Isekai Online

Isekai Online
Chapter 32 - Ratu Iblis


__ADS_3

Hans hanya bisa terdiam melihat kenyataan aneh di depannya.


Terkadang, sosok orang dewasa itu memiliki keunikan yang tidak biasa. Contohnya seperti dengan sekumpulan orang-orang yang menyebut dirinya dewasa ini. Walaupun tampilan luarnya tampak seperti orang dewasa tapi sikap mereka jauh dari kata dewasa.


Itu lebih ke arah memprihatinkan. Pandangan Hans tentang mereka pun menyesuaikan derajat mereka. Dengan tatapan yang terlihat jijik memandangi mereka, Hans mencoba untuk tidak terlibat lebih jauh dengan mereka.


Saat ini, tepat di depan Hans. Orang yang mengaku dewasa ini tengah terkapar di lantai sembari memancarkan senyum kebahagiaan di wajah mereka. Tubuh mereka dipenuhi noda berwarna merah yang berasal dari peluru cat.


Jika dihitung dari banyaknya orang yang tersisa, hanya ada Hans dan Elliot yang masih bertahan. Walaupun saat ini tubuh Elliot dipenuhi dengan keringat yang melunturkan cat merah di seluruh tubuhnya. Ini terjadi setelah orang-orang ini mengeluarkan ide-ide aneh mereka dan mendapat reaksi penolak keras dari CEO mereka.


Itu penolakan yang cukup keras dengan menembaki mereka dengan peluru cat. Jika tidak melakukan tindakan seperti itu, Hans tidak akan menyadari seberapa rusak otak mereka ini.


[Live Swimsuit Concert]


[Swimsuit Photo Pack]


[One Day Date Plan]


[Real-time Public Execution]


[Pig Adventure Party]


[Daily Slave Experience]


[Survive in 8-Day Hunting Idol]


[Idol Battle Royale]


[Nurse Hard Treatment Experience]


[Maid Maid Day]


Itu adalah daftar proposal yang telah diajukan dan hasilnya adalah sekumpulan orang-orang yang tergeletak di lantai berlumuran cat merah. Hans hanya bisa terdiam dan membiasakan dirinya mendengar keanehan orang-orang ini.


Semua orang-orang itu tumbang di tangan CEO mereka. Kini, pistol yang digunakannya berubah menjadi sebuah senapan mesin yang melontarkan ratusan peluru cat dalam satu detik dan itu merupakan senjata khusus untuk Elliot.


“Baiklah, Elliot.. kau cukup beruntung untuk menjadi yang terakhir. Senjata ini merupakan senjata spesial hanya untuk mu. Bukan kah kau merasa senang dengan perlakuan istimewa ini?”


Melihat tatapan matanya yang terkesan dingin dan merendahkan Elliot, Hans sedikit melihat keunikan pasangan ini. Melihat reaksi Elliot yang tampak tenang, Hans mengerti beberapa hal tentang Elliot yang tidak diberitakan. Dia sudah terbiasa mendapat perlakuan seperti ini dan membuat tubuhnya menjadi seorang masokis profesional.


“Oh, begitu, jadi ini alasannya” gumam Hans setelah menyadari hubungan Elliot dan CEO nya.


CEO itu pun membaca berkas yang diberikan oleh Elliot.


Jeda waktu ini terasa sangat berat karena kondisi suasana ruangan yang berat. Hans yang sedari tadi berdiri pun hanya diam terbawa suasana.


Mata CEO itu pun menyusuri setiap lembaran kertas yang diterima. Setelah ia selesai membaca beberapa kertas itu, ia mengambil senapan mesin dan melontarkan amunisinya ke arah Elliot.


Elliot hanya terdiam menerima serangan yang tidak menyakitkan itu.


“Proposal mu tidak buruk, tapi aku juga ingin mengetahuinya dari mulut mu. Atas dasar apa kita melakukan itu?” tanya sang CEO.


“Ekhem! Ijin kan aku menjelaskannya, Yang Mulia” balas Elliot.


Ia tiba-tiba berdiri dan meraba sakunya. Ia mengeluarkan sebuah penyimpanan data portabel dan berlutut di hadapan atasannya. Tingkah lakunya ini pun mendapat tatapan sinis dari member Queen Order yang menyaksikannya.


Hans sedikit mendengar percakapan kecil dari mereka.


“Kenapa kita memiliki Manager seperti ini?”


“Haaah~ lagi-lagi.”


“Sandiwara ini tidak pernah membuat ku bosan, benar kan Rika?”


“Em, benar. Bahkan aku sudah terbiasa dengan ini.”


