Isekai Online

Isekai Online
Chapter 43 - Lorong Gua


__ADS_3

Gua yang ditemukan oleh Hans merupakan percabangan kecil dari gua utama yang dihuni oleh tengkorak raksasa. Bebatuan kapur yang membentuk stalaktit dan stalagmit memberi ruang gerak yang sempit bagi Hans.


Hans, Elliot, dan Shirayuki secara bergantian berbaris untuk memberi ruang gerak hingga ke lorong gua yang sedikit lebar. Penerangan yang terbatas dari senter Hans dan tekstur lantai gua yang licin memberinya seribu pertanyaan tentang penyebab terjadinya tengkorak raksasa.


Informasi yang diketahui oleh Hans perlahan memunculkan benang merah yang membentuk jaring laba-laba di dalam otaknya. Kejadian yang berhubungan dengan Demon Ancient Rune perlahan terbentuk seperti potongan puzzle yang menyatu dan menjadi hipotesis sementara dari peristiwa itu.


Demon Ancient Rune dan kasus yang pernah diselesaikannya menjadi kunci penting dari Quest yang berkelanjutan. Terutama dengan petunjuk kecil yang disampaikan oleh Arvis. Tengkorak raksasa merupakan perwujudan dari kematian yang belum sempurna. Tubuh yang terpisah dari jiwa dan dikurung dalam wadah berupa tengkorak yang hidup, itu merupakan penyiksaan umum yang sering digunakan oleh ras Demon. Mengetahui fakta dari sejarah Isekai Online yang terjadi pada masa lampau, Hans bisa menyimpulkan adanya seseorang yang berusaha menggunakan sihir masa lalu untuk digunakan pada era sekarang atau seseorang dari masa lalu yang bangkit pada masa sekarang.


Penemuan Arvis yang mengemukakan kecacatan pada Demon Ancient Rune menjadi daya tarik tersendiri pada Hans. Jika pemahaman itu diubah dalam bentuk bahasa program, itu akan menjadi bahasa pemrograman usang melawan program baru yang telah disempurnakan menjadi lebih efisien, cepat, dan aman. Kelemahan Demon Ancient Rune ini adalah kecacatan yang mampu menghancurkan struktur sihirnya dalam satu serangan. Untuk melakukan serangan yang menghancurkan tengkorak raksasa, Hans perlu mengetahui sumber sihir dan struktur sihir yang menjadi inti utama bagi tengkorak raksasa.


Berkat serangan kecil yang dilakukan Elliot, sistem MOCAD yang menjadi alat navigasi Hans menjadi tidak berguna. Gangguan sihir yang disebabkan oleh skill Warlock Elliot mematikan fungsi sihir yang tersebar di sekitar gua utama. Itu menjadi keuntungan tersendiri bagi Hans karena Class Detective miliknya sangat tidak berguna jika melakukan pertempuran antar Player. Dengan menghindari rute pertempuran dan memangkas jalan menuju inti gua utama, Hans dan Elliot menjadi Player pertama yang melakukan penjelajahan stealth tanpa terdeteksi NPC di zona terlarang.


“Hans, apakah ini masih jauh?” tanya Elliot yang mengatur ritme napas beratnya.


“Kita telah berjalan lebih dari satu jam! Dan kita belum menemukan tujuan yang dicari!” lanjut ucapan Elliot dengan nada yang lebih ceria dari biasanya.


Hans menanggapi pertanyaan itu dengan layar sistem MOCAD yang membentang di depan mata Elliot. Peta yang berhasil direkam oleh sistem MOCAD menampilkan bentuk tiga dimensi dari gua bawah tanah yang berlika-liku membentuk lorong labirin. Titik-titik merah yang menjadi tanda bahaya akan suatu hal telah menghilang dan rute yang dilalui Hans merupakan jalan alternatif yang menghindari potensi serangan kejutan dari entitas yang tidak dikenal.


“Jika saja kau tidak melakukan serangan seperti itu, kita tidak perlu memutari tempat berbahaya seperti ini!” gerutu Hans dengan nada sinisnya.


“Eh? Sedari tadi.. Kita berjalan memutar?” balas Elliot dengan nada polosnya.


