Isekai Online

Isekai Online
Chapter 25 - Kasus Gagal?


__ADS_3

Sebuah pemandangan yang mengejutkan terjadi di depan mataku. Sel-sel kurungan yang terbuat dari besi, sirkulasi udara yang terasa dingin dan berbau busuk, dan ruangan yang gelap tanpa cahaya.


Tepat di ruangan ini, terdapat kurungan yang menyayat hati ku. Orang-orang ini.. bukankah mereka bilang telah menculik anak-anak? Tapi kenapa sel kurungan ini berisi gadis-gadis dengan pakaian yang kurang menutupi tubuh vital mereka?


“KYAAAAAA!!”


Setidaknya salah satu diantara mereka masih memili rasa malu. Gadis ini terlihat aktif menutupi bagian tubuhnya yang terbuka. Jika aku tahu situasinya akan seperti ini, aku pasti akan membawa pakain ganti untuk mereka.


Masalahnya adalah...


Jumlah mereka terlalu banyak.


Aku tidak tahu berapa jumlah mereka di setiap sel kurungannya, yang pasti ada sepuluh blok sel kurungan yang terbagi menjadi dua di kanan dan kirinya. Di sebelah kiri merupakan kurangan yang di isi dengan gadis-gadis campuran. Aku bisa melihat beberapa gadis ras campuran dengan telinga kelinci, kucing, dan beberapa ras yang tidak ku ketahui.


Jujur saja ini menarik, rasanya aku seperti berada di tempat pembelian hewan dan memilih hewan untuk di adopsi. Yep, agak sedikit kasar tapi itulah kenyataan yang terjadi. Sel kurungan sebelah kann terdapat beberapa hewan buas atau monster?


Aku tidak yakin untuk menyebutnya, tapi dengan ukuran tubuh dan penampilan mengerikan seperti itu. Tidak salah jika menyebutnya sebagai monster kan?


Cahaya senter yang menyinari perlahan menampilkan satu per satu bentuk fisik monster lain. Aku tidak tahu apa nama monster tersebut jadi lebih baik ku biarkan saja mereka berada di dalam kurungan itu. Walaupun mereka korban dari kejahatan manusia, kemungkinan mereka menyerang manusia lebih tinggi dan aku tidak ingin mengambil resiko itu sebelum menyelamatkan anak-anak yang di culik.


Oh, benar juga. Dimana anak-anak itu? apa mereka menipu setelah perbicangan kecil yang damai itu? jika mereka menipu ku, aku akan membawa jasad mereka ke dalam sel kurungan monster-monster ini.


Eh, bukankah itu cara yang efektif untuk menyingkirkan mayat?


Bukankah itu ide yang bagus?


Kenapa tidak terpikirkan sebelumnya?


Ruangan itu sudah terlalu bersih, sampai-sampai yang tersisa hanya tujuh mayat yang masih tergantung. Memikirkan kelakuan mereka sudah cukup untuk membuat ku teringat betapa kejamnya manusia.


Ini masih menjadi misteri, kenapa manusia memiliki keberanian melakukan kejahatan seperti itu?


Lupakan masalah itu.


Aku bergegas menuju salah satu gadis yang berteriak tadi, teriakannya begitu bertenaga setelah tubuhnya terlihat oleh seseorang. Apa mungkin dia trauma dengan perlakuan orang-orang itu disini?


Aku pernah mendengar jika pedagang selalu memperhatikan kualitas barangnya, tak jarang mereka mencoba beberapa sampel yang tersedia untuk pelanggan mereka. Sesuatu yang seperti itu bisa saja terjadi atau ini hanya pemikiran buruk ku saja.


Saat tatapan kami bertemu, aku bisa melihat tatapan matanya yang penuh dengan harapan. Tatapan itu seperti memohon pada ku untuk membebaskan dia dari tempat ini.


“Jawab pertanyaan ku atau kau akan tetap di dalam sini selamanya.”


“Aku mencari seorang gadis, gadis tomboy kurasa, memiliki hubungan dekat dengan Mile Soniv atau yang lebih dikenal sebagai pemilik Nekoya Inn.”


