Isekai Online

Isekai Online
Chapter 35 - Maid Service


__ADS_3

“Basement bawah tanah rumah ini cukup unik juga. Ku kira di bagian bawah akan langsung terhubung ke area pertambangan” tanya Hans.


Hans mempertanyakan itu karena ia menganggap bagian bawah rumahnya akan langsung terhubung ke jalur pertambangan. Tapi, rumah yang akan ia huni ternyata memiliki akses basement bawah tanah untuk tempat penyimpanan barang dan penjara bawah tanah.


“Apakah mantan Master kami tidak memberitahukannya?” balas Maid yang menemani Hans.


Saat ini, Hans dan beberapa Maid menuruni anak tangga yang terhubung ke basement bawah tanah.


“Mile hanya memberitahu jika ini adalah wilayah pertambangan dan rumah perdagangan berlian.”


“Ah.. mantan Master ku. Aku tidak menyangka jika ia membuang tambang seperti ini begitu saja dan tidak memberi informasi tambahan ke pemilik barunya.”


“Jadi, ini bukan pertambangan biasa? Melihat reaksi mu yang seperti itu, sudah pasti ini bukanlah pertambangan yang biasa.”


“Ya, Master. Tentu saja ini bukan tambang biasa. Ini adalah dungeon yang tercipta di dalam lokasi pertambangan atau pertambangan yang tercipta karena dungeon.”


“Hah?” Hans menghentikan langkahnya. Informasi yang diterimanya sulit untuk diterima dengan akal sehat.


“Dungeon? Bukankah saat ini kita berada di dalam dungeon?” tanya Hans. Dalam ragam bahasa yang Hans ketahui, dungeon memiliki dua arti yaitu penjara gelap bawah tanah dan ruang gelap bawah tanah.


“Master, apakah mantan Master kami tidak menjelaskan jika tugas kami terbagi menjadi dua bagian?”


“Tidak, jika kau memiliki informasi tambahan tentang tempat ini. Katakan saja.”


“Diamond Doom terkenal sebagai rumah dagang yang menjual berlian, informasi mengenai pertambangan berlian milik Diamond Doom sangat dirahasiakan. Itu karena letak pertambangan milik Diamond Doom berada tepat di bagian bawah gedung utama mereka.”


“Pertambangan yang tercipta karena dungeon atau dungeon yang tercipta di dalam wilayah pertambangan kan?” tanya Hans yang menyela pembicaraan.


“Tepat sekali, Master. Normalnya, kita membutuhkan pekerja tambang untuk menggali biji berlian tapi untuk Diamond Doom, monster lah sumber utama penghasilan kita karena di tubuh mereka tumbuh berlian dan logam lain yang berharga. Kita hanya perlu menjaga monster-monster yang ada di dalam dungeon untuk tidak keluar dan menyebabkan kekacauan. Karena itu, Maid yang bertugas di Diamond Doom terbagi menjadi dua bagian, Upper Class Maid dan Underground Class Maid.”


“Aku mengerti situasinya, tapi.. emm.. Siera?”


“Ya, Master?”


“Berapa banyak Maid yang bekerja disini? Mengingat tempat ini cukup luas untuk dikelola.”


“Hanya 200 Maid, Master. 100 Upper Class Maid dan 100 Underground Class Maid.”


“Jumlah yang cukup sedikit untuk mengurus tempat luas seperti ini, mereka bukan Maid biasa kan?”


“Tentu saja, Master. Ah! Walaupun beberapa diantara mereka dari ras Demon tapi mereka tidak akan menyerang ras lain. Mereka adalah Demon yang sudah jinak sekarang.”


“Demon? Apa itu alasan kau meminta kontrak seumur hidup menggunakan Seal Contract.”


“Master, sepertinya sangat paham dengan situasi yang akan terjadi jika Seal Contract tidak berlaku.”


