
Setelah memarkir mobil reyhan bergegas lari menuju tempat janjian dengan adetra namun setibanya ditempat janjian tidak ada siapapun disana, hanya ada kue ulang tahun untuk dirinya diatas meja.
"Maaf apa anda bernama reyhan?" seorang pelayan menghampirinya
"Ya saya sendiri"
"Ada titipan dari pemilik meja ini, dia meminta barang ini diberikan kepada anda, jika seandainya anda tidak datang kami diminta untuk membuang semua ini"
"Terimakasih anda tidak membuangnya, saya akan membawanya, sekali lagi terimakasih"
"Sama-sama" lalu pergi melanjutkan pekerjaannya.
Reyhan melihat kue ulang tahun diatas meja yang tertulis namanya kemudian meletakkan didalam kotak dan membawanya pulang.
Mengingat perkataan hans membuat huzaifi semakin gundam dengan perasaannya, nara melihat huzaifi yang telah kembali dari kantor bergegas merapikan piring kotornya dan mempersiapkan huzaifi untuk makan malam.
"Silahkan makan malam, saya sudah menyiapkan untuk anda" nara pergi ke dapur sambil membawa piring kotornya lalu masuk kedalam kamar.
Huzaifi masih memperhatikan nara yang bersikap dingin tidak seperti nara yang selalu banyak bicara dan menyampaikan apa yang tidak berkenan di hatinya, namun kini nara lebih banyak diam dan berubah dingin.
Nara asik dengan bukunya dan terus belajar untuk memasuki universitas yang diinginkannya, namun nara masih terbayang ketika huzaifi pergi disaat melihat dirinya bersama riandy.
"Aku akan mencari tau perasaan kamu denganku, karena aku tidak ingin terlalu jauh mencintai kamu terlalu dalam karena kamu saat ini bukan milikku" sambil menihat foto pernikahannya.
"jika kamu membuat dinding yang tinggi dan tebal aku akan membuatnya jauh lebih tinggi dan tebal darimu, jika kamu dingin dan diam, aku akan jauh lebih dingin dan diam, agar aku tidak terlalu sakit jika aku jatuh karena cintaku tidak terbalaskan" dengan tersenyum tipis.
Nara melihat handphonenya berdering dan terlihat nama adetra yang menghubunginya.
"Assalamualaikum de, ada apa?"
"wa'alaikum salam kak" terdengar suaranya bergetar seperti selesai menangis.
"kamu nangis?"
"nggak kok, aku cuma kangen kakak aja"
"jangan bohong, aku tau kamu abis nangis"
"kak, boleh nggak kakak kesini, aku pengen tidur bareng kakak" pintanya dengan sedikit merengek.
__ADS_1
"aku segera kesana" nara mengakhiri panggilan dan bergegas menemui huzaifi untuk mengajaknya untuk pulang.
"Bisa kita bicara sebentar?" nara menemui huzaifi diruang tamu yang sedang memainkan handphonenya sedangkan huzaifi melihat nara yang menemuinya dengan sikap dingin, huzaifi belum terbiasa dengan sikap nara yang tiba-tiba berubah.
"Silahkan" huzaifi meletakkan handphonenya diatas meja.
"Bisakah kita pulang? saya ingin bertemu dengan adetra"
"Ada apa dengan adetra?" dengan hawatir.
"tidak ada, kami hanya ingin belajar untuk persiapan kuliah, lagi pula kami akan kuliah"
"Bukannya jurusan kalian berbeda?" huzaifi menatap nara yang kebingungan.
"Walaupun berbeda memangnya tidak boleh belajar bersama? jika kami belajar bersama artinya kami bisa saling membantu ketika kami dalam kesulitan" melihat nara yang berusaha untuk tetap bersikap dingin membuat huzaifi semakin tertantang dengan nara.
"Setiap orang memiliki kesulitan, tapi tidak semua orang bisa membantu kesulitan kita, tentu ada jalan keluar ketika dia memiliki perasaan tertentu untuk kita" mendengar perkataan huzaifi membuat nara yakin akan satu hal.
Nara beranjak dari tempat duduknya dan menatap huzaifi dengan tersenyum tipis.