Aku tidak mendapat jawaban apapun dari pertanyaan ku. Hanya saja, mata gadis itu mulai berair dan perlahan isak tangisnya keluar.


Apakah tangisan itu sebuah jawaban?


Atau hanya sekedar perasaan senangnya untuk terbebas dari sini. Yah, kurasa kunci yang ada di tangan ku menjadi harapannya untuk keluar dari sini.


“G-Gadis itu adalah aku.”


Suara yang kecil dan samar-samar itu terdengar. Aku tidak tahu kenapa tetapi informasi yang ku dapat sangat berbeda. Seseorang yang kucari adalah anak kecil namun yang kutemukan disini adalah gadis-gadis?


Tatapan ku segera menuju ke sel kurungan lain. Isinya hanya gadis-gadis dengan kondisi pakaian yang sepertinya sangat sesak untuk dikenakan. Beberapa pakaian yang tersobek dapat ku temukan dan sepertinya itu adalah bekas dari penghuni sel kurungan ini sebelumnya.


Aku tidak menemukan anak-anak itu disini.


Yang kutemukan hanyalah seorang gadis yang mengaku sebagai anak yang kucari. Bisa saja aku meninggalkan mereka dan melaporkan kepada Mile jika cucunya tidak ada di tempat ini.


Sesuatu ada yang menganjal di dalam sini dan entah kenapa aku memiliki firasat kuat mengenai keanehan ditempat ini.


Yah, jika gadis ini berbohong kepada ku. Aku masih bisa mengerti alasan dibaliknya, dia sudah terlalu putus asa untuk bertahan hidup ditempat gelap seperti ini.


“Apa kau tahu dimana anak-anak yang lain?”


Sama seperti sebelumnya, gadis ini tidak menjawab pertanyaan ku. Dia hanya memandangi gadis-gadis lain yang ada di dalam sel kurunganya.


“K-Kami lah gadis-gadis itu.”

__ADS_1


Respon yang tipis dan samar-samar itu sangat menganggu ku. Mungkin inilah yang dirasakan jika seseorang dikurung di dalam tempat gelap dan kondisi suram seperti ini. Mendapat informasi dari gadis yang terkurung seperti ini sedikit membuang-buang waktu. Seharusnya aku membebaskan saja mereka, sebelum mereka menjadi gila di tempat seperti ini.


Suara gesekan kunci yang berbunyi di tangan ku ini membuat mereka menatap ku. Seolah ingin bebas dari sel kurungan mematikan ini. Tidak hanya gadis-gadis ini saja, tetapi hewan atau monster di sebelah ku menatap ku dengan tatapan yang sama.


Mereka semua ingin merasakan kebebasan dari kurungan ini.


“Ekhem, Well, aku tidak tahu jika kalian bisa memahami perkataan ku tapi di sebelah ruangan ini terdapat seseorang yang perlu kalian urus. Jika aku membebaskan kalian, apa kalian akan mengurus orang-orang itu?”


Yah, aku mulai sedikit gila sekarang. Berbicara dengan hewan atau monster yang entah mengerti perkataan ku atau tidak. Tapi, entah kenapa tatapan mereka seperti paham akan ucapan ku.


Perlukah aku menguji mereka?


“Oh, hampir saja kelupaan. Sebenarnya aku datang kesini dengan memasuki lingkaran sihir teleportasi. Jika kalian bisa berbagi tugas, apa kalian mampu mencari jalan keluar untuk kami?”


Saat aku bertanya seperti itu, sosok mahkluk berlendir berwarna putih abu-abu muncul. Melihat ukurannya berbentuk bulat dan tertutupi oleh besi datar diatasnya sedikit menjijikan.


Guh, mahkluk apa ini?


Tanpa alasan yang berarti, mereka meninggalkan besi yang menutupi lapisan atas mereka dan bergerak pergi melewati ku, menuju pintu keluar yang baru saja kumasuki.


Apa hewan atau monster ini memahami perkataan ku? Atau mereka sebenarnya memiliki kecerdasan tersendiri? Yah, sepertinya aku harus memegang kata-kata ku.


