa yang tertinggal sebagai bahan bakar utama untuk siklus hidupnya kan?”
“Jadi, itu adalah bagian kecil yang menarik? Head Maid, kau pasti tidak membaca keseluruhan Demon Ancient Rune yang tertulis di dalamnya” sindir Arvis.
“Uguh! I-Itu sangat memakan banyak waktu untuk membaca semua Demon Ancient Rune yang kau tulis!”
“Padahal di dalamnya terdapat petunjuk kecil untuk menciptakan monster skeleton dan perbandingan usia skeleton yang mempengaruhi performa mereka dalam menjalani perintah rumit.”
“A-Arvis, apa kau ingat setebal apa buku yang kau ciptakan itu?”
“Cuma 7.128 lembar dan 331 bagian lampiran.”
“Kau tahu seberapa banyak itu kan! Dan tugas utama ku sebagai Demon Queen di saat itu!” balas Lilith dengan nada tinggi.
“Lupakan itu! Kembali ke masalah penting kita saat ini. Apakah monster skeleton ini bisa di kalahkan? Aku melihat Demon Ancient Rune yang digunakan tidak memiliki titik penyelesaian.”
“Head Maid, berdasarkan analisis singkat yang di temukan dan di bantu oleh pengetahuan Master Hans. Aku bisa menyimpulkan ini adalah Demon Ancient Rune yang masih belum sempurna dan berdasarkan penempatan komposisi rune bisa dipastikan ini adalah Demon Ancient Rune yang digunakan saat teknologi Ancient Rune pertama kali ditemukan. Pada tahap ini, sumber kekuatan utamanya berasal dari kekuatan sihir seseorang yang digunakan pada waktu tertentu dan kemungkinan terburuknya adalah monster skeleton ini akan terus terbentuk hingga seseorang ini kehilangan sumber sihirnya atau mati. Sesuai perkataan Master Hans, ada kemungkinan seseorang ini dengan sengaja menggubah mayat manusia menjadi monster skeleton terlebih dengan umur tulang mereka yang terbilang cukup baru. Biasanya, monster skeleton sangat lemah dengan serangan benda tumpul karena tulang mereka yang telah rapuh akibat penguraian di dalam tanah namun dalam kasus ini-”
“Mereka menggunakan mayat manusia yang masih segar dan mengubahnya menjadi monster skeleton?” Penjelasan Arvis tiba-tiba terpotong oleh pertanyaan Lilith.
“Benar sekali, Head Maid.”
“Apa kau bisa melacak sumber kekuatannya?”
“Jika Demon Ancient Rune ini menggunakan versi terbaru, kita mungkin bisa melacaknya. Hanya saja, Demon Ancient Rune yang satu ini menggunakan teknologi lama yang merepotkan. Perintah untuk pembentukan Undead sangat sederhana dan gerakan yang bisa diperintah hanyalah kalimat perintah dasar seperti bangkit, serang, diam, dan hancur. Masalah utama yang kita temukan di dalam Demon Ancient Rune ini adalah sumber kekuatan utamanya. Sumber kekuatan utama skeleton inilah yang memberi perintah kepada skeleton-skeleton lainnya. Berdasarkan pergerakan skeleton yang kita culik, aktivitas terbesar yang mereka lakukan terjadi di malam hari. Jadi, ada kemungkinan Demon Ancient Rune mereka aktif di malam hari dan posisi rasi bintang tidak mempengaruhi mereka.”
Mendengar informasi yang diberikan Arvis, Lilith menyandarkan tubuhnya di kursi tahta. Jauh di dalam otaknya, ia memikirkan situasi yang bisa saja terjadi berdasarkan informasi yang diberikan Arvis.
“Monster ini aktif di malam hari. Berarti ia memiliki banyak waktu luang untuk mengisi sumber sihirnya dari pagi hari hingga sore hari. Untuk menggerakkan monster besar seperti ini diperlukan sumber sihir yang besar. Ras yang mampu meregenerasi sihir yang cepat dan memiliki jumlah sihir yang besar tidak lain hanya ras itu kan?”
“Head Maid, jika anda berpikir itu adalah ulah ras Elf. Kemungkinan besar itu tidak mungkin terjadi. Teknologi Demon Ancient Rune hanya tersebar di era kejayaan kita dahulu dan perkembangan Demon Ancient Rune untuk konsumsi publik hanya diberikan bagian landasan sihirnya. Setelah penelitian Demon Ancient Rune yang tidak efektif, kerajaan kita berhenti menelitinya tapi ada seseorang di antara kita yang melanjutkan penelitian Demon Ancient Rune. Berdasarkan informasi yang tersebar, dia melakukan percobaan kecil di kerajaan manusia dan menggunakan rangkaian Demon Ancient Rune untuk mempercepat pertumbuhan hewan dan membuat racun khusus yang mampu merusak organ vital. Karena kehebohan kecil yang ia lakukan, ia menjadi buronan pihak kuil dan di musnahkan. Tidak ada informasi lagi setelah berita kekalahan dirinya.”
“Informasi yang bagus, Arvis. Mungkin Master Hans akan tertarik dengan informasi ini. Sangat di sayangkan jika ada Demon yang mengerti Demon Ancient Rune pergi meninggalkan kerajaan kita. Ngomong-ngomong.. siapa namanya?”
Mendengar pertanyaan Lilith, Arvis memegang rambut kepalanya dan menggelengkan kepalanya.
“Head Maid, apa kau lupa dengan cucu mu yang kabur dari kastil kerajaan?”
“Eh?”
“Demon yang baru saja ku ceritakan itu tidak lain adalah cucu mu sendiri.”
__ADS_1
“EEEH??!! Y-Yang mana?” tanya Lilith.