“Yah, entah kenapa dua kasus ku terdapat campur tangan Demon di dalamnya. Mereka cukup menyusahkan untuk dicari jejaknya, tapi untuk memburu Demon kita perlu mempelajari Demon kan?”


“Master, jika bisa.. tolong jangan ucapkan itu di depan mereka. Walaupun mereka lahir sebagai Demon tapi mereka sangat berbeda dengan Demon liar, memiliki etika tersendiri yang harus di taati.”


“Ngomong-ngomong, Siera. Demon seperti apa mereka?”


“Maaf, Master. Mengenai ras mereka, aku tidak terlalu paham. Tapi, sejauh yang ku ketahui mereka adalah ras Demon tertua yang masih bertahan hidup. Mereka menolak berkembang biak dengan alasan tidak menemukan wadah yang cocok untuk keturunan mereka.”


“Well, Demon tua kah? Apa status Master ku bisa diterima oleh mereka?”


“Walaupun mereka Demon, tapi status Master akan di akui oleh mereka. Bagaimana pun juga, mereka adalah perempuan yang membutuhkan kasih sayang dan haus perhatian dari Masternya.”


“Hah? Apa maksudnya?” tanya Hans yang kebingungan dengan kalimat terakhir Siera.


Saat mereka tiba di anak tangga terakhir, sebuah pintu besi tebal dan seorang gadis berpakaian Maid tampaknya telah menunggu kedatangan mereka.


Gadis Maid itu memiliki tanduk besar melingkar di kepalanya dan ekor panjang dengan ujung runcing seperti anak panah.


“Lilith?” ucap Siera yang menemani Hans.


Mereka pun bergegas menemui Maid itu.


“Hoho.. jadi ini Master yang dirumorkan itu?” Lilith memandangi Hans dari ujung rambut hingga mata kakinya. Sebuah lidah tipis menjulur dari sela-sela bibirnya dan bergerak membasahi bibir keringnya.


“Lumayan juga, senang bertemu dengan mu, Master” ucapnya dengan penuh senyuman menggoda.

__ADS_1


“Master Hans, dia adalah Lilith. Demon tua yang menjadi Head Maid dari Underground Class Maid.”


“Siera, walaupun itu memang benar. Setidaknya tolong lindungi harga diri ku dihadapan Master” sebuah urat nadi yang mengeras terlihat di sela-sela tanduk besarnya.


Siera dan Lilith saling membungkuk untuk memberi salam kepada Hans.


“Master, silahkan pegang ini. Buku panduan dan kontrak perjanjian untuk mengatur Underground Class Maid. Mereka akan mematuhi setiap perintah Masternya, tapi mereka agak sedikit sulit untuk diatur. Jadi.. pegang daftar informasi ini untuk berjaga-jaga jika mereka terlalu menyepelekan tugas mereka” Maid bernama Lilith itu pun memberikan sebuah buku tebal berwarna merah.


“Master, ini adalah buku panduan dari Upper Class Maid dan kontrak perjanjian yang telah disetujui. Sebagian dari kami adalah manusia namun beberapa diantaranya adalah Demi-Human dan ras lain. Selanjutnya adalah keputusan Master untuk menerima atau menolak kontrak kami” mengikuti sikap Lilit, Siera juga mengambil sikap yang sama dan menyerahkan sebuah buku tebal berwarna biru.


Hans menerima dua buku yang berbeda. Yang pertama adalah buku tebal berwarna merah untuk Underground Class Maid dan yang kedua adalah buku tebal berwarna biru untuk Upper Class Maid.


Setelah menerima kedua buku itu, sebuah panel layar notifikasi muncul di hadapan Hans.


[Upper Class Maid Contract dan Underground Class Maid Contract di dapatkan! Apakah anda ingin menggunakan efeknya? YES/NO]


Tangan Hans bergerak untuk menerima notifikasi yang ada di depannya. Sebuah sensasi menggelitik bergetar di pergelangan tangan kanan dan tangan kiri Hans. Merasakan sensasi aneh itu, Hans melihat telapak tangannya yang tiba-tiba terukir sebuah simbol berwarna merah dan biru yang menyala.


