Istri Tangguhku Adalah Sahabat Adikku

Istri Tangguhku Adalah Sahabat Adikku
eps 13


__ADS_3

Setelah selesai memasak, nara menyiapkan sarapan dimeja makan lalu memanggil huzaifi yang belum datang untuk sarapan. "Kamu masih lama? udah mau telat" dengan mengetuk pintu kamar, lalu huzaifi membuka pintu dengan penuh karisma hingga membuat nara terpesona.


"ayo sarapan" huzaifi melewati nara begitu saja mendahuluinya menuju meja makan untuk sarapan. "ayo sarapan, kenapa masih diam disitu?" nara melihat huzaifi dengan kesal dan menghampirinya untuk sarapan.


"kamu belanja dimana?" sambil melahap makanannya. "ya di warung sayur lah, gimana sih" dengan cemberut. "naik apa? setau saya warung sayur cukup jauh" sambil melirik nara dan kembali melahap makanannya kembali.


"kamu nanya naik apa? ya lari lah, coba kamu bayangkan, rumah sebesar ini, nggak ada yang bisa dimasak, nyebelin banget"


"kenapa kamu tidak membangunkan saya?" tanpa ada rasa bersalah dan terimakasih.


"siapa yang berani bangunin orang yang lagi pules tidur? dan lagi, dari mana kamu dapat seragam sekolah ini? nggak mungkinkan punya adetra?"


"baju itu seragam sekolah saya dulu, sedangkan rok itu punya adetra"


"pantesan bajunya besar banget" kembali memperhatikan baju yang dipakainya.


"rok itu bukan rok sekolah, hanya warnanya saja yang sama, kamu tenang saja, tidak terlihat bahwa itu bukan rok sekolah"


"yang penting hari ini aman untuk ujian"


"jika sudah selesai sarapan, ayo berangkat sekarang" huzaifi beranjak dari tempat duduknya dan pergi.


"ya duluan aja kemobil dan tunggu sebentar disana, aku rapikan ini dulu" nara membersihkan meja makan lalu tergesa-gesa menemui huzaifi.


Bel sudah berbunyi, adetra masih menunggu nara digerbang sekolah dengan hawatir, karena takut akan terlambat adetra menghubungi nara sambil melihat kanan kiri berharap nara segera tiba, hal yang dihapkan tiba, nara sampai disekolah dengan perasaan kacau.


"ini makan siang untuk kamu, aku berangkat dulu, assalamualaikum" Nara bergegas menemui adetra yang sudah ketakutan, "kok telat kak" menarik tangan nara. "Udah, nanti aku ceritakan, sekarang ayo masuk kelas" Nara dan adetra berlari dengan kencang berharap ujian belum dimulai. Melihat nara dan adetra yang berlari terburu-buru membuat huzaifi merasa bersalah.


Suasana hati bintang masih dalam keadaan kacau, ketika mengetahui siapa ayah kandungnya, membuat dirinya ingin segera bertemu dengan ayahnya yang telah meninggalkan bunda dan dirinya, sehingga membuat bunda melakukan segala cara untuk mendapatkan sosok ayah untuknya. Ketika guru sibuk dengan paket ujian, bintang melihat nara dan adetra yang sedang berlari menuju kelasnya. "Tumben mereka telat, biasanya mereka datang pagi, buat suasana hati makin kacau aja" dengan menggerutu.


Mengingat kedatangan nara kekantor, bayangan nara terus menerus mengisi fikiran riandy, jantungnya terasa berdebar melihat keanggunan nara.


"riandy, aku dengar kemarin anak pak Suparman datang, apa benar?" dengan penasaran.

__ADS_1


"ya, dia datang menemui pak suherman"


"aku dengar dia datang pakai seragam sekolah" riandy melihat temannya karena merasa terganggu.


"Reihan, apa kamu tidak memiliki pekerjaan? bisa bantu aku?" Reihan terdiam dan melanjutkan pekerjaannya kembali.


Bel berbunyi menandakan waktu ujian selesai, nara merasa lega dapat menyelesaikan ujian dengan baik dan berharap mendapatkan hasil yang maksimal.


Mengingat perkataan huzaifi membuat nara memberi sedikit jarak kepada bintang, bagaimanapun juga dirinya harus berhati-hati.


"kak" adetra menepuk pundak nara hingga nara terkejut.


"ah iya, ada apa?"


"kakak ada masalah? dari tadi aku manggil kakak tau" cemberut


"ah... maaf, kamu mau ngomong apa?"


