Isekai Online

Isekai Online
Chapter 41 - Social Stealth


__ADS_3

Isekai Online merupakan game yang cukup rumit dan bebas. Kebebasan Player Isekai Online untuk memilih Class dan jalan cerita yang berbeda-beda di setiap akun menjadi daya tarik utama Isekai Online. Karena tingkat kerumitan itulah yang melahirkan sebuah opsi pilihan untuk menjalankan Quest. Menyelesaikan Quest dengan cara normal atau melakukannya dengan cara lain.


Stealth adalah salah satu opsi pilihan lain yang bisa dilakukan oleh Class tertentu seperti Assasins, Rogue, Thief, dan Class lain yang memiliki skill berbasis stealth. Secara umum, skill stealth yang beredar di Isekai Online akan mengurangi jangkauan deteksi Player atau NPC. Skill yang sangat berguna untuk melancarkan serangan kejutan dan menghilang dari pandangan musuh. Untuk pertarungan antar Player, skill stealth merupakan cheat legal yang direstui sistem.


Tentu saja, untuk menciptakan keseimbangan skill di dalam Isekai Online. Developer Isekai Online yaitu Genius Tenchnopreneurship memberi counter skill yang mampu mendeteksi balik keberadaan Player yang mengaktifkan skill stealth. Class tertentu memiliki skill deteksi yang berbeda-beda seperti Class Beast Summoner yang menggunakan monster panggilan untuk melacak jejak Player, Class Mage yang mampu memancarkan gelombang sihir untuk mendeteksi objek benda, Class Assasins yang mampu mendeteksi hawa keberadaan sesama pengguna skill stealth, dan Class lain yang terdaftar di forum Isekai Online. Singkatnya, Developer Isekai Online telah memberi counter skill stealth di setiap Class Player dan memberi kebebasan Player untuk mencari counter stealth sesuai Class mereka.


Tapi, ada dua Player Isekai Online yang mampu menggunakan teknik stealth tanpa memiliki skill stealth. Teknik yang mereka temukan dari ide kecil yang cukup gila dengan menyusup ke wilayah terlarang yang dijaga ketat oleh pasukan khusus Kerajaan Nestrad.


Teknik itu disebut Social Stealth.


Social stealth adalah teknik stealth yang memanfaatkan kondisi lingkungan sosial yang sedang terjadi. Teknik ini dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti menghindari interaksi dengan Player atau NPC namun tetap di dalam lingkungan sosial, mengambil jalur lain yang tidak menarik perhatian, menggunakan identitas palsu sebagai penyamaran, atau berbaur secara aktif di dalam lingkungan sosial. Tujuan utama dari social stealth adalah mencapai tujuan tertentu dengan memanfaatkan kondisi lingkungan sosial.


Hans dan Elliot mampu menggunakan teknik social stealth secara maksimal berkat pengalaman mereka. Menyamar menggunakan identitas palsu dan menyusup ke wilayah terlarang yang dipenuhi NPC bukanlah hal yang sulit bagi mereka. Bagi Hans dan Elliot, itu hanyalah permainan akting sosial dan mereka sangat ahli melakukannya.


Jika Hans terpaku pada pengalaman anti-sosial dan menghindari perhatian orang lain yang tertuju kepadanya, Elliot memiliki kelebihan untuk mengalihkan perhatian orang-orang untuk tertuju kepada dirinya. Kombinasi yang sangat unik untuk melakukan social stealth di wilayah terlarang.


Di atas perbukitan rumput yang tertutupi cahaya langit senja, Hans dan Elliot mengamati tempat perburuan mereka. Sebuah barisan tenda kecil dan barikade kayu yang berdiri mengelilingi gua kecil menjadi perhatian mereka. Obor dan lentera kecil mulai menyala sebagai penerangan utama yang bersiap menyambut malam.


“Ini hanya perasaan ku saja atau mereka terlalu berani menghadapi masalah?” di sela-sela pengamatan kecil mereka, Elliot mengomentari keputusan subjek pengamatan mereka.


“Melihat jumlah pasukan Kerajaan Nestrad yang banyak, tampaknya mereka memiliki rencana besar untuk menaklukan tengkorak raksasa. Well.. Quest mengenai tengkorak raksasa sudah menyebar di Guild Master Adventure. Tidak aneh jika mereka membawa Guild Player untuk misi penaklukan” pandangan mata Hans tertuju pada bendera besar yang menampilkan simbol Kerajaan Nestrad dan simbol Guild yang pernah ia lihat..


