
Satu hari telah berlalu.
Sesuai dengan hasil diskusi antara Hans dan Elliot, Diamond Doom menjadi tempat yang cocok untuk latar promosi Queen Order.
Namun, ada satu masalah besar yang harus di selesaikan oleh Hans yaitu serangan tengkorak raksasa yang menyerang halaman belakang rumah Hans.
Untuk itu, Hans kembali Login ke dalam Isekai Online untuk menyelesaikan masalah ini. Karena sistem kompresi waktu Isekai Online yang berjalan cepat, empat hari telah berlalu di dalam game Isekai Online. Masalah yang sebelumnya belum terpecahkan, kini semakin menumpuk lebih tinggi.
Hans harus menyelesaikan kasus yang terjadi di belakang rumahnya sebelum tim Queen Order Login ke dalam game Isekai Online. Terlebih, satu masalah kecil itu berada di dalam kasus abnormal untuk Class Detective. Pemikiran logis Hans sedikit kesulitan untuk mencerna apa yang telah terjadi.
Di salah satu ruangan Diamond Doom yakni Master Room, Hans yang telah kembali Login kini duduk di salah satu sofa dan membaca sebuah buku yang berhasil diterjemahkan oleh Underground Class Maid.
Lilith berkunjung ke teritori Upper Class Maid setelah Hans kembali Online dan menyerahkan buku yang berhasil diterjemahkan oleh Underground Class Maid. Lilith datang bersama bawahannya yang tampak seperti prajurit mayat hidup.
Buku yang dipegang oleh Hans memiliki ketebalan yang luar biasa. Terdapat tanda tangan Arvis di bagian sampulnya dan Hans membaca halaman demi halaman untuk memastikan tatanan bahasa dan informasi yang tertulis sesuai dengan pemahaman manusia.
“Kerja yang bagus” ucap Hans untuk memuji kinerja Underground Class Maid.
“Tapi, ini akan lebih sempurna jika kalian membuat daftar index dan nomor halaman untuk mempermudah pencarian halaman.”
Mendengar kritikan kecil dari Master mereka, Lilith dan bawahannya segera membungkuk dan meminta maaf.
“Maafkan kami, Master Hans. Kami bisa memperbaikinya sekarang juga” balas Lilith.
“Well, tidak perlu. Kalian bisa memperbaikinya nanti. Lebih penting lagi, apa hubungan kalian dengan Upper Class Maid secanggung ini? Siera, kau boleh masuk sekarang!” menyadari Siera yang mengintip dari sela-sela pintu Master Room, Hans segera memanggil Siera untuk masuk ke dalam Master Room.
Posisi pintu masuk Master Room membelakangi arah cahaya yang masuk melalui jendela. Jadi, jika ada jejak cahaya yang masuk melewati celah pintu menandakan adanya kelonggaran jarak kerapatan pintu yang disengaja dan Hans menyadari celah kecil ini karena jejak cahaya yang tipis keluar dari sela-sela pintu.
Mendengar perintah Masternya, Siera segera memasuki Master Room bersama bawahannya.
“Aku tidak tahu jika hubungan antara Upper Class Maid dan Underground Class Maid seperti ini. Sebagai Master kalian, aku melarang sikap yang seperti ini!” ucapan Hans ini membuat bawahan Siera terkejut. Tatapan matanya kini tertuju pada bawahan Lilith yang tampak seperti mayat hidup.
“Ah.. jadi seperti itu” Hans memperhatikan tatapan sinis yang terjadi di antara Upper Class Maid dan Underground Class Maid.
“Aku mengerti sekarang, ini menyangkut masalah ras kalian rupanya. Well, aku bukanlah orang yang pilih-pilih mengenai ras dan aku tidak peduli dengan masalah ras kalian. Jika kalian masih berguna, aku akan mempertahankan kalian untuk tetap berada di sini.”
“Terlebih, karena kalian tinggal di tempat yang sama dan hanya terpisah jarak beberapa meter. Aku akan sangat kesulitan jika kalian membuat masalah yang tidak penting.”
