
Di lorong yang gelap dan berbau busuk ini, untuk kesekian kalianya mata ku terbuka. Pandangan mata yang gelap dan dinginnya tempat ini membuat ku terdiam.
Isak tangis dapat dengan mudah ku dengar, teman sekelas ku yang bahkan terus terdiam dan bergetar ketakutan di samping ku membuat ku teringat tentang kejadian itu.
Kejadian saat kami semua pulang sekolah bersama-sama dan terjebak entah dimana secara tiba-tiba, pengalaman baru ini membuat ingatan ku segera berjalan cepat memproses apa yang telah terjadi.
Dan yang ku ingat secara jelas dari kejadian ini adalah...
Kami di beri sesuatu makanan yang sangat tidak enak untuk dimakan. Sesuatu berbentuk gumpalan cair, berbau menyengat, dan sangat sulit untuk diterima rasanya.
Bukan hanya itu saja, bahkan beberapa makhluk berlendir yang bertugas mengantar makanan kami memiliki bentuk yang mengerikan. Mereka seperti monster slime tapi dengan cangkang duri keras diatasnya.
Mereka bertugas untuk mengantarkan makanan dan sisa-sisa makanan kami. Tidak jarang, aku bisa mendengar mereka memakan sisa-sisa makanan kami yang tidak dimakan.
Saat suara orang dewasa terdengar, aku bisa mendengar mereka sedang meminum dan menyantap makanan. Itu menjadi penanda pergantian hari yang telah terjadi. Jujur saja, menentukan hari di ruangan gelap ini dan suara tangisan sangat membingungkan.
Aku tidak tahu sudah berada di tempat ini berapa lama, yang pasti.. bau busuk tempat ini semakin menjadi-jadi.
Perasaan tidak menyenangkan datang saat sekelompok binatang yang terkurung di tempat ini mulai bergerak aktif, mengeluarkan suara erangan yang menyeramkan dan tatapan merah menyala yang menembus kegelapan ini.
Aku takut tapi tidak banyak yang bisa ku perbuat.
Perasaan takut yang menutupi tubuh ku ini membuat tubuhku diam membatu, sementra teman-teman ku larut dalam pingsan panjang mereka. Tekanan yang diberikan mahkluk-mahkluk itu sangat menakutkan dan mendominasi ruangan ini.
Tapi, kenapa mereka tidak mencoba melepaskan diri?
Seharusnya mereka mahkluk yang kuat, bukan?
Aku tidak tahu lagi.
Harapan ku saat ini adalah seorang penyelamat yang muncul untuk membebaskan kami, layaknya cerita pahlawan yang sering diceritakan oleh nenek ku.
Pahlawan kah?
Kenapa aku masih percaya dengan cerita semacam itu?
Padahal di sejarah kerajaan kami tidak pernah muncul seorang pahlawan.
Apa itu artinya, aku masih seorang anak gadis yang masih lugu?
Apa ini alasan kenapa aku berada ditempat seperti ini?
Aku tidak tahu lagi.
Perlahan, pemikiran ku semakin menghilang dan dipenuhi putus asa.
[...]
Sebuah kejadian aneh terjadi.
Satu per satu mahkluk yang menggangu kami tidak lagi mengeluarkan suaranya. Hembusan nafas kecilnya menjadi pengukur kondisinya saat ini. Walaupun kami di beri makanan, namun dengan porsi kecil dan ukuran yang mencurigakan seperti itu membuat kami enggan memakannya. Tidak jarang, mahkluk berlendir yang membawa makanan kami membersihkan sisa-sisa makanan itu.
Mereka tidak mempermasalahkannya, apa itu makanan untuk makhluk-mahkluk ini?
Aku tidak tahu lagi, di kondisi gelap seperti ini hanya suara dan sentuhan yang bisa kuandalkan.
Aku ingin keluar dari sini. Tapi, kenapa siapa aku menaruh harapan ku ini?
Tidak terpikir oleh ku jika akan terjadi situasi seperti ini.
Dari kegelapan, terdengar suara pintu terbuka. Cahaya yang sudah lama tidak ku lihat perlahan muncul di depan ku.
