Isekai Online

Isekai Online
Chapter 27 - Kembali Pulang


__ADS_3

Hans terbangun dan melepaskan perlengkapan game yang menutupi kepalanya. Melihat kondisinya yang saat ini berada di rumah orang lain, sebuah rasa tidak nyaman muncul dari dalam dirinya. Ia memahami posisinya saat ini, menumpang bermain game di rumah orang lain terasa tidak nyaman tapi itu terjadi karena dia terpaksa melakukanya.


Pada akhirnya, permainan yang ia lakukan menuntunnya bekerja sendirian. Seseorang yang mengajaknya untuk bermain bersama telah menghilang oleh godaan dungeon. Ini membuktikan jika kepentingan mereka dan cara bermain mereka berbeda.


Hans melihat layar monitor disampingnya, sebuah status perlengkapan permainan yang memasuki fase berhenti, setelah mesin itu berhenti sepenuhnya, Hans berjalan pergi dari ruangan ini dan mengambil perlengkapannya untuk bergegas pulang.


Jam di ponselnya menandakan waktu yang hampir malam.


“Ugh, pukul 19:06, tidak ada kendaraan umum selain kendaraan online” gerutu Hans.


Layar notifikasi kecil di ponselnya menunjukkan adanya pesan masuk dan panggilan tidak terjawab dari adiknya. Pesan yang ia dapat adalah permintaan kecil untuk membawa makan malam kesukaan adiknya. Melihat waktu yang hampir mendekati malam dan memasuki jam makan malam, Hans segera bergegas untuk kembali pulang.


Ruangan ini merupakan ruangan pribadi yang digunakan Yuuki Saku dan Yuuki Kotori untuk memainkan game Isekai Online, perlengkapan yang dikenakan oleh Hans dan Will Isaac adalah perlengkapan cadangan.


Saat melewati pintu keluar, beberapa pelayan keluarga telah berdiri menyambut Hans. Hans mengutarakan keperluannya yang mendesak ini dan berpamitan pulang, walaupun tuan rumah menawarinya makan malam bersama namun ingatan tentang adiknya yang bagaikan penguasa kematian itu langsung terlintas dalam kepalanya.


Pelayan itu menyarankan untuk membawa beberapa makanan untuk dimakan bersama adiknya, Hans sedikit ragu dengan tawaran ini dan lebih memilih untuk menerimanya di lain waktu jika adiknya ikut berkunjung. Tentu saja, tawaran ini tidak berakhir begitu saja. Sebuah pelayanan untuk pengantara pulang terjadi. Hans yang tidak ingin membuat masalah kecil di rumah orang lain dan langsung menyetujuinya.


Saat berjalan keluar dan melewati ruang tamu, tuan rumah yang sedang bersantai melihat layar monitor besar melihat kepergian Hans. Percakapan kecil terjadi di dalam ruangan itu.


“Eh, bukankah itu? anak yang bernama Hans?”


“Iya, Nyonya.”


“Bagaimana menurut mu?”


“Eng??” sang pelayan memiringkan kepalanya.


“Kita telah melihat sesuatu yang menarik, siapa sangka di dalam game seperti itu ada detektif di dalamnya. Dan.. kenapa Kotori tampak akrab dengan anak itu? apa kau tahu sesuatu?”


“Kenapa tidak bertanya ke Fiona? Bukankah di pelayan pribadinya, mungkin dia tahu satu atau dua hal.”


“Benar juga! Kenapa aku tidak berpikir kesana? tapi kenapa dia tampak terburu-buru?”


“Tampaknya, kondisi adiknya yang memburuk membuatnya terburu-buru” sembari mengatakan itu, sang pelayan menatap layar ponselnya dan membaca pesan yang masuk.


“Eh, kenapa dengan adiknya?”


“Dia hanya dalam fase pemulihan setelah kecelakaan, mungkin beberapa kejadian mendesak sedang terjadi di rumahnya.”

__ADS_1


“Eh, apa tidak ada siapapun di rumahnya?”


“Kedua orang tuanya bekerja di luar negeri.”


“Ah...! menurut mu.. jika aku menyuruh Kotori membawa makan malam untuk anak itu, apa dia akan menerimanya?”


“Dengan segala hormat, Nyonya. Pemikiran seperti menjahili anak sendiri merupakan tindakan yang buruk dan sebisa mungkin harus di tahan.”


“Mooo! Aku hanya ingin bersenang-senang sedikit! Apa salahnya?”


Tidak ada jawaban setelah pertanyaan itu, hanya hembusan nafas panjang yang keluar dari mulut sang pelayan.