“Haiss.. Head Maid! Aku tahu jika diri mu adalah Succubus yang tidak peduli dengan partnernya tapi tolong jangan lupakan keturunan ras mu yang membuat keturunan lagi dari darah mu.”
“Mana ku tahu hal yang begituan kan! Lagian mereka telah dewasa dan pergi dari kastil kerajaan!”
“Dasar orang tua tak bertanggung jawab” ucap Arvis dengan nada sinis.
“Uguh! Tega sekali kau, Arvis!”
“Berbicara tentang garis keturunan. Jika tidak salah dia memiliki anak perempuan sebelum meninggalkan kastil kerajaan.”
“Cucu ku memiliki anak lagi? Ugh! Kenapa silsilah keturunan ku semakin panjang sih?!”
“Head Maid, maaf jika ini sedikit kasar tapi semua keturunan mu itu sangat bermasalah.”
“Arvis, tolong jangan ingatkan aku pada kejadian itu.”
“Kejadian tentang kudeta anggota kerajaan dan membuat Demon Queen menjadi Head Maid dari Underground Class Maid?”
“S-Sepertinya kau masih menyimpan dendam dengan mereka.”
“Tentu saja, Head Maid. Karena ini adalah harga diri ku sebagai mantan pemimpin pasukan tertinggi yang kalah demi memenuhi permintaan Demon Queen.”
“Ehehe.. tapi berkat itu pekerjaan kita menjadi santai kan?”
“A-Aku tidak bisa membantahnya. Bekerja sebagai Maid tidak buruk juga dan banyak waktu luang untuk melanjutkan penelitian kecil ku yang sempat tertunda.”
“A-Anooo.. Head Maid, maaf jika ini menyela pembicaraan kalian. Tapi, apa yang akan kita lakukan selanjutnya selain menerjemahkan buku-buku ini ke dalam bahasa manusia?” tanya Shirayuki yang menyela pembicaraan Lilith dan Arvis.
“Benar juga, saat ini kita harus menyempurnakan informasi dari buku-buku ini termasuk perkembangan besar yang telah terjadi. Itu akan membuat Master Hans tertarik mempelajarinya sekaligus kesempatan emas kita untuk membuktikan bahwa Demon tua bukanlah benalu yang hidup dalam bayang-bayang!”
“Kalau begitu, aku akan mencoba memilah buku-buku ini berdasarkan isi informasi di dalamnya dan memisahkan buku mengenai perkembangan Demon Ancient Rune yang menciptakan Undead” balas Shirayuki.
“S-Silahkan saja..”
Mendengar perintah yang disetujui Lilith, beberapa kelompok Underground Class Maid segera berkumpul dan memisahkan beberapa buku sesuai dengan keahlian mereka. Maid yang bekerja sebagai Underground Class Maid adalah mantan pengikut setia Lilith saat menjabat sebagai Demon Queen.
Arvis mengambil beberapa buku yang mempelajari penciptaan Undead dan kembali ke sisi Lilith.
“Ini terasa sangat nostalgia. Sudah lama sekali aku tidak melihat tulisan tangan ku yang sulit dibaca ini. Berkat itu, kecacatan penulisan Demon Ancient Rune terlihat jelas.”
“Arvis?”
“Aku melihat sebagain besar Demon Ancient Rune yang tertulis di tengkorak kepala manusia itu memiliki kesalahan dalam pengukiran nya. Setiap ukiran memiliki simbol dan arti yang berbeda. Jujur saja, ini pertama kalinya aku melihat ada Undead Skeleton yang mampu bekerja sama membentuk tengkorak raksasa. Basis utama dari sihir tersebut adalah penciptaan Undead namun dengan penyesuaian Demon Ancient Rune, aku tidak menyangka jika sekumpulan skeleton bisa membentuk tengkorak raksasa hanya dari Demon Ancient Rune yang cacat.”
“Apa kau terkejut, Arvis?”
“Aku sangat terkejut, Head Maid. Siapa sangka kecacatan Demon Ancient Rune bisa membuat variasi monster seperti ini. Terlepas dari pengendaliannya yang merepotkan, monster ini tercipta dari kesalahan penulisan Demon Ancient Rune. Jika informasi ini tersebar luas ke mantan kerajaan kita. Perang antara Demon dan manusia bisa saja terjadi tanpa mengirim pasukan. Mengandalkan formula Demon Ancient Rune seperti ini dan melepasnya di pemakaman umum, itu sudah cukup untuk menghancurkan satu kerajaan. Lagipula, kecacatan Demon Ancient Rune seperti ini mudah digambar oleh anak-anak.”
“Aku tidak ingin hal seperti itu terjadi, Arvis.”
“Aku tahu, Head Maid. Informasi Demon Ancient Rune ini sangat berbahaya. Apakah Master Hans mampu menerima informasi ini setelah mengetahui konsekuensi yang besar?”
“Jika itu Master Hans, aku yakin dia akan menggunakan informasi ini sesuai kebutuhannya.”
“Kalau begitu, aku akan sedikit serius dan melakukan pembaharuan terhadap buku-buku ini.”
Arvis tersenyum lebar dan beranjak pergi meninggalkan ruangan.
“Maafkan aku, Master Hans. Mungkin buku yang akan Master Hans baca semakin bertambah tebal” ucap Lilith dengan nada rendah.
__ADS_1
Lilith lalu bergegas mengambil beberapa buku yang tersisa dan meninggalkan ruangan. Seratus Maid yang menghuni Underground Class Maid kini sibuk menerjemahkan buku yang berisi Demon Ancient Rune dan informasi penting lainnya agar bisa dipahami oleh Master baru mereka.