“Kau! Sebutkan nama mu dan berikan alasan kenapa membenci Underground Class Maid?” ucap Hans kepada bawahan Siera.
“Hiiiiee!! N-Nama ku Sirius, M-Master Hans. A-Aku tidak membenci Underground Class Maid. Hanya saja.. Umm.. penampilan mereka sangat menyeramkan..” bawahan Siera yang bernama Sirius itu menjawab pertanyaan Hans dengan gugup.
“Menyeramkan?” Hans memperhatikan bawahan Lilith dengan seksama.
Kulit yang berwarna putih pucat, luka memar yang berwarna biru kehitaman, dan pecahan armor besi yang tertanam di dalam kulitnya. Penampilan bawahan Lilith itu terlihat sangat menyeramkan di mata publik.
Di mata Hans, penampilan abnormal ini adalah penampilan yang normal untuk Underground Class Maid. Itu karena Hans telah mengetahui jenis ras yang hidup di ruang lingkup Underground Class Maid. Berdasarkan catatan kontrak Underground Class Maid, sebagian besar Maid yang hidup di dungeon Diamond Doom memaksakan bentuk tubuhnya menjadi humanoid karena bentuk tubuh asli mereka yang memiliki ukuran raksasa tidak cocok untuk dungeon sempit.
Bentuk Undead abnormal ini adalah bentuk yang paling normal untuk Underground Class Maid, berbeda dengan Lilith yang merupakan ras Succubus. Penampilan Lilith yang mendekati manusia normal terletak pada genetik ras Succubus yang telah berevolusi mengikuti persediaan makanan utama mereka.
“Ah, penampilan yang seperti ini memangnya terlihat menyeramkan? Aku akan mempertanyakan hal yang sama. Sebutkan nama mu dan berikan alasan kenapa membenci Upper Class Maid?” pertanyaan yang sama diberikan kepada bawahan Lilith.
“Master Hans, senang bertemu dengan anda. Perkenalkan, nama ku adalah Shirayuki. Penampilan ku memang seperti Undead namun sangat berbeda dari Undead biasa. Ras ku adalah Ochimusha, ras yang lahir dengan memakan jiwa ksatria yang gugur dalam medan perang dan melahirkan sosok monster baru yang menghantui tanah peperangan. Aku tidak membenci Upper Class Maid. Hanya saja, aku pernah mendengar keluhan dari Demon tua lain mengenai diskriminasi yang dilakukan Upper Class Maid” jawab bawahan Lilith.
“Apa ini berkaitan dengan Master sebelumnya?” tanya Hans.
Siera dan Lilith saling mengangguk satu sama lain.
“Oh, Mile.. pantas saja mereka membenci mu” gumam Hans.
“Well, aku tidak ingin hubungan rumit kalian menimbulkan masalah yang tidak penting. Mulai saat ini, jangan bertengkar di wilayah Diamond Doom. Mengerti?!” ucap Hans dengan nada intimidasi.
“Mengerti, Master Hans!” ucap Upper Class Maid dan Underground Class Maid bersamaan.
Menolak perintah Master mereka akan menjadi pengkhianatan kode etik Maid mengenai kesetiaan. Untuk Underground Class Maid yang memiliki umur panjang, kesetiaan mereka terhadap Master menjadi kehormatan tersendiri di antara Underground Class Maid lainnya. Di sisi lain, Upper Class Maid yang berumur pendek dapat digantikan jika melanggar kode etik kesetiaan dan akan kesulitan mencari pekerjaan baru yang membutuhkan jaminan kesetiaan.
“Jadi, kenapa kau ingin menemui ku, Siera?” tanya Hans sembari menatap Siera.
“Um, Master Hans. Sebenarnya ada masalah yang terjadi selama Master Hans pergi. Terutama tentang masalah ini..” Siera mengeluarkan kertas koran yang memuat sebuah berita mengenai tengkorak raksasa.
Siera menyerahkan koran itu kepada Hans.