“Tentu saja, titik-titik kecil itu berasal dari sesuatu yang memancarkan energi sihir dan terdeteksi oleh sistem MOCAD. Kita bergerak memutar demi memangkas waktu dan menghindari pertempuran tak penting. Hanya saja, seseorang telah merusak sistem MOCAD dan memaksaku beralih ke mode manual berupa peta buta tiga dimensi,” sindir Hans.


“Hmm.. Siapa yang melakukannya? Terdengar sangat tidak asing ditelingaku,” balas Elliot tanpa merasa bersalah atas tindakannya.


Hans tidak menanggapi jawaban dari Elliot. Otaknya terus bekerja sebagai navigasi yang menuntun jalan dan memecahkan teka-teki dari labirin yang rumit. Bentuk labirin yang berhasil direkam oleh sistem MOCAD memiliki tekstur yang memanjang dan bercabang seperti dungeon bawah tanah.


“Hng?!” Hans menghentikan gerakannya setelah cahaya senternya mengenai bebatuan tanah yang berbeda dari bebatuan kapur. Dia perlahan mendekati bebatuan tanah itu dan menyentuhnya.


Hans mengambil segengam tanah itu dan meremasnya. Tetesan air berwarna cokelat terlihat dengan jelas serta aroma kotoran yang khas tercium menghiasi tangan Hans.


Sementara itu, Shirayuki yang berdiri di samping Hans meraih gagang senjatanya dan bersikap waspada.


“Ugghh.. Apa yang sedang kau lakukan, Hans?” komentar Elliot setelah mencium aroma kotoran dari tangan Hans.


Hans segera membuka peta tiga dimensinya dan memperkirakan titik posisinya berdasarkan perhitungan langkah kaki. Titik lokasinya berdekatan dengan titik-titik kecil yang berkelompok. Menyadari titik lokasinya berada dalam bahaya, Hans segera mengamati keadaan dengan fokus memperkirakan arah serangan kejutan.


Sepanjang mata memandang, Hans terlihat sangat kebingungan dengan situasinya yang tenang.


“Ada yang aneh, Elliot.”


“Eh? Apanya?”


“Kotoran ini.. Kau merasakannya, bukan?” ucap Hans sembari menggerakkan tangannya ke wajah Elliot.


“Hey! Hey! Singkirkan itu! Sangat menjijikan!” Elliot bergerak menjauhi tangan Hans dan berlindung pada bebatuan gua yang tertutupi kotoran.


“Ugghh.. SH#%! Mengapa ini terjadi kepadaku?” gerutu Elliot dengan penuh rasa penyesalan.


“Master Hans, izinkan saya membersihkannya,” ucap Shirayuki.


“Tidak perlu, aku serahkan semua serangan yang akan datang kepadamu, Shirayuki!” perintah Hans.


“Saya akan melakukannya walaupun tanpa perintah, Master Hans.”


Sikap waspada dari Shirayuki dan kondisi gua yang memiliki kotoran merupakan tanda alami mengenai mahkluk hidup yang bermukim di dalam gua. Pintu masuk yang sempit dari bebatuan kapur terlihat sangat bersih dibandingkan bebatuan tanah yang dipenuhi kotoran. Pemikiran Hans yang mengetahui fakta ini memasang sikap waspada pada tubuhnya. Hans membersihkan tangannya dengan bebatuan kapur yang halus.


Aroma kotoran yang menyengat itu bisa dihilangkan oleh bebatuan kapur. Hans dan Elliot meluangkan waktu senggang mereka dengan bercanda riang menggunakan kotoran yang tersisa.


“Elliot, aku hanya memperingatimu tentang ini. Kotoran ini merupakan sebuah tanda yang sangat menjebak untuk kita. Aroma yang..” Hans menghentikan kata-katanya dan teringat betapa menjijikannya topik yang berusaha dia bahas.


“Err.. Aroma unik ini,” lanjut Hans.


“Hey.. Mengapa kau berhenti di tengah kalimat ucapan?” balas Elliot dengan nada datar.


“Tidak apa-apa, aku hanya teringat pada karya ilmiahku tentang biogas. Membandingkan kotoran manusia dan kotoran hewan terhadap kualitas biogas yang dihasilkan.”


“Jadi, hasil apa yang didapat?” tanya Elliot,


“K-Kau serius ingin mengetahuinya?” balas Hans seperti tidak percaya pada apa yang baru saja dia dengar.


“Holmes, sebagai assistenmu. Sudah kewajibanku untuk mengetahui secercah pengetahuanmu untuk kebaikan diriku sendiri.”


