Istri Kecilku Yang Sangat Menarik

Istri Kecilku Yang Sangat Menarik
tebakan yang salah


__ADS_3

kini kondisi tio pun sudah sadarrrr dann dalam masa pemulihan


"ayahhhh...syukurlaa kauuu sudahhh sadarrr..." ucap icha yang langsung memeluk tio


diruangan itu hanya ada bi wawa saja


"ayah ingin pulangggg nak..ayah sudah tidak sakit lagi"


"tapi yah kondisi ayah belum membaik..ayah disini aja dulu sampai dokter nanti mengizinkan ayah pulang.." kata icha


"nakk reyyy..menantuku kau disini..?"


"iyah ..ayah..yang dikatakan icha benar..nanti jika keadaanmu sudahhh membaik ..kau juga akan diizinkan pulang.."


"hmm baiklah.."


"ayahh..sebenarnya apa yang terjadi?kenapa ayah ngedrop sampai sampai kondisi ayah dalam masa kritis?apa yang ayah pikirkan??".. kata icha penasaran


"sudahlah ..jangan dipikirkan..yang penting sekarang ayah kan sudah sehat..oiyah dimana ibumu...?


"aku tidak tau yah..akuu sudah tak bertemu dengan nya beberapa hari ini"


"kemarin..nyonya kesini tuann..dia melihat kondisi tuan saat tuan tak menyadarkan diri..tetaapi nyonya menyuruh saya untuk pulang kerumah..dan ketika saya balik nyonya sudah tak ada.."..


"melan..dimana sebenarnya kauu.."


"sudahlah yah..jangan dipikirkan lagi..nanti aku akan mencarinya.." kata icha


๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ


Tio sudah 2 tahun belakangan ini ia mengidap penyakit serangan jantung..sewaktu ada yang membuatnya stres ia akan dilarikan kerumah sakit..


sewaktu semua sedang mengobrol...dokter pun memasuki ruangan dengan diikuti suster


"selamat siang pak tio..bagaimana kondisi bapak hari ini?? apakah bapak merasakan gejala pusing?atau ada yang sakit dianggota tubuh bapak?" tanya dokter


"tidak ada dok..saya tidak merasakan gejala yang dokter sebutkan tadi"


"baiklah saya perikasa sejenak ya.."


dokter pun memeriksa tio


"bagaimana dok?apakah kondisi ayah saya sudah membaik" tanya icha yang khawatir


"untuk saat ini..kondisi pak tio sudah membaik..dan sudah diizinkan untuk pulang..tapi saran sayaa..pak tio jangan.memikirkan apapun yang bisa membuat kondisi pak tio memburuk...."


"baiklah dok..saya akan menjaga nya agar saya tidak stres.." ucap tio mantap


"baiklah..kalau begitu saya permisi.."


๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ


drrtt drrtt


ponsel icha berdering .. icha yang baru saja sampai dirumah nya..dengan segera icha mengangkatnya..ternyata telpon dari reina..


"ya hallo rei"


"icha,bagaimana kondisi ayah mu?apakah ada kemajuan??"


tanya reina khawatir


"kondisi..ayah saat ini sudah membaik kok..bahkan sudah diizinkan untuk pulang.."


"alhamdulillah..maaf icha..kemarin aku dan desi pulang..karena ibu tirimu kemarin datang dan mengusir kami.."


"tidak apa apa..aku juga berterima kasih kepada kalian ..karena sudah menjaga ayahku...makasi yaa.."


"ah santai aja..lagian kita kan sudah seperti keluarga..jadi sudah seharusnya kami membantumu dalam keadaan susah..maupun senang..dan begitu juga sebaliknya.." jelas rei


"haha tumben hari ini kau sangat pintar rei.." goda icha


"******.."


"haha..apakah desi bersamamu rei??"


"ia ..dia sedang molor..kau dimana icha?"


"aku sedang berada dirumah ayah ku..kalian kesini la..aku akan membuatkan soto ayam dan sambel goreng kesukaan kalian.."


"wahh serius..kau memang yang terbaik icha..apakah ibu tirimu dirumah juga?"


"ia sedanv pergi ..kenapa??"


"ah tidak apa apa...baiklah aku dan desi akan sampai kesana dalam waktu 20 menit"


"kelamaan.."

__ADS_1


"baiklah 10 menit..aku tutup telponnya.."


"dasar si reina ..jika.makanan cepat sekali.."ucap icha menggelengkan kepalanya


tiba tiba rey memeluk icha dari belakang


"astaga mas..kau mengagetkan ku.."


"jangan dilepas..sebentar saja..biarkan aku memelukmu.."


icha pun hanya diam


"dengan siapa kau menelpon barusan?"


"ah itu reina mas..sahabatku.."


"apakah dengan teman bisa seperhatian begitu..kau saja tak pernah bertanya padaku apakah aku sudah makan atau tidak.." ucap rey kesal


"apakah kau cemburu mas.."


"cemburu??tidakk..aku hanyak tidak suka saja dengan sikap mu..kau sangat pilih kasih.." kata rey mengambek


"baiklah mulai sekarang akuuu akan lebih perhatian kepadamu mas.."


"sudahla tidak perlu.. emm..apakah ibu tirimu emang sering meninggalkan ayahmu seperti ini?"


"semenjak aku menikah..ibu emang sering meninggalkan ayah .. aku juga bertanya kepada ayah kemana ibu?tapi ayah bilang ibu sedang sibuk akan pekerjaan nya..aku harus mengerti kondisi ibu mas.."


"aku sangat ingin bertemu dengan ibu mu"


"nanti jika dia pulang..akan ku perkenalkan kepada mu mas.."


"baiklah.."


"emm bisa lepaskan aku mas..nanti ada yang melihatnya.."


"jadi,secara tidak langsung kau menuduhku yang memelukmu..bahkan tak ingin melepaskanmu.."


"bukankah.."


"kau berani membantahku??"


"tidak tidak ..baiklah aku salah mas.."


"emang kau yang salah.." kata rey membela diri


"apakah kau pikun mas??bukan kah kau yang memeluk ku diluan tadi??dan kau berkata jangan dilepas biarkan aku memelukmu..itukan kata kata yang keluar dari mulutmu kan...ah sudahlahhh melawan mas rey ..juga tak akan bisa menang" batin icha


"haha ..aku hanya punya nyawa satu mas..mana berani aku melakukan itu.."


"bagusla..jika kauuu sadar diri..aku lapar dari tadi aku belum makan ..kau masak untukku ya.."


"baiklah...mas kau ingin makan apa?"


"apa saja..aku juga ingin memakan mu.."


Kata kata rey pun membuat pipi icha merah merona


"haha apakah kau malu gadisku?lihatla pipimu sangat merahh.."


"aku akan kedapur untuk memasak..mas istirahatlah dikamarku.."


"baiklah..cepat ya aku sangat lapar.."


๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ


"bisa bisanya mas rey berbicara seperti itu dengan entengnya..ah ada apa dengan ku..pipi ku merah??tidak mungkin..palingan mas rey ingin mengerjai ku saja..ah kenapa disini sangat panas.." sahut icha


Tak butuh 10 menit reina dan desi telah sampai di rumah tio..


"dimana icha?kenapa sunyi sekali?" tanya desi


"mana gw tau kan gw dari tadi sama lo aja.."


"yee jawaban lo mah ga pernah masuk diakal..ayo kita lihat kondisi pak tio.." ajak desi


"ayo.."


ceklek


pintu pun terbuka


"astaga. .om tio..apakah ingin minum? tunggu desi ambilkan om."


"desi reina..kalian disini.."


"iya om..bagaimana kondisi om?apakah sudah membaik?" tanya reina

__ADS_1


"alhamdulillah rei..kondisi om sangat baik..saat ini om cuma butuh istirahat saja.."


"syukurlah..kenapa om tak memanggil bi wawa ataupun icha untuk mengambilkan minum?jika om butuh apa apa panggil saja orang disini om.." saran desi


"om ..ga mau merepotkan mereka lagi..om sudah banyak menyusahkan icha.."pikir tio


"astaga kenapa om berfikiran seperti itu..icha juga tak merasa direpotkan..iya ga rei.." kata desi lagi


"benar ..banget om..oiyah ngomong ngomong icha dimana om?"


"sepertinya dikamar nya.."


"baiklah om..om istirahat lah agar om segera sehat. .kita nyamperin icha dulu ya om.."


"baiklah.."


๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ


desi dan reina pun berjalan menuju kamar icha..


"sepertinya icha sedang mandi..deh"


"lo tau dari mana?asal nebak aja lo..mana tau icha didalam sedang bersama suami nya..ketuk pintu dulu deh.."


"lo ga denger..noh suara air..pasti icha sedang mandi..lagian suami nya icha ga mungkin ada disini..diakan orang besar..pasti sibukkk.." jelas reina


"iya juga ya..yaudalah masuk aja.."


desi dan reina pun masuk dan tak ada orang dikamar icha


"kan bener tebak an gw..icha sedang mandi..lo sih terlalu meragukan tebakan gw.."


"ahh serah lo dah..gw capek banget" kata desi langsung tidur diranjang


"bukannya lo tadi baru bangun tidur ya??terus uda capek aja..seperti kerja berat aja lo des.."


"****** ..bukan kah lo yang ngerusak tidur gw tadi?"..


"bising lo.."


ceklekkk..


pintu kamar mandi pun terbuka


"icha tumben tumben kau..ma.."


perkataan reina pun terhenti


ternyata mereka salah menebak..yang ada didalam kemar mandi bukan lah icha melainkan rey..


rey yang baru saja selesai mandi..dan keluar dengan lilitan handuk dipinggang ..sehingga menampakkan perut kotak kotak itu..kepada desi dan reina


mereka berdua pun teriakkk...


"Aaaaaaaaaaaaaa" ucap desi dan reina secara kompak


"astagaaa..." kata rey kaget


"waw..ternyata yang baru keluar dari kamar mandi seorang pangeran.. sexsi lagi" ucap reina halu


"siapa kalian???dan kenapa kalian ada disini"tanya rey


"astaga rei ..desi..kenapa kalian teriak..begini.." kata icha yang langsung berlari mendengar teriakan dua sahabatnya itu


"mass kauuu ganti baju saja lah dulu..biar mereka aku akan aku urus.."


icha pun menyeret desi dan reina


"daebakkk ichaa...suami mu sangattttt tampann...dengannnn rambut basahnya..dan perutnya yang kotak kotakk ..ah aku sangat ingin menyentuh nya.." ucap reina


"hei sadarlah..jika melihat hal seperti senang sekali kau.." kata desi yang menjitak kepala rei


"awww ..sakit tau des.."


"huft..apa yang terjadi?kenapa kalian berdua teriak teriak begitu?"


"aku dan reina..berfikir kau ada dikamar..dan suami mu tidak ada..tadi sempat juga kami.. mengira jika kau yang ada didalam kamar mandi..eh ternyata.."


"haha ..ada ada saja kalian..baiklaah aku keatas dulu..aku ingin memastikan jika mas reyyy tak akan marah soal kalian.."


"marah?kenapa suami mu itu harus marah kita kan tak berbuat apa apa?" kata reina takut


"dia sangat tidak suka..jika ada yang melihat anggota tubuhnya..aku akan mengecek.."


"suami mu benar benar sensitif icha.." kata rei


๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ

__ADS_1


Hai hai ***kalian..author balik lagi nih..maaf ga sempat up tiap hari karena..author sibuk untuk menyiapkan ujian...jangan lupa like dan koment yah..agar aku rajin updatenya


sarangeโค***


__ADS_2