Siera dan Lilith tiba-tiba berlutut di hadapan Hans. Tubuh mereka seperti dilapisi sebuah energi dengan dua warna berbeda yang merasuki tubuhnya dan sebuah simbol terukir di tubuh mereka.


[Upper Class Maid Management berhasil di Update!]


[Underground Class Maid Management berhasil di Update!]


Kedua panel itu menutupi pandangan Hans, panel itu hanya berbeda warna antara biru dan merah namun memiliki fitur yang sama.


“Terimakasih telah menjadi Master kami, Master Hans” ucap Siera dan Lilith bersamaan. Bagaikan seseorang yang menghadap Raja mereka. Kedua Maid itu berlutut dan menundukkan wajah mereka.


“Em, apa yang kalian lakukan?” Hans yang tidak mengerti apa yang telah terjadi pun bertanya.


“Kami hanya melakukan tradisi kuno Maid saat Master baru telah terpilih.”


“Kita sedang tidak melakukan perang merebut cawan suci kan?”


“Eh? Kenapa kita harus melakukan hal seperti itu, Master?”


“Tidak apa-apa, 200 Maid? Ini sangat banyak sekali dan aku masih tidak mengenal semua Maid ini” Hans sedikit mengintip fitur yang baru saja ia dapatkan. Fitur itu berfungsi sebagai pengaturan Maid yang telah melakukan kontrak dengan Masternya. Beberapa fitur seperti informasi pribadi, kemampuan spesial, perintah spesial, dan penempatan tugas kerja ada di dalamnya.


“Sepertinya.. kalian akan baik-baik saja jika aku meninggalkan rumah ini terlalu lama” lanjut perkataan Hans.


“Maaf jika ini terdengar kasar, Master Hans. Tapi tolong jangan lakukan itu.. walaupun Underground Class Maid jarang bertemu Master mereka. Mereka masih butuh kehadiran seorang Master agar tidak lupa dengan siapa mereka bekerja” ucap Lilith yang menyela pembicaraan.


“Ah, benar juga. Jika Master tidak berada di tempat ini. Mungkin Upper Class Maid akan melalaikan tugas mereka. Tolong jangan pergi terlalu lama, Master Hans.”


“Seburuk itu kah? Well.. jika kalian senang dengan kehadiran ku, aku akan mencoba Login setiap ada kesempatan” mendengar balasan ini, Siera dan Lilith pun tersenyum senang.


“Oh, bisa kah kalian mencari sapu tangan untuk menutupi simbol ini?” Hans menunjukkan simbol di telapak tangannya.


“Aku tahu ini akan terjadi. Jadi.. aku telah mempersiapkannya. Sebuah mahakarya dari Upper Class Maid. Taada~” Siera menunjukkan sebuah sarung tangan berwarna hitam.


“Kebetulan sekali, aku juga mempersiapkan ini sebelumnya. Hasil kerja keras dari Underground Class Maid” berbeda dengan sapu tangan Siera, sapu tangan yang diberikan Lilith memiliki warna putih.


“Melihat kalian telah mempersiapkan ini, kalian pasti telah merencanakan ini, bukan?”


“Master, jika Master ingin menjual kami. Setidaknya bicarakan baik-baik tanpa harus membuang kami begitu saja.”


“O-Oh.. jadi Mile membuang kalian begitu saja?” Hans sangat paham dari perkataan itu. Perkataan itu pula yang menjadikan Mile sebagai seseorang yang tidak terlihat oleh mereka.


“Kenapa aku harus menjual kalian? Dengan kapasitas Maid yang memiliki pengalaman bertarung dan level setinggi ini. Kalian telah menjadi aset penting bagi ku.”


“Master~” Siera tersenyum ketika mendengar ucapan Hans.