Seseorang yang menggunakan pakaian armor dan pedang di pinggangnya berjalan melewati kurungan ku. Sekilas aku bisa melihat makhluk berlendir yang membawa makanan kami. Ternyata itu adalah monster slime yang terikat oleh sesuatu di badannya. Ternyata itu yang membuat rasanya agak kasar untuk di sentuh.
Melihat armor dan lambang bangsawan di dada mereka, akhirnya aku menemukan beberapa petunjuk mengenai siapa mereka.
Pada akhirnya, kami korban dari bangsawan yang sedang melakukan bisnis kecilnya. Raja Kerajaan ini harusnya lebih memperhatikan tingkah laku bangsawannya, kejadian seperti ini sudah menjadi hal biasa di kerajaan kotor ini.
Tapi, kenapa harus kami?
Kenapa kami yang harus menjadi bagian bisnis kalian?
Apa salah kami?
Beberapa orang berlalu-lalang membawa penerangan mereka, sampai akhirnya itu menjadi sumber cahaya yang menyinari tempat ini.
Keadaan yang mengejutkan ku ada di depan mata ku.
Ruangan ini.
Penjara ini.
Dan.. sumber dari bau tidak nyaman ini ada di sekitar.
Seekor monster bertubuh besar dan tampak ganas ada di depan kurungan ku. Monster ini tampak lemas dengan kondisinya sekarang. Aku bisa melihat kilauan rantai besar ada di sekitar tubuhnya. Kondisinya jauh lebih mengerikan daripada kondisi kami.
__ADS_1
Jika kondisi kami diisi dengan pakaian kotor, rambut berantakan, muka kotor, dan penampilan yang tidak enak dipandang. Monster itu jauh lebih memprihatinkan daripada kami.
Untuk pertama kalinya, aku merasa kasihan pada seekor monster.
Mereka memaksa monster itu keluar dari kurungannya.
“Kenapa Tuan kita ingin mengambil material dari monster ini? bukankah menjualnya untuk hiburan bangsawan kerajaan lebih menguntungkan?”
“Mana ku tahu, ini permintaan Tuan kita. Bereskan saja!”
“Gah! Apa kau mau repot-repot mengambil bagian tubuhnya yang bau ini?”
“Kau pikir ini salah siapa? Bukankah ini tugas mu untuk mengurusnya!”
“Kau pikir aku mau masuk ke dalam ruangan busuk ini?”
Perkataan mereka yang tampak menikmati situasi ini membuat ku marah. Dengan kondisi ini, mereka mempermainkan kami seolah kami tidak berharga dimata mereka.
Timbul perasaan ku untuk melawan mereka, namun dengan postur tubuh mereka yang tegap dan berisi. Apa yang bisa ku lakukan?
Aku sudah kalah bahkan sebelum mencobanya.
Mahkluk ini berusaha melawan dengan mengepakkan kedua sayapnya dan erangan taring tajamnya. Suaranya sangat mengintimidasi kami.
Tapi, apa yang terjadi?
Sekelompok orang itu hanya tertawa saat melihatnya. Hingga suara dentuman besi terdengar dan saat aku melihatnya, monster itu jatuh tersungkur dan berhenti melawan.
Mereka lanjut tertawa sembari menyeret mahkluk itu keluar dari kurungannya.
[...]
Situasi yang tidak biasa terjadi.
Slime-slime yang biasa mengantarkan makanan, kini membawa beberapa air hangat , handuk, dan penerangan.
Beberapa slime lain datang membawa peralatan pakaian dan cermin.
Dari tindakan yang tidak biasa ini, aku bisa merasakan adanya sesuatu yang buruk akan terjadi. Insting mendeteksi bahaya ku muncul saat kondisi tidak normal ini terjadi.
Beberapa anak-anak yang tidak mampu membersihkan dirinya perlahan dilahap oleh monster slime. Seolah membersihkan dirinya, beberapa noda kotor di tubuh dan pakaian menghilang seketika. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Tapi, apa monster slime ini memakan hal lain selain kotoran?
Maksud ku, sudah beberapa hari ini aku tidak mandi dan sebagai gadis yang masih memikirkan rasa malu dan jijik dari sisa proses pencernaan perutnya.
Harga diri sebagai gadis perlahan ternodai.
Namun, karena kami dipaksa melakukannya. Dengan terpaksa, aku menuruti perintah monster slime ini.