Hans lalu membaca isi berita koran dengan seksama. Berita koran yang ia baca memiliki tulisan berwarna merah bertuliskan “Emergency Quest! Hunt Giant Skeleton!” dan perintah evakuasi bagi penduduk yang bermukim di sekitar Forest of Green Fairy.
“Jika tidak salah, Forest of Green Fairy ini halaman belakang Diamond Doom kan?” tanya Hans untuk memastikan.
“Y-Ya, Master Hans. Saat ini, halaman belakang kita telah dipenuhi oleh Player dan prajurit kerajaan yang berjaga di sekitar Forest of Green Fairy. Sepertinya mereka telah membentuk party khusus dengan Player untuk memburu tengkorak raksasa ini” balas Siera.
“Bahkan prajurit kerajaan di terjunkan ke dalam masalah ini, tampaknya masalah ini telah berkembang menjadi masalah yang lebih besar. Apa aku sudah terlambat untuk ikut campur?”
__ADS_1
“Kurasa tidak, Master Hans. Berdasarkan analisis Arvis, Demon Ancient Rune yang digunakan merupakan tipe kuno yang sudah lama di tinggalkan dan pihak Kerajaan Nestrad tidak mengetahui ini” ucap Lilith untuk menambahkan infomasi.
“Untuk yang satu itu, aku sudah mengetahuinya. Bukankah kita telah membahas Demon Ancient Rune yang terukir di dahi tamu-tamu kita? Terlebih, aku memiliki informasi lain yang saling berhubungan” balas Hans.
“Tapi, keadaan Forest of Green Fairy cukup ramai juga. Aku harap itu tidak mengganggu tamu merepotkan yang akan datang” lanjut ucapan Hans.
Mendengar ucapan Hans mengenai tamu merepotkan yang akan datang. Lilith dan Siera tiba-tiba menatap satu sama lain.
“Master Hans, perlu ku sambut mereka?” ucap Siera.
“Master Hans, perlu ku tendang mereka?” ucap Lilith.
“O-Oh, jadi ini yang membuat Upper Class Maid dan Uderground Class Maid tidak akur. Pemahaman kalian sangat berbeda rupanya. Well, mereka memang tamu yang merepotkan tapi mereka bukanlah musuh jadi perlakukan mereka sewajarnya.”
[Anda mendapatkan satu permintaan pertemanan!]
Sebuah panel tipis melayang di depan karakter Hans. Sistem permintaan pertemanan Isekai Online digunakan untuk menambah fitur friend list dan mengirim pesan pribadi antar Player.
Sebelum Hans Login ke dalam Isekai Online, Elliot sempat menanyakan lokasi Diamond Doom. Karena lokasinya yang berdekatan dengan Kerajaan Nestrad dan berada di perbatasan Forest of Green Fairy, lokasinya sangat mudah dipahami jika membuka peta. Namun, ada sebuah sihir teleportasi yang mampu berpindah dari satu tempat ke tempat lain menggunakan titik koordinat. Elliot berencana memakai sihir teleportasi untuk mempersingkat waktu. Karena itu, Elliot meminta Hans untuk menambahkan karakternya ke dalam fitur friend list supaya bisa menemukan Hans dengan lebih mudah.
Diamond Doom adalah wilayah pribadi yang dilengkapi dengan sihir perlindungan. Teleportasi masuk ke dalam Diamond Doom tidak bisa dilakukan tanpa ijin pemilik wilayah. Hans masih belum memahami fitur yang disediakan Diamond Doom dan menyerahkannya kepada Maid yang bertanggung jawab atas tugasnya.
“Haaah~ ini akan sedikit melelahkan” gumam Hans sembari menekan tombol setuju.
[Our_Savior_Elliot telah masuk ke dalam Friend List!]
[Anda mendapat satu pesan masuk dari Our_Savior_Elliot!]
Tepat setelah Hans menerima permintaan teman Elliot, sebuah pesan pribadi masuk ke dalam inbox nya. Pesan yang di dapat Hans adalah sapaan template yang telah di sediakan oleh sistem Isekai Online dan inti dari pesan tersebut adalah permintaan informasi titik koordinat Diamond Doom.