“Apa ini? Sekarang kau berganti menjadi asisten detektif dan membuang identitasmu dari jalan Warlock?”

__ADS_1


“Ayoolah.. Untuk kesenangan pribadi saja,” balas Elliot yang menghiraukan pertanyaan Hans.


“...” Hans terdiam setelah mendengarnya. Instingnya bergerak dan menyadari kejanggalan dari tingkah laku aneh yang dilakukan Elliot.


“Elliot, apa pun yang kau lakukan. Jangan lupakan pembagian keuntungannya.”


“I-Itu.. Bisa diatur..” balas Elliot dengan nada ragu-ragu dan gerakan tubuhnya yang bergetar kecil.


“Terdengar sangat meragukan, kita akan membuat kontraknya nanti..” Hans tersenyum sinis dibalik tudung kepalanya. Reaksi dan jawaban Elliot telah menunjukkan niat tersembunyi yang terdeteksi oleh Hans.


Hans menghela napas yang cukup berat dan bersiap mengikuti permainan Elliot.


Permainan antara detektif dan asisten detektif telah dimulai ketika Hans menjadi lebih serius dari biasanya. Hans bisa menebak tentang apa yang sedang dikerjakan oleh Elliot. Sebuah bisnis sampingan yang berhubungan antara dia dan Isekai Online.


“Kotoran manusia dan hewan memiliki perbedaan besar dalam komposisi dan kualitas. Komposisi yang digunakan sangat memengaruhi proses pembuatan biogas.”


“Perbedaan pertama adalah komposisi kimia. Kotoran manusia pada umumnya lebih kaya akan bahan organik dan nutrisi daripada kotoran hewan. Ini karena makanan manusia yang beragam dan status mereka sebagai omnivora. Makanan yang mengandung serat, lemak, dan karbohidrat kompleks dapat memengaruhi komposisi kimia pada kotoran mereka. Sementara itu, kotoran hewan seperti sapi, kambing, atau unggas mengandung lebih banyak serat kasar dan sedikit nutrisi.”


“Kedua adalah kandungan air. Kotoran manusia secara umum mengandung lebih banyak air daripada kotoran hewan. Konsentrasi dari kepadatan kotoran sangat memengaruhi sistem pembuatan biogas. Kotoran hewan cenderung lebih kering dan memiliki konsentrasi padatan yang lebih tinggi.”


“Selanjutnya adalah potensi kandungan gas metana. Kotoran manusia dan hewan memiliki potensi produksi metana yang berbeda. Kotoran manusia cenderung menghasilkan lebih sedikit metana daripada kotoran hewan. Penyebabnya adalah komposisi nutrisi yang jauh berbeda. Dan.. Jangan gunakan skill yang menyulut api!” ucap Hans dengan nada tegas.


“O-Okay.. Noted! Lanjut Holmes..” balas Elliot yang serius mendengar penjelasan Hans.


“Kau tidak ingin mencobanya?” canda Hans.


“Kau ingin aku melakukannya?” balas Elliot.


“Tidak perlu repot-repot, aku memiliki cara yang lebih efisien daripada menggunakan sihir.”


Hans mengeluarkan pistol Gross-17 yang tersimpan dari balik saku pakaiannya. Setelah melihat pistol Hans yang bersiap menembak. Keringat dingin membasahi dahi Elliot, ketakutan antara hidup dan mati mulai merasuki tubuh semunya.


“A-Aku hanya bercanda,” ucap Elliot untuk menyelamatkan dirinya dari kemungkinan mati konyol.


Hans memasukkan pistolnya ke sela-sela pakaiannya dan melanjutkan topik pembahasan yang terpotong.


“Yang satu ini, faktor penting dalam pembuatan biogas yaitu mikroorganisme. Mikroorganisme yang terlibat dalam pembentukan biogas bervariasi tergantung pada jenis kotoran yang digunakan. Kotoran manusia dan kotoran hewan mengandung mikroorganisme berbeda yang memengaruhi kinerja dan stabilitas sistem pembuatan biogas.”


“Kurasa, empat hal itu sudah tertuang di dalam jurnal ilmiahku. Kualitas yang berbeda itu memerlukan perhatian tambahan, terutama pada kotoran manusia yang unik-unik di setiap individu. Yah, pada akhirnya itu hanyalah jurnal yang membandingkan kotoran untuk menghasilkan produk biogas dan digunakan oleh sekolah lamaku.”


