Istri Tangguhku Adalah Sahabat Adikku

Istri Tangguhku Adalah Sahabat Adikku
Eps 14


__ADS_3

Nara terus menemani adetra yang masih sibuk memilih baju yang sesuai dengan keinginannya, hingga nara terhenti ketika melihat dress yang sangat indah dimatanya.


"kakak suka dress ini?" sambil mengambil dress tersebut dan meletakkan ditubuh nara.


"kakak terlihat cantik apalagi kalau memakai hijab, kakak semakin cantik dan anggun" puji adetra, "tapi ini berwarna pink, kakak kurang suka dengan warnanya"


"tapi kak, kakak terlihat cantik banget, cobalah dulu" bujuknya, nara hanya tersenyum pasrah, namun nara mengurungkan niatnya karena handphonenya berdering.


"kakak angkat telfon dulu" sambil meletakkan dress tersebut kegantungan sedangkan adetra masih sibuk memilih.


Sesekali adetra melihat nara yang masih sibuk dengan handphonenya lalu kembali mendekatinya. "udah selesai kak?"


"udah"


"ah.. kakak udah coba dress tadi?"


"belum" sambil mencari dress tersebut, namun nara tidak bisa menemukannya.


"ya udah lah, mungkin belum rezeki, tapi kamu udah dapet yang kamu cari?"


"udah kak"


"ya udah yuk pulang"


"yuk" menggenggam tangan nara dengan perasaan lega karena telah selesai ujian bercampur aduk dengan perasaan bahagia karena memiliki teman baik seperti nara.


Namun nara menghentikan langkah kakinya ketika melihat huzaifi dan sekretaris hans yang sedang bersama seorang wanita, "kebetulan sekali kita bertemu disini"


"maaf tara, pak huzaifi masih memiliki urusan penting"


"hans, aku bicara dengan huzaifi, bukan dengan kamu"


"katakan segera keperluan kamu, jika berkaitan pekerjaan, silahkan selesaikan dikantor" dengan sikap dinginnya lalu pergi meninggalkan tara, "nggak seperti biasanya kamu ada waktu luang untuk berbelanja, biasanya kamu sibuk dengan komputer" mendengar perkataan tara, huzaifi hanya tersenyum tipis. "demi dia, aku rela melakukan apapun, asalkan dia bahagia" lalu pergi begitu saja hingga membuat tara semakin kesal dan ingin bertemu dengan orang yang mampu meruntuhkan dinding tebal dan dingin huzaifi.


"kak, ada apa?" adetra melihat nara yang masih terdiam mematung melihat huzaifi yang mengobrol dengan seorang wanita.


"Nggak ada, yuk kita pulang" menarik tangan adetra menuju parkiran, tidak tahu apa yang membuat dirinya dipenuhi dengan perasaan kecewa mendalam menusuk hingga ketulang.


"Kakak cemburu ya?"

__ADS_1


"a... nggak kok, kenapa harus cemburu?" mencoba mengelak,


"dia itu kak tara, kembaran kak tiara, mantan tunangan kak huzaifi" jelasnya, nara melihat adetra dengan terkejut.


"Kakak tenang aja, kak huzaifi nggak punya perasaan untuk kak tara, cuma perempuan itu selalu mencari cara untuk deketin kak huzaifi, alasan aku nggak menyukainya karena dia tipe orang yang pemaksa, berbeda dengan adiknya, kak tiara itu lamah lembut dan baik hati".


Sesaat nara terdiam membisu mendengar perkataan adetra, perasaannya kembali ambigu, rasa cinta dan kasih sayang yang dirasakan olehnya seolah berubah menjadi tidak dapat ditebak oleh dirinya sendiri, hingga membuat nara overthinking seolah huzaifi hanya mengasihani dan simpan saja dengannya.


"kak, kenapa kakak diam aja?"


"nggak ada, cuma kangen mamah papah aja, nggak tau kenapa, wajah mereka terbayang terus menerus"


"kak harus kuat, kan ada aku, kak huzaifi dan yang lainnya, mereka juga sayang kakak," mencoba untuk menghibur.


"Terimakasih kamu udah sayang sama aku" nara memeluk adetra dengan erat.