“Apa kita sudah boleh pulang?”


“Orang-orang kita kenapa seperti ini semua sih?”


“Oh! Hans! Tenang saja, kejadian yang seperti ini sudah terbiasa di tempat ini” Okita sedikit menjelaskan apa yang sedang terjadi.


“Yah, setidaknya ini menjawab pertanyaan ku kenapa Elliot seperti ini” balas Hans.

__ADS_1


Melihat Okita dan Hans yang tampak akrab, member Queen Order yang lain pun penasaran dengan hubungan mereka. Sejauh yang mereka tahu, mereka tidak pernah berkomunikasi dengan Hans dan tiba-tiba Okita tampak akrab dengan Hans.


Senyum manis muncul di wajah mereka.


“Okita, sejak kapan kau akrab dengan Hans?” tanya salah satu member Queen Order.


“Eng? Tadi pagi” jawab singkat Okita.


Jawaban singkat itu tentu saja semakin memancing rasa penasaran mereka.


“Semuanya, perhatikan ini!” sebuah ucapan yang menyelamatkan datang dari kejauhan. Elliot masuk ke dalam mode seriusnya.


“Seperti yang kita tahu, Genius Technopreneurship menawarkan kerjasama yang tidak biasanya. Yang entah kenapa CEO kita setuju dengan kerjasama ini-“ di sela-sela bagian pembukanya, Elliot tiba-tiba mendapat serangan mengejutkan dari asbak rokok.


Menghiraukan asbak rokok yang meninggalkan bekas di wajahnya, Elliot melanjutkan presentasinya, “Secara spesifik kita melakukan kerjasama dengan salah satu produk mereka, yaitu sebuah game bernama Isekai Online. Genius Technopreneurship memberikan kendali penuh untuk menggunakan produk mereka dan teknik pemasaran yang membawa Isekai Online di dalamnya.” Elliot tiba-tiba menghentikan presentasinya dan menampilkan karakter milik Hans.


“Bagaimana pun juga, keputusan ini ada di tangan kalian. Kalian bebas untuk memilih apa yang akan di lakukan seperti membunuh monster, mencari tanaman, menjelajahi dungeon, atau menikmati suasana yang ditawarkan Isekai Online” setelah mengatakan ini, perasaan Hans menjadi tidak enak.


“Promosi yang semacam itu sudah terlalu biasa bukan, maka dari itu aku menawarkan kalian tentang ini!” kali ini, karakter milik Hans bersebelahan dengan kasus misteri yang menjadi pembicaraan di Forum Isekai Online.


“Ah! Kasus itu!” melihat tangkapan layar yang menampilkan kasus misteri, Okita dengan semangatnya berdiri dan menunjuk layar presentasi Elliot.


Member Queen Order pun mengerti tentang ketertarikan Okita pada sebuah misteri. Namun, beberapa masih tidak ingin melakukan hal-hal yang menguras otak mereka. Quest berburu monster melelahkan, Quest mencari tanaman terlalu membosankan, Quest menjelajahi dungeon sangat merepotkan, dan pilihan terakhir untuk menikmati suasana alam bisa dipertimbangkan.


“O-Okita, aku paham dengan kecintaan mu pada misteri, tapi..”


“Ah, kenapa harus mempercayai rumor yang tersebar di internet? Terlebih di dalam sebuah game?”


“Kalau soal ini, rasanya agak sedikit menakutkan gimana gitu.”


Member Queen Order yang lain sedikit menyampaikan rasa keberantannya mengenai keputusan ini. Okita yang mendengarnya hanya bisa tertunduk dan terdiam, semangat api yang berkorbar pun padam seketika.


Melihat kondisi yang seperti ini, Hans yang sedari tadi terdiam kini mulai masuk ke arah pembicaraan mereka.


“Well, terkadang rumor yang tersebar menyimpan cerita tersendiri di dalamnya. Aku pernah menyelesaikan sebuah kasus yang berasal dari rumor Player Isekai Online. Dan, itu terjadi tidak lama. Jika di hitung sampai menit ini, itu masih belum genap 24 jam” ucap Hans.


Elliot yang mendengarnya pun langsung bergegas menarik lengan Hans dan membawanya untuk presentasi bersama.


“Seperti yang kalian dengar, detektif yang satu ini telah menyelesaikan kasus yang berasal dari rumor” ucap Elliot.


“Detektif??”


“Detektif???”


Pertanyaan yang saling bersahutan terdengar. Hans yang terbawa suasana ini pun dengan terpaksa memikul beban ini.