“Apa kalian masih mampu berdiri?” aku bertanya pada gadis-gadis yang ada di hadapanku dan mereka menganggukkan kepalanya.


“Mungkin ini terlalu berlebihan untuk meminta kalian tapi apa kalian bisa mencari pakaian atau kain untuk menutupi tubuh gadis-gadis ini? Aku tidak tahu dengan prinsip pakaian bagi kalian tapi untuk manusia, pakaian merupakan benda penting untuk dipakai.”


Entah aku yang terlalu banyak meminta atau merepotkan mereka. Sebuah mata berwarna merah dan erangan yang mengintimidasi terdengar di telinga ku. Aku segera menuju mereka dan mencari kunci yang tepat untuk membuka kurungan mereka.


Sinar cahaya senter ku perlahan memantulkan bentuk mahkluk itu. Sebuah serigala berwarna putih dan sedikit kotor ada di hadapan ku. Ekornya yang lebat sedikit mengintimidasi ku.


Karena penasaran, aku mencoba melihat satu per satu kurungan sel ini. Kurungan yang bervariasi dan hewan buas atau monster di dalamnya sangat bervarisasi. Aku tidak tahu hewan atau monster apa ini tapi bentuk mereka sangat unik.


Beberapa diantara merupakan hewan-hewan yang bisa ditemui di dunia nyata seperti serigala dan rubah dengan ukuran tubuh yang besar namun untuk kurungan yang lain. Aku tidak tahu apa itu.


Ada enam bentuk kurungan yang berisi dedaunan yang membentuk bola besar di dalam tabung kaca. Sesuatu yang tampaknya seperti lebah berwarna mencolok ada didalamnya. Aku tidak yakin jika itu lebah atau tawon, karena bentuknya sangat besar dan jika di ukur maka itu setara dengan ukuran telapak tangan karakter ku.


Apa ini masih bisa disebut hewan atau monster?


Isekai Online sepertinya sangat kaya akan variasi ras di dalamnya. Tapi, sesuatu yang seperti ini? terkesan fantasi sekali bagi ku. Melihat mereka, aku jadi tersadar sedang memainkan sebuah game. Sensasi realitas ini sedikit membuat ku terlena.


Satu per satu, aku membebaskan mereka dari kurungan ini. Serigala besar yang memadangi ku segera berlari keluar dari kurungannya. Dia seperti terburu-buru untuk melakukan sesuatu. Nah, aku sedikit mengerti kenapa dia terburu-buru setelah mendengar suara gesekan benda yang patah di sebelah ruangan ini. Sepertinya, serigala itu sedang membersihkan sesuatu yang tidak ingin ku bersihkan.


Aku membebaskan makhluk ini tanpa mempertimbangkan bahaya yang mungkin terjadi. Fakta bahwa aku tidak tahu mahkluk apa ini akan sedikit menggangu ku. Tapi, jika mereka membuat masalah.. aku akan segera membereskannya.


Setelah membebaskan mahkluk-mahkluk ini, aku lalu membebaskan gadis-gadis ini. Tiba-tiba saja, serigala yang baru ku bebaskan kembali. Dia kembali membawa beberapa tulang yang cukup bersih untuk dilihat.


Gadis-gadis ini sedikit ketakutan saat melihat serigala ini kembali. Untuk berjaga-jaga, aku memegang pistol Gross-17 ditangan ku. Sembari memperhatikan gerakan makhluk-makluk ini, aku membebaskan beberapa gadis yang tersisa. Sebuah tanaman, lendir, ekor, dan dengungan sayap yang menarik tubuh ku, membuat ku melirik dan memperhatikan sosok makluk itu.


Untuk menjelaskan mahkluk apa yang telah ku bebaskan ini, agak sedikit rumit. Secara singkat, beberapa diantaranya adalah hewan dan sisanya memiliki bentuk yang mirip manusia tapi bukan manusia. Hewan yang ku kenal dari bentuk mahkluk ini adalah, serigala, rubah, dan lebah? Kurasa itu lebah atau keluarga sejenisnya. Sangat sulit membedakan lebah atau tawon dari ukuran tubuhnya, tapi tubuh ini sangat besar hingga setara dengan telapak tangan karakter ku. Sementara, mahkluk yang memiliki bentuk tubuh menyerupai manusia memiliki fisik seperti cairan lengket dan tanaman? Yah.. anak kecil berwarna hijau dan diselimuti tanaman ditubuhnya? Well.. aku tidak tahu apa itu.