Dari kejauhan huzaifi melihat nara dan adetra yang telah selesai belanja, masih terbesit perkataan ayah ditelinga huzaifi, "Langsung saja, untuk pekerjaan besok kita bahas, saat ini saatnya membicarakan masa depan kamu dan nara, apa lagi besok hari pernikahan kalian, terasa cepat untuk saya melepaskan nara, saya belum bisa membahagiakan nara, saya harap, dengan merestui hubungan kalian, nara bisa bahagia, karena saya tidak ingin nara kecewa hanya karena kamu, orang yang sangat dicintainya"


"terimakasih telah merestui hubungan kami"


"saya serahkan nara kepadamu, karena saya percaya dengan pilihannya, nara tidak akan memilih dan mencintai orang yang salah, karena dia orang yang teliti dalam memilih keputusan, saya percaya kamu bisa membuatnya bahagia dan satu hal yang harus kamu ingat, sekali saja kamu membuatnya menangis, saat itu juga saya akan membawanya pulang!" huzaifi hanya anggukan kepala dengan tersenyum.


"Saya pegang perkataan kamu" tidak tahu apa yang merasuki tubuh dan pikirannya, baginya untuk perasaan cinta bukan hal yang mudah untuk di tunjukkan, karena rasa cinta didalam hatinya telah membeku dengan kepergian tiara.


"aku yakin, kak huzaifi itu punya perasaan sama kakak" merasa curiga.


"kamu tau dari mana?" sibuk dengan handphonenya yang bergetar.


"kak huzaifi itu nggak akan melakukan sesuatu kalau bukan karena perasaannya"


"dia melakukan itu demi perasaan adiknya"


"kakak" untuk pertama kalinya adetra merasa kesal dengan perkataan nara.


"adetra, kamu tau betul hubungan kami seperti apa, perasaan cinta nggak semudah membalikkan telapak tangan"


"tapi kak, kalau kita berusaha untuk mendapatkan cinta, perasaan itu akan tumbuh sendirinya, sekarang apa kakak nggak memiliki perasaan itu? setidaknya rasa cemburu saat liat kak huzaifi bareng perempuan lain?" tidak dapat dielakkan, ketika melihat huzaifi mengobrol dengan wanita lain, rasa cemburu dan kecewa menyelimuti dirinya.


"jika rasa itu tumbuh, aku nggak bisa memaksa dia untuk membalas cinta itu, lagi pula cinta nggak bisa dipaksakan"

__ADS_1


"hah...."adetra menghela nafas panjang


"oke, terserah kakak, yang pasti, aku selalu ada untuk kakak" dengan tersenyum


"terimakasih" membalas dengan tersenyum.


"tapi kak, apa kakak udah ada baju untuk besok?"


"ya... aku akan memakai kebaya mamah"


"aku yakin, kakak pasti cantik"


"kamu bisa aja" mencubit pipi adetra.


"kakak, sakit tau" keluhnya dengan cemberut.


Keesokan harinya hari yang ditetapkan tiba, tamu dan kerabat telah tiba berdatangan kerumah huzaifi, hanya tetangga dan kerabat terdekat yang diundang karena huzaifi tidak ingin pernikahannya tersebar luas dan mempengaruhi nara dan adetra saat sekolah, huzaifi sudah selesai bersiap dengan setelan jas yang menawan.


Bintang terpesona dengan ketampanan huzaifi yang sedang mengobrol dengan tamunya.


"Ayah, bintang mau liat kak nara dulu ya"


"ya sudah" dengan tersenyum bintang pergi kekamar pengantin, namun nara tidak terlihat didalam kamar, hanya baju kebaya yang tergeletak diatas kasur.


Dari kejauhan huzaifi melihat bintang yang masuk ke kamar, dengan ragu huzaifi mengambil paper bag dikamarnya dan memberikan kepada adetra.


"De, berikan ini kepada nara, dan lihat apakah nara sudah selesai"


"ah... oke" adetra mengambil paper bag tersebut dan menemui nara.


"kakak sedang apa?" melihat nara yang sedang mencari sesuatu.


"aku cari kebaya yang aku letakkan di atas kasur, setelah keluar dari kamar mandi, kebaya itu hilang"


"kakak nggak perlu panik, kak huzaifi minta kakak memakai ini, mungkin ada seseorang yang menyembunyikannya"


"tapi nggak ada yang masuk kamar dari tadi"


"udah,,, sekarang kakak pakai ini aja, semua udah nunggu kakak" nara menganggukkan kepalanya dan meraih paper bag dari tangan adetra.

__ADS_1


__ADS_2