“Uh, bagaimana untuk menjelaskannya. Kasus yang berasal dari rumor ini sebenarnya sedikit unik dan menyimpang. Misterinya masih belum terpecahkan tapi korbannya sudah ditemukan. Karena saat itu aku hanya di minta untuk mencari korban, beberapa barang bukti yang terkumpul masih belum ku pelajari.”


“Kau benar-benar bekerja keras untuk Quest ini kan?” tanya Elliot.


“Tidak juga sih, kebetulan saja aku tahu apa yang sedang terjadi.”


Dari kejauhan, Okita tampak begitu antusias mendengarnya. Hans yang menyadari Okita yang memperhatikan kata-katanya pun menarik nafas yang begitu panjang.


“Kasus itu berawal dari Forum Isekai Online dimana Player memiliki keluhan atas Scam Quest yang sedang terjadi akhir-akhir ini. Aku tidak tahu dimana posisi mereka menemukan Quest itu, namun kejadian itu melibatkan penculikan anak-anak yang sedang terjadi.”


“Awalnya, aku meminta bantuan Will Isaac dan Yuuki Saku untuk membantu ku menyelesaikan Quest pencarian anak hilang. Tapi, Quest itu tiba-tiba berkembang saat Will Isaac dan Yuuki Saku menghancurkan sebuah penginapan. Pemilik penginapan itu pun menghukum mereka untuk mencari cucunya yang menghilang, di saat itulah Quest yang sebenarnya di mulai. Dengan beberapa petunjuk kecil mengenai kronologi cucunya yang menghilang dan informasi dasar mengenai keadaan geografis kerajaan, aku menemukan beberapa petunjuk mengenai penyebab rumor itu terjadi. Tepat di kerajaan itu, sebuah lingkaran sihir teleportasi tersebar dan aktif di waktu tertentu. Setiap NPC yang berjalan di atasnya akan langsung terkirim ke suatu tempat.”


“Dengan informasi penting ini, aku menggunakan jalan yang sama untuk masuk ke tempat penculik dan menemukan anak-anak itu. Jika aku menceritakan kejadian ini secara rinci, itu akan memakan waktu seharian” ucap Hans sembari menutup ceritanya.


Beberapa orang yang mendengar cerita Hans memiliki reaksi rumit di wajah mereka. Beberapa tampak seperti meragukan kemampuan Hans, namun Elliot memahami seberapa mengerikan kemampuan Hans ini.


Elliot mendukung penuh kemampuan Hans dalam memecahkan masalah. Walaupun itu adalah masalah yang terjadi di dalam game, tapi Elliot percaya kemampuan Hans lebih dari itu. Bahkan dia menjadi penggemar pertama Hans.


“Cerita yang bagus, tapi itu terdengar berlebihan untuk sebuah game. Sedikit tidak masuk akal jika ada detektif yang mau melakukan semua itu” ucapan ini datang dari CEO.


Dia mengamati Hans dari penampilannya dan berusaha mengomentari penampilannya.


“Yah, sangat tidak masuk akal jika pelaku yang kau temukan ternyata seorang Demon” balas Hans.


Sebuah kilatan tipis terjadi di antara keduanya. Mereka saling mengamati satu sama lain. Hingga pada akhirnya, sebuah perang tipis terjadi diantara mereka berdua.


“Jika saja kau orang dewasa, kau pasti akan menyadari seberapa memalukannya imajinasi liar mu.”

__ADS_1


“Itu bukanlah sebuah imajinasi! Itu adalah kenyataan yang terjadi berdasarkan barang bukti yang ku temukan.”


“Itu hanyalah imajinasi yang timbul dari otak mu yang kecil.”


“Jika seperti itu, berarti sebuah hipotesis yang tercipta berdasarkan temuan barang bukti adalah imajinasi struktural?”


“Huh, bahkan untuk masalah seperti ini saja kau tidak ingin mengalah.”


Hans kehabisan kata-kata, ia kini melirik orang-orang yang masih tergeletak di lantai. Ia bergegas meraba saku mereka untuk meminjam ponsel mereka. Beberapa ponsel ditemukan tanpa adanya pengamanan layar kunci.


“Apa yang kau lakukan?” tanya Elliot yang penasaran dengan tingkah laku Hans.


“Mencari informasi tambahan” balas Hans yang sibuk memeriksan ponsel pinjaman.


Mata Hans perlahan menyelam ke dalam jurang informasi pribadi mereka. Beberapa catatan kecil, pesan sosial media, dan keluhan kecil mereka tersimpan di dalam ponsel mereka.


“Oh, begitu, pantas saja” ucap Hans sembari mengembalikan ponsel pinjamannya.


Suasana sedikit berubah ketika Hans kembali di samping Elliot.