“Uwaaah.. mereka terlalu percaya diri dengan rencana mereka. Menurut mu, apakah mereka mampu mengalahkan tengkorak raksasa?” tanya Elliot.


“Well, berdasarkan buku Demon Ancient Rune yang sudah ku pelajari. Mereka terlalu bodoh untuk melawan sesuatu yang belum diketahui. Informasi yang ku ketahui saat ini adalah tengkorak raksasa itu tercipta dari sumber sihir seseorang. Jika sumber sihirnya belum habis, tengkorak raksasa itu akan selalu muncul. Aktivitas pergerakan mereka hanya terjadi di malam hari dan memiliki rentang waktu yang cukup panjang untuk mengisi sumber sihir mereka di pagi hari hingga sore hari. Susunan Demon Ancient Rune yang ku temukan memiliki kecacatan, namun kecacatan itu membentuk sosok tengkorak raksasa. Bayangkan ini, Elliot. Sosok monster yang lahir dari kecacatan penulisan. Sangat lucu bukan?” Hans tertawa kecil setelah menjelaskan informasi yang diketahuinya.


“Monster yang lahir karena kecacatan penulisan rune. Monster Typo? Cukup lucu juga jika dibayangkan. Ngomong-ngomong.. kenapa Storm Forest ada disini?”


“Storm Forest?”


“Hans, terkadang aku sangat penasaran dengan isi otak mu. Pengetahuan mu mengenai hal yang tidak masuk akal cukup luas namun untuk informasi penting seperti Player dan Guild terkenal Isekai Online masih sangat kurang.”


“Hmm.. mendengar kesombongan mu yang mengenal mereka. Storm Forest terdengar seperti Guild tingkat atas?”


“Tentu sajalah..” balas Elliot dengan nada datar.


“Jadi, seberapa istimewa Guild Storm Forest ini dan kenapa aku harus mengingat informasi yang kurang berguna ini?” tanya Hans dengan nada datar.


Mendengar pertanyaan Hans dengan nada datarnya, telinga Elliot sedikit berkedut.


“Really? Kau tidak mengetahui Guild teman sekelas mu sendiri?” ucap Elliot.


“Teman sekelas? Well.. jika itu Storm Forest. Yuuki Saku tidak mungkin memakai nama Guild seperti itu. Berarti hanya ada satu kemungkinan, Will Isaac?”


“Hoou, kau bisa menebaknya ternyata” puji Elliot.


“Ya, aku harus berterimakasih kepada mu tentang itu. Sekarang, otak ku menyimpan informasi yang tidak berguna. Bisa berikan informasi yang lebih berguna di masa mendatang?”


“Uhuk! Informasi itu akan berguna suatu saat nanti. Percayalah!!” ucap Elliot dengan percaya diri.


Langit senja perlahan meredup. Tiga sosok bulan yang tertidur mulai bangkit menampakkan cahaya mereka. Bayangan pepohonan yang semakin menghilang menjadi penanda malam yang telah datang.


Hans berdiri dari posisinya dan memberi kode kecil untuk memulai perburuan mereka.


“Haaaah~ sudah waktunya untuk menyusup?” Elliot meregangkan tubuhnya setelah duduk terlalu lama mengamati tempat perburuan mereka.


“Shirayuki, tolong jaga tamu-tamu kita. Jika mereka kembali, pastikan untuk mengurus mereka sampai kita kembali, mengerti?” ucap Hans kepada Shirayuki.


“Siap, Master Hans. Aku akan mengurus mereka sampai Master Hans kembali”


Di balik bukit rerumputan yang Hans duduki, terdapat semak belukar yang tumbuh subur. Dari balik semak belukar itu terlihat dua tubuh Player yang terikat batang tumbuhan berduri dan status takedown di atas karakternya.


Status karakter mereka menampilkan efek Takedown, namun karena efek takedown yang terlalu lama. Mereka memutuskan untuk Logout sementara. Status takedown yang mereka dapat pun berhenti dan Hans tidak ingin rencana kecilnya untuk menyusup ke wilayah terlarang diketahui oleh anggota Guild mereka.


“Sesuai dengan rencana awal, kita akan menyusup ke dalam wilayah terlarang menggunakan identitas mereka. Pakai ini dan jangan bongkar identitas palsu mu!” ucap Hans sembari memberikan pita kecil berwarna merah ke Elliot.

__ADS_1


“Hey! Aku tidak terlalu bodoh untuk membongkar identitas palsu!” balas Elliot sembari memakai pita kecil di lengannya.