Hans mengirim titik koordinat Diamond Doom sebagai balasan dan menunggu kedatangan Elliot.
Tidak lama setelah Hans mengirim balasan, sebuah kegaduhan kecil terdengar dari dalam Master Room. Kegaduhan kecil itu adalah suara langkah kaki yang berlari cepat dan menabrak pintu masuk Master Room.
Siera yang berdiri di dekat pintu masuk segera membuka pintu Master Room. Seorang Maid dengan telinga kucing terlihat mengatur nafasnya yang terengah-engah dan menutupi memar di kepalanya yang berwarna merah.
“A-Aaau.. Ini sakit sekali, S-Siera! B-Bagaimana ini? A-Ada beberapa Player yang datang kemari, Nyaa!” ucap sang Maid dengan nada panik.
“Tidak apa-apa, mereka tamu Master Hans” ucap Siera yang mencoba menenangkannya.
“Well, kalau begitu aku akan menyambut mereka.”
Hans menanggapi rasa hormatnya dan mengelus kepala sang Maid, tindakannya itu memberi kejutan yang mencengangkan di antara Upper Class Maid dan Underground Class Maid. Hans berjalan pergi meninggalkan Master Room dan bergegas menemui Elliot di gerbang pintu masuk Diamond Doom.
Sepanjang perjalanan Hans, eksistensi dari gelar Master dan pemilik Diamond Doom sangat terasa. Upper Class Maid yang melihat kehadiran Hans segera memberi rasa hormat dan menghentikan sejenak pekerjaannya. Di tengah perjalanan kecilnya, Hans menyadari perbedaan etika Maid antara Upper Class Maid dan Underground Class Maid.
Upper Class Maid yang di isi ras manusia dan ras setengah manusia memiliki etika kesopanan yang memakai standar etika manusia, seperti menunduk dan gestur tubuh yang terlatih. Sedangkan untuk Underground Class Maid yang di isi ras berumur panjang, bentuk penghormatan mereka sedikit di luar akal sehat seperti berlutut dan menunduk. Etika yang tercipta dari dominasi kekuasaan mutlak dari ras yang berdiri di puncak.
Hans tidak ingin merasakan beban berat seperti itu, terutama dengan perselisihan yang sering terjadi antara Upper Class Maid dan Underground Class Maid. Di perjalanan kecilnya, Hans ingin menciptakan suasana yang nyaman di Diamond Doom.
Hans tidak ingin diskriminasi seperti itu terjadi.
“Ini membuat ku penasaran, jika kemunculan kawanan serigala bisa mengganggu ekosistem hutan. Apakah kemunculan Underground Class Maid akan menganggu ekosistem Upper Class Maid?”
“Isekai Online juga memiliki ekosistem monster tersendiri kan? Jika menggunakan logika yang sama seperti hewan, maka kemunculan Alpha predator akan merubah ekosistem itu sendiri. Ini terdengar menarik, aku akan mencobanya kapan-kapan.”
Hans memikirkan sesuatu yang unik dan beberapa kemungkinan lain yang bisa saja terjadi jika Underground Class Maid bergerak bebas keluar dari dungeon Diamond Doom. Sejauh yang Hans ketahui, eksistensi Underground Class Maid adalah Demon tua yang tidak ingin mengganggu dunia luar.
Hans telah tiba di pintu keluar Diamond Doom, saat Hans berjalan keluar dan membuka pintu keluar. Hans melihat barisan Upper Class Maid yang menghalangi pintu gerbang Diamond Doom.
Upper Class Maid yang menghalangi gerbang masuk Diamond Doom memakai senjata lengkap dan armor tebal yang melapisi seragam Maid.
Hans bergegas menuju gerbang masuk Diamond Doom untuk memahami situasi.
“Ekhem! Turunkan senjata kalian. Mereka ini adalah tamu-tamu ku dan Elliot! Kau ingin berkunjung ke tempat ini atau melakukan Boss Raid?” ucap Hans sembari menatap kelompok Player yang ada di depannya.
