
Hans terdiam duduk bersantai di ruangan pribadinya sembari membaca buku terjemahan yang berisi formula sihir Demon Ancient Rune. Di sampingnya, Lilith dan Shirayuki berdiri seperti anjing penjaga.
Ekspresi Hans terlihat tenang namun pikirannya dipenuhi dengan berbagai macam teori dan hipotesis mengenai penyebab kemunculan tengkorak raksasa. Informasi yang diketahui Hans sudah cukup untuk membangun kerangka kejadian yang mungkin saja mendekati kejadian sebenarnya.
“Ini sedikit sulit. Kurasa... aku perlu mencari informasi tambahan yang mampu mempersempit teori dan hipotesis ku” gumam Hans.
Sebelum Hans membuka lembar baru di buku terjemahan, sebuah ketukan yang berasal dari pintu masuk Master Room terdengar.
Menanggapi ketukan itu, Hans melirik Lilith dan memberi kode kecil untuk membuka pintu masuk. Di balik pintu itu terdapat seorang tamu yang cukup merepotkan masuk ke dalam Master Room.
Tamu yang merepotkan itu adalah Elliot.
Karena Elliot adalah tamu yang merepotkan, maka ia ditemani oleh Siera sebagai pengawasnya. Sebelumnya, Siera dan Lilith saling melempar tugas untuk mengawasi tamu-tamu yang memasuki Diamond Doom dan lebih memilih untuk melayani Hans. Namun, Hans membagi tugas mereka untuk mengurangi kemungkinan kejadian yang tidak diinginkan mengenai rahasia besar Diamond Doom.
Berdasarkan informasi dari Underground Class Maid Contract, Maid yang bekerja di Dungeon Diamond Doom merupakan monster tingkat atas yang cukup membahayakan kehidupan normal monster dan NPC. Jika informasi ini tersebar, Diamond Doom akan berganti nama menjadi SCP-Foundation atau RPC Authority dengan fokus utama untuk mengurung, mempelajari, dan mengamankan mereka.
Elliot berjalan mendekati kursi sofa dan duduk di depan Hans sedangkan Siera berdiri mengikuti barisan Lilith dan Shirayuki.
“Ruangan yang bagus, Detective” puji Elliot sembari mengamati perabotan Master Room.
“Bagaimana dengan perkembangan kasus yang sedang terjadi?” lanjut tanya Elliot.
“Tidak ada yang spesial. Itu bukanlah Quest resmi untuk Class Detective. Orang itu hanya meminta bantuan penyelidikan ku saja. Jadi, aku bisa bersantai untuk mengamati kondisi dan memikirkan hal lain yang memiliki hubungan dekat dengan kejadian itu. Contohnya seperti formasi sihir Demon Ancient Rune. Itu bukanlah aksara yang bisa dipelajari dalam satu hari dan aku memerlukan waktu yang cukup banyak untuk memahami konsep mekanismenya” balas Hans.
“Demon Ancient Rune terbilang sangat kuno untuk sihir era sekarang. Kelebihan dan kekurangan dari Demon Ancient Rune terletak pada mekanisme penyusunan sihirnya dan durasi pemakaian sihir Demon Ancient Rune sangat terbatas. Mengenai tengkorak raksasa ini, komponen penyusun sihirnya terletak pada sesuatu yang memiliki sumber daya sihir yang melimpah. Sebelum sumber energi sihir itu habis, tengkorak raksasa ini akan terus memperbaiki tubuhnya dan menyerang tanpa henti. Apa kau ingin melawan musuh yang tidak jelas seperti itu?” penjelasan Hans terdengar berat.
“Melawan musuh yang tidak jelas merupakan tindakan yang cukup bodoh. Menahan serangan tengkorak raksasa mungkin bisa dilakukan, tetapi untuk berapa lama?”
“Melawan tengkorak raksasa di kondisi yang tidak mungkin untuk membunuhnya hanya menambah kerugian waktu dan tenaga. Terlebih, aku tidak ingin melakukan tindakan yang sia-sia seperti itu.”
“Uhh.. Uhm.. kenapa kau terdengar seperti mengeluh sih?” jawaban Elliot membuat Hans menutup bukunya.