Seseorang memasuki ruangan kami, di balik ruangan yang sedikit cahaya ini. Sosok gadis yang begitu cantik muncul di depan kami, kecantikannya tidak bisa terurai dengan kata-kata, namun sesuatu yang menonjol dari gadis itu terukir jelas di kepala ku.
Sosok yang begitu anggun.
Sosok yang begitu menawan.
Kilauan rambutnya yang begitu halus.
Tanduk yang mengukir kepalanya, terlihat begitu manis dengan wajahnya yang cantik.
Taring giginya yang muncul bersama senyuman yang menyejukkan hati.
Sayap di tubunya yang berayun begitu lembutnya, seolah menghipnotis pandangan ku.
Serta ekornya yang berayun-ayun setelah melihat kondisi kami.
Sosok ini bukanlah manusia. Aku sangat yakin dengan apa yang dilihat oleh mata ku ini. pandangan mata kami bertemu, seolah dia tertarik kepada ku, dia tersenyum lembut kepada ku.
“Ara~ gadis yang manis ♥” dia mengucap itu sembari memandangku.
Disampingnya, terdapat seseorang bangsawan yang ku kenal. Dia terkenal karena kebusukannya dan juga kelicikannya.
Viscount Barknelyn, aku sering melihatnya masuk ke dalam ruang kerja nenek. Aku kira hubungan Nekoya Inn dan dirinya baik-baik saja.
Tapi, kenapa dia menculik ku.
Aku tidak bisa memikirkan alasan lain lagi selain ketamakan dirinya akan uang. Aku sangat yakin, yang ada di pikirannya sekarang adalah uang yang diperoleh setelah menggunakan kami semua.
Dia benar-benar sosok manusia busuk yang perlu dimusnahkan!
[...]
Setelah kami terlihat cukup bersih dari noda kotor yang menempel di pakaian dan tubuh kami. Kami diarahkan menuju ruangan yang berisi dengan bau menyengat. Sekilas, ruangan itu dipenuhi oleh buku-buku, peralatan aneh, dan tulisan aneh yang terukir di beberapa kertas.
Beberapa kursi dan meja telah disiapkan untuk kami. Aku tidak mempermasalahkan itu. Tapi, sesuatu yang terdapat diatas meja menggangu pikiran ku.
Benda yang terletak di meja itu adalah sebuah gelas kaca yang berisi cairan berwarna putih. Hanya melihat bentuknya, benda itu mengeluarkan pancaran aroma yang menjijikan. Belum saja baunya tercium oleh hidung ku, aku sudah membayangkan betapa menjijikan rasanya.
__ADS_1
“Ara~ ??”
“Kalian hanya diam saja~ ?”
“Padahal Mama telah menyiapkan makanan enak ini loh ♥”
“Apa kerja keras Mama diabaikan ♥?”
Mendengar dirinya menyebut seorang “Mama”, membuat ku sedikit risih. Bagaimana mungkin dia sangat percaya diri seperti itu dihadapan kami? Seseorang yang menjadi korban penculikan.
Karena tekanan yang diberikan, dengan terpaksa kami duduk di kursi yang telah disediakan. Aroma dari cairan itu sangat menggungah selera, itu tampak seperti bubur ayam yang hangat. Saat aku mengangkatnya, aroma yang semakin terasa nikmat itu mendorong ku untuk mencicipinya.
Saat tetesan pertama, sebuah citarasa yang belum pernah kurasakan mengalir melewati lidah ku. Rasa yang sangat sulit dilupakan ini membuat ku meminumnya hingga habis. Melihat diri ku yang begitu lahap meminumnya, beberapa anak-anak lain mencoba cairan ini.
Di sela-sela rasa kepuasan mereka. Aku melirik sosok yang membawa kami ke ruangan ini.
Dia tersenyum.
Di balik senyuman itu, aku merasakan firasat buruk.
Kurasa... aku membuat kesalahan karena meminum cairan ini.
Tiba-tiba saja, tubuh ku terasa lemas dan mengantuk. Rasa kantuk itu begitu berat hingga memaksa ku untuk segera tertidur. Beberapa suara hantaman keras pun terdengar, sepertinya beberapa anak-anak lain tertidur pulas dan terjatuh dari tempat duduknya.