“Yah, aku tidak ahli berdebat dengan seseorang yang 40 kali lebih tua dari ku. Sebagian dari dalam diri ku masih menghormati sosok orang yang lebih tua dari usia ku. Untuk kali ini, aku lebih baik mengalah” ucapan Hans dihentikan dengan sebuah senyuman.


Dari kejauhan, Hans menyadari tatapan CEO yang menatap tajam ke arah dirinya.


“Dengan usianya yang jauh lebih tua dari ku dan mengalami beberapa masalah percintaan yang gagal, entah kenapa aku semakin merasa bersalah untuk berdebat dengannya.”


Tatapan tajam itu berubah menjadi tatapan yang siap menerkam mangsa, namun Hans masih tetap tenang untuk melanjutkan kalimatnya.


“Kegagalan dalam urusan percintaan memang terdengar menyakitkan, namun apa jadinya jika kegagalan itu terjadi karena sebuah tingkah laku yang konyol seperti menelan-“


“CUKUP!” nada bicara yang berat dan tinggi ini terdengar di telinga Hans.


Situasi di antara keduanya semakin memanas.


“Sebagai catatan, tidak ada imajinasi tambahan tentang apa yang ku ucapkan dan kau tahu itu kan? Sama seperti apa yang kau anggap imajinasi sebelumnya, itu adalah kenyataan yang terjadi di dalam game. Aku hanya mengambil hipotesis sementara dari barang bukti yang kutemukan” ucap Hans yang kembali tenang.


“Oh, boleh ku tahu bagaimana rasanya menikmati resepsi makanan jepang di acara pernikahan yang terlihat mewah itu?” ucapan terakhir Hans ini membuat CEO di hadapannya tertekan.


Keringat dingin muncul di dahi kepalanya, “Sejak kapan mereka mempunyai informasi tentang ini?”


“Oh, tentang itu, tampaknya semua anak buah mu ini sudah mengetahui perjalanan cinta mu” balas Hans.


Terjadi keheningan sementara di dalam ruang rapat. Bagaikan kotak pandora yang terbuka, aura yang sulit dikatakan mulai bermunculan.


“Elliot, boleh ku pinjam ponsel mu?” perintah sang CEO. Berbeda dengan nada yang sebelumnya mengintimidasi, kali ini ia berbicara seperti orang lain.


Elliot yang merasakan aura yang tidak biasa ini pun bergetar hebat. Tubuhnya merespon bahaya yang semakin meningkat, seiiring bertambahnya jarak ponselnya dengan sang CEO.


Keheningan semakin bertambah dengan terdiamnya sang CEO yang menyusuri ponsel Elliot.


“Anak muda, siapa nama mu, sepertinya aku berhutang sesuatu padamu. Tidak ku sangka mereka melakukan ini pada ku” ucapan yang singkat, jelas, dan padat itu hanya mengisyaratkan satu hal.


Sebuah segel iblis yang berada di tempat ini terlepas.


“Uhuhuhu!!”


“Ihihihihi!!”


Tawa kecil sang CEO yang terdengar menyeramkan itu menambah keruh suasana. Penyebab dari semua itu adalah Hans. Dia membuka kotak pandora yang seharusnya tidak terbuka.


Di hari ini, tepatnya di Istana Ratu Iblis. Sebuah kotak pandora terbuka lebar dan mengeluarkan sebuah kejadian memilukan yang pernah dialami oleh CEO mereka. Sebuah kenangan masa lalu yang dijadikan bahan candaan sebuah grup chat.


“Oh, ngomong-ngomong, Elliot tidak bersalah. Dia tidak pernah menulis apa pun di dalam grup itu. Jadi, jangan hukum Elliot” ucap Hans.


Elliot yang ketakutan dengan perubahan atasannya hanya bisa berlindung di balik tubuh Hans.


Sosok Ratu Iblis yang memperlihatkan tanduk sucinya membawa mereka ke dalam pengadilan neraka. Persidangan yang berlangsung saat itu adalah mengumpulkan karyawan yang mempermainkan atasan mereka di dalam grup chat. Hukuman yang tersedia kala itu adalah eksekusi mati gaji dan tunjangan karyawan selama tiga bulan.


Untuk pertama kalinya, Hans merasa puas setelah membuka gerbang neraka dan menyentuh kotak pandora yang berada di dalam Kastil Ratu Iblis.


“Kurasa, aku sedikit ketagihan dengan ini” ucap Hans dengan santainya.


“Tolong.. nyawa gaji ku dipertaruhkan juga disini!” balas Elliot.

__ADS_1


[...]


__ADS_2