Gadis tanaman itu memberikan ku sebuah daun yang cukup lebar dan berbentuk seperti pakaian. Sepertinya, gadis itu ingin memberikannya untuk dipakai gadis-gadis ini. Aku segera menerimanya dan sedikit mengelus bagian tubuhnya yang terlihat seperti rambut.


“Terima kasih, ini akan berguna untuk gadis-gadis itu” sembari mengucapkan itu. Aku bisa melihat bunga di tubuhnya berubah warna menjadi merah cerah.


Aku tidak menemukan anak-anak, tetapi menemukan gadis-gadis. Sebuah misteri yang masih belum terpecahkan. Sekarang, bagaimana cara ku untuk menjelaskan keadaan ini kepada Mile Sinov? Fakta cucunya yang masih belum ku temukan sedikit menganggu ku.


Aku bisa melihat rubah yang ku bebaskan membagikan pakaian yang terbuat dari dedaunan kepada mereka dan lebah-lebah yang tampaknya lemas itu saling bekerja sama mengaitkan pakaian daun yang longgar dengan jarum tubuhnya.


Tiba-tiba saja, pintu masuk ruangan ini terbuka lebar dan lantai di bawahnya terdapat mahkluk berlendir yang berubah warna menjadi hijau. Sementara itu, mahkluk berlendir yang baru saja ku bebaskan membentuk tubuhnya menjadi manusia dan memberikan bahasa tubuh seperti untuk mengikuti jalur yang ditujukan pada mahkluk berlendir itu.


“Jadi, kau sudah menemukan jalan keluarnya?” tanya ku.


Mahkluk itu segera menganggukan tubuh imitasi manusianya.


“Semuanya, ikuti mahkluk ini” ucap ku.


Rasanya agak sulit untuk mempercayakan mahkluk-mahkluk ini tapi jika ini adalah bentuk balas budi atas kebebasan mereka. Kenapa aku menolaknya? Lebih baik aku menerimanya daripada pikiran mereka berubah tiba-tiba. Melindungi gadis-gadis ini dari terkaman mereka akan merepotkan.


Berbekal sinar cahaya dari senter ditanga ku, kami menyusuri lorong-lorong yang dipenuhi lumut. Hawa dingin yang menyelimuti lorong-lorong ini membuat ku sedikit penasaran mengenai tempat ini. Perjalanan kecil kami sampai pada anak tangga yang diselimuti lumut. Bentuk anak tangga itu sedikit terkikis berkar lumut yang tumbuh diatasnya. Sebuah cahaya kecil terlihat diatasnya, tampaknya itu adalah pintu keluar.

__ADS_1


Perlahan kami menyusuri anak tangga itu, lantainya sedikit licin berkat lumut lembab diatasnya. Tiba-tiba saja, gadis tanaman itu mengeluarkan sebuah tali panjang yang terbuat dari tanaman dan melilit gadis-gadis yang kesusahan menaikinya.


Melihat tindakannya ini yang diluar perintah ku, apa mungkin mahkluk-mahkluk ini memiliki kecerdasan untuk bertindak sendiri? Jika itu memang benar, mereka tidak sebodoh itu untuk tertangkap, bukan?


Informasi yang terus ku temukan ini membuka lembaran-lembarang baru yang membuat ku tertarik mempelajari Isekai Online. Mahkluk-mahkluk ini bisa menjadi aset berharga untuk dipelajari.


Tanpa terasa, kami tiba di bagian atas tangga ini. Sebuah lubang terbuka yang berada di tengah-tengah tanaman tinggi. Lokasi ini tampak seperti hutan, untuk memastikannya aku lalu membuka sistem MOCAD.


[Location: Extreme Dungeon - Deep-Forest of Death Lv.300]


Eh? Kita berada di dalam dungeon?