[...]


Saat James kembali ke pos utamanya, di ruang kerjanya, sebuah kertas yang menumpuk hingga menyentuh langit-langit ruang kerjanya menarik perhatiannya. Dia dengan santainya duduk pada kursinya dan tersenyum. Sebuah suara tertawa kecil keluar dari mulutnya, matanya yang tenang tiba-tiba berubah menjadi merah, pikirannya fokus pada kertas kecil yang tertinggal di meja kerjanya.


[Aku pergi untuk melepas beban sialan ini, teehe~]


Laporan-laporan dan berkas dengan tanggal yang tertera di hari sebelumnya menarik perhatian James. Dengan santainya, James mengambil kertas laporan itu dan membaca isi di dalamnya.


“Pensiun kayaknya enak nih..”


“Aku sudah lelah bekerja! Tapi anak tak tahu di untung itu seenaknya pergi! Apa dia tidak takut dengan hukum militer!”


“Aku butuh sesuatu untuk melepas stress ku ini, apa aku harus kembali ke Nekoya Inn lagi?”


“Tapi, si tua Mile akan mengamuk lagi nanti.”


Tiba-tiba saja, suara ketukan pintu terdengar dan seseorang masuk ke dalam.


“Eh, Jendral sudah kembali? Kebetulan sekali ada laporan darurat yang masuk. Etto.. kemana Kapten?”


“Lupakan Kapten tak berguna itu, ada masalah apa yang terjadi?”


“Er.. kita mendapat laporan dari Nekoya Inn berupa anak-anak yang menghilang tapi..”


“Tapi?”


“Er.. berdasarkan laporan yang masuk mereka ini adalah anak-anak yang entah kenapa berubah menjadi gadis-gadis.”

__ADS_1


“Huh? Maksudnya?”


“Aku juga tidak mengerti tapi berdasarkan laporan pihak Nekoya Inn, mereka adalah anak-anak yang dilaporkan hilang.”


“Mile, apa kau tidak puas dengan kejadian itu?”


“Hemm??”


“Ah! Lupakan apa yang ku ucapkan barusan, bawa anak-anak itu untuk di data dan tolong bawa beberapa anggota untuk mengurusnya. Bagaimana bisa anak-anak menjadi gadis-gadis dan siapa yang melaporkannya?”


“Er.. Nekoya Inn?”


“Maksud ku nama pelapornya!”


“Eh! Ah! M-Mile Sinov!”


“Sialan kau, Mile!”


[...]


Di pagi hari, saat Saintess Vallie menikmati waktu luangnya sembari membaca koran, secara tidak sengaja dirinya tersedak. Kejadian ini membuat Priestess di sekitarnya terkejut lalu menghampiri Saintess Vallie.


“Saintess Vallie, apa anda baik-baik saja? Apa tehnya tidak sesuai dengan selera anda?”


“Ah, tidak, bukan itu! aku hanya terkejut dengan kejadian ini” Saintess Vallie menunjuk salah satu artikel koran yang menampilkan halaman korban penculikan anak-anak yang kembali pulang.


Beberapa Priestess yang membaca barisan artikel itu merasa senang dengan kejadian ini.


“Syukurlah mereka bisa kembali dengan selamat, mungkin mereka akan sedikit ketakutan dengan dunia luar untuk sementara waktu.”


“Atau mereka membutuhkan kasih sayang untuk bangkit dari trauma berat itu.”


“Saintess Vallie, apa anda ingin mengunjungi anak-anak itu?”


Saintess Vallie terdiam. Melihat Priestess yang begitu antusias menunggu jawabannya, Saintess Vallie kembali memperbaiki posisi duduknya.


“Ah, tidak perlu, lagi pula kasus ini telah di urus orang itu. Jika aku ingin mengetahui secara rinci kejadiannya, aku tinggal menemui orang itu.”


“Maksudnya?” tanya salah satu Priestess.

__ADS_1


“Mile Sinov, mantan mata-mata terbaik kerajaan ini, entah kenapa dia bisa dipecat dari pekerjaanya itu. Mungkin terlalu banyak musuh di dalam selimut bagi kerajaan ini. Aku jadi merasa prihatin dengan masa depan kerajaan ini. Apa pun itu, anak-anak yang berubah menjadi gadis-gadis dalam waktu tiga hari. Bukankah itu sangat menarik? Kurasa, aku perlu mengunjungi Mile akhir pekan ini” ucap Saintess Vallie.


[...]


__ADS_2