“Ekhem! Maaf menganggu waktu mu, Master. Tapi.. bukankah ada sesuatu yang harus Master lakukan disini?” ucap Lilith sembari menyela rasa senang Siera.


“Lilith, bisakah kau tidak merusak rasa senang ku setiap saat.”


“Kalau begitu, mari kita ke penjara bawah tanah dimana tamu-tamu asing kita telah menunggu” Lilith perlahan membuka pintu yang ada di belakangnya. Saat pintu itu terbuka, sebuah pemandangan kasar penjara bawah tanah terlihat.


Sinar penerangan hanya berasal dari lilin besar yang menempel di dindingnya. Genangan air yang memantulkan sinar lilin dapat terlihat. Suasana penjara bawah tanah ini terasa dingin dan lembab. Hans perlahan melangkahkan kakinya untuk menyusuri ruangan ini.


Langkah kakinya bergema di ruangan ini, Hans bersama Maid yang menemaninya memasuki ruangan kotor ini.

__ADS_1


“Jadi, dimana tamu-tamu kita ini?” tanya Hans yang mengamati kondisi sel tahanan yang kosong.


“Karena tamu kita adalah tengkorak. Sela-sela jeruji besi ini tidak mungkin dapat menampung mereka. Bahkan anak kecil bisa keluar masuk dengan mudah” lanjut ucapan Hans.


“Master, karena tamu-tamu ini sedikit unik. Jadi penanganan mereka sangat berbeda dengan penanganan manusia. Kami membawa mereka ke penjara isolasi sihir supaya tidak dapat bergerak bebas” balas Lilith.


Mengikuti jalur lorong penjara bawah tanah yang panjang, mereka sampai di sebuah lorong yang bercabang. Diantara lorong itu terdapat pintu-pintu yang terbuat dari besi. Lilith tiba-tiba melangkahkan kakinya lebih cepat dan mengetuk sebuah pintu besi.


Dengan tiga ketukan yang terdengar, pintu yang tertutup itu pun mengeluarkan suara yang bergema dan perlahan terbuka. Dari suaranya saja, pintu itu terdengar sangat berat bahkan membuat getaran kecil yang merambat di tanah. Beberapa Maid dengan tanduk dan ekor yang tidak biasa muncul dari dalam. Sama seperti yang dilakukan Lilith sebelumnya, mereka bergegas menghadap Hans dan berlutut. Walaupun lantai mereka berlutut terdapat kotoran dan genangan air, mereka tidak mempedulikannya dan menunggu perintah Hans selanjutnya.


“Selamat datang, Master” ucap Maid itu secara bersamaan.


“Ah, angkat kepala kalian. Aku ingin mengunjungi tamu-tamu kecil kita. Ku dengar, mereka ini sedikit unik dan memiliki penanganan khusus” setelah mendengar perintah Hans untuk berdiri. Mereka mulai berdiri, Hans memperhatikan noda kotoran yang menempel di baju mereka.


Menyadari tatapan Master mereka, beberapa Maid mulai bergerak membersihkan noda kotoran mereka.


“Akan sangat merepotkan jika pakaian kalian kotor hanya karena berlutut, bagaimana jika kalian memberi hormat dengan membungkukkan badan saja?”


“Master Hans, ini adalah etika dasar Maid untuk memberi hormat kepada Masternya. Ini juga menjadi pertanda jika Master memiliki kedudukan yang lebih tinggi daripada seorang Raja.”


“Etika Maid? Aku sama sekali tidak mengerti tentang itu.”


“Semua Maid yang bekerja di Diamond Doom telah mengikuti pelatihan etika Maid, Ah! Benar juga! Apakah Master ingin mengetahui isinya? Secara garis besar, etika Maid berisi tentang melayani Master berdasarkan kebutuhan. Sebuah pelanggaran berat jika menolak perintah Master dan membuat Master kecewa.”


“Kenapa aku seperti memikul tanggung jawab yang begitu besar?” bantah Hans dengan suara kecil.