“Jadi, kesimpulannya?” tanya Elliot.


“Cukup masuk akal.”


“Hmm..” Hans memegang dagunya dan berpikir tentang satu hal yang menggangu pikirannya.


Kotoran manusia atau kotoran hewan mengandung metana karena proses biologis yang terjadi selama pemecahan bahan organik di dalamnya. Kotoran tersebut memiliki sisa-sisa makanan yang tidak dicerna sepenuhnya dan bahan lain yang masuk ke sistem percernaan manusia atau hewan.


Metana dihasilkan dalam kondisi lingkungan anaerobik, yaitu sebuah kondisi di mana kadar oksigen sangat rendah atau mendekati tidak ada. Proses penguraian anaerobik terjadi melalui metanogen, sebuah mikroorganisme yang menjadi tersangka utama penguraian metana dan dapat hidup di lingkungan tanpa oksigen.


Metanogen menguraikan bahan organik dalam kotoran manusia atau hewan melalui serangkaian reaksi biokimia kompleks. Dalam proses ini, metanogen mengubah bahan organik menjadi metana dan karbon dioksida. Metana yang tercipta merupakan produk akhir dari reaksi ini dan dilepaskan sebagai gas.


Sebenarnya, yang mengganggu pikiran Hans adalah keterlibatan kotoran monster yang memiliki kandungan metana. Naluri dan rasa ingin tahu Hans telah mengaktifkan hipotesis sementara mengenai kotoran monster dan kandungan metana di dalamnya.


Seberapa besar kandungan metana yang tersimpan?


Makanan apa saja yang ditemukan?


Dan monster jenis apa yang hidup di dalam gua?


Semua jawaban itu tersimpan dalam kotoran yang ditemukan Hans.


Perlengkapan dan skill detektif yang dimiliki Hans mampu memecahkan pertanyaan itu beserta jawaban yang memuaskan rasa penasaran Hans.


“Ini menarik..” gumam kecil Hans.


Secara diam-diam, Hans mengambil sebagian sampel tanah dan kotoran yang ditemukan ke dalam sarung tangan sekali pakai. Mengikatnya dengan kuat dan membuangnya ke dalam sistem inventorinya.


“Apa yang sedang kau lakukan?” tanya Elliot yang melihat gerakan aneh Hans.


“Science..” jawab singkat Hans.


“...” Elliot terdiam setelah mendengar jawaban Hans.


“Biar kutebak, kau ingin mengetahui apakah kotoran itu bisa digunakan sebagai biogas? Setelah penjelasanmu tadi, sepertinya kau sangat yakin jika bau menyengat ini adalah metana.”

__ADS_1


“Ingin mencobanya?” tanya Hans.


“S-Sebaiknya jangan gegabah.”


“Sebagai gas yang menyebabkan pemanasan global dan gas rumah kaca, bukankah sumber masalah ini terlalu cantik untuk dimanfaatkan? Di dunia dengan simulasi yang mendekati dunia nyata. Ingin rasanya aku membuat satu kapsul yang menyimpan daya ledak dari metana monster. Bagaimana? Ide yang bagus, bukan?” tanya Hans.


“H-Holmes.. Tolong jangan menggunakan ide kreatifmu itu dan menjadi sumber masalah baru bagi developer Isekai Online.”


“Bukan seperti itu, Watson. Mekanisme metana yang mudah terbakar dan meledak memberi beberapa keuntungan yang bisa dikembangkan menjadi hal yang berguna. Sifatnya yang rentan terhadap oksidasi, rentan terhadap proses pembakaran, dan rentan terhadap perluasan gas membuatnya menjadi senjata darurat untuk karakter sampingan sepertiku.”


“Karakter sampingan, huh?”


“Sayangnya, Class Detective diciptakan untuk memecahkan sebuah kasus. Bahkan Quest yang kujalani tidak jauh berhubungan dengan kejahatan dunia lain yang sulit dimengerti. Untuk pertarungan antar Player, aku sangat kewalahan jika itu terjadi.”


“Bukankah kau punya pistol?”


“Well, aku hanya pernah menggunakannya sekali kepada NPC.”


“Bagaimana rasanya?”