*Teng!!


*Teng!!


*Teng!!


Dari kejauhan, gema suara lonceng peringatan saling bersahutan. Langit malam yang baru saja terbangun mulai menampakkan terror mereka. Beberapa lingkaran sihir tercipta di atas langit dan mengukir sebuah aksara Demon Ancient Rune yang menari-nari. Gua kecil yang ada di depan mereka mulai bergemuruh menggetarkan tanah di sekitarnya hingga dirasakan oleh Hans dan Elliot. Dari balik gua kecil itu, sekumpulan tulang-tulang mulai keluar dan membentuk tengkorak raksasa yang mengucapkan salam kematian.


Melihat anomali aneh yang baru saja terjadi, Hans tersenyum puas. Itu adalah pertama kalinya ia melihat kejadian tak masuk akal di dalam sebuah game realistis. Sebuah game yang mampu membentur pemikiran rasional Hans dan membuat pemikiran irasional nya bersemangat.


Tiga baris paragraf yang tercipta dari aksara Demon Ancient Rune membuat Hans tertawa kecil memandangi langit-langit.


“Kenapa kau tertawa?” Elliot yang terheran-heran dengan tawa kecil Hans pun mempertanyakannya.


“Ah.. Tidak.. hanya saja.. arti dari tulisan Demon Ancient Rune itu sedikit.. chuunibyou? Kurasa..” Hans membalasnya dengan menahan tawa kecilnya.


“Maksudnya?” sahut Elliot dengan ekspresi kebingungan.


“Perhatikan ini..” Hans menunjuk ketiga baris paragraf Demon Ancient Rune yang terukir di langit-langit malam.


“Harken to mine call, o spirits of the departd. By the power of auncient wordes and the will of the dark, I summon thee forth from the depth of the earth. Arise from the graue, and heede mine command.”


“Come forth, o undead servants, and heede mine call. Rise from the ashes of thy earthly remains, and let the power of mine wordes be thy guide. Let the darkness of the night be thy cloke, and the shadowes be thy allies.”


“By the power of the auncient ones, and the will of the dark, I command thee to serve me now and forevermore. Rise, and obey mine command, o undead servants, and let thy power of mine be thine to wield.”


Setelah membaca keseluruhan baris paragraf Demon Ancient Rune yang tertulis di langit malam, Hans menyadari keanehan di baris terakhirnya. Perlahan, ia mulai mengetahui kenapa Demon Ancient Rune memiliki kelemahan yang cukup fatal sebelum digantikan oleh Demon Ancient Rune Modern.


“K-Kenapa semuanya memakai ejaan inggris lama?” tanya Elliot.


“...” Hans tidak menanggapi pertanyaan Elliot. Otaknya sibuk mencerna informasi yang baru saja ia dapat.


“Let thy power of mine be thine to wield, huh?” gumam kecil Hans.


“H-Hans.. jika kau memiliki ide lain. Jangan simpan sendiri!” seru Elliot sembari mengguncang tubuh Hans.


Menyadari guncangan kasar Elliot, Hans terbangun dari pemikiran kecilnya. Potongan misteri yang ada di kepalanya mulai terpecahkan sedikit demi sedikit. Pembuktian dan teori yang ia pikirkan sebelumnya telah dijawab oleh kedua matanya. Kejadian yang baru saja ia lihat menjadi bukti valid dari deduksi di luar pemikiran rasionalnya.


“Haaah.. benar juga. Ini kan di Dunia Fantasi. Yang seperti ini, satu atau dua hal pasti bisa terjadi” ucap Hans untuk menenangkan otak logikanya.


“A-Apa yang kau katakan? Jelaskan semuanya pada ku, sekarang!” Elliot sedikit mendesak Hans untuk menjelaskan situasinya.


“Singkatnya, kita akan masuk ke sana dan mencari sumber tenaga sihir dari-“ sebelum Hans menyelesaikan kata-katanya. Sebuah aliran energi sihir dan hembusan angin kencang menerpa tubuh mereka. Setelah hembusan angin kencang itu mereda, terdengar suara auman keras yang menarik perhatian Hans dan Elliot.


“Dari pemilik auman besar itu?” sahut Elliot.


“Yep.. sesuai rencana awal” balas Hans.


Hans dan Elliot menaikkan tudung kepala pakaian mereka. Sama seperti pakaian semi-militer milik Hans, jubah hitam milik Elliot dilengkapi dengan tudung kepala yang menyesuaikan Class miliknya.