“Sekarang.. di mana kau Elliot? Penampilan mu jauh berbeda dari dunia nyata jadi tunjukkan diri mu!” ucap Hans dengan nada keras.
“...”
“...”
“...”
Hans menunggu jawaban dari sekumpulan Player yang mengelilingi gerbang masuk Diamond Doom, namun tidak mendapat jawaban.
“Hmm? Tidak ada jawaban?” Hans segera berbalik arah dan kembali berjalan menuju pintu masuk Diamond Doom.
“Tutup gerbang utama dan jangan biarkan mereka masuk. Ah! jika mereka memaksa masuk. Well, kalian bisa melakukan serangan pertahanan kan?” ucap Hans.
__ADS_1
“H-Hey! Aku cuma bercanda! Jangan serius seperti itu! Menghadapi NPC dengan Level 300 itu sudah kelewatan untuk ku!” dari balik kerumunan Player, seseorang yang menggenakan jubah hitam dan tongkat staff panjang berjalan menuju Hans.
“Elliot? Uh.. aku tidak tahu harus mengatakan apa tentang ini, tapi karakter mu itu.. benar-benar seperti diri mu di dunia asli yah. Sama-sama suram dan membuat ku kasihan untuk melihatnya” ucap Hans untuk menyindir tampilan karakter Elliot.
“Hey! Jangan bercanda di situasi seperti ini. Ekhem! Walau pun penampilan ku seperti ini tapi skill dan status ku sangat tinggi loh!” bantah Elliot.
Penampilan Elliot terlihat seperti sosok misterius yang menutupi kepalanya dengan jubah berwarna hitam dan tongkat staff berbentuk batang tanaman panjang yang dililit akar berwarna hijau tua. Penampilan itu membuatnya terlihat seperti karakter stalker yang mencurigakan.
“Aku tidak ingin membanggakan akun ini, tapi akun karakter ini adalah dewa spesialis serangan sihir dan debuff area. Selama aku memegang tongkat staff ini, tidak ada yang bisa mendekati dan menyerang karakter ku!” ucap Elliot dengan rasa bangga.
“Oh, benarkah?” Hans membalasnya dengan nada dingin dan meraba saku pakaiannya.
Hans lalu mengeluarkan pistol dan membuka pin pengaman pistolnya.
*Craack!
“Perlu kita coba?” lanjut ucapan Hans sembari mengarahkan pistolnya ke kepala karakter Elliot.
“Emm.. kau tahu.. aku hanya bercanda saja tadi.” balas Elliot dengan nada datar.
“H-Hans.. kau tahu kan, sesama Player tidak bisa saling menyerang Player kecuali Player itu telah mengaktifkan mode Aggressive. Ah! Sial!” Elliot kini menyadari jika status Player milik Hans telah berubah menjadi status Aggressive.
“Emm.. boleh aku menulis surat wasiat terlebih dahulu?” ucap Elliot yang pasrah dengan keadaan.
“Apa yang kalian lakukan?” dari balik kelompok Player yang berkumpul di gerbang masuk Diamond Doom, Okita berjalan keluar bersama member Queen Order yang lain.
Penampilan Okita dan member Queen Order memiliki bentuk fisik yang sama seperti dunia nyata. Yang menjadi perbedaan adalah seragam Idol yang dibalut dengan senjata berbahaya di tubuh mereka.
Model pakaian Queen Order terkesan seperti sosok Ratu yang terjun ke medang perang dengan membawa senjata pemusnah massal di belakangnya. Senjata mereka sangat bervariasi seperti sabit hitam raksasa, lance dengan ukiran spiral yang sangat panjang, longbow dengan mata anak panah yang bergelombang, longsword yang dibalut pecahan tajam, buku melayang yang tampaknya siap meledak jika tersentuh, empat staff yang terbang melayang seperti ingin mengeluarkan sihirnya, dan pedang sihir yang terbang siap menerkam.
