Istri Tangguhku Adalah Sahabat Adikku

Istri Tangguhku Adalah Sahabat Adikku
eps 18


__ADS_3

Huzaifi masih berdiri didepan kantor untuk menunggu nara, sesekali huzaifi melihat jam di handphonenya dan sedikit berharap ada pesan dari nara, namun tidak ada satu pesen yang dikirim nara untuknya, dari kejauhan huzaifi melihat nara keluar dari kantor dengan raut wajah gembira, huzaifi ingin mendekati nara namun dirinya mengurung niatnya karena ada seorang pria mendampingi nara.


Untuk pertama kalinya huzaifi merasa kecewa ketika melihat nara bersama pria lain, huzaifi memilih masuk kemobil dan pergi.


Rifaldi memberikan foto pernikahan nara kepada ayahnya, dengan perasaan kecewa karena dirinya tidak pernah dianggap oleh ayahnya.


"Kenapa ini bisa terjadi? kenapa nara menikah diusia yang sangat muda? dan ayah tidak memberi tahu aku, sebenarnya aku anak ayah atau tidak? kenapa ayah tidak pernah memberi aku kesempatan untuk mengambil keputusan?" Dengan suara tinggi.


"Untuk apa ayah memberi tahu kamu? apa kamu pernah menganggap nara adikmu? kamu saja menolak pernikahan papah kamu dengan ibunya, bagaimana bisa kamu ingin mengambil keputusan untuk nara?" Ayah berusaha untuk tenang menghadapi rifaldi yang sedang emosi.


"Kamu menolak pernikahan mereka, sekarang tiba-tiba kamu datang menjadi kakak yang baik untuk nara? coba kamu ingat, dihari pernikahan itu kamu pergi dari rumah, sudah bertahun-tahun kamu pergi dan sekarang kamu ingin memiliki hak sebagai kakak?" ayah menggelengkan kepalanya.


"Kamu seperti tidak ada di kehidupan nara, dihari kepergian kedua orang tuanya kamu tidak datang apa itu bisa dikatakan sebagai kakak?"


"Aku datang, aku datang kepemakaman papah, aku ingin memeluk dan menenangkannya, aku ingin menghiburnya"


"Tapi kamu tidak sanggup mendekatinya" ayah memotong omongan rifaldi.


"Lalu kenapa ayah meninggalkan nara dengan perempuan itu? dia sanggup menjodohkan nara dengan pria seperti itu, bahkan mengusirnya" ayah terkejut bahwa rifaldi mengetahui semua yang telah terjadi dengan nara.


"Ini kesalahan ayah, ayah lalai menjaga nara," dengan penyesalannya


"Ayah tau perasaan kamu, kamu baru ditinggalkan oleh seorang ibu dan tidak lama kemudian kamu harus menerima orang yang harus menggantikan posisi sebagai seorang ibu, jika kamu ingin memiliki hak sebagai seorang kakak kamu bisa mendapatkannya" ayah bangkit dari tempat duduknya dan berjalan mendekati rifaldi.


"Rifaldi jika kamu ingin bertemu dengan nara, dekati dia perlahan karena dia tidak mengetahui apapun tentang kamu" sarannya lalu memeluk rifaldi.


Nara telah memesan makan siang untuknya dan riady, dengan nara yang tiba-tiba mengajaknya untuk makan siang bersama membuat riandy canggung.


"a... maaf sebelumnya, sebenarnya apa yang mau kamu bicarakan?" nara melihat riandy sambil mengunyah makanannya.


"Bisakah kita bicarakan sekarang?"


"a... ya, sebentar" nara menelan makanannya hingga tersedak.


"Minum dulu" riandy memberikan air minum untuk nara.

__ADS_1


"Terimakasih" nara mengambil air yang diberikan riandy.


"Oke langsung saja tanpa basa-basi, apakah kamu tahu sesuatu yang tidak saya ketahui? maksud saya tentang anak papah yang tidak saya ketahui".


Riandy tidak tahu harus menjawab apa dengan pertanyaan nara, karena dirinya telah berjanji untuk tidak memberi tahu orang tentang keluarga Suparman dan Suherman.


"Maaf saya harus pergi" riandy beranjak dari tempat duduknya dan hendak pergi meninggalkan nara.


"Jika kamu seperti ini berarti anda mengetahui sesuatu yang tidak saya ketahui"


Riandy berbalik melihat nara yang tenang menyantap makanannya, tanpa ragu riandy kembali menghampiri nara.


"Bagaimana mungkin kamu tidak mengetahui dia? bagaimanapun juga dirinya masih satu darah dengan kamu walaupun beda rahim."


Nara berhenti memakan makanannya dan menatap riandy dengan tersenyum tipis.


"Silahkan duduk dan ceritakan semuanya dari kamu kenal orang tua saya hingga tentang kakak saya".


Nara terlihat berbeda dengan sebelumnya, kini nara ingin berubah menjadi lebih baik, dan ingin mengetahui semuanya yang tidak diketahui olehnya, nara kembali membangun dinding yang telah runtuh menjadi lebih kuat dan kokoh.


Ketika diperjalanan, rifaldi masih terbayang wajah nara yang tersenyum manis, wajah polosnya membuat rifaldi ingin memeluk dan melindunginya.


"Mereka sangat menyebalkan, bagaimana mungkin mereka bisa melakukan semua itu, apalagi anaknya itu, berani sekali dia ingin menghancurkan rumah tangga nara, hei rifaldi, kamu mendengar yang aku katakan tidak? padahal aku berniat melihat keadaan rumah itu" dengan kesal.


"Bara, pantau terus mereka, jangan sampai mereka mengulangi perbuatannya, jika mereka melakukan kesalahan yang sama, habisi mereka"


"Mereka bukan apa-apa tanpa ayah mu, oh iya rifaldi, apa kamu tahu ayahmu akan bercerai?" rifaldi terkejut mendengar kabar yang belum diketahuinya.


"Kamu jangan berkata omong kosong, ayah sangat mencintai istrinya apa lagi dia memiliki anak, walaupun istrinya melakukan kesalahan, dia akan tetap bertahan untuk putrinya."


"Mereka bercerai bukan karena kesalahannya yang mengganggu nara, ini lebih dari itu"


"Apa yang lebih dari itu?" penasaran.


"Mereka bercerai karena putrinya bukan anak kandungnya, melainkan anak pacar istrinya sebelum mereka menikah"

__ADS_1


"Apa?" Rifaldi terkejut hingga membuat bara mengerem mendadak dan menepi.


"Bagaimana mungkin itu semua terjadi?" sambungnya dengan amarah yang menggebu-gebu.


"Aku juga baru tau ketika mendengar dari mulut mereka tadi"


"Kenapa ayah tidak mengatakannya bahwa dirinya juga dalam kesulitan?" Rifaldi merasa kecewa dan sedih dengan dirinya sendiri, bahwa dirinya telah jauh dari keluarganya bukan jauh dari jangkauan melainkan jauh dari hati masing-masing.


Riandy melihat nara yang begitu serius ingin tahu, dirinya masih ingat bagaimana pertemuan pertamanya dengan pak Suparman dan Suherman, mereka bertiga bertemu ketika riandy gagal mendapatkan pekerjaan.


Riandy masih duduk terdiam didepan kantor dengan perasaan kecewa karena dirinya gagal dalam interview, hingga hujan turun membasahinya namun riandy masih duduk terdiam dengan kekecewaannya, hingga seseorang datang memayunginya dari belakang.


"Jika kamu kecewa, setidaknya jangan menyakiti diri, jika kamu gagal setidaknya kamu bangkit karena kegagalan adalah awal dari kesuksesan" sambil memberikan patungnya.


"Terimakasih"


"Kamu bisa menyetir?"


"Bisa pak"


"Antarkan saya kerumah sakit" sambil melemparkan kunci mobil, riandy yang bingung masih tetap mengikutinya.


Sepanjang perjalanan, riandy hanya fokus dengan jalan dan mengemudi dengan baik.


"Ini surat lamaran kamu?" mengambil map dan membacanya dengan teliti.


"Kamu terlihat bagus, kenapa kamu gagal dalam interview?"


"Saya juga tidak tahu, tapi pak maaf sebelumnya, saya tidak mengetahui nama kalian, dan saya tidak tahu apapun tentang kalian, jika kalian menginginkan uang, maaf saya tidak punya uang" mereka saling memandang dan tertawa dengan tingkah riandy yang ketakutan.


"Saya Suparman"


"Saya Suherman" mereka memperkenalkan diri bergantian, sedangkan riandy hanya tersenyum hawatir.


Tidak lama kemudian mereka tiba di tujuan, riandy mengambil berkasnya namun tidak terlihat dimobil, namun kedua pria paruh baya yang dijumpai telah pergi, terlihat didalam mobil ada tas dan juga handphone.

__ADS_1


"Bagaimana ini, surat lamaran kerja hilang, tapi itu bukan masalah, aku bisa buat yang baru, tapi bagaimana dengan mobil ini? dan barang-barang ini? Kalau hilang mereka pasti menuntut aku, apa lagi ini begitu banyak berkas-berkas penting, aku akan menunggu mereka sebentar, semoga mereka cepat kembali" riandy memutuskan untuk menunggu.


__ADS_2