“Kesampingkan urusan itu, aku ingin segera menuntaskan masalah ini” Hans perlahan memasuki ruangan yang menampung tamu-tamu istimewanya.


Saat memasuki ruangan itu, sebuah pemandangan yang luar biasa ada di dalamnya. Sebuah tabung yang berisi cairan dan sosok manusia ada di dalamnya. Pemandangan seperti itu sangat cocok untuk film dengan tema science-fiction namun untuk dunia fantasi, itu terkesan terlalu canggih.


“Apa itu?” tanya Hans.


“Hoho? Siapa ini? Master baru Diamond Doom? Hmm.. coba kulihat dahulu.. level 30? Lemah sekali!” sebuah suara yang terdengar seperti anak kecil bergema di dinding ruangan.


Hans yang menyadari sesuatu aneh telah terjadi pun bersikap waspada dengan suara yang bergema itu.


“Arvis, hentikan itu! dimana etika Maid yang telah kau pelajari? Segera keluar dan ucapkan salam kepada Master mu!” tepat di samping Hans, ekspresi Lilith yang marah terlihat.


“Master, maaf jika Maid yang satu ini sedikit kasar. Dia tidak terbiasa berkomunikasi dengan dunia luar. Jadi-“


“Hah? Kenapa aku harus melakukannya?” sela suara itu.


Lilith yang berusaha menjelaskan situasinya kepada Hans pun tidak bisa menahan emosinya lagi lalu bergegas menuju dinding ruangan dan menghantamnya. Retakan besar dan lubang kecil pun terlihat, tangan Lilith masuk ke dalam retakan itu dan menarik sesuatu dari dalam.


Perlahan, sebuah tanduk keluar dari dalam retakan dan wajah yang menyerupai anak kecil perlahan terlihat. Seperti menarik paksa rumput liar, Lilith dengan ekspresi amarahnya pun menarik paksa dan membanting sosok itu hingga terguling di lantai.


“Arvis, sepertinya kau perlu untuk di latih ulang?” ucapan Lilith yang terdengar dingin dan tatapan matanya yang menyala pun membuat suasana di ruangan ini menjadi mencekam.


Dibawah tekanan berat itu, sosok gadis kecil yang bernama Arvis itu terlihat dan memasang ekspresi ketakutan.


“Li-Lilith-sama!! A-Aku hanya bercanda!”


Ucapan yang keluar dari mulutnya tidak mampu menahan kekesalan Lilith. Perlahan tubuh Lilith bercahaya berwarna merah dan tubuh fisiknya berubah drastis.


Pakaian yang Lilith kenakan pun berbeda, sebelumnya ia memakai seragam Maid kini berubah menjadi lebih terbuka.


“Siera, kau bilang Lilith ini adalah Demon? Dia itu Demon jenis apa?” tanya Hans di tengah-tengah konflik ini.


“Maaf untuk kejadian ini, Master Hans. Sebenarnya informasi mengenai Lilith sudah ada di dalam buku panduan yang diberikan namun karena Master tidak memiliki cukup waktu untuk membacanya dan kejadian seperti ini terjadi.. Uh! Kenapa aku jadi ikut malu padahal tanggung jawab ku bukan di Underground Class Maid” balas Siera yang menutupi wajahnya.


“Ah! Aku akan membacanya.”


Hans membuka buku panduan milik Underground Class Maid dan membaca informasi tentang Lilith dan gadis bernama Arvis.


“Hmm.. Mantan Demon Queen yang berselisih dengan Mantan Jenderalnya? Menarik sekali kejadian ini.”


Sembari membaca informasi dua Maid yang sedang berselisih itu, Hans berusaha menghiraukan suara pelatihan dan hukuman kasar yang sedang terjadi.


Serta.. teriakan rasa sakit yang cukup menggema ke seluruh ruangan.


[...]

__ADS_1


__ADS_2