Dari kejauhan, sebuah ledakan dan asap hitam yang membumbung tinggi terlihat. Suara itu semakin mendekat dan sesuatu yang bergerak di dalamnya terlihat semakin mendekat.


Makhluk-mahkluk yang telah ku bebaskan ini masuk ke dalam mode bertahan mereka. Seriga dan rubah besar itu bergerak ke depan. Lebah-lebah yang terbang disamping ku mengeluarkan benda yang terlihat seperti perisai, gadis tanaman yang terlihat tenang tiba-tiba menumbuhkan tanaman berduri, dan mahkluk berlendir yang tiba-tiba membesar menutupi gadis-gadis di dalamnya.


“SEEEENPAAAAIIII!!”


Sebuah suara yang familiar terdengar di telinga ku.


Ketiga sosok yang ku kenal tiba di depan ku, ternyata asap yang semakin mendekat itu adalah mereka, tapi kenapa di belakang mereka tampak seperti pasukan yang ingin menghancurkan suatu tempat?


“Oh, kalian sudah keluar?” tanya ku.


“Kau baru keluar?” tanya Will.


“Yah, sesuatu terjadi di dalam. Ngomong-ngomong kenapa banyak orang disini?”


“Aku juga ingin bertanya pada hal yang sama, kenapa banyak monster disini?”


“Oh, mereka? Tenang saja, mereka ada di dalam kendali ku.”


“Kebetulan sekali, orang-orang ini juga ada di dalam kendali ku juga.”


“Kalian bisa menurunkan kewaspadaan kalian, orang-orang ini bisa dipercaya” ucap ku. Mendengar ucapan ku ini, sesuatu yang dikatakan monster oleh Will perlahan kembali ke keadaan tenang mereka.


“Boleh ku tahu, darimana saja kau selama ini?”


“Well, sesuatu yang menarik perhatian ku ada di dalam dan terjadi ini.. dan itu.. lalu seperti itu bercampur menjadi seperti ini dan sampailah menjadi ini..”


“Hans, kau tahu.. penjelasan mu ini tidak menjelaskan semuanya. Dan kenapa gadis-gadis ini bisa kau temukan?”


“Nah, kebetulan saja aku menemukan mereka. Kenapa kau ada disini membawa pasukan mu?”


“Ini? di tempat mu keluar itu adalah sebuah dungeon dengan tingkat kesulitan yang tidak biasa dan orang-orang ku ingin mencoba dungeon ini.”


“Oh, begitu, pantas saja Saku langsung masuk ke dalam.”


“Heh? Dia sudah di dalam?”


“Kau tidak melihatnya masuk?”


“Sial! Aku terkecoh! Ini semua salah mu, Hans!”


“Em, kenapa jadi aku yang disalahkan?”


Tanpa mempedulikan Player lain yang berebut masuk ke dalam dungeon ini, aku segera membawa gadis-gadis ini keluar dari wilayah yang berbahaya ini. Dengan bantuan navigasi sistem MOCAD, kami menemukan desa terdekat dan meminjam beberapa kereta kuda untuk membawa gadis-gadis korban penculikan ini.


Beberapa monster yang ku bebaskan mengawal perjalan kami, aku sangat kesulitan saat menjelaskan keadaan mereka tapi setelah mengetahui diriku adalah Player, beberapa NPC menganggap monster ini adalah monster yang telah dijinakkan. Tanpa membuang waktu lagi, kami dan beberapa warga bergegas menuju Nekoya Inn untuk melaporkan penemuan gadis-gadis korban penculikan ini.


Agak sulit untuk menjelaskan semua ini, terutama saat cucu Mile Sinov yang masih belum ditemukan.


Tapi, bagaimanapun juga, Mile Sinov mungkin akan menemukan informasi yang bisa mengarahkan lokasi cucunya dari gadis-gadis ini.


“Untuk suatu alasan, kenapa aku sedikit frustasi dengan kasus ini?”


“Apa ini perasaan seorang detektif, saat sebuah kasus yang dikerjakannya tidak terpecahkan?”


[...]

__ADS_1


__ADS_2