“Aku tidak mengeluh. Hanya saja, memikirkan kerja keras yang sia-sia seperti itu membuat ku frustasi. Bagaimana dengan kelompok angsa bertelur emas mu?” tanya Hans untuk mengubah topik pembicaraan.
“Oh, mereka? Tenang saja. Saat ini mereka sedang memproduksi telur emas. Rumah sederhana mu ini sangat luas ternyata. Penampilan luarnya sebanding dengan fasilitas di dalamnya terutama kinerja Maid disini. Boleh aku menyentuh salah satu dari mereka?” tepat setelah Elliot mengucapkan kalimat terakhirnya. Sebuah hembusan angin besar bergerak di dalam Master Room.
Tubuh Elliot kini berhadapan dengan berbagai senjata yang menyentuh area kepalanya. Shirayuki, Siera, dan Lilith menanggapi ucapan terakhir Elliot sebagai ucapan yang menghina harga diri mereka.
“Master Hans, sepertinya tangan ku tidak sengaja memegang pedang dan melukai pipinya” ucap Siera.
“Master Hans, sepertinya sabit ku bergerak sendiri dan melukai lehernya” ucap Lilith.
“Master.. Maaf.. Tangan ku terpeleset.”
Berbeda dengan Lilith dan Siera yang menggoreskan senjata mereka. Pedang yang dipegang oleh Shirayuki menembus dada Elliot.
Mendapati serangan yang terjadi tiba-tiba, Elliot memandangi wajah Hans seolah ingin memprotes perilaku Maidnya.
“T-Terpeleset? Guuhuuuk!! Oh My God! Rasa sakit di game ini sangat terasa.”
“Gaaaahaaak!!” saat Shirayuki menarik pedang miliknya. Darah yang berasal dari karakter Elliot menyembur keluar dan membanjiri sofa.
“Hmm.. dengan luka seperti itu. Orang biasa akan lemas kekurangan darah dan berakhir mati. Apa kau punya kata-kata terakhir sebelum mati?” tanya Hans sembari membuka buku dan melanjutkan bacaan terakhirnya.
“H-Hey! Di saat aku sekarat seperti ini kau masih saja santai?!” protes Elliot.
“Well, kau masih belum mati? Berapa sisa HP mu?” tanya Hans tanpa mengalihkan pandangannya dari buku.
“Yah, sangat beruntung sekali aku tidak mati setelah terkena Critical Damage.”
“Berapa sisa HP mu?” tanya Hans sekali lagi.
“Tidak banyak sih, tersisa 1% sa-” sebelum Elliot menyelesaikan kata-katanya. Hans menutup buku di tangannya dan melempar bukunya ke arah Elliot. Buku tebal yang dilempar Hans memberi serangan terakhir yang membuat Elliot tumbang.
Karakter Elliot tersungkur di atas sofa dan menampilkan panel tipis yang menjelaskan kondisinya.
[*DEAD*]
“Eh? Mati?” Hans melihat karakter Elliot yang perlahan menghilang.
Hans menyadari perbuatannya dan membuka panel status yang berisi informasi mengenai karakter miliknya.
“Eh? Status ku masih normal? Bukankah aku baru saja melakukan Player Killing? Kemana status Wanted yang diberikan tutorial itu?” gumam Hans.
Hans kembali memperhatikan panel status karakternya.
Setelah menunggu beberapa detik yang cukup panjang, hanya ada satu notifikasi yang muncul di pesan pribadi karakter Hans. Pesan yang masuk itu berasal dari Elliot dengan uraian kata-kata puitis mengenai korban perang salah sasaran.
Hans membalas pesan singkat itu dengan kalimat yang cukup menyakitkan dan langsung menutup panel pesan pribadi.
[Guest177013: Hehe..]
Hans berdiri dari tempat duduknya dan mengambil buku yang baru saja dilempar. Noda kecil berupa darah karakter Elliot menempel di cover bukunya. Saat Hans mengambil buku itu, Hans menyadari seberapa berat buku yang ia baca.
“Hmm..?”
“Buku ini cukup berat dan mampu membunuh karakter dengan HP yang tersisa 1%.”
“Eng.. 1%”
“Mungkinkah..”
“Shirayuki..”
Mendengar panggilan dari Masternya, Shirayuki yang sibuk membersihkan pedangnya dari darah karakter Elliot segera menghampiri Hans.