"untuk siapa?"


"ada deh" tersenyum lebar.


"kamu, main rahasia-rahasia ya" mencubit pipi adetra, melihat kebahagiaan mereka membuat bintang kesal dan iri, bintang mengepalkan tangannya lalu pergi dengan perasaan kebencian.


Melihat berkas yang begitu banyak, membuat huzaifi semakin hanyut dalam kesibukan, terdengar seseorang mengetuk pintu "masuk" "pak, hari ini jam dua siang akan ada rapat dengan perusahaan A" huzaifi menghentikan kesibukannya sejenak.


"Apa hari ini jadwal bertemu dengan pak suherman?"


"benar pak"


"baiklah, persiapkan semuanya" kembali sibuk dengan komputernya.


"baik pak, tapi pak"

__ADS_1


"ada apa?" melirik "nggak biasanya bapak membawa bekal, apa ini bekal sepesial?" menggodanya, namun huzaifi mengambil bekal tersebut dan menyembunyikannya hingga mengundang tawa dari sekretaris hans.


"kenapa kamu tertawa? apa kamu ingin gaji kamu saya potong?" menghentikan pekerjaannya dan mengancamnya membuat sekretaris hans terdiam menahan tawa.


Terdengar suara ketukan pintu, dan terlihat tara datang dengan membawakan bekal untuk huzaifi, "jangan terlalu fokus, setidaknya makan sedikit" sambil meletakkan bekal diatas meja, melihat perhatian tara yang berlebihan sekretaris hans tidak menyukainya.


"terimakasih, lain kali tidak perlu kamu siapkan, karena ada seseorang yang akan menyiapkannya" tanpa melihat bekal yang diberikan tara dan tetap melakukan pekerjaannya. Sekretaris hans menahan tawa melihat sikap dingin huzaifi terhadap tara.


"seseorang? siapa? pacar kamu?" penasaran


"bukan pacar, melainkan tunangannya" sekretaris hans menjawabnya dengan sedikit mengejek,


"tunangan? sejak kapan kamu punya tunangan?" tidak terima dan tidak mempercayai perkataan sekretaris hans.


"kapanpun itu, tidak ada kewajiban saya untuk membuat laporan untuk kamu, silahkan keluar dan kerjakan tugas kamu" dengan kesal, tara keluar tanpa sepatah katapun, melihat kekesalan tara, membuat sekretaris hans tertawa.


"silahkan makan, saya tau kamu belum makan siang" huzaifi memberikan bekal yang diberikan tara. "terimakasih pak, anda adalah atasan yang terbaik" sambil melahap makanan yang diberikan, huzaifi hanya tersenyum tipis mendengar pujian dari sekretaris hans, dengan senang hati huzaifi memakan bekal yang telah disiapkan oleh nara.


Sudah waktunya makan siang, bintang bersama ayah memilih makan siang dimall, bermaksud setelah makan siang, bintang bisa meminta ayah untuk menemaninya berbelanja sebentar.


"yah, nanti temani bintang cari barang ya, ada barang yang mau bintang cari" dengan ekspresi menggemaskan, namun ayah hanya menggelengkan kepala, "hari ini ayah ada rapat, kamu bisa mencari sendiri" mendengar jawaban ayah, membuat bintang merasakan semakin jauh dari kasih sayang ayah sebelumnya.


"Tapi yah" merengek, "maaf saya terlambat" tiba-tiba terdengar suara lelaki yang tidak asing ditelinga bintang.


"Silahkan duduk"


"terimakasih"


"bintang, ayah ada rapat penting, kamu bisa tinggalkan kami?" dengan berat hati, bintang menganggukkan kepalanya lalu pergi.


"Langsung saja, untuk pekerjaan besok kita bahas, saat ini saatnya membicarakan masa depan kamu dan nara, apa lagi besok hari pernikahan kalian, terasa cepat untuk saya melepaskan nara, saya belum bisa membahagiakan nara, saya harap, dengan merestui hubungan kalian, nara bisa bahagia, karena saya tidak ingin nara kecewa hanya karena kamu, orang yang sangat dicintainya"


sesaat huzaifi terdiam mendengar kata cinta, menurutnya cinta tidak akan datang secepat kilat, jantung huzaifi kembali berdebar, perasaannya kembali ambigu, awal pertemuan karena untuk membuat perjanjian dan demi sang adik, dia telah melakukan diluar kendalinya.

__ADS_1


__ADS_2