“Kurang memuaskan karena aku menggunakannya untuk membunuh seorang gadis yang meminta kematian kepadaku.”


“...”


“...”


“...”


Terjadi keheningan yang cukup panjang di antara Hans dan Elliot.


“Bukan berarti aku membunuhnya dengan sengaja. Sebagai pembelaan, dia yang memintanya. Aku hanya mengabulkan permintaanya. Bukankah kau sudah melihatnya?”


“Hmm.. Apakah itu pernah terjadi? Rasanya aku seperti melihat rekaman permainan yang tidak lengkap. Aku akan mengecek log permainanmu setelah pekerjaan ini selesai.”


“Berbicara tentang pekerjaanmu, apakah mereka akan baik-baik saja?”


“Mereka? Oh! Oooh.. Queen Order ternyata.”


Respons Elliot yang hampir melupakan tujuan dan pekerjaan utamanya merupakan memori jangka pendek yang bisa dibandingkan dengan ingatan ikan emas.


Hans, Elliot, dan Shirayuki melanjutkan perjalanan mereka dengan menahan bau busuk. Penggunaan masker akan sangat sia-sia dan terlambat, solusi terbaiknya adalah membuat hidung mereka kelelahan dengan bau busuk. Setelah hidung mereka terbiasa mencium aroma yang ditinggalkan dalam labirin suci penuh kotoran, perjalanan mereka membuahkan hasil dengan menemukan pintu besi tebal yang setengah terbuka.


“Holmes, apakah kau melihat apa yang sedang kulihat sekarang?” tanya Elliot untuk memastikan penglihatan matanya di dalam kegelapan yang diterangi cahaya terbatas dari senter Hans.


“Yep, sepertinya itulah tujuan yang kita cari, Watson.”


Layaknya pintu dari lantai bos terakhir. Sebuah pintu besi tebal yang setengah terbuka terlihat sangat tenang, seolah mengundang seseorang untuk masuk dan menjelajahinya.


“Untuk berjaga-jaga.. Aku akan mengawasi formasi belakang dengan sihir pendukung,” ucap Elliot.


“Kebetulan sekali, untuk tambahan penjagaan. Aku akan mengawasi formasi sayap dengan senapan Anzios. Shirayuki, apakah aku bisa mengandalkanmu untuk formasi terdepan?” perintah Hans.


Tanpa menunggu perintah lebih lanjut, Shirayuki segera menerjang ruangan di depannya.


“Holmes, tampaknya Maidmu sangat bersemangat. Kau perlu memujinya nanti..” ucap Elliot untuk menggoda Hans.


“Haaaah.. Apa yang harus kulakukan? Ini pertama kalinya aku memperlakukan mayat hidup sebagai pelayan. Bantu aku mencari pujian yang tidak menyinggung ras Undead, Watson.”


Elliot dan Hans memakai perlengkapan perang terbaik mereka.


Berbeda dengan Elliot yang terlihat seperti Player tingkat atas, perlengkapan Hans sangat berbanding terbalik dengannya. Armor yang Hans kenakan hanyalah pakaian detektif dengan tudung kepala serta senjata ekslusif yang hanya dimiliki Class Detective.


Kemampuan unik dari Class Detective milik Hans masih tersimpan dengan segel bawaan pabrik. Hans memerlukan riset lebih dalam mengenai kebutuhan skill dari Class lain yang bisa digunakan oleh Class Detective.


Walaupun Class Detective mampu menggunakan kemampuan skill dan senjata dari Class lain. Tetapi, jika Hans tidak bisa menggunakannya dengan tepat. Itu akan menjadi beban untuk karakternya.


“Holmes, apakah kau sudah siap?”


“Egh! Jangan tanyakan hal itu.”


Dengan anggukan kecil, cahaya senter milik Hans perlahan menembus pintu tebal yang setengah terbuka.


Aroma bau busuk yang lebih pekat dan kabut tipis menjadi pemandangan mereka yang baru.


Di balik pintu yang terbuka itu, Hans menemukan jawaban dari peristiwa tengkorak raksasa dan sumber sihir dari Demon Ancient Rune.

__ADS_1


“Oh.. My.. God.. Kau lihat ini, Holmes?” ucap Elliot yang terpukau dengan pemandangan di depan matanya.


“Yeah, Watson.. Kita menemukan jawaban yang dicari selama ini.”


__ADS_2