Dengan kode kecil berupa anggukan kepala, Hans dan Elliot berjalan menuruni bukit rerumputan menuju lahan perburuan mereka. Karena situasi yang berubah menjadi kacau akibat kemunculan sosok tengkorak raksasa, pintu utama untuk memasuki wilayah terlarang terbuka lebar.


[Warning: Restricted Area!]


Sebuah panel peringatan berwarna merah yang muncul tiba-tiba menjadi peringatan kecil untuk Hans dan Elliot. Mereka telah tiba di wilayah terlarang, identitas palsu yang mereka gunakan terlihat samar-samar di kegelapan malam. Sosok yang berlindung dari balik tudung kepala dan pita merah yang menandakan partisipasi Guild Player menyatu dengan keadaan sosial.


Kondisi kacau yang telah diciptakan oleh tengkorak raksasa sangat membantu Hans dan Elliot menyusup jauh ke dalam wilayah terlarang. Prajurit Kerajaan Nestrad bekerja keras untuk menghalau serangan tengkorak raksasa sedangkan Guild Player mencoba menghentikan gerakan tengkorak raksasa dengan rantai sihir yang terikat pada pasak besi.


Hans dan Elliot bergabung dengan barisan belakang Guild Player yang mengenakan pita merah di lengannya. Peran mereka untuk memanfaatkan kondisi sosial pun dimulai.


Dengan kode kecil berupa acungan jempol, Elliot mengeluarkan senjata Staff miliknya dan merapalkan beberapa sihir debuff kepada tengkorak raksasa. Sementara itu, Hans menyelinap ke sebuah tenda yang menyimpan tulang-tulang.


Pengamatan kecil yang ia lakukan bersama Elliot memberi informasi mengenai susunan lokasi tenda beserta fungsinya. Mengamati pasukan Kerajaan Nestrad yang memasang tenda terlihat membosankan namun Guild Player yang bekerjasama dengan mereka melakukan tugas kecil seperti mengumpulkan potongan tulang yang tidak membentuk sosok tengkorak raksasa.

__ADS_1


Saat Hans hendak memasuki tenda itu, ia melihat sebuah cahaya lentera yang membentuk bayangan manusia di dalam tenda. Melihat bentuk bayangan yang ramping, Hans mengetahui ada seorang wanita di dalam tenda.


“Ugh, aku tidak ingin meninggalkan saksi mata. Tapi..” Hans sedikit meragukan niatnya untuk masuk ke dalam tenda. Namun, rasa penasaran dengan informasi yang bisa di dapatkan mengalahkan ego kecilnya.


Hans perlahan memasuki tenda tujuannya dengan bersikap tenang.


Dari balik tenda itu, sebilah pedang telah menyambut leher Hans. Tatapan matanya yang mengamati situasi dari balik tudung kepala dapat dirasakan oleh sang wanita.


“Tatapan yang bagus.. boleh ku tahu kenapa ada Player di tempat seperti ini? Bukankah kami telah membayar kalian untuk mengurus monster itu?” ucap sang wanita.


Hans mengamati sosok wanita di depannya. Postur tubuhnya yang ramping dan pakaian militer yang berbeda telah menunjukkan identitasnya. Hans yang berlindung dari balik identitas palsunya terlihat tenang walaupun mata pedang yang dingin menyentuh lehernya.


“Well.. kalian memang membayar kami untuk mengurus monster itu. Tapi, kalian tidak membayar kami untuk tidak terlibat dengan urusan kalian” balas Hans dengan nada yang sangat santai.


“Humpf! Player sialan! Inilah yang membuat ku tidak menyukai kalian. Babi yang suka ikut campur!” ucapan sang wanita terdengar kasar.


“Lakukan sesukamu!” sang wanita memasukkan pedangnya ke dalam sarung pedang dan membelakangi Hans.


“Perlu di ingat! Jangan kacau kan apapun di dalam sini!” peringatan yang terdengar mengancam itu hanyalah gonggongan anjing kecil bagi Hans.


Hans hanya tersenyum dan mengeluarkan kamera dari inventorinya.


“Tenang saja, aku tidak akan berlama-lama di dalam sini” balas Hans.


Sang wanita menaruh tatapan curiga kepada Hans, ia mengamati kamera yang berada di tangan Hans seolah melihat barang mencurigakan.


Tenda yang memuat sekumpulan tulang terbagi menjadi dua bagian. Bagian pertama adalah koridor tulang yang masih bisa dilihat secara kasat mata dan diketahui struktur tulangnya. Untuk bagian kedua di isi oleh serpihan patahan tulang dan benda yang mungkin berasal dari tulang.