“Apa kau bisa melakukan serangan dengan menyisakan HP 1%?” tanya Hans.
“Hnng??” pertanyaan Hans membuat Shirayuki kebingungan.
“Master Hans, apa itu HP?” Hans tidak mendapatkan jawaban dari pertanyaannya melainkan pertanyaan yang lain.
“Ah.. tidak.. apa kau bisa melakukan serangan itu sekali lagi?” Hans dengan cepat mengganti topik pembicaraan dan beralih pada pertanyaan lain.
“Aku bisa melakukannya setiap saat, Master Hans” balas Shirayuki.
__ADS_1
“Hmm.. kurasa aku harus membaca daftar skill Maid untuk menjawab pertanyaan ku” gumam kecil Hans.
“Well, tolong ikut dengan ku sebentar. Ada beberapa hal yang perlu ku pastikan” perintah Hans kepada Shirayuki.
“...” Shirayuki terdiam setelah mendengar perintah Hans. Di balik sosok Undead tubuhnya, sebuah detak jantung yang telah lama mati kembali berdetak. Aliran darah yang telah lama berhenti mulai bergerak menyusuri pembuluh darahnya.
“D-Dengan senang hati, Master Hans! Aku akan mengikuti Master Hans kemana pun!” perintah yang dikeluarkan Hans terdengar sederhana. Namun, di telinga Shirayuki itu adalah sebuah perintah yang datang dari pemimpin tertinggi yang harus dijalani. Jiwa prajurit yang telah lama mati ditubuhnya kembali bangkit untuk mengemban perintah Masternya.
Hans mengirim pesan singkat kepada Elliot dan menunggu kedatangannya di gerbang utama Diamond Doom.
Hans berjalan menuju pintu keluar Master Room. Sebelum Hans meninggalkan ruangan, ia memberi perintah kepada Siera dan Lilith untuk membersihkan noda darah Elliot yang tertinggal.
Hans menikmati perjalanan kecilnya menuju gerbang utama Diamond Doom. Di sela-sela perjalanannya, ia menemui beberapa staff Queen Order yang sibuk mengatur tata letak ruangan dan dibantu beberapa Upper Class Maid yang bertugas.
Hans sempat bertemu dengan teman sekelasnya yang sedang beristirahat di taman bunga Diamond Doom namun ia dengan cepat keluar dari topik pembicaraan mereka dan pergi dari pandangan mereka. Isi pembicaraan itu tidak terlalu penting karena hanya berisi pujian mengenai taman bunga Diamond Doom yang terawat dengan baik.
Setelah Hans meninggalkan teman sekelasnya, ia bergegas menuju gerbang utama Diamond Doom dan bergabung dengan Upper Class Maid yang menjaga gerbang utama.
“Shirayuki, jika bertemu dengan orang tadi. Bisakah kau melakukan hal yang sama sekali lagi?” tanya Hans.
“Ada beberapa poin yang ingin ku pastikan. Ah! pastikan untuk tidak membunuhnya! Sisakan 1% HP miliknya!” lanjut ucapan Hans dengan mempertegas kalimat terakhirnya.
“Em! Dimengerti!” balas singkat Shirayuki.
“Ung... 1% HP??” jawaban terakhir dari Shirayuki yang ambigu membuat Hans menghembuskan nafas yang cukup panjang.
“Well.. kau tidak perlu mempedulikan bagian yang itu. Cukup serangan yang masih memungkinkan dia untuk bertahan hidup.”
“D-Dimengerti!”
Tidak menunggu waktu yang lama, Hans merasakan adanya hembusan angin yang cukup besar dan Upper Class Maid yang mengeluarkan senjata mereka. Situasi menjadi lebih tegang karena bayangan besar muncul di depan Hans. Bayangan itu keluar dari sela-sela tanah dan membentuk sosok tubuh berwarna hitam.
Sosok hitam itu membentuk karakter Elliot dan perlahan menampilkan pola pakaian serta senjata yang dikenakan Elliot.
“Apa-apaan itu tadi, Hans! Apa kau mengajarkan pelayanan kasar itu kepada Maid mu! Guuhu-!!” tepat setelah Elliot menampilkan karakter fisiknya dan keluar dari dalam bayangan hitam. Ia disambut oleh terjangan pedang milik Shirayuki yang menembus tubuhnya kembali.