“Artoria Pendragon?” ucap Hans untuk mengomentari model pakaian Queen Order.
“Hans, mereka disini bukan untuk bertanding memperebutkan cawan suci. Ngomong-ngomong.. bisa kau jauhkan arah pistol mu keluar dari area kepala ku? Jika bisa, tolong gunakan Trigger Discipline dengan benar!” protes Elliot.
“Eh? Aku menggunakannya dengan benar kok. Terutama di bagian menekan pelatuk ketika bersiap untuk menembak sasaran” balas Hans.
“Jadi aku sasarannya?!” balas Elliot dengan cepat.
“Well, aku tidak ingin menganggu pekerjaan kalian. Aku juga sibuk mengurus satu kasus yang mengganggu halaman belakang rumah ku.”
“Heh?! rumah yah?” ucap Elliot sembari memandangi tampilan luar Diamond Doom.
“Di rumah mewah seperti ini? Memang apa masalahnya?” tanya Elliot.
“Kau ingin tahu apa masalahnya? Well.. baca ini” Hans menyerahkan koran yang dibaca sebelumnya.
Elliot menerima koran pemberian Hans dan membaca isi berita di dalamnya.
“Heee.. tengkorak raksasa? Apa ini?! Fantasi sekali! Apa kau sudah menemukan pelakunya, Detective?” tanya Elliot.
“Elliot, tidak semua Detective bisa menemukan pelakunya dengan cepat. Lagipula, kasus yang ku hadapi kali ini menggunakan teknologi lama dari ras Demon tua dan itu membutuhkan waktu yang tidak sedikit untuk dipelajari.”
“Hee.. aku jadi tertarik untuk mendengarnya. Sejauh mana penyelidikan mu? Apa informasi dari Dark Lord Invasion cukup membantu?”
“Yah, cukup membantu. Setidaknya aku bisa mengetahui adanya Item Spawner yang perlu ditemukan dalam kasus ini.”
“Item Spawner? Itu pasti akan sulit untuk ditemukan” balas Elliot yang memasang ekspresi serius.
“Jika melihat tata letak Item Spawner yang di miliki Guild Player, mereka pasti akan meletakkan Item Spawner di tempat tersembunyi.”
“Em, maaf menyela pembicaraan kalian. Sebenarnya apa yang sedang kalian bicarakan?” pertanyaan kecil itu berasal dari Okita.
Hans dan Elliot saling bertatapan dan menghela nafas yang panjang.
“Detective yang satu ini sedang menyelidiki tengkorak raksasa yang menyerang halaman rumahnya” ucap Elliot sembari menyerahkan koran pemberian Hans.
“H-Huee? Hiiiieee!!” Okita menerima koran pemberian Elliot dan terkejut setelah melihat gambar tengkorak raksasa.
“I-Ini bohongan kan? Ini CGI kan?” ucap Okita yang mencoba menyangkal isi berita mengenai tengkorak raksasa.
“Well, mau melihatnya? Tapi, tolong jangan terkejut saat melihatnya” ucap Hans sembari tersenyum.
“Y-Yang seperti ini mana mungkin ada di dunia ini kan? Bukankah ini dunia fantasi?” Okita masih tetap pada pendiriannya dan menyangkal keberadaan tengkorak raksasa.
Karena Okita masih menyangkal keberadaan tengkorak raksasa, Hans dengan sengaja mengajak member Queen Order dan Elliot memasuki dungeon Diamond Doom untuk mengunjungi penjara sihir yang menyimpan tengkorak hidup.
“HHHIIIIIIIIIEEEEEE!!” sesuai dengan prediksi Hans. Member Queen Order sangat terkejut setelah melihat mayat tengkorak yang hidup dengan sisa-sisa daging kecil yang melekat pada tulangnya.
“Ini akan menjadi trauma baru untuk mereka, kau iseng juga Hans..” ucap Elliot sembari berbisik ke telinga Hans.
__ADS_1
“Well, anggap saja ini sebagai penyambutan kecil pada anomali aneh yang terjadi di Isekai Online” balas Hans.