“Ara~ anak-anak nakal ini tertidur setelah makan ♥”
“Bukan salah Mama jika menghukum kalian setelah ini kan? Fufufu ♥”
Firasat ku semakin menjadi-jadi.
Setelah kejadian itu, aku tidak ingat apa yang telah terjadi setelahnya.
Aku terbangun di dalam kurungan ku dengan tubuh yang terasa sakit. Kepala, leher, dada, tangan, dan kaki ku seperti bergerak begitu aktif. Bahkan, suara seperti tulang-tulang ku mulai bergerak menembus gelapnya ruangan ini.
Bukan hanya diri ku saja, tetapi suara dari gerakan anak-anak lain terdengar. Beberapa diantaranya berbicara di dalam tidurnya, akan lebih baik jika aku tertidur lelap seperti yang lainnya. Namun, tubuh ku bergerak seolah tumbuh ini menahan rasa kantuk ku.
Aku tidak bisa menggerakkan tubuh ku, indra perasaan ku pun seolah mati, dan tubuh ku perlahan seperti menyempit. Entah apa yang telah terjadi pada tubuh ku, sepertinya cairan itu perlahan mengubah tubuh ku. Aku jadi teringat akan perkataan nenek ku yang melarang mengambil pemberian orang lain di jalan.
Ini menjadi pembelajaran bagi ku untuk menolak pemberian pada orang yang tidak dikenal.
Aku perlahan terbiasa dengan suara-suara mengerikan ini. Sepertinya, hanya aku yang mengalami kejadian mengerikan ini.
[...]
Tanpa ku sadari, sebuah daging aneh tumbuh di dada ku. Entah apa yang terjadi, rasanya rambut ku semakin memanjang, tangan ku terasa lebih panjang dari biasanya, dan kaki ku menjadi lebih padat rasanya.
Setelah aku terbangun dari teriakan seorang gadis yang tidak ku kenal, aku menjadi panik akan perubahan tubuh ku yang tiba-tiba ini. Sosok gadis yang bukan manusia itu kembali masuk ke dalam pikiran ku.
Sebenarnya cairan apa itu?
Apa yang telah terjadi kepada diri ku?
Ditengah kepanikan itu, sebuah suara yang mengejutkan menembus telinga kami. Itu terdengar seperti ledakan kecil tepat disamping ruangan kami. Aku tidak tahu apa yang terjadi, tapi firasat ku mengatakan jika ini adalah pertanda baik.
Biasanya, jantung ku berdegup kencang tanpa kepastian. Tapi entah kenapa, kali ini jantung ku tampak begitu tenang.
Ledakan kecil itu terdengar kembali.
Sepertinya ada enam ledakan kecil yang terjadi di sebelah ruangan ini. Dan jika dihitung dengan ledakan sebelumnya, itu menjadi tujuh ledakan kecil.
Apa yang terjadi di ruangan sebelah kami?
Setelah ledakan kecil itu, ruangan ini menjadi lebih tenang. Kini hanya ada keheningan gelap menemani kami.
Beberapa saat kemudian, sebuah suara lubang kunci yang terbuka menarik perhatian telinga ku. Ini sama seperti biasanya, mungkinkah mereka akan memberi makanan aneh itu lagi?
Namun, sebuah cahaya yang berbentuk aneh memasuki pemandangan kami. Cahaya itu bukanlah penerangan yang biasa memasuki ruangan ini. jika biasanya sinar cahaya itu langsung memasuki pandangan sekitarnya, cahaya ini lebih memanjang dan melebar.
Sosok yang begitu misterius memasuki pandangan ku.
Dengan mukanya yang tertutupi penutup kepala, sosok itu berjalan masuk memperhatikan kurungan kami.
“Bloody Hell! Mereka tidak hanya menculik anak-anak tapi menculik gadis juga?”
Sosok itu terlihat kaget saat cahaya itu menyinari kurungan ku.
Kurasa, aku tahu kenapa sosok itu terkejut saat melihat kurungan ini.
Aku melihat tubuh ku telah tumbuh menjadi wanita dewasa, perasaan berat yang sedari tadi kurasakan adalah dada ku yang tumbuh begitu besar.
Insting wanita ku memanggil dan saat itu juga aku berteriak sekuat tenaga untuk menahan rasa malu ku.
“KYAAAAAAAAA!!”
[...]
__ADS_1