Melihat sekumpulan tulang yang dicampur menjadi satu, Hans mengambil salah satu tulang yang telah dikumpulkan. Karakteristik tulang yang ia temukan tidak jauh berbeda dengan tulang yang tersimpan di penjara sihir Diamond Doom. Sisa daging dan lapisan otot yang masih menempel pada tulang menjadi bukti penting kematian pemiliknya. Di antara tumpukan tulang itu, Hans menemukan sebuah tulang yang berbeda dari milik manusia.


“Hmm.. apa ini?” Hans yang penasaran dengan tulang itu pun mengambilnya. Tulang itu terlihat sangat ramping seperti tulang sayap burung. Di sampingnya, sebuah tengkorak kepala yang lebih kecil dari ukuran tengkorak kepala manusia terlihat.


“Hey, apa kau tahu ini milik siapa?” Hans mengambil sampel tengkorak kepala yang menarik perhatiannya.


“Huh? Tentu saja milik kera! Dasar bodoh!” pertanyaan Hans sedikit menggangunya. Akibatnya, jawaban yang diterima Hans membuat harga dirinya jatuh.


“Ya, aku tahu ini dari kera. Tetapi, apakah seekor kera harus memiliki simbol rune yang sama seperti di kepala manusia?”


“Huh? Apa maksud mu?”


Melihat respon sang wanita yang tidak mengetahui informasi kecil itu membuat Hans tersenyum kecil.


“Begitu rupanya, kalian tidak mengetahui apa-apa” Hans membalas harga dirinya yang ternodai dengan kalimat itu.


Hans mengambil beberapa gambar tengkorak kepala manusia yang memiliki ukiran rune cacat. Gambar yang Hans ambil berfokus pada kecacatan rune yang terukir di tengkorak kepala. Kecacatan kecil itu memberinya informasi baru dari deduksi yang telah ia bangun.


“Begitu rupanya.. kau sedang melakukan eksperimen kecil dengan hewan dan melakukannya kepada tengkorak manusia setelah kegagalan yang kau ciptakan” gumam kecil Hans yang mengamati kecacatan tengkorak manusia dan tengkorak hewan di depannya.


Kecacatan dari ukiran rune yang Hans amati adalah ukiran itu tidak membentuk aksara rune melainkan garis dan lengkungan yang hampir membentuk aksara rune. Dengan kata lain, sang pelaku mencoba membuat Demon Ancient Rune dan mereka adalah bahan percobaannya. Informasi kecil ini membuat Hans tersenyum puas.


Sedikit demi sedikit, Hans mulai menyadari misteri yang sedang ia kejar. Kejadian mengenai pembantaian pasukan Saintess, Demon Ancient Rune yang ia temukan di kasus penculikan anak-anak, dan Demon Ancient Rune yang membentuk tengkorak raksasa.


Bagi Hans, itu seperti jaring laba-laba yang saling berhubungan dan jika mengikuti arah garis kejadian. Semua kejadian itu saling melengkapi.


Hans tanpa sengaja tersenyum puas, Class Detective yang ia pakai ternyata membawa dirinya ke sebuah kasus unik yang sangat menarik perhatiannya.


Hans bangkit dan bersiap-siap pergi. Informasi yang ia dapatkan sudah cukup untuk menarik deduksi lanjutan.


“Well.. terimakasih atas informasi berharga ini. Setidaknya, aku telah mengetahui identitas pelaku yang menciptakan monster itu” ucap Hans sembari berjalan ke pintu keluar.


“Huh? Eh? Apa?!” sang wanita terlihat kebingungan dengan jawaban Hans. Seolah tidak percaya dengan kata-kata yang baru saja ia dengar.


Hans berjalan keluar tenda tanpa suara langkah kaki dan meninggalkan sang wanita.


“Tunggu! Apa yang baru saja kau katakan!” ucap sang wanita sembari mengejar Hans. Saat sang wanita melewati pintu keluar tenda, ia hanya mendapati suasana mencekam mengenai pertarungan tengkorak raksasa melawan rantai sihir yang berusaha mengikatnya.

__ADS_1


Sosok Hans yang masuk ke dalam Ghost Mode bagaikan bulan yang tertutupi awan hitam. Jejak dan hawa keberadaannya menghilang bagaikan hantu malam hari. Sejauh mata memandang, sang wanita tidak merasakan kehadiran Hans hingga bulu halus di tengkuknya berdiri.


__ADS_2