“S-Salam yang bagus, Hans! Gaaahaak!!” Elliot memuntahkan darah yang cukup banyak bersamaan dengan Shirayuki yang menarik pedang dari tubuhnya.
Tubuh Elliot yang dipenuhi luka tusukan terbaring di atas tanah.
“B-Bolehkah aku menulis surat wasiat untuk anak-anak ku sebelum mati?” tanya Elliot.
“Tenanglah, kau tidak akan mati kok” balas Hans.
Hans meraba saku pakaiannya dan mengambil Tactical Baton. Suara dari baton lipat yang memanjang dapat didengar oleh Elliot yang terbaring di atas tanah.
“Emm.. aku tidak tahu apa itu tapi suaranya terdengar sangat buruk” ucap Elliot sembari mencari sumber suara.
Elliot menyadari sumber suara itu dan menatap Hans.
“T-Tunggu dulu, Hans! J-Jika kita ada masalah.. kita bisa membicarakan ini baik-baik. Maaf jika aku menggoda Maid mu sebelumnya!!” tanpa mempedulikan ucapan pembelaan Elliot. Hans melancarkan serangan kecil menggunakan Tactical Baton.
Sebuah panel yang berisi informasi efek Takedown muncul di atas tubuh Elliot.
“Hmm.. ini cukup menarik” ucap Hans.
“Apanya yang menarik!! Apakah menganiaya orang lain sudah menjadi hobi mu?!” nada protes Elliot cukup keras.
“Bukan itu, aku baru saja menemukan mekanisme Player Killing tanpa memicu status Wanted” ucap Hans.
“Apa yang kau bica-“ sekali lagi, Hans melempar buku tebal yang ia pakai sebelumnya untuk membunuh karakter Elliot.
Di saat itu juga, karakter Elliot terdiam dan kembali memudar meninggalkan jejak noda darah dan panel kematian diatasnya. Setelah karakter Elliot pergi menghilang, Hans membuka panel informasi karakternya untuk memeriksa status Wanted.
Beberapa detik telah berlalu dan status Wanted yang ia tunggu tidak muncul di dalam status informasi karakternya.
“Begitu rupanya..” gumam Hans.
Hans membuka panel pesan pribadinya dan mengirim pesan singkat kepada Elliot.
\=-\=-\=-\=-\=-\=-\=-\=-\=-\=-
[Private Chat]
Guest177013: Well, setidaknya eksperimen berhasil.
Our_Savior_Elliot: Jangan jadikan aku bahan eksperimen mu!
Guest177013: Tidak ada bahan lain.
Our_Savior_Elliot: Gah! Aku harus menunggu 3 menit untuk respawn! Death Penalty ku semakin bertambah ini!
Guest177013: Tenang saja, 3 menit itu waktu yang cukup singkat untuk dinikmati.
Our_Savior_Elliot: Jadi, bisa jelaskan tentang apa yang sedang terjadi sebelumnya?
Guest177013: Tentang aku yang baru saja membunuh mu untuk kedua kalinya?
Our_Savior_Elliot: Ya itu! kenapa status karakter mu masih saja normal!
Guest177013: Hehe..
Our_Savior_Elliot: Hehe.. Apaan!!
Guest177013: Well, sepertinya ini adalah Bug yang cukup membantu untuk mencegah deteksi status Wanted. Sebelumnya, apa kau mengetahui status Wanted?
Our_Savior_Elliot: Hans..
Our_Savior_Elliot: Aku sudah Veteran di dalam game ini. Tentu saja aku mengetahui status Wanted!
Guest177013: Well, jika kau memikirkannya. Aku tidak perlu menjelaskan kenapa karakter ku terlepas dari status Wanted.
Our_Savior_Elliot: Apa maksudnya?
...
__ADS_1
...
...
...
...
Our_Savior_Elliot: Hans..
Our_Savior_Elliot: Oy! Hans..
Our_Savior_Elliot: Jangan pura-pura AFK! Kau ini di dalam dunia game!
Guest177013: Eh? bukankah kau Veteran disini?
Our_Savior_Elliot: Ya! Aku mungkin Veteran. Tapi untuk Bug yang satu ini aku sama sekali tidak mengetahuinya.
Guest177013: Yah, Bug ini tidak terlalu penting sih dan aku yakin ada beberapa Player yang mungkin menyadarinya.
Our_Savior_Elliot: Huh? Apa maksudnya?
Guest177013: Apa kau mengetahui bagaimana Player Killing bekerja?
Our_Savior_Elliot: Tentu saja aku mengetahuinya! Player Killing hanya bisa dilakukan saat Player menggunakan mode Aggresive. Mereka perlu mengubah mode mereka menjadi Aggresive untuk bisa melancarkan serangan ke sesama Player maupun NPC. Setelah melakukan serangan, status karakter mereka akan berubah menjadi Wanted dan dapat dilihat oleh semua Player. Memangnya, apa yang menjadi Bug dalam sistem seperti itu?
Guest177013: Jawaban itu sangat dekat dengan mekanisme Wanted. Kau hanya perlu membalikkan logika sistem yang berjalan. Sekarang, aku akan bertanya satu hal pada mu. Bagaimana jika kondisi itu dibalik? Contohnya seperti NPC yang menyerang Player?
Our_Savior_Elliot: Sama seperti Maid mu?
Guest177013: Yep.
Guest177013: Aku bisa menebak jika sistem itu dibuat sebagai pengaman NPC. Well.. aku juga sedikit ragu jika ada Player yang cukup bodoh melakukan Friendly-Fire terhadap NPC. Tetapi, ada kemungkinan Player yang menyerang NPC itu ada dan begitu pun sebaliknya. Sistem Wanted digunakan untuk mencegah itu.
Our_Savior_Elliot: Cukup masuk akal. Sekarang, di bagian mana Bug itu?
Guest177013: Well.. kau hanya perlu menyerang Player menggunakan NPC dan menyisakan sisa HP hingga 1% sebelum menghabisinya menggunakan item yang diluar kategori senjata.
Guest177013: Sebenarnya aku ingin membunuh mu menggunakan pistol. Tapi, menggunakan buku sudah cukup untuk membuktikan hipotesis Bug ini.
Guest177013: Well, jika kau tidak yakin. Aku bisa melakukannya sekali lagi. Kali ini, aku akan menggunakan pistol.
Our_Savior_Elliot: Really? Kau lupa jika game ini memberikan rasa sakit yang nyata?
Guest177013: Tenang saja, aku akan mengarahkannya ke kepala. Jadi, kau tidak merasakan rasa sakit.
...
...
...
Guest177013: Atau kau ingin berlatih menggunakan NPC yang baru saja melewati Diamond Doom. Di lihat dari seragam mereka, tampaknya mereka adalah prajurit Kerajaan Nestrad dan sekumpulan Player dari Guild tertentu yang mengekor dibelakangnya.
Our_Savior_Elliot: Nah! Aku lebih suka ide yang kedua itu.
Guest177013: Well.. tunggu apa lagi? Cepat respawn dan kembali ke rumah ku.
Our_Savior_Elliot: Sabar! Masih ada satu menit lagi sebelum respawn!
Our_Savior_Elliot: Oh! Jangan bunuh aku lagi!
Our_Savior_Elliot: Jauhkan Maid kasar mu itu!
\=-\=-\=-\=-\=-\=-\=-\=-\=-\=-
Special Note:
Happy New Year 2023!
Sebelum kita berlanjut ke Final Arc dan mengakhiri Volume 1. Ada pertanyaan yang ingin Author tanyakan kepada pembaca novel ini.
Seberapa banyak jumlah kata yang ingin kalian baca di dalam 1 bab (500 kata / 1000+ kata / 2000+ kata) ?
Apakah Interlude yang berisi sudut pandang karakter lain cukup memuaskan?
Kalian mungkin menyadarinya jika Novel ini tidak ada Action walaupun memiliki sub-genre dunia game virtual. Apakah kalian ingin membaca sedikit action di dalam novel ini? (Action akan menjadi jatah Elliot dan Will)
Sebagai genre utama yang masuk ke dalam Adventure-Investigation. Apakah cerita ini terasa membosankan?
Di beberapa chapter sebelumnya, author mencoba menerapkan beberapa sudut pandang lain. Bagian mana yang kalian sukai? Sudut pandang pertama atau sudut pandang ketiga?
__ADS_1