"Jika perkataan Anda benar, berarti anda memiliki perasaan tertentu untuk saya karena anda telah membantu saya" lalu pergi meninggalkan huzaifi yang terdiam.
Nara masuk kamar dengan kesal namun yang membuat dirinya kesal karena tidak bisa meyakinkan huzaifi untuk pulang namun dirinya cukup senang karena dapat membuat huzaifi terdiam karena termakan omongannya sendiri.
Ting...
Sebuah pesan masuk di handphonenya dan terlihat pesan dari huzaifi.
"Bersiaplah kita akan pulang, kutunggu kamu dimobil" terlihat pesan dari huzaifi dengan kata-kata non formal.
"Sejak kapan dia ngirim pesan kayak gini? Kok jadi aneh bacanya seakan bukan dia yang ngetik" nara bergegas bersiap lalu menemui huzaifi yang telah menunggunya dimobil.
"Udah siap?" huzaifi membuka pintu mobil untuk nara.
"Sudah"
"Masuklah kita jalan sekarang" nara hanya menganggukkan kepalanya lalu masuk kemobil kemudian huzaifi menutup pintu mobil sambil memperhatikan nara. Setelah puas memperhatikan nara huzaifi masuk kemobil dan mereka berangkat.
Reyhan terus menghubungi adetra namun tidak ada jawaban dari adetra, reyhan tidak tahu apa yang membuat adetra sulit untuk dihubungi, "aku tau aku salah karena telat datang menemui kamu, karena aku harus menyelesaikan kerjaanku yang menumpuk, bisakah kamu membalas pesanku?" Reyhan mengirimkan pesan diwhstapp kepada adetra.
__ADS_1
Huzaifi dan nara tiba dirumah tentu adetra telah menunggunya didepan pintu.
"Kak nara" adetra berlari menuju nara dan memeluknya dengan penuh bahagia.
"Aku kangen kakak" dengan tersenyum.
"Tadi pagi kita ketemu, masa udah kangen aja" sambil mencubit pipi adetra.
Melihat nara yang tersenyum lepas untuk adetra membuat hati huzaifi seolah cemburu dengan kasih sayang nara untuk adiknya.
"OOO jadi dari tadi diam dipintu karena nungguin nara?" Mamah dan papah menemui mereka yang masih diluar.
Nara dan huzaifi mencium tangan kedua orang tuanya, lalu adetra menarik tangan nara menuju kamarnya.
"Kamu kenapa?" Nara mengelus kepala adetra seperti anak kecil.
"Kak, aku ngerasa kak reyhan berbeda, padahal kami udah sepakat untuk merayakan hari ulang tahun untuknya, tapi dia nggak datang padahal aku udah siapin semuanya" mencurahkan isi hatinya seperti anak kecil.
"Mungkin dia sibuk, kamu nggak boleh berburuk sangka, coba kamu bicarakan baik-baik dengannya, beri dia kesempatan untuk menjelaskan"
"Tapi kak, udah sebulan dia nggak ada kabar, sekalinya buat janji dia ingkari"
"Adetra, jangan karena satu kesalahannya kamu melupakan beribu tanggung jawabnya, kamu temui dia, bicarakan bersama, jika masih bisa diperbaiki maka lanjutkan, tapi kalau nggak bisa dipegang janji akhiri saja, tapi jangan sampai kamu menyesal nantinya" sambil memeluk adetra.
Huzaifi sibuk dengan handphonenya sendiri sedangkan kedua orang tuanya saling menatap satu sama lain.
"Ehem... Kalian baru kemarin satu rumah, kok udah dateng aja? Kalian bertengkar?"
"Nggak kok, adetra nelpon nara, katanya kangen mau tidur bareng, oh yah mah pah, aku kekamar dulu, mau istirahat"
"Ya sudah" huzaifi pergi kekamarnya untuk beristirahat.
Papah melihat mamah dengan serius, melihat papah yang serius membuat mamah paham maksud tatapan mata papah.
"Mamah akan bicara dengan adetra"
"Sampaikan kepadanya jangan bertingkah seperti anak kecil dan jangan mengganggu hubungan mereka yang masih merenggang"
"Mamah paham yang papah maksud, mamah kekamar adetra dulu" papah menggelengkan kepalanya melihat tingkah adetra yang masih seperti anak kecil.
__ADS_1