
Ichaa menuju kamarnya untuk melihat keadaan rey
"mass...kau sudah selesai berganti baju?" tanya icha yang tak ada siapa siapa dikamarnya..
ternyata rey sedang melihat pemandangan di balkon kamar icha
"kenapa kau kesini?apa sudah kau urus bocah bocah centil itu.." kata rey sewot
"mass mereka teman ku..kau jangan menyebut mereka centil.."
"yaiyalah..centil bagaimana bisa seorang wanita masuk kekamar disaat priaa sedang mandi..untung saja mereka teman mu..jika tidak aku akan mencongkel bola mata mereka.." ancam rey
"sudahlah mas..kau hanya salah paham..ayo kebawah kita makan bersama..aku sudah memasakkan makanan untukmu.."
"aku ingin makan disini..aku tidak mauu bertemu dengan teman mu.."
"tapi mas..ayolahhh jangan sombong begitu..plisss..aku sudah memasakkan untuk mu lo mas.."
"hah.." ucap rey sambil membuang nafasnya..
๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ
kini makanan sudah tersusun rapi di meja makan..icha memasak soto ayam..dan sambel goreng kesukaan dua temannya itu..sedangkan bi wawa memasak ayam panggang dan tak lupa sengan tambahan spagethy ..
dimeja makan reina dan desi pun hanya bisa menunduk dan diam..ia sangat takut jika manusia yang ada didepannya akan mengamuk..
sedangkan rey menatap pandangan tajam kearah mereka berdua..
"mass sudahlah..kau menakuti mereka..dan kalian berdua..reina ..desi..kenapa kalian sangat penakut begitu..tak seperti biasanya..ayolah jangan menunduk terus ..mas rey ga marah kok..iya ga mas.."
"emmm.."
tetapi tak ada perubahan posisi reina dan desi sama sekali tak bergerak
"makanlah..istriku sudah menyuruh kaliam untuk makan..jika kalian tak memakan makanan ini..aku akan menyeret kalian habis habisan.dari sini" ucap rey dingin
mendengar ucapan rey ..desi dan reina sontak kaget..dan langsung mengambil piring dan nasi..
icha yang melihatnya pun hanya terkikik geli..bagaimana bisa dua sahabatnya sangat pendiam..itu bahkan tak cocok dengan mereka..
"mas kau ingin makan ayam kuambil kan ya.."
"makanan mana yang baru kau buat..?aku ingin memakan masakan buatan mu.."
"aku memasak soto ayam dan sambel goreng mas..aku memasaknya untuk desi dan reina..mereka sangat menyukai soto ayam yang kubuat"
tanpa izin terdahulu rey pun langsung memakannya dengan lahap
"apakah aku boleh menghabiskan nya??kalian makan yang lain saja ya.." sahut rey seperti orang kelaparan
"makan saja tuan..jangan memikirkan kita..kita bisa makan yang lain "
"siapa juga yang memikirkan kalian..ga penting banget.." sindir rey
๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ
setelah makan siang selesai..rey ingin beristirahat dikamar icha..sedangkan reina dan desi sedang mengobrol di area taman
"huft huft bisa jantungan gw ..kalau makan bareng sama suami lo cha..suami lo dingin banget sih..gw aja sampai susah untuk nafas.." ucap reina lebay
"lo tahan ya cha punya suami yang galak begitu..kalau gw mah ogahh..tampan sih..tapi kalau dingin nya melebihi es..ihh.." tambah desi
"haha sudahlah..gitu gitu juga suamiii gw.."
"sudah nasib muuuu anak muda.." kata reina
"oiyah cha ..ibu lo kemana?ga pulang lagi?"
"sepertinya begitu..aku juga tidak mau ibu membuat ayah stres .."
"hm..kau anak yang sangat berbakti icha..ibu bangga padamu.." goda reina
__ADS_1
"******"
๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ
"ini kamar kok kecil banget sih..uda kecil sempit lagi..ah aku merasa sesakkk...jika bukan karena kau gadis kecil..aku ogahhh untuk tidur dikamar kecil begini.." kata rey yang mengeluh akan penderitaan nya
Yah tadi icha meminta kepada rey untuk mengizinkan nya menginap disini untuk menemani dan merawat ayahnya..tapi rey berkata
"kau akan menginapp??baiklah aku mengiiznkan..tetapi ada syarat nya.."
"syarat?syarat nya apa mas?"
"syaratnya..aku akan menginap disini juga untuk menemani mu.."
"tapi mas..mas tidak perlu..kamar disini sangat lah kecil..berbeda dengan kamar di mansion.mas."
"jika kau tak mengizinkan ku untuk menginap disini..jangan harap kau bisaaaa menemani ayahmu.."
"hm..baik baiklah mas.."
๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ
"sepertinya aku harus memanggil geo..agar ia bisa merasakan penderitaan ku.."
Rey langsung menelpon geo
"datang kesini..akan ku sharelok kan tempatnya..aku butuh bantuan mu.."
"baiklah tuan.."
panggilan ditutup
"penderitaan apalagi ini tuan yang kau berikan padaku.."
rey pun melihat foto foto icha sewaktu ia kecil..maupun sampai sekarang..dan ada juga foto reina icha dan desi yang terpampang jelas di dinding kamar icha
"ternyata..kalian sangat dekat yah..semoga aja persahabatan kalian tidak ada masalah.."
๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ
"kemana gadis itu?kenapa sampai sekarang belum masuk kekamar juga???..ah aku lelah menunggu.."
rey keluar dari kamar dan mencari cari keberadaan gadis kecilnya..
"ha gak terasa sudah larut saja ya.." kata desi
"udah lama kita ga ngumpul disini..ah aku paling suka melihat langit disini ..terasa langit sangat dekat dengan kita.." tambah reina
"sama ..akuu rindu moment moment ini.mau main kartu?." tambah icha
"kalah coret wajah ya.." tambah desi
"noo..wajah ku sudah glow up.." kata reina
"glow up ..glow up..lebay loo..udah ah ayuks..sudah lama ga main.."
mereka pun memainkan kartu ..permainan yang sering mereka mainkan sewaktu jaman smp..
kini wajah reina penuh dengan coretan..sedangkan desi dan icha hanya separuh nya saja
"disini kalian ternyata ya..dan kau gadis kecil..kenapa kau belum masuk kekamar juga?kauu mau mati kedinginan disini..?" celoteh rey
"mas rey..kau disini"
"iyalah..jika aku tak disini terus aku dimana?dan apa yang terjadi dengan wajah mu itu?kenapa kau sangat jelek begitu.."
"ah ini hanya cat saja mas..mas mau ikutan main?.."
"kenapa aku harus ikutan ..dan membiarkan wajah tampan ku ini dicoret dengan cat kotor begituu..dasar kalian kekanak kanakan.."
"baiklah mas..jika kau tidak mau..ini asyik lho mas.."
__ADS_1
"aku belum mengiyakan..ataupun menolaknya..kau cepat sekali membuat kesimpulan.."
"plin plan banget sih tuan rey..ingin main tidak.." bentak reina
"hei anak kecil..kau berani membentak ku.."
"ah maaf maaf tuan..aku khilaf.."
"baiklah aku akan ikutan..aku tidak akan membiarkan kalian bisa mencoret wajah tampan ku ini.."
"astaga kurangin narsis mu itu mas.." batin icha
dan setelah bermain setengah jam benar saja..wajah tampan rey bebas dari coretan
"wah tuan kau sangat jago dalam bermain kartu.."puji reina
"kauuu sempurna tuan" tambah desi
"aku sudah muak dengan pujian itu..baiklah ayo kita main lagi.."
"ayooo" kata mereka bertiga serentak
sewaktu mereka sedang asyik asyik nya bermain..bi wawa pun datang dengan diikuti pria dibelakangnya..
"permisi nona..ini ada tamu yang mencari tuan muda rey."
mendengar ucapan bi wawa semua pin menoleh kearah geo
"geo kau sudah datang..kau membawa apa yang kusuruh.."
tanya rey
"sudah tuan.."
"baiklah kerja bagus..ayo kemari..kita bermain kartu..lihatlah wajah jelek mereka semua..itu hasil dari kemenangan ku..ayolah ..apa kau takut wajah mu dicoret??"
"ah tidak tuan ..aku sudah berumur untuk memainkan permainan itu tuan.."
"jadi kau menolak perintahku.." teriak rey
"baik baiklah tuan..akan saya lakukan.."
๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ
"geo kau sudah datang..??"
desi pun menoleh ia melihat kearah geo dan DEG
desi kaget..melihat pria yang ia taksir tak laama ini..pria yang sudah membuat nya jatuh cinta lagi..itu ada dihaadapannya..
"namanya geo?jadi tuan muda kenal sama geo ini?astaga apakah ini takdir" batin desi
"lo kenapa des?kok ngeliati pak geo segitunya ??naksir ya?" tebak reina
lagi dan lagi tebakan reina benar
"paan sih lo rey..kenal juga engga.."
"ah bukan kah kauu?"
ucapan geo terhenti saat melihat wanita yang mengganggu waktu nya beberapa hari ini..
"wah pak geo sangat tampan ya.." puji reina
geo pun hanya bisa tersenyum
Dan kini mereka pun melanjutkan bermain kartu lagi
๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ
"***Yeee IKYSM up lagi kan..makanya banyakin like dan koment nya agar aku rajin update nya.."
